6 Cara Mencegah Diskinesia pada Penyakit Parkinson

Diskinesia merupakan salah satu efek samping dari pengobatan penyakit Parkinson yang sering terjadi. Diskinesia adalah kondisi tubuh Anda yang bergerak secara tidak sengaja dan tidak dapat dikendalikan. Gerakan yang mungkin terjadi adalah menggeliat, bergoyang, atau menggelengkan kepala. Kondisi ini bisa memengaruhi salah satu atau seluruh bagian tubuh Anda. Tingkat keparahannya mulai dari ringan hingga berat dan terasa nyeri, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang menyebabkan diskinesia terjadi?

Diduga, penyebab diskinesia pada penyakit parkinson adalah efek samping dari konsumsi obat levodopa yang berkepanjangan. Obat ini merupakan obat yang terkenal efektif untuk pengobatan Parkinson.

Obat levodopa dapat meningkatkan kadar dopamin di otak. Sementara itu, seseorang yang menderita penyakit Parkinson mengalami kekurangan sel-sel otak penghasil dopamin. Masuknya obat levodopa ke dalam tubuh akan menggantikan posisi dopamin pada penderita Parkinson.

Sayangnya, kadar dopamin jadi berubah-ubah. Hal ini dikarenakan jika obat levodopa dikonsumsi, maka kadar dopamin jadi naik. Begitu sebaliknya, kadar dopamin akan turun jika obat tersebut tidak dikonsumsi. Adanya variasi dalam kadar dopamin inilah yang dapat menyebabkan munculnya diskinesia secara tidak disengaja.

Di sisi lain, ada dugaan bahwa zat kimia di otak yang disebut GABA dapat menyebabkan diskinesia. Hal ini dikarenakan GABA yang menjadi sangat sensitif terhdap dopamin. Akibatnya, saat penderita Parkinson mengonsumsi obat levodopa, sel-sel otak akan dibanjiri oleh dopamin. Alhasil, sinyal tersebut akan terbaca oleh GABA dan timbullah diskinesia yang tak terkendali. Namun, faktor penyebab ini masih terus diteliti oleh para ahli kesehatan.

6 Cara mencegah diskinesia pada penyakit Parkinson

Saat Anda mengalami Parkinson, mungkin saja Anda mengalami gerakan secara tiba-tiba, tidak terkendali, dan sering tersentak-sentak. Entah itu terjadi pada wajah, kaki, lengan, atau bagian atas tubuh Anda. Umumnya, diskinesia terjadi setelah beberapa tahun Anda mengonsumsi obat levodopa.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya diskinesia, yaitu:

  • Perubahan dosis obat levodopa.

Mintalah saran dokter Anda untuk menyesuaikan kembali dosis obat levodopa yang Anda konsumsi jika efek samping diskinesia masih terus terjadi.

  • Alternatif obat lain.

Beberapa jenis obat pengganti levodopa juga bisa Anda konsumsi sesuai dengan saran dan resep dari dokter, yaitu agonis dopamin, penghambat COMT, atau penghambat MAO-B. Ini dapat membantu Anda mencegah atau setidaknya menunda diskinesia. Sayangnya, ada efek samping lain yang mungkin muncul dari obat-obatan tersebut, seperti mual dan berhalusinasi.

  • Hindari stres.

Stres hanya akan membuat kondisi diskinesia semakin memburuk, jadi cobalah untuk tidak stres. Anda bisa mencoba lebih rileks dengan meditasi, yoga, membaca buku, atau curhat dengan teman.

  • Rajin melakukan aktivitas fisik.

Banyak manfaat yang akan Anda peroleh dengan melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, senam aerobik, tai chi, dan menari. Hal ini dapat melatih keseimbangan dan fleksibilitas Anda dalam bergerak. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol diskinesia. Cobalah diskusikan dengan dokter Anda terkait jenis aktivitas fisik atau olahraga yang baik untuk Anda.

  • Jaga pola makan yang sehat.

Diet berperan penting terhadap kondisi kesehatan Anda. Diet yang tidak sehat dapat berdampak pada reaksi obat dan cara kerjanya, sehingga menyebabkan diskinesia. Bagi sebagian orang, protein seperti daging, susu dan produk olahannya, serta kacang-kacangan dapat memperlambat penyerapan obat levodopa di dalam tubuh.

Anda tidak harus mengurangi asupan protein, tapi cobalah minum obat sekitar 30 menit atau lebih sebelum makan, sehingga memberikan waktu untuk obat agar bekerja lebih efektif. Jika Anda tidak dapat mengonsumsi obat dalam perut kosong, cobalah makan camilan terlebih dahulu, seperti biskuit tawar atau minum obat dengan banyak air untuk mencegah mual dan muntah.

  • Stimulasi otak dalam (DBS).

Ini adalah pilihan bagi penderita Parkinson selama 4 tahun atau lebih dan mengonsumsi obat levodopa. Diskinesia masih tetap muncul meskipun obat ini tidak lagi dikonsumsi. Kondisi ini mungkin cukup serius, sehingga dokter akan menyarankan prosedur stimulasi otak dalam (DBS). Caranya dengan meletakkan suatu perangkat kecil yang menghantarkan sinyal listrik ke bagian otak yang berkaitan dengan gejala Parkinson.

Inilah 6 cara mencegah terjadinya diskinesia pada penyakit Parkinson. Perlu juga Anda ingat, agar tidak mengubah dosis obat levodopa sesuka hati untuk menghentikan efek samping diskinesia tanpa sepengetahuan dari dokter langsung. Selalu rutin periksakan kondisi Anda ke dokter dan konsultasikan setiap gejala atau efek samping dari obat-obatan yang mungkin Anda alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *