Gejala Prediabetes yang Harus Diketahui

Gejala Prediabetes yang Harus Diketahui

Merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah mencapai atau melebihi batas normal tetapi tidak setinggi pada penderita diabetes tipe 2 dinamakan dengan prediabetes. Jika seseorang tidak segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat maka kondisi ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala, hal inilah yang membuat banyak orang berisiko tinggi mengalaminya perlu secara rutin memeriksakan kadar gula darahnya ke dokter. Fungsinya agar kondisi tersebut bisa terdeteksi dan selanjutnya pasien akan mendapat penanganan dari tim medis sedini mungkin sebagai bentuk pencegahan munculnya penyakit berbahaya.

Gejala Prediabetes

Jika dalam keadaan normal, kadar gula dalam tubuh berada di angka 70/90 mg/dL sebelum makan dan di bawah 140 mg/dL setelah mengonsumsi makan. Sementara pada penderita kondisi kelebihan gula darah, kadarnya akan naik hingga mencapai 140/199 mg/dL setelah mengonsumsi makan.

Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, meski demikian untuk lebih waspada seseorang yang kadar gula darahnya melebihi batas normal harus mengetahui beberapa gejala diabetes tipe 2, berikut beberapa diantaranya.

  • Mudah lelah.
  • Penglihatan menjadi kabur.
  • Sering merasa haus dan lapar.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Luka yang tak kunjung sembuh.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin ke dokter termasuk bagi mereka yang berisiko tinggi mengalaminya. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penanganan bisa segera diberikan, dampaknya diabetes tipe 2 dapat dicegah.

Penyebab Kadar Gula Darah Berlebih

Glukosa merupakan karbohidrat sederhana yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, sebagian besar glukosa di dalam tubuh didapat dari makanan yang dikonsumsi. Glukosa bisa diolah menjadi energi, sementara tubuh membutuhkan bantuan hormon insulin yang dihasilkan dari pankreas.

Bagi penderita kondisi di atas, proses tersebut terganggu dan gangguan yang muncul disebabkan oleh pankreas tidak banyak menghasilkan insulin atau munculnya resistensi insulin. Akibat yang muncul, glukosa yang seharusnya masuk ke tubuh untuk diolah menjadi energi justru semakin menumpuk di aliran darah.

Apabila hal itu terus berlanjut, maka kadar gula dalam darah akan meningkat, sehingga seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darahnya akan semakin meningkat dan penderita dapat terserang diabetes tipe 2. 

Meski demikian, penyebab di atas belum diketahui secara pasti walau terdapat dugaan jika peningkatan kadar gula darah merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua. Selain itu jarang melakukan aktivitas fisik dan memiliki berat badan berlebih diduga juga memiliki keterkaitan dengan munculnya prediabetes.

Pemeriksaan oleh Dokter

  • Tes Gula Darah Puasa

Tujuan dilakukan tes ini adalah untuk memeriksa kadar gula darah pada saat keadaan perut kosong, pasien terlebih dahulu akan diminta puasa selama delapan am sebelum tes dilakukan. Kadar gula darah pasien bisa dikatakan normal jika masih di bawah 100 mg/dL dan dianggap sudah berlebih jika mencapai 126 mg/dL, ini juga berarti pasien menderita diabetes tipe 2.

  • Tes Toleransi Glukosa Oral (2 Jam PP)

Pasien diminta mengonsumsi minuman gula khusus dan kembali melakukan pemeriksaan gula darah setelah dua jam meminum larutan gula tersebut. Kadar gula dikatakan normal jika kurang dari 140 mg/dL, sementara positif diabetes tipe 2 jika menunjukkan kadar gula 200 mg/dL.

  • Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)

Tujuan tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir, tes ini dilakukan dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin yakni protein pembawa oksigen yang terdapat di dalam sel darah merah.

Tak Perlu Cemas, Begini Cara Mengobati Kutu Air

Kutu air merupakan kondisi infeksi jamur yang umum terjadi pada kaki. Ada banyak cara mengobati kutu air yang bisa dilakukan, mulai dari penggunaan krim topikal, semprotan dari apotek, dan lain sebagainya.

Dalam bahasa inggris, kutu air disebut juga sebagai athlete’s foot. Nama ini diberikan karena kutur air sering dialami oleh atlet yang sering menggunakan sepatu dan kaos kaki tertutup, membuat area kaki menjadi panas dan berkeringat.

Keringat yang mengendap terus menerus di kaki adalah pemicu dari infeksi jamur yang menyebabkan kutu air.

Cara mengobati kutu air

Cara mengobati kutu air yang paling umum adalah menggunakan obat yang bisa dibeli secara bebas di apotek. Terkadang, dokter juga akan meresepkan obat khusus untuk pengobatan yag lebih maksimal.

Tapi, sebelum memberikan resep obat, dokter perlu melakukan diagnosa terlebih dahulu. Diagnosa bisa dilakukan dengan menganalisa gejala Anda atau melakukan pengujian di laboratorium melalu sampel kulit Anda.

Bila dokter menganggap kondisi Anda bisa disembuhkan tanpa harus menggunakan resep, Anda bisa membeli obat topikal yang dijual secara bebas di apotek. Beberapa obat antijamur yang dijual bebas meliputi miconazole, terbinafine, clotrimazole, butenafine, dan tolnaftate.

Sementara, obat yang diberikan melalui resep dokter sebagai cara mengobati kutu air terdiri atas:

  • Obat topikal berupa klotrimazol atau obat minum berupa mikonazol
  • Fluconazol dan terbinafine yang diresepkan
  • Obat steroid topikal untuk meredakan peradangan yang menyebabkan rasa sakit
  • Obat minum berupa antibiotik jika kulit yang lecet menyebabkan infeksi bakteri

Baik pengobatan dengan obat bebas maupun obat resep, Anda tetap perlu melakukan perawatan di rumah. Hal ini penting guna memaksimalkan hasil dari cara mengobati kutu air.

Ada beberapa upaya perawatan di rumah yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. Salah satunya dengan merendam kaki Anda yang terkena kutu air di larutan air garam.

Selain itu, Anda juga bisa merendam kaki Anda di larutan cuka yang encer. Hal ini bisa membantu untuk mengeringkan lepuh yang timbul sebagai salah satu gejala dari kutu air.

Jangan lupa juga untuk selalu mengeringkan kaki Anda setelah mencucinya. Apabila Anda baru saja menyelesaikan aktivitas di luar ruangan, segera mencuci kaki sampai bersih.

Selama Anda menderita kutu air, penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan kondisi kaki. Pastikan kaki Anda tetap kering dan bersih setiap saat.

Upaya pencegahan kutu air

Meski kutu air bisa diobati, akan lebih baik kalau Anda melakukan upaya pencegahan sejak awal agar tidak merasakan gejalanya. Berikut ini beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Kenakan sepatu kets dengan bahan yang bisa memberikan ventilasi di area kaki, misalnya sepatu berbahan jala di bagian atasnya.
  • Gunakan kaus kaki sintetis yang terbuat dari akrilik. Bahan ini menyerap kelembaban dengan baik, sehingga kaki Anda tidak mudah lembab.
  • Cuci dan keringkan kaki setiap hari, khususnya pada bagian sela-sela jari kaki yang sering terlewatkan.
  • Usahakan untuk selalu bertelanjang kaki di rumah.
  • Rutin mengganti kaus kaki bila berkeringat.
  • Simpan sepatu di ruang terbuka atau di tempat yang memungkinkan sepatu untuk terkena udara. Jangan biarkan sepatu berdiam terlalu lama di dalam tas.

Jika Anda rutin melakukan upaya pencegahan, Anda akan terhindari dari gejala kutu air. Dengan begitu, Anda tidak akan perlu menerapkan cara mengobati kutu air untuk kaki Anda.

Napas Berlebihan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Hiperventilasi

Napas Berlebihan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Hiperventilasi

Saat diserang rasa panik, seseorang akan mendadak bernapas lebih cepat dan dalam. Napas yang dihembuskan lebih banyak dibanding udara yang dihirup. Kondisi ini disebut hiperventilasi atau napas berlebihan.

Napas berlebihan ini dapat mengganggu kestabilan karbondioksida dalam tubuh. Saat kadar karbondioksida dalam tubuh sedikit, ini akan membuat pembuluh darah menyempit dan darah yang mengalir ke otak akan berkurang. Sehingga orang yang mengalami ini akan merasa pusing, jari kesemutan, dan tingkat kesadaran menjadi menurun.

Gejala Ketika Seseorang Mengalami Hiperventilasi

Selain pernapasan cepat, ada berbagai gejala lain yang dialami oleh penderita. Biasanya gejala napas berlebihan ini akan bertahan antara 20-30 menit. Gejala-gejala tersebut adalah:

  • Merasa pengan, butuh udara tambahan
  • Merasa tertekan, gugup, dan cemas
  • Terkadang, untuk mendapatkan udara Anda perlu duduk terlebih dahulu
  • Sering mendesah dan menguap
  • Detak jantung lebih cepat dan berdebar-debar
  • Merasa kesemutan dan sensasi mati rasa di bagian tangan atau pun kaki
  • Dada terasa sesak dan nyeri
  • Merasa pusing dan lemas seperti ingin pingsan

Ada baiknya jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksa ke dokter, Mungkin saja Anda mengalami hiperventilasi atau mungkin saja penyakit lain yang belum terdeteksi.

Penyebab Seseorang Mengalami Hiperventilasi

Napas berlebihan ini terjadi sementara akibat rasa takut, depresi, stres, marah, gangguan kecemasan, maupun karena fobia.

Akan tetapi, ada juga hiperventilasi yang terjadi tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini disebut juga dengan sindrom hiperventilasi.

Kondisi medis ini umumnya dirasakan oleh orang yang berusia 15-55 tahun. Diabnding pria, wanita lebih rentan mengalami kondisi hiperventilasi ini. Apalagi pada wanita hamil.

Adapun penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan stimulan
  • Terjadinya perdarahan
  • Kehamilan
  • Rasa sakit yang luar biasa
  • Overdosis obat
  • Serangan jantung
  • Terjadi infeksi paru-paru, PPOK, maupun asma
  • Mengalami cedera kepala
  • Mengalami komplikasi gula darah tinggi pada pasien yang mengalami diabetes tipe 1 (ketoasidosis diabetik)
  • Berada di ketinggian 6 ribu kaki atau lebih.

Bagaimana Cara Mengatasi Hiperventilasi?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah medis napas berlebihan ini. Berikut hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

  • Melatih Pernapasan

Ketika Anda mengalami napas cepat, coba untuk bernapas dengan bibir mengerucut. Lalu, tutup lubang hidung kanan, kemudian tarik napas melalui lubang hidung bagian kiri. Keluarkan melalui celah bibir yang mengerucut tersebut. Lakukan dengan menutup hidung sebelah kiri dan ulangi dengan pola yang sama hingga pernapasan Anda normal kembali.

  • Akupuntur

Akupuntur ini disebut juga cara mengatasi napas berlebih yang efektif. Pengobatan kuno dari China ini bisa mencegah dan mengurangi gangguan pernapasan berlebih ini.

  • Meredakan Stres

Stres termasuk salah satu penyebab terjadinya hiperventilasi. Oleh karenanya, coba untuk mengelola stres dan menredakannya. Lakukan berbagai aktivitas meditasi agar Anda lebih rileks. Jika stres yang dialami sudah parah, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater untuk mengatasinya.

  • Menggunakan Obat-obatan

Jika kondisi yang dialami sudah parah, maka biasanya dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi masalah hiperventilasi ini. Obat yang dimaksud seperti doxepin, alprazolam, atau pun paroxetine.

Namun, perlu diingat bahwa mengatasi hiperventilasi ini harus sesuai dnegan penyebabnya. JIka disebabkan oleh infeksi paru, maka untuk mengatasinya akan diresepkan obat oleh dokter untuk mengatasi infeksinya. Selain itu, setiap gejala napas berlebih ini muncul, pastikan untuk tetap tenang sambil melakukan latihan pernapasan.

Manfaat Daun Jelatang untuk Ibu Menyusui

Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah. Dari sektor flora, misalnya, banyak sekali tumbuhan yang dapat hidup dan berkembang di sini. Salah satu tanaman liar yang bisa dengan mudah tumbuh di sekitar kita adalah jelatang. Manfaat daun jelatang ini dinilai bagus untuk ibu menyusui, meski kita tahu bahwa tanaman ini cukup “mengganggu”.

Dikatakan mengganggu karena jelatang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Selain itu, jelatang memiliki efek panas dan gatal saat bersentuhan dengan kulit. Oleh karenanya banyak orang cepat-cepat memusnahkan tanaman ini karena dianggap tidak berguna.

Akan tetapi, setelah banyak kajian dan penelitian dilakukan, jelatang dinilai punya nilai lain untuk dimanfaatkan. Banyak yang meyakini bahwa ia berkhasiat bagi kesehatan seseorang. Salah satu yang paling digembar-gemborkan adalah seperti yang telah disinggung di awal, yakni baik untuk ibu menyusui. Namun, apa benar begitu?

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun jelatang dikatakan bisa dengan mudah meningkatkan produksi ASI-nya. Sebab di dalam daun jelatang ini terkandung banyak zat besi dan nutrisi yang pada gilirannya akan berfungsi sebagai galaktagogue untuk membantu menghasilkan lebih banyak ASI.

Galaktagogue sendiri merupakan sediaan obat atau herbal yang terbukti atau dipercaya dapat menginisisasi produksi ASI. Dengan demikian, daun jelatang dapat disejajarkan dengan bahan lain yang lebih dahulu populer akan khasiatnya untuk ASI, seperti daun katuk (Sauropus androgynous), daun kelor (Moringa citrifolia), hingga daun pepaya (Carica papaya).

Sebagai galaktagogue, manfaat daun jelatang dipercaya dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Secara umum, daun jelatang aman dikonsumsi ibu menyusui setelah melahirkan dan dapat dikonsumsi secara berkala.

Efek samping daun jelatang terhadap ibu menyusui tergolong rendah. Tetapi bagi yang sensitif, bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Apabila dikonsumsi langsung setelah melahirkan, dapat mengembangkan risiko produksi ASI berlebihan yang mengakibatkan pembengkakan payudara dan mastitis.

  • Kenali Lebih Dalam Agar Manfaat Daun Jelatang Bisa Maksimal

Seperti yang sudah disinggung di awal, daun jelatang termasuk tumbuhan yang dapat memberikan banyak efek samping. Dari struktur daunnya saja, efek samping itu bisa terlihat. Daun jelatang atau dikenal sebagai stinging nettle (Urtica dioica) adalah tanaman dengan daun berwarna hijau gelap. Memiliki bulu-bulu halus di permukaan daun dan batangnya, daun jelatang bisa membuat kulit gatal-gatal jika tersentuh manusia.

Selain itu, daun jelatang dapat memberikan sensasi panas saat menyentuh kulit. Bagian daunnya yang tajam juga bisa menusuk kulit dan menyebabkan kemerahan, serta pembengkakan.

Agar dapat memanfaatkannya, seseorang harus menghindari bulu-bulu halus dari si jelatang. Kita bisa menggunakan sarung tangan atau bahan lain untuk melapisi kulit sebelum menyentuh daun jelatang ini.

Untuk menghilangkan bulu-bulu halus penyebab gatal di permukaan daun dan batangnya, lakukan teknik blanching sebelum mengolah daun jelatang. Caranya, rendam dalam air panas selama 5-15 detik, kemudian siram dengan air dingin. Setelah dimasak, zat yang membuat gatal pada daun jelatang tidak lagi membahayakan.

Setelah melewati proses ini, seseorang bisa langsung memanfaatkan daun jelatang. Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai bentuk atau jenis makanan, misalnya tumisan, lalapan, atau diseduh menjadi teh.

Kendati demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis sebelum menjadikan jelatang sebagai bahan penambah ASI Anda. Sebab kita tak pernah tahu kondisi tubuh Anda. Bisa saja tubuh Anda akan bereaksi sebaliknya, alih-alih mendapat manfaat daun jelatang setelah mengonsumsinya.

Sulit Berkonsentrasi? Ini Cara Melatih Fokus dengan Mudah

Sulit Berkonsentrasi? Ini Cara Melatih Fokus dengan Mudah

Berkonsentrasi dan fokus sepenuhnya pada suatu pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Banyak orang mengalami kesulitan untuk bisa fokus. Apabila Anda juga mengalami kesulitan yang sama, Anda bisa mengikuti cara melatih fokus berikut ini dengan mudah. 

Cara melatih fokus dengan mudah

Kemampuan untuk fokus secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh kondisi mental Anda. Anda mungkin menyadari bahwa saat suasana hati Anda sedang buruk, Anda akan semakin merasa sulit untuk fokus.

Karena itu, cara melatih fokus juga berkaitan dengan cara mengendalikan kondisi emosional dan mental Anda guna bisa berkonsentrasi dengan maksimal. Berikut ini beberapa caranya: 

  • Teknik Pomodoro

Teknik pomodoro akhir-akhir ini menjadi teknik yang cukup populer di kalangan pekerja untuk mendapatkan fokus yang lebih baik. Teknik ini memungkinkan Anda untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang singkat. 

Pomodoro Anda melatih otak untuk tetap mengerjakan suatu tugas dalam waktu yang singkat. Pertama, pasang timer Anda selama 25 menit kemudian mulai bekerja. Setelah waktu 25 menit selesai, istirahatlah selama 5 menit. 

Kemudian, setelah 5 menit beristirahat, pasang lagi timer Anda untuk 25 menit berikutnya. Setelahnya, Anda bisa kembali beristirahat selama 5 menit. 

Lakukan siklus ini secara berulang sampai 4 kali. Setelah pengulangan keempat selesai, Anda bisa beristirahat lebih lama, sekitar 20-30 menit. 

  • Mengunci media sosial

Terkadang, media sosial menjadi salah satu hal yang paling sulit membuat kita untuk fokus. Karena itu, saat akan berkonsentrasi mengerjakan sesuatu, blokir media sosial Anda untuk sementara waktu atau pasang kunci yang membuat media sosial tersebut tidak bisa diakses kecuali hanya pada jam-jam tertentu.

Tidak hanya media sosial, sejumlah aplikasi lainnya di ponsel juga bisa mengganggu konsentrasi Anda, seperti Youtube, Netflix, email, SMS, dan lain sebagainya. 

Anda bisa mengunduh aplikasi pemblokir media sosial secara khusus agar tidak mudah terdistraksi oleh media sosial tersebut. Beberapa aplikasi pemblokir yang cukup populer adalah FocusMe, Focus, Freedom, dan AppBlock. 

  • Mindfulness

Banyak orang mengira mindfulness sama dengan meditasi. Padahal, kenyataannya, orang-orang yang melakukan meditasi belum tentu bisa mempraktekkan mindfulness dengan sempurna. Akan tetapi, mindfulness memang dilatih ketika Anda belajar meditasi.

Mindfulness mengarahkan Anda untuk lebih menyadari diri sendiri. Dengan mindfulness, Anda dilatih untuk membawa perhatian diri Anda sepenuhnya untuk apa yang sedang Anda kerjakan di saat itu. 

Praktek ini memungkinkan Anda untuk fokus dan tidak mudah terdistraksi dengan pikiran yang teralihkan ke hal-hal lain di luar pekerjaan saat itu. Hal ini sangat membantu sebagai cara melatih fokus Anda. 

Anda tidak harus melakukan meditasi untuk mencapai mindfulness. Latihan pernapasan juga bisa membantu mencapai mindfulness, yaitu dengan menarik napas dalam beberapa kali dan fokus pada setiap tarikan napas. 

  • Istirahat

Istirahat adalah salah satu kunci penting untuk kembali mendapatkan fokus setelah berkonsentrasi bekerja pada suatu hal dalam waktu yang lama. Setelah bekerja terlalu lama, seiring berjalannya waktu fokus Anda semakin mudah teralihkan.

Menurut ahli psikologi, hal ini bisa terjadi karena kecenderungan otak untuk mengabaikan sumber rangsangan konstan dan juga daya perhatian yang terkuras. Istirahat mental sejenak sangat baik untuk mengembalikan energi dan fokus Anda. 

Beberapa orang mungkin sudah memiliki kemampuan konsentrasi yang baik. Mempelajari cara melatih fokus bisa membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan lebih maksimal lagi.

Payudara Gatal Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Saat hamil, biasanya ibu akan merasakan gejala seperti mual dan muntah, tubuh kelelahan dan insomnia, serta ngidam es krim atau mangga muda di malam hari. Selain itu, tidak sedikit ibu juga merasakan payudara gatal saat hamil. Ada banyak alasan puting dan payudara gatal saat hamil. Kebanyakan kasus disebabkan karena iritasi kulit dan hormon yang bersirkulasi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun, dalam beberapa kasus lain, payudara gatal saat hamil dapat disebabkan karena kondisi medis tertentu yang perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter. Artikel ini akan membahas apa saja yang menjadi penyebab payudara gatal saat hamil.

Penyebab payudara gatal saat hamil

Berikut ini adalah hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan payudara gatal saat hamil, antara lain adalah:

  • Perubahan hormonal

Hormon Anda mengalami peningkatan pada saat kehamilan, dan peningkatan ini khususnya akan semakin bertambah saat hari H persalinan semakin dekat. Perubahan tersebut akan menyebabkan berbagai gejala, termasuk payudara gatal saat hamil. Faktanya, meskipun terkadang sangat menggangggu, payudara gatal saat hamil merupakan hal yang umum dijumpai terutama apabila Anda tidak memiliki kondisi penyakit tertentu.

  • Kulit yang meregang

Saat Anda dan bayi tumbuh, kulit akan meregang untuk mengakomodasi bentuk dan pertambahan berat baru. Anda bahkan akan menemukan adanya guratan atau garis berlekuk yang biasa disebut dengan istilah “stretch mark” di perut, payudara, pinggul, dan pantat. Guratan tersebut dalam dunia medis dikenal dengan istilah striae gravidarum. Saat stretch mark ini terbentuk, kondisi ini akan menyebabkan adanya sensasi gatal atau rasa terbakar. Stretch mark memiliki warna yang beragam, mulai dari merah, merah muda, biru, hingga ungu. Pada kulit yang putih, stretch mark akan hilang setelah beberapa waktu.

  • Eksim

Eksim yang disebabkan karena kehamilan merupakan kondisi kulit yang umum dijumpai. Anda bisa memiliki bercak eksim pada payudara dan bagian lain tubuh. Selain terasa gatal, eksim juga dapat menyebabkan kulit kering, bercak kemerahan, kulit pecah atau bersisik, dan benjolan kecil timbul pada kulit.

  • Papula urtikaria pruritus dan ruam kehamilan (PUPPP)

Kondisi ini merupakan penyebab umum payudara gatal saat hamil. Selain gatal, Anda juga akan merasakan adanya benjolan timbul pada kulit. Benjolan ini biasanya akan menyebar mulai dari perut hingga payudara, paha, dan pantat. Meskipun kondisi ini sangat tidak nyaman, dokter tidak tahu dengan pasti apa yang menyebabkannya.

  • Prurigo kehamilan

Kondisi lain yang berhubungan dengan kehamilan adalah prurigo. Ini merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap semua perubahan yang dibawa oleh masa kehamilan. Pada kondisi ini, Anda akan melihat adanya benjolan-benjolan kecil di dada dan bagian tubuh lain. Benjolan tersebut terasa gatal dan mirip seperti gigitan serangga. Kondisi ini dapat bertahan selalma berbulan-bulan, bahkan dapat terus ada setelah bayi dilahirkan.

  • Intertrigo

Intertrigo merupakan istilah khusus untuk menyebut ruam di bawah payudara. Namun, ini bukanlah kondisi spesifik yang berhubungan dengan kehamilan. Anda bisa menderita intertrigo kapanpun ada kelembapan, panas, dan gesekan di bawah payudara. Anda akan menemukan adanya ruam merah dan gatal, dan dalam kasus tertentu dapat pecah dan terasa sakit.

Payudara gatal saat hamil dapat menjadi tanda awal Anda sedang hamil. Perubahan pada payudara bermula lebih awal. Perubahan hormon juga dapat memicu terjadinya kondisi ini. Misalnya, sekitar 50 persen wanita yang menderita eksim melihat adanya gejala yang lebih parah saat hamil. Apabila Anda berpikir mungkin sedang hamil, lakukan tes kehamilan di rumah atau kunjungi dokter untuk mendapatkan tes darah guna mengetahui hasil yang lebih akurat.

Bagaimana Perubahan Fisik Masa Pubertas Terjadi

Pubertas adalah masa perubahan besar di dalam dan di luar tubuh anak Anda. Kondisi ini membantu untuk mengetahui tentang perubahan fisik masa pubertas yang dapat Anda harapkan untuk anak perempuan dan laki-laki, dan kapan perubahan ini terjadi.

Pubertas sudah cukup canggung ketika Anda mengalaminya. Jadi bagaimana Anda dapat membantu anak Anda melalui semua perubahan pada masa pubertas? Pubertas adalah saat anak Anda mengalami serangkaian perubahan yang signifikan, alami dan sehat. Perubahan fisik, psikologis, dan emosional ini menandakan anak Anda berpindah dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Perubahan masa pubertas meliputi:

  • Pertumbuhan dan perkembangan fisik di dalam dan di luar tubuh anak
  • Perubahan pada organ seksual anak
  • Perubahan otak
  • Perubahan sosial dan emosional.

Tentu, sebagian besar dari Anda mengetahui tanda-tanda perubahan fisik masa pubertas, pertumbuhan rambut di tempat baru, menstruasi, bau badan, suara rendah pada anak laki-laki, pertumbuhan payudara pada perempuan, dll. Tetapi Anda mungkin tidak sepenuhnya memahami ilmu di balik semua perubahan ini. 

Biasanya setelah anak perempuan berulang tahun ke-8 atau setelah anak laki-laki berusia 9 atau 10 tahun, pubertas dimulai ketika area otak yang disebut hipotalamus mulai melepaskan hormon pelepas gonadotropin (GnRH). Ketika GnRH berjalan ke kelenjar pituitari (kelenjar kecil di bawah otak yang menghasilkan hormon yang mengontrol kelenjar lain di seluruh tubuh), GnRH melepaskan dua hormon pubertas lagi, yaitu hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). Apa yang terjadi selanjutnya tergantung pada jenis kelamin:

  • Anak laki-laki: Hormon berjalan melalui aliran darah ke testis (testis) dan memberikan sinyal untuk memulai produksi sperma dan hormon testosteron.
  • Anak perempuan: Hormon pergi ke ovarium (dua organ berbentuk oval yang terletak di kanan dan kiri rahim) dan memicu pematangan dan pelepasan sel telur dan produksi hormon estrogen, yang mematangkan tubuh wanita dan mempersiapkannya untuk kehamilan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kelenjar adrenal laki-laki dan perempuan mulai menghasilkan sekelompok hormon yang disebut androgen adrenal. Hormon ini merangsang pertumbuhan rambut kemaluan dan ketiak pada kedua jenis kelamin. Sehingga terjadi perubahan fisik pada masa pubertas.

  • Anak Laki-Laki

Perubahan fisik masa pubertas pada anak laki-laki biasanya dimulai dengan pembesaran testis dan tumbuhnya rambut kemaluan, diikuti dengan percepatan pertumbuhan antara usia 10 dan 16 tahun, rata-rata 1 hingga 2 tahun lebih lambat dari saat anak perempuan mulai pubertas. Lengan, tungkai, tangan, dan kakinya juga tumbuh lebih cepat dari seluruh tubuhnya. Bentuk tubuhnya akan mulai berubah ketika bahunya melebar dan dia menambah berat badan dan otot.

Seorang anak laki-laki mungkin menjadi khawatir jika dia memperhatikan nyeri tekan atau bengkak di bawah putingnya. Perkembangan sementara jaringan payudara ini disebut ginekomastia dan terjadi pada sekitar 50% anak laki-laki selama masa pubertas. Tapi biasanya menghilang dalam 6 bulan atau lebih.

Dan retakan pertama dalam suara itu adalah tanda bahwa suaranya berubah dan akan menjadi lebih dalam. Rambut gelap, kasar, dan keriting juga akan tumbuh tepat di atas penis dan skrotumnya, dan kemudian di bawah lengan dan di area jenggot. Penis dan testisnya akan membesar, dan ereksi, yang mulai dialami anak laki-laki saat masih bayi, akan menjadi lebih sering. Ejakulasi, keluarnya sperma yang mengandung sperma juga akan terjadi.

  • Anak Gadis

Pubertas umumnya dimulai lebih awal untuk anak perempuan, antara usia 8 dan 13 tahun. Bagi kebanyakan anak perempuan, bukti pertama perubahan fisik masa pubertas adalah perkembangan payudara, tetapi bisa juga pertumbuhan rambut kemaluan. Saat payudaranya mulai tumbuh, seorang gadis pada awalnya akan memiliki benjolan kecil, tegas, dan lembut (disebut tunas) di bawah salah satu atau kedua puting; jaringan payudara akan membesar dan teksturnya menjadi berkurang selama satu atau dua tahun ke depan. Rambut gelap, kasar, dan keriting akan muncul di labia (lipatan kulit yang mengelilingi vagina), dan kemudian, rambut serupa akan mulai tumbuh di bawah lengannya.

Tanda-tanda pertama pubertas diikuti 1 atau 2 tahun kemudian dengan percepatan pertumbuhan yang nyata. Tubuhnya akan mulai menumpuk lemak, terutama di payudara dan di sekitar pinggul dan pahanya, saat ia mengikuti kontur wanita. Lengan, tungkai, tangan, dan kakinya juga akan membesar. Puncaknya adalah datangnya haid, haid pertamanya. Bergantung pada usia di mana mereka memulai perkembangan pubertas mereka, anak perempuan mungkin mendapatkan menstruasi pertama mereka antara usia 9 dan 16 tahun.

Perubahan fisik yang dialami anak-anak Anda pada masa pubertas seringkali disertai dengan konsekuensi emosional. Anak laki-laki dan perempuan dapat melihat perubahan ini terjadi pada satu sama lain, sehingga penting untuk berbicara dengan anak Anda tentang bagaimana tubuh mereka berubah. Jika Anda merasa tidak nyaman, membutuhkan jawaban atas pertanyaan, atau tidak yakin tentang bagaimana melakukan pembicaraan ini dengan anak Anda, mintalah nasehat dokter Anda.

Perlunya Mengenal dan Mewaspadai Berbagai Penyakit Keturunan

Perlunya Mengenal dan Mewaspadai Berbagai Penyakit Keturunan

Semua orang tentu mengusahakan agar dirinya senantiasa selalu sehat. Sayangnya, terdapat beberapa penyakit yang sulit dihindari atau dicegah karena tergolong sebagai penyakit keturunan. Penyakit lainnya yang bukan keturunan disebabkan faktor eksternal seperti virus, bakteri, pola hidup, kecelakaan dan lain sebagainya. Sedangkan penyakit keturunan merupakan mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.

Beberapa jenis penyakit keturunan

Penyakit keturunan terbagi menjadi banyak jenis. Berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa jenis penyakit keturunan yang umum dialami banyak orang.

  • Hemofilia

Penyakit keturunan yang pertama adalah hemofilia. Penyakit keturunan ini lebih sering menyerang laki-laki daripada perempuan. Hemofilia merupakan penyakit berupa gangguan pembekan darah, sehingga ketika terjadi luka maka pendarahannya akan sulit berhenti.

  • Thalasemia

Thalasemia merupakan berkurangnya hemoglobin dalam sel darah merah seeorang sehingga oksigen sulit didistribusikan ke seluruh tubuh. Pada kasus parah, bayi dengan kondisi thalasemia tidak dapat bertahan hidup setelah dilahirkan. Akan tetapi, harapan hidup penderita thalasemia tetap ada. Seseorang yang mengalami thalasemia umumnya perlu transfusi darah untuk bertahan sebab seringkali terserang anemia.

  • Diabetes tipe 1

Penyakit keturunan lainnya yaitu diabetes tipe 1. Biasanya penyakit ini telah terdeteksi sejak usia dini dan risiko kemunculannya pada anak lebih tinggi apabila kedua orang tua kandung juga menderita penyakit tersebut. Penderita diabetes tipe 1 akan kekurangan hormon insulin dan membutuhkan perawatan khusus.

  • Asma atopik

Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan karena adanya peradangan atau penyempitan. Asma atopik merupakan jenis penyakit keturunan yang disebabkan karena alergi. Asma atopik ini lebih dominan terjadi dan diturunkan dari gen garis perempuan atau ibu. Penderita asma biasanya akan terbantu dengan alat bantu napas berupa inhaler atau obat tertentu dari dokter.

  • Alzhemeir

Gangguan otak berupa alzhemeir merupakan penyakit keturunan dan umumnya baru mulai terasa saat usia 60 tahun. Seseorang yang terserang alzhemeir bisa mengalami pikun dan menghambat kegiatan sehari-hari. Meski pada umumnya orang yang terkena alzhemeir berusia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan alzhemeir dialami ketika seseorang masih berusia muda.

  • Gangguan mental

Penyakit keturunan terakhir adalah gangguan mental. Beberapa jenis gangguan mental dapat dikategorikan sebagai penyakit keturunan seperti down syndrome, ADHD, skizofrenia, OCD, autisme, dan bipolar. Meski begitu, gangguan mental juga dapat dialami oleh seseorang akibat faktor tertentu terutama tekanan secara psikologis. Hanya saja, jika terdapat riwayat penyakit keturunan gangguan mental maka risiko terkena pun menjadi meningkat.

Hal yang dapat dilakukan

Penyakit keturunan memang sulit dihindari sebab berhubungan dengan genetika. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dan pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum menikah. Sebelum merencanakan kehamilan, Anda pun sebaiknya melakukan pemeriksaan genetik sehingga dapat mendeteksi tentang kemungkinan adanya penyakit keturunan. Selain itu, waspadai apabila terdapat anggota keluarga sedarah yang memiliki riwayat penyakit keturunan sebab tetap dapat memunculkan risiko anak Anda nantinya mengalami hal yang sama.

Penyakit keturunan berbeda dengan penyakit lain yang disebabkan oleh faktor eksternal. Penyakit keturunan merupakan salah satu yang sulit dihindari sebab berhubungan dengan garis keluarga sedarah. Oleh karena itu, pasien yang menderita penyakit keturunan perlu menerima dan menyadari kondisinya sejak awal. Peran keluarga juga penting guna memberi dukungan dan semangat sehingga pasien dapat menjalani setiap proses pengobatan. Apabila Anda membutuhkan informasi tambahan seputar penyakit keturunan, Anda dapat berkonsultasi melalui aplikasi SehatQ dengan dokter handl dan terpercaya.

Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada yang sering terasa sesak bisa menjadi indikator Anda terkena penyakit emfisema. Apakah itu? Penyakit emfisema adalah kerusakan kantong udara pa paru-paru sehingga kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun. Penyakit emfisema digolongkan pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meski perkembangan penyakit emfisema dapat dihambat dengan berbagai cara, namun paru-paru yang terlanjur rusak tidak dapat dikembalikan seperti ketika masih sehat. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai seluk beluk penyakit emfisema yang perlu Anda ketahui.

Penyebab penyakit emfisema

Penyakit emfisema dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab penyakit emfisema di antaranya paparan asap rokok, substansi kimia, polusi udara, serta paparan debu (produk kayu, tambang, dan katun). Penyakit emfisema akan terjadi jika seseorang mengalami berbagai paparan tersebut dalam jangka panjang.

Gejala yang muncul

Orang yang mengidap emfisema bisa tidak menunjukkan gejala apa pun. Meski demikian, semakin lama seseorang mengindap penyakit emfisema tentu akan menunjukkan gejalanya sebab terhambatnya pertukaran udara pada tubuh. Beberapa gejala yang muncul pada penyakit emfisema yaitu:

  1. Dada terasa sesak
  2. Batuk berdahak
  3. Kesulitan bernapas terutama ketika beraktivitas
  4. Bibir berwarna kebiruan
  5. Suara napas terdengar nyaring
  6. Sakit kepala umumnya terjadi di pagi hari
  7. Tidak waspada secara mental

Jika penyakit emfisema yang diderita sudah cukup parah, gejala tambahan akan muncul menyertai gejala yang telah disebutkan di atas. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang akan muncul saat kondisi sudah parah.

  1. Pembengkakan pada tangan dan kaki
  2. Infeksi pernapasan
  3. Lemah otot
  4. Penurunan berat badan
  5. Kesulitan tidur
  6. Cemas berlebih
  7. Depresi

Cara mengobati penyakit emfisema

Untuk mengobati penyakit emfisema, beberapa cara dapat dilakukan termasuk menggunakan obat-obatan, menjalani terapi, dan melalui operasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Pemberian obat

Penyakit emfisema dapat diatasi dengan pemberian obat yaitu inhalasi bronkodilator. Obat ini berfungsi untuk membuat saluran udara di paru-paru menjadi terbuka. Efeknya adalah meredanya berbagai gejala dan paru-paru menjadi lebih rileks. Pemberian obat harus disertai oleh resep dokter sebab dosisnya dapat berbeda tergantung kondisi pasien.

  • Terapi pendukung

Selain pemberian obat, terdapat cara lain untuk mengobati penyakit emfisema berupa terapi oksigen. Cara ini digunakan pada penderita emfisema yang kondisinya memburuk karena fungsi pernapasan semakin turun. Terapi oksigen berfungsi untuk membantu memberikan suplai oksigen ke paru-paru. Dari paru-paru, nantinya oksigen tersebut akan dialirkan pada seluruh tubuh. Pemberian terapi oksigen dilakukan pada malam hari selama 24 jam atau 12 jam tergantung kondisi pasien.  

  • Prosedur operasi

Cara terakhir untuk mengobati penyakit emfisema adalah melalui prosedur operasi pengangkatan jaringan. Jika penyakit emfisema yang diderita sangat parah maka perlu tindakan berupa pengangkatan jaringan paru-paru yang bermasalah. Jika tidak diangkat, jaringan yang bermasalah tersebut dapat membebani kinerja tubuh dan berefek pada peningkatan fungsi diafragma dan paru-paru. Selain operasi pengangkatan jaringan, terdapat opsi lain berupa transplantasi paru-paru yang disertai dengan konsumsi obat seumur hidup.

Penyakit emfisema dalam jangka panjang terutama yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Untuk memastikan seseorang terkena emfisema diperlukan serangkain tes. Dokter dapat melakukan diagnosis setelah melalui anamnesis, cek riwayat medis, dan CT scan atau X-ray. Anda dapat mengetahui berbagai hal mengenai pennyakit emfisema lebih lanjut melalui sesi konsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ.

Ini Manfaat Tomat untuk Kesehatan Ibu Hamil

Bukan hanya mitos semata, tomat memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Buah yang berwarna merah pekat ini memiliki rasa yang manis, segar dan bisa memenuhi asupan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

Buah tomat juga mengandung beberapa antioksidan dan nutrisi yang bia menyehatkan tubuh, seperti likopen, kolin, asam folat, beta karoten, lutein, hingga asam alfa-lipoat. Berikut berbagai manfaat tomat untuk ibu hamil yang perlu Anda tahu.

  1. Membantu penyerapan zat besi

Saat hamil, ibu akan membutuhkan banyak zat besi untuk memproduksi haemoglobin ekstra. Selain itu, zat besi juga bisa membantu oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh dan janin yang ada di dalam rahim.

Manfaat tomat untuk ibu hamil yang pertama datang dari kandungan vitamin C-nya. Kandungan vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. Saat konsultasi, biasanya dokter kandungan akan merekomendasikan ibu hamil untuk menambah asupan zat besi lewat suplemen.

  • Kandungan likopen yang bisa cegah kerusakan sel

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi likopen melalui makanan seperti buah tomat, bukan yang berasal dari suplemen. Jika dikonsumsi dari buah tomat, maka likopen bisa mencegah kerusakan sel pada ibu hamil karena mengandung antioksidan. Akan tetapi, jika dikonsumsi melalui suplemen, maka malah akan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat lahir bayi rakan rendah.

  • Meningkatkan energi tubuh

Seperti yang sudah dikeatahui, biasanya ibu hamil akan mudah merasa cepat lelah. Tidak perlu khawatir, tomat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup untuk memberikan energi pada ibu hamil saat rasa letih menyerang.

  • Memperkuat sistem imun tubuh

Selain kandungan vitamin C yang mampu membantuk penyerapan gizi, buah tomat juga mengandung vitamin A yang bermanfaat untuk memperkuat sistem imun tubuh ibu hamil. Selain itu, vitamin A dari buah tomat ini bisa memabantu ibu hamil melawan infeksi dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan tubuh setelah melahirkan.

  • Mencegah terjadinya pendarahan

Pendarahan pada ibu hamil bisa saja terjadi sebelum atau sesudah melahirkan. Dalam kondisi parah, pendarahan bisa mengancam nyawa. Adanya vitamin K dari buah tomat bisa membantu ibu hamil dalam mencegah pendarahan. Hal ini dikarenakan vitamin K akan membantu tubuh dalam melakukan proses pembekuan darah untuk mencegah pendarahan berlebih.

  • Mencegah cacat bawaan lahir

Tidak hanya mampu mencegah kerusakan sel pada ibu hamil, kandungan likopen yang dimiliki tomat juga dipecaya bisa mencegah kelainan bawaan lahir dan pre-eklampsia (komplikasi berupa tekanan darah tinggi, pembengkakan tangan dan kaki, hingga adanya protein dalam urine).

  • Mencegah kram kaki

Pada ibu hamil, kondisi kram kaki dan sindrom kaki gelisah adalah hal yang sering ditemui. Tidak perlu khawatir, kandungan kalium pada tomat bisa mencegahnya. Selain itu, tomat juga mengandung kalsium yang bissa mencegah kram kaki dan sindrom kaki gelisah ini.

  • Melancarkan pencernaan

Banyak ibu hamil yang merasakan sembelit, wasir, hingga diare. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat ternyata bisa mencegahnya. Manfaat tomat untuk ibu hamil selanjutnya adalah melancarkan pencernaan, karena kandungan serat yang dimilikinya.

  • Memperlancar sirkulasi darah

Sirkulasi darah yang lancar bisa berdampak baik pada janin dalam rahim. Sebab, segala nutrisi dan oksigen untuk janin, disalurkan lewat aliran darah sang bumil. Studi membuktikan bahwa tomat adalah makanan yang bisa membantu pembuluh darah terbuka, sehingga memperlancar aliran darah.