Disseminated Intravascular Coagulation, Kondisi Langka yang Mengancam Jiwa

Disseminated Intravascular Coagulation, Kondisi Langka yang Mengancam Jiwa

Ada banyak sekali kondisi langka yang tanpa disadari bisa mengancam nyawa. Salah satunya adalah Disseminated Intravascular Coagulation atau DIC, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan darah Anda akan menggumpal secara berlebih. 

Kondisi ini khususnya bisa terjadi karena protein yang bertugas untuk mengendalikan pembekuan darah menjadi terlalu aktif. Peningkatan pembekuan darah ini akan menghabiskan trombosit yang diperlukan untuk mengontrol pendarahan. 

Akibatnya, ketika Anda mengalami DIC, Anda akan mengalami pendarahan yang berlebihan. 

Apa yang menyebabkan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)?

Pada dasarnya, ketika Anda mengalami cedera, protein dalam darah akan bergerak ke lokasi cedera untuk mendukung penggumpalan darah. Hal ini mencegah Anda mengalami pendarahan berlebih, bahkan menghentikan pendarahan pada bagian cedera itu.

Akan tetapi, jika protein ini menjadi terlalu aktif, Anda akan mengalami Disseminated Intravascular Coagulation. Protein yang terlalu aktif ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi, peradangan, dan kanker. Selain itu, ada juga beberapa penyebab yang tidak terlalu umum, seperti:

  • Gigitan ular berbisa
  • Luka bakar
  • Komplikasi selama kehamilan
  • Pankreatitis
  • Suhu tubuh yang sangat rendah atau hipotermia

Saat protein terlalu aktif, pembekuan darah menjadi terlalu berlebih. Darah yang membeku akan membentuk gumpalan yang menyumbat pembuluh darah. 

Karena pembuluh darah tersumbat, suplai darah ke organ-organ tubuh Anda pun menjadi terhambat. Kekurangan aliran darah bisa menyebabkan cedera parah pada organ-organ tersebut, khususnya hati, otak, dan ginjal.

Kemudian, ketika darah membeku, kadar protein yang bisa membekukan darah akan habis perlahan. Jadi, ketika berikutnya Anda mengalami cedera yang mengeluarkan darah, protein itu tidak mampu lagi membekukan darah Anda. 

Akibatnya, Anda malah akan mengalami pendarahan berlebihan di area cedera tersebut. Ini merupakan kondisi medis yang serius, karena ketika pendarahan tak bisa dihentikan, tubuh Anda bisa kehilangan banyak darah. 

Tanda-tanda Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Disseminated Intravascular Coagulation bisa terjadi secara tiba-tiba maupun secara perlahan. Keduanya menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang berbeda. 

  • Gejala DIC yang tiba-tiba

Apabila DIC terjadi secara tiba-tiba, Anda akan merasakan gejala berupa pendarahan yang sangat parah. Hal ini juga bisa terjadi ketika melakukan operasi atau persalinan, dimana darah yang keluar setelah operasi menjadi tidak terkendali. 

Pendarahan juga bisa terjadi pada area suntikan intravena atau di otak, lalu di saluran pencernaan, di kulit, otot, dan juga rongga-rongga tubuh.

  • Gejala DIC yang perlahan

DIC juga bisa berkembang dengan lambat. Hal ini bisa terjadi pada penderita kanker dan menyebabkan pembekuan di pembuluh darah lebih sering terjadi dibandingkan dengan pendarahan yang terlihat. 

Saat pembekuan terjadi di pembuluh darah dan menyebabkan gumpalan, Anda akan merasakan gejala berupa pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di area gumpalan tersebut. Umumnya, penggumpalan ini terjadi di area kaki.

Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami gejala tambahan lainnya, baik ketika menderita DIC yang perlahan maupun yang tiba-tiba. Gejala tambahan itu berupa: 

  • Penurunan tekanan darah
  • Tubuh mudah memar
  • Pendarahan rektal atau vagina
  • Muncul titik merah di permukaan kulit
  • Demam
  • Sesak napas
  • Kebingungan, hilang ingatan, dan perubahan perilaku yang tidak biasa

Tanda-tanda di atas bisa Anda kenali sebagai gejala Disseminated Intravascular Coagulation. Ketika mengalaminya, maka Anda perlu segera mendapatkan pertolongan darurat. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Bagaimana Cara Membujuk Pacar yang Marah dalam Waktu Singkat?

Setiap hubungan pasti mengalami masa sulit yang berbeda-beda. Ada saatnya hubungan pacaran berjalan dengan mulus, namun tidak jarang pula mengalami permasalahan yang menyebabkan salah satu dari pasangan marah atau ngambek. 

Hal ini tentu termasuk hal yang normal dalam sebuah hubungan. Namun, bagaimana cara membujuk pacar untuk memperbaiki suasana agar membaik kembali? Yuk, intip beberapa cara berikut untuk mengatasi pacar yang marah. 

Cara membujuk pacar yang marah

Jika pacar Anda marah atau kesal, atau Anda dan pasangan baru saja mengalami pertengkaran karena suatu hal, beberapa cara berikut sepertinya perlu Anda coba untuk menyelesaikan masalah dalam waktu singkat. 

  1. Jangan melawan api dengan api

Jika Anda baru saja bertengkar hebat, kedua saraf Anda mungkin tertekan. Dia mungkin marah karena apa yang Anda lakukan, tetapi ini tidak berarti Anda juga harus marah. Bahkan jika Anda memiliki poin yang valid, itu tidak akan membantu permasalahan Anda dan pasangan justru akan menambahkan banyak api ke dalam pertengkaran Anda. Jadi, jika pasangan Anda sedang emosi atau marah besar, biarkan ia dan bahas kembali ketika amarahnya sudah mulai mereda. 

  1. Beri dia ruang

Meskipun Anda mungkin ingin memperbaiki keadaan segera setelah bertengkar, hal yang sama tidak berlaku untuk pria Anda. Pria umumnya ingin ruang lebih untuk mereka memikirkan semuanya, jadi Anda mungkin ingin mundur sebentar, dan memikirkan semuanya sendirian. Maka biarkan ia jika membutuhkan waktu untuk sendiri. 

  1. Jangan memaksakan masalah

Jika dia mengabaikan Anda atau mencoba menghindari masalah, maka biarkan dahulu. Ini adalah bagian dari keinginannya untuk mendapatkan ruang sendirian dan memikirkan semuanya. Jangan memaksa pasangan untuk berdamai dengan cepat. Kebanyakan pria tidak konfrontatif, jadi Anda harus menunggu sampai suasana Anda berdua lebih baik sebelum memulai untuk berbicara. 

  1. Beri waktu

Beri waktu beberapa saat, atau beberapa hari jika masalah sangat besar atau berat. Dia mungkin ingin sedikit memisahkan dirinya dari situasi dan mengambil perspektif. Setelah Anda melihat melihat bahwa dia mungkin memiliki cukup waktu untuk memikirkan semuanya, saat itulah Anda mulai mengemukakan masalah untuk menyelesaikannya. 

  1. Beritahu dia bahwa Anda masih peduli

Saat Anda memberinya waktu dan jarak untuk merenung dan memikirkan masalahnya, terus beritahu dia bahwa Anda ada untuknya. Biarpun dia melihat bahwa Anda memberinya ruang, tetapi tidak terlalu melepaskan diri sehingga dia tidak bisa mendatangi Anda jika dia memiliki masalah sendiri atau ingin berbicara untuk menyelesaikan masalahnya. 

  1. Hormati privasi nya

Jadi dia meminta ruang. Dia tidak berbicara denganmu, dia tidak akan bertemu. Hormati privasinya untuk dirinya sendiri. Jangan terlalu menekan pasangan untuk segera menyelesaikan masalah secepatnya. Intinya, jangan terlalu posesif dengan apa yang dilakukan pacar saat ia meminta waktu untuk berpikir. 

  1. Tunggu waktu yang tepat

Setelah Anda merasa dan pasangan merasa siap untuk berbicara, pilih waktu yang tepat untuk mengobrol. Hindari tempat umum, dan selalu pikirkan skenario terburuk, seperti Anda mungkin akan menangis dan memohon atau hingga berlutut, atau dia mungkin akan menangis tersedu-sedu karena marah. Hal-hal ini lebih baik dilakukan secara pribadi dan di tempat tidak ada gangguan. 

Semoga beberapa cara membujuk pacar yang sedang marah di atas dapat membuat Anda dan pasangan berbaikan. Dengan begitu hubungan Anda menjadi baik kembali seperti sedia kala sebelum terjadinya pertengkaran. Selamat mencoba!

Berbagai Infeksi yang Disebabkan oleh Bakteri Streptococcus Tipe A dan B

Bakteri Streptococcus

Tahukah Anda mengenai bakteri streptococcus? Jenis bakteri ini merupakan penyebab peradangan dan juga nyeri tenggorokan. Bahkan bakteri ini juga dapat menyebabkan selulitis, pneumonia hingga infeksi telinga.

Infeksi yang Disebabkan Bakteri Streptococcus

Sebenarnya, bakteri ini memiliki beberapa jenis, yaitu A, B, C, dan G. Namun, ada 2 jenis yang paling sering menyebabkan infeksi pada manusia, yakni Streptococcus A dan B.

  1. Streptococcus A

Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri jenis A ini, yaitu:

  • Demam Scarlet

Demam scarlet ini memiliki gejala awal dengan muncul ruam merah. Penyakit ini biasanya rentan dialami oleh anak yang berusia 5-15 tahun. Demam scarlet ini sebaiknya tidak dibiarkan karena kemungkinan bisa menimbulkan komplikasi pada jantung dan ginjal.

  • Panas Dalam

Memang tidak semua panas dalam (strep throat) adalah karena infeksi bakteri streptococcus. Strep stroat paling rentan dialami oleh anak yang berusia 5-15 tahun. Panas dalam juga bersifat menular, khususnya di sekolah atau daycare dan tempat perkumpulan lain. 

Panas dalam memiliki gejala umum berupa tonsil membengkak, serta muncul bintik putih. Jika strep throat ini tidak kunjung sembuh dan disertai kesulitan bernapas, maka periksakan segera ke dokter.

  • Toxic Shock Syndrome

Penyakit langka toxic shock syndrome ini disebabkan oleh Streptococcus yang masuk ke tubuh. Saat berada di tubuh, bakteri ini mengeluarkan racun berbahaya. Gejala yang muncul biasanya berupa diare, muntah, mual, hingga kulit di tumit dan telapak tangan mengelupas.

  • Impetigo

Penyakit ini menular melalui adanya kontak langsung antara kulit dengan bakteri. Gejala impetigo adalah berupa munculnya ruam merah pada kulit lalu akan menjadi luka terbuka berisi nanah. Biasanya penyakit impetigo terjadi pada anak-anak dan balita.

  • Selulitis

Penyakit ini disebabkan karena bakteri yang menyebar hingga ke dalam kulit sehingga menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak yang ada di bawahnya. Selulitis ini tidak menular. Orang yang berisiko mengalami infeksi ini adalah orang yang memiliki luka terbuka dan tidak dibersihkan dengan benar. Meski tidak menular, bukan berarti penyakit ini bisa dianggap sepele karena dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.

  • Sinusitis

Bakteri streptococcus ini juga menginfeksi rongga kecil di dahi dan tulang pipi. Hal ini akan membuat penderitanya mengalami hidung tersumbat dan terasa nyeri di bagian wajah atau disebut sinusitis.

  • Sepsis

Sepsis juga merupakan infeksi akibat bakteri strep. Sepsis adalah infeksi peredaran darah yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kerja jantung, napas tersengal, hingga demam.

  1. Streptococcus B

Bakteri streptococcus tipe B ini memang biasa datang dan pergi secara alami di tubuh. Umumnya, bakteri ini tidak berbahaya, namun di sisi lain, bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia. 

Ada beberapa penyakit yang disebabkan karena infeksi streptococcus B ini, yaitu:

  • Infeksi pada Orang Dewasa

Orang dewasa yang terinfeksi streptococcus B ini biasanya meningkat bila mereka menderita penyakit yang mengganggu sistem imun seperti infeksi HIV, diabetes, dan juga penyakit liver. Orang yang sudah berusia lanjut di atas 65 tahun juga memiliki peningkatan risiko terinfeksi bakteri Strep B ini.

  • Infeksi pada Bayi yang Baru Lahir

Selain pada orang dewasa, bakteri streptococcus ini juga bisa menginfeksi bayi baru lahir. Komplilkasi yang muncul berupa pneumonia, meningitis, hingga mengalami infeksi aliran darah (bacteremia). Risiko akan lebih meningkat dialami oleh bayi yang lahir prematur atau belum genap berusia 37 minggu.

Siap Menyambut Sekolah dengan Rangkaian Produk Pigeon Teens Beauty Berikut

Memasuki masa puber, kulit remaja lebih cenderung mengalami masalah kulit seperti wajah berminyak dan berjerawat. Berbagai rekomendasi produk perawatan mungkin sudah dicoba. Tapi sayangnya, kondisi kulitmu tetap tidak membaik. 

Pigeon meluncurkan Pigeon Teens Beauty untuk membantu masalah yang dialami oleh para remaja. Dengan Pigeon Teens Beauty kamu akan semakin percaya diri. 

Pigeon Teens

Rekomendasi skincare dan make up untuk remaja

Pigeon Teens telah menjadi favorit para remaja sejak bertahun-tahun yang lalu. Eksistensinya seakan tak tergerus dengan produk make up khusus remaja lainnya. 

  1. Pigeon Facial Foam

Kecantikan kulit berasal dari kebersihan wajah. Pigeon Facial Foam diformulasikan khusus untuk kulit remaja yang rentan berjerawat sehingga cocok digunakan untuk semua jenis kulit. 

Sabun pembersih wajah dari Pigeon menggunakan bahan alami yang lembut untuk membersihkan wajah dari debu, kotoran, maupun sisa make up. Kandungan ekstrak jojoba dan chamomile nya akan membuat kulit kamu lembab serta mencegah dari iritasi kulit. 

  1. Pigeon Moisturizer

Setelah kulit bersih, sekarang waktunya mengunci kelembaban alami kulit dengan Pigeon Moisturizer.

Moisturizer dari Pigeon memiliki tekstur berbentuk lotion dan diperkaya dengan bahan alami serta Hydroviton 24 yang berfungsi menyejukkan, merawat kelembaban, dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. 

Formulanya ringan, mudah meresap, dan tidak meninggalkan hasil akhir berminyak sehingga akan terasa sangat nyaman saat digunakan. Cocok digunakan untuk segala jenis kulit, aplikasikan Pigeon Moisturizer setiap pagi dan malam hari setelah mencuci muka.

  1. Pigeon Two Way Cake 

Bedak two way cake dari Pigeon dilengkapi dengan kandungan Microfine Zinc Oxide sebagai UV Protection, yang membantu melindungi kulit wajahmu dari paparan sinar matahari. Produk ini juga mengandung moisturizer sehingga memberi kelembaban ekstra untuk kulit wajah. 

Kelebihan lainnya adalah produk ini mengandung bahan alami bersifat non-acnegenic sehingga tidak akan menimbulkan jerawat, serta telah teruji secara dermatologis. 

Pigeon Two Way Cake UV cocok digunakan remaja berusia 10 – 20 tahun dan terdiri dari 3 shade yaitu warm beige, innocent white, dan fair yellow.

  1. Pigeon Compact Powder 

Bedak padat Pigeon Teens terdiri dari dua varian, yaitu Squalane dan Hypoallergenic. Keduanya memiliki komposisi yang hampir mirip dengan kegunaan yang berbeda. 

Pigeon Compact Powder Squalane dikhususkan untuk remaja yang cenderung menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, sehingga bedak padat ini tidak dilengkapi dengan UV Protection. 

Sedangkan varian Hypoallergenic dilengkapi dengan teknologi pelindung sinar UV sehingga cocok untuk si aktif di luar ruangan. 

Kedua varian tersebut mengandung squalene, ekstrak jojoba, dan chamomile yang berguna melembabkan wajah sekaligus melindungi kulit dari iritan atau alergi, serta non-acnegenic. Keduanya juga telah teruji secara klinis dan aman digunakan. 

Pigeon Compact Powder Squalane memiliki 3 shade, yaitu white, gold, dan yellow. Adapun varian Hypoallergenic memiliki lebih banyak shade, termasuk white, pink, beige, natural, dan sand.

  1. Pigeon Face Powder

Untuk kamu yang lebih menyukai make up ringan, kamu bisa coba Pigeon Face Powder. Bedak tabur ini memiliki komposisi yang sangat ringan sehingga cocok digunakan untuk semua jenis kulit, terutama jika kamu sedang mengalami masalah kulit berjerawat. 

Kombinasi squalene, ekstrak jojoba dan chamomile, serta tetap mengandalkan sifat non-acnegenic membuat bedak tabur ini sekaligus berfungsi melembabkan wajah. Bedak ini juga bisa digunakan untuk menyempurnakan riasan setelah penggunaan Pigeon Two Way Cake.Produk Pigeon Teens Beauty cocok untuk segala jenis kulit remaja. Dapatkan produk Pigeon Teens lengkap di toko kesehatan SehatQ. Beli bundle Pigeon Teens Beauty Paket sekarang dan dapatkan potongan harga hingga 50%.

Trombositemia dan Trombositosis: Kadar Trombosit Darah

Trombositemia dan Trombositosis: Kadar Trombosit Darah

Trombositemia dan trombositosis merupakan kondisi yang menimbulkan kadar trombosit lebih rendah atau tinggi dari kadar normal.

Kadar trombosit normal berkisar antara 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter. Jika kadar trombosit manusia di bawah 150.000, hal tersebut disebut sebagai trombositemia. Jika kadar trombosit manusia di atas 450.000, hal tersebut disebut sebagai trombositosis.

Trombosit memiliki peran dalam proses pembekuan darah. Jika manusia memiliki kadar trombosit yang berlebihan, mereka bisa berpotensi mengalami penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan serangan jantung.

Trombositosis

Trombositosis terdiri dari dua jenis, antara lain trombositosis primer dan trombositosis sekunder. Orang-orang lebih sering mengalami trombositosis sekunder dibandingkan dengan trombositosis primer.

Gejala Trombositosis

Pada awalnya, orang-orang yang mengalami trombositosis tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, orang yang mengalami trombosis primer bisa menunjukkan tanda dan gejala yang lebih serius dibandingkan dengan trombositosis sekunder. Tanda dan gejala yang dialami penderita trombositosis dipengaruhi oleh pembekuan darah dan perdarahan. Berikut adalah gejala yang dialami penderita:

  • Merasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sakit pada dada.
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan atau kaki.
  • Perdarahan.

Trombositemia

Seseorang yang mengalami trombositemia (primer) akan mengalami pembekuan darah pada pembuluh darah otak, tangan, dan kaki. Pembekuan darah juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain, termasuk organ tubuh seperti usus dan jantung.

Pembekuan darah pada otak menyebabkan sakit kepala dalam waktu yang lama dan pusing. Pada kasus yang lebih serius, masalah tersebut juga dapat menimbulkan stroke. Pembekuan darah pada pembuluh darah kecil tangan dan kaki menyebabkan kemerahan dan mati rasa. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan sensasi terbakar dan sakit berdenyut pada tangan dan kaki.

Ketika seseorang hamil, pembekuan darah pada plasenta menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Wanita yang mengalami trombositemia (primer atau sekunder) yang mengkonsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Pembekuan darah juga dipengaruhi oleh faktor lain berupa usia lanjut, diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, dan pernah mengalami penggumpalan darah sebelumnya.

Perdarahan

Perdarahan juga dialami oleh orang-orang yang memiliki jumlah trombosit di atas 1 juta trombosit per mikroliter. Kondisi tersebut terjadi karena pembekuan darah yang terjadi pada trombositemia dan trombositosis yang dapat menghabiskan trombosit di dalam tubuh. Jika jumlah trombosit kurang atau habis, maka luka atau kerusakan pada dinding pembuluh darah tidak bisa ditutup.

Penyebab Trombositemia dan Trombositosis

Trombositosis primer bisa disebabkan oleh kelainan sumsum tulang belakang dimana kondisi tersebut dapat menghasilkan trombosit secara berlebihan.

Trombositosis sekunder disebabkan oleh kondisi medis atau faktor lain seperti:

  • Kekurangan zat besi.
  • Pendarahan.
  • Mengalami infeksi atau bakteri.
  • Kanker.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Efek samping pembedahan.

Seseorang yang mengalami trombositemia disebabkan oleh jumlah trombosit yang berlebihan di dalam tubuh. Trombositemia juga sering dikaitkan dengan mutasi pada berbagai gen. Sama seperti trombositosis, kelainan sumsum tulang belakang dapat meningkatkan kadar trombosit. Peningkatan kadar tersebut juga dapat menimbulkan komplikasi berupa pembekuan atau perdarahan yang lebih serius.

Diagnosis Trombositemia dan Trombositosis

Dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan darah dan pengambilan sampel sumsum tulang belakang pasien.

Cara Mengobati Trombositemia dan Trombositosis

Jika kondisi pasien stabil dan tidak disertai dengan gejala, pasien tidak perlu menggunakan obat-obatan. Namun, jika pasien mengalami ketidakteraturan pada jumlah trombosit, mereka dapat menggunakan obat-obatan seperti anagrelide dan interferon alfa.

Cara Mencegah Trombositemia dan Trombositosis

Pada dasarnya, pasien dapat mengurangi risiko ketidakteraturan trombosit dengan menerapkan pola hidup yang sehat seperti menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah.

Kesimpulan

Trombositemia dan trombositosis merupakan kondisi yang menyebabkan ketidakteraturan jumlah trombosit dan perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. Meskipun demikian, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas untuk mengatasi ketidakteraturan jumlah trombosit. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang trombositemia dan trombositosis.

Saat Pandemi, Wajib Tahu TTV Normal pada Tubuh

Di masa pandemi Covid-19 dengan kasus makin meningkat, kita wajib mengetahui TTV normal pada tubuh kita sendiri. TTV (Tanda-Tanda Vital) merupakan salah satu pengukuran untuk mengetahui kinerja organ-organ vital kita, mulai dari suhu badan, detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. 

TTV normal pada anak berbeda-beda tergantung usia

Dengan mengetahui kondisi TTV normal pada tubuh, kita bisa memantau adanya gangguan kesehatan. Misal saja ketika frekuensi nafas menurun, mungkin saja menjadi tanda bahwa kita terkena virus corona, sehingga bisa langsung mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Untuk mengukurnya, kamu bisa menggunakan alat medis sederhana di rumah sendiri. 

TTV normal untuk suhu tubuh

TTV normal untuk suhu tubuh pada seseorang umumnya bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Jenis kelamin
  • Aktivitas fisik yang dilakukan
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • Siklus menstruasi pada wanita

Umumnya, suhu normal untuk orang dewasa yang sehat yakni berkisar antara 36,5 hingga 37,2 derajat celcius. Untuk itu, pemerintah Indonesia melarang seseorang untuk mengikuti kegiatan jika suhu tubuhnya mencapai 37,7 derajat celcius. 

Jadi, ketika suhu sudah di atas 37 derajat celcius, sebaiknya jangan paksakan diri untuk pergi dan lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu.  Agar hasil pengukuran akurat, menurut ahli ukur suhu saat sore hari. Sebab, ketika pagi hari suhu badan bisa mengalami naik-turun dan akan meningkat pada sore hari.

TTV normal untuk denyut nadi

Pengukuran denyut nadi dilakukan untuk mengetahui berapa kali jantung berdetak setiap menitnya. Selain itu, pengukuran denyut nadi juga bermanfaat untuk mengetahui:

  • Ritme jantung
  • Kekuatan denyut nadi

TTV normal pada denyut nadi orang dewasa sehat yakni berkisar antara 60-100 denyut per menit. Denyut nadi biasanya akan mengalami fluktuasi tergantung pada beberapa hal ini seperti olahraga, penyakit, cedera, dan emosi. 

Untuk pengukuran denyut nadi bisa dilakukan di area yang dilewati arteri yakni sisi leher, di dalam siku, dan pergelangan tangan. Sebagian orang lebih suka mengukur denyut nadi di pergelangan tangan. Jika ingin memeriksa di bagian leher, pastikan kamu tidak menekan terlalu keras. 

Jika sudah merasakan denyut nadi, segera ukur berapa kali denyut nadi dalam satu menit, atau bisa dengan cara menghitung denyut nadi selama 15 detik dan kalikan 4. 

TTV Normal untuk tekanan darah

Pengukuran tekanan darah berfungsi untuk mengetahui kekuatan darah yang mendorong dinding arteri selama kontraksi dan relaksasi jantung. Terdapat dua angka dalam pengukuran tekanan darah, yakni:

  • Tekanan sistolik (angka yang lebih tinggi), yakni tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh
  • Tekanan diastolik (angka yang lebih rendah), yakni mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung sedang beristirahat

Tekanan darah normal pada orang dewasa yang sehat yakni terletak pada angka 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi bisa ditunjukkan jika sistolik mencapai 130-139 dan diastolik mencapai 80-89. Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung hingga stroke. 

Tekanan darah rendah terjadi jika angka diastolik mencapai 90 dan angka diastolik hanya 60 atau kurang. Pada beberapa orang, tekanan darah rendah memang tidak menyebabkan masalah, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan pusing, mual, keringat dingin, hingga pingsan. Segera pergi ke dokter jika mengalami gejala tersebut. 

Jika tekanan darah milikmu secara konsisten tinggi atau rendah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu perawatan apa yang harus dilakukan. 

Nilai TTV normal untuk pernapasan

Nilai TTV normal orang dewasa untuk pernapasan yakni sekitar 12-16 napas per menitnya. Pengukuran laju pernapasan ini biasanya dilakukan ketika seseorang sedang istirahat dan menghitung jumlah napas ketika dada naik saja. 

Nilai TTV yang tidak normal pada pernapasan bisa mengindikasikan beberapa hal, seperti terkena demam, penyakit, dan kondisi medis lainnya termasuk terkena virus corona. Saat melakukan pemeriksaan, penting juga mengetahui apakah seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak. 

Nah, itu dia pengukuran TTV normal yang wajib kamu ketahui saat masa pandemi Covid-19 ini. Sebaiknya periksakan kondisi organ vitalmu setiap hari untuk meminimalisir penyebaran virus corona. 

Obat Grafachlor untuk Apa?

Grafachlor

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk merawat demam, penyakit kulit, alergi, penyakit pernapasan, gangguan rematik, penyakit ginjal, kondisi alergi, penyakit gastrointestinal, gangguan endokrin, dan kondisi lain. 

Grafachlor mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate sebagai bahan aktif yang ada di dalamnya. Grafachlor bekerja dengan cara merawat atau mencegah kondisi medis tertentu dan menghambat histamine dari dalam tubuh. 

Penggunaan dan efek samping

Grafachlor digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan pemulihan beberapa penyakit, kondisi, dan gejala seperti demam, penyakit kulit, alergi, gangguan endocrine, penyakit gastrointestinal, penyakit ginjal, kondisi yang berhubungan dengan alergi, penyakit pernapasan, dan lain-lain. 

Sama seperti obat lain pada umumnya, grafachlor dapat menyebabkan efek samping negatif pada tubuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi di antaranya adalah jerawat, anaphylaxis, bradycardia, allergic dermatitis, hyperglycemia, retensi cairan, kelemahan otot, kejang, depresi, glaucoma, mengantuk, pusing, sakit kepala, konstipasi, sakit perut, pandangan yang kabur, berkurangnya kemampuan dalam berkoordinasi, mulut kering, kesulitan buang air kecil, dan hidung tersumbat. 

Tidak semua orang akan menderita efek samping tersebut. Beberapa di antaranya dapat jarang dijumpai namun bersifat serius. 

Konsultasi dengan dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda efek samping tersebut, terutama apabila gejala bertambah parah atau tidak kunjung reda setelah beberapa minggu. 

Peringatan yang perlu diperhatikan

Sebelum menggunakan grafachlor, beritahu dokter seputar obat-obatan, produk OTC seperti vitamin dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi. Dokter juga perlu tahu seputar alergi, penyakit yang Anda derita, dan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda sedang hamil atau memiliki rencana mendapatkan operasi. 

Hal ini karena beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat Anda menjadi lebih rentan dalam menderita gejala akibat efek samping dari obat grafachlor. Konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter. Dosis yang dokter berikan akan bergantung pada kondisi yang Anda miliki. 

Hubungi dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh ataupun berubah menjadi lebih parah. Risiko efek samping akan lebih besar pada orang-orang yang menderita asma, obstruksi kandung kemih, dan sumbatan usus. 

Hubungi dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, dan jangan menghentikan penggunaan dexamethasone secara tiba-tiba. Anda juga tidak boleh menggunakan grafachlor apabila memiliki infeksi jamur, maag, gangguan ginjal atau hati. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi pada saat menyusui. 

Interaksi obat

Apabila Anda menggunakan obat lain atau produk OTC pada saat yang bersamaan, efek dari grafachlor dapat berubah. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping dan/atau menyebabkan obat menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Beritahu dokter seputar obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi, sehingga dokter dapat membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat. Produk atau obat yang dapat berinteraksi dengan grafachlor di antaranya adalah minuman beralkohol, antihistamine, atropine, aspirin, depresan sistem saraf pusat, cyclosporine, obat-obatan untuk penyakit diabetes, diuretic, ketoconazole, dan monoamine oxidase inhibitor. 

Hipersensitivitas terhadap grafachlor adalah sebuah kontraindikasi. Sebagai tambahan, grafachlor tidak boleh digunakan pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti alergi obat tetes mata, penderita glaukoma atau diabetes, hipersensitivitas terhadap dexchlorpheniramine, bayi, dan ibu yang menyusui. 

Grafachlor mengandung bahan aktif dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Konsultasi dengan dokter perihal bahan aktif tersebut apabila Anda sedang hamil atau berusaha untuk hamil. 

Penggunaan grafachlor biasanya sekitar 2 minggu hingga 3 bulan, masing-masing berbeda tergantung kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang diobati. Untuk informasi pasti, konsultasi dengan dokter. 

Cara Mengatasi Rambut Kemaluan Tumbuh ke Dalam

Merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan rambut yang tidak tumbuh ke luar lapisan kulit dinamakan dengan rambut tumbuh ke dalam. Kondisi ini bisa terjadi setelah rambut atau bulu di kulit dicukur atau dicabut, rambut yang tumbuh ke dalam juga kerap dialami pada orang dengan jenis rambut keriting atau sangat bergelombang (ikal).

Pada laki-laki, kondisi ini umumnya muncul di sekitar wajah yang ditumbuhi janggut sementara untuk perempuan di pangkal paha. Tak perlu khawatir jika mengalami keadaan ini, karena pada umumnya bisa membaik tanpa adanya perawatan khusus. Meski demikian, tidak sedikit orang yang mengeluh karena beberapa hal seperti gatal, mengganggu penampilan hingga memicu peradangan.

Mengatasi Rambut Tumbuh ke Dalam

Salah satu faktor yang memicu terjadinya kondisi ini adalah cara mencukur rambut dengan pisau cukur sambil meregangkan kulit dan mencabut rambut menggunakan pinset. Hal ini membuat sisa batang rambut tertinggal di bawah permukaan kulit, terdapat beberapa langkah mandiri di rumah yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi tersebut, berikut di antaranya.

  • Bersihkan area rambut yang tumbuh ke dalam menggunakan sikat gigi dengan ujung lembut, kain lap atau scrub.
  • Lakukan gerakan memutar selama beberapa menit sebelum mencukur, bisa juga dilakukan dengan satu arah.
  • Bisa menggunakan jarum steril untuk dimasukkan secara tipis dan perlahan ke kulit, tujuannya mengangkat ujung rambut yang tumbuh di dalam kulit.
  • Dalam kondisi yang sudah menimbulkan peradangan, dokter akan meresepkan obat seperti krim dengan kandungan kortikosteroid.
  • Konsumsi antibiotik krim atau tablet, tujuannya untuk menangani infeksi yang muncul dan obat untuk membantu mengangkat sel kulit mati.
  • Hentikan pencukuran dan pencabutan hingga kondisi pulih, biasanya akan memakan waktu kurang lebih selama 6 bulan.
  • Jika memungkinkan pakai metode laser, namun pengobatan ini cenderung mempunyai komplikasi seperti tumbuhnya lepuh hingga perubahan warna kulit.

Pencegahan Mandiri

Pencegahan dulakukan dengan cara menghindari kegiatan yang memicu kondisi ini terjadi, beberapa tips di bawah ini bisa dilakukan untuk menurunkan kemungkinan munculnya rambut yang tumbuh ke dalam, berikut di antaranya.

  • Mencuci daerah kulit yang akan dilakukan pencukuran menggunakan air hangat, oleskan krim cukur atau gel sebelum memulai mencukur.
  • Pakai pisau cukur yang tajam setiap kali ingin melakukan pencukuran, hindari mencabut rambut ketika sedang dilakukan pencukuran.
  • Mencukur rambut sesuai dengan arah tumbuhnya rambut, setelah mencukur cuci pisau cukur sampai bersih.
  • Bersihkan kulit menggunakan air hangat dan pakai pelembab pada area yang dicukur setelah selesai melakukan pencukuran.

Terdapat beberapa penyebab yang membuat rambut justru tumbuh ke dalam, salah satunya rambut kemaluan yang memang lebih tebal, kasar dan cenderung keriting ketimbang rambut di bagian tubuh lainnya. Karena lebih tebal, cara mencukur yang salah atau terburu-buru justru berdampak buruk dan bahkan bisa menimbulkan iritasi, berikut beberapa penyebabnya.

  • Struktur dan arah tumbuh rambut, umumnya terjadi pada jenis rambut keriting dan ikal, folikel rambut yang melengkung menghasilkan rambut yang tidak tumbuh ke luar permukaan kulit.
  • Sel kulit mati yang menyumbat folikel, kondisi ini bisa memicu rambut tumbuh ke dalam karena tidak keluar menembus permukaan kulit justru mengarah ke samping.
  • Mencukur sambil menarik atau meregangkan kulit, hal ini bisa menyebabkan sisa batang rambut tenggelam ke bawah permukaan kulit.
  • Mencabut memakai pinset, atau waxing bisa meninggalkan sisa batang rambut di bawah permukaan kulit.

Tertarik dengan Pelayanan Farmasi Klinis, Kenali Lingkup Kerjanya

Profesi apoteker merupakan garda terdepan dalam mengawal pemberian dan penggunaan obat-obatan agar tepat guna dan sasaran pada pasien. Secara umum terdapat tiga jenis farmasi, yaitu apoteker farmasi klinik, rumah sakit, dan industri. 

Perbedaan farmasi klinis, rumah sakit, dan industri terletak di ruang lingkup pekerjaannya. Farmasi klinis lebih terfokus pada individu (person centered-care) yang dilakukan secara mandiri atau bersama tenaga medis dan/atau tenaga kesehatan lainnya untuk mengoptimalkan farmakoterapi pasien. 

Pekerjaan farmasi klinis

Apoteker farmasi klinis adalah praktisi berlisensi yang telah diedukasi dan melewati berbagai jenis pelatihan dalam penanganan pasien yang lebih berfokus pada pelayanan pasien, termasuk mengoptimalkan terapi obat dan meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan mencegah penyakit. 

Secara umum, pekerjaan farmasi klinis adalah melayani pasien secara individu atau sebagai bagian kelompok penyedia layanan kesehatan yang bekerjasama dengan tenaga medis lainnya. Hal ini termasuk:

  • Memberikan saran atau rekomendasi obat yang tepat kepada pasien, yang bisa didasarkan dari riwayat medis atau penggunaan obat untuk memastikan obat yang akan diberikan bekerja
  • Menjelaskan kemungkinan efek samping obat
  • Mengganti obat jika pasien merasakan efek samping yang terlalu signifikan
  • Memeriksa kondisi pasien dan efektivitas obat yang dikonsumsi pasien
  • Memberi rujukan untuk pemeriksaan kesehatan seperti tes darah atau tes kesehatan lainnya  

Adapun tanggung jawab farmasi klinis di Indonesia meliputi:

  • Monitoring efek samping obat (MESO): Apoteker memantau respon pasien terhadap obat yang diberikan
  • Rekonsiliasi obat: Proses membandingkan pengobatan dengan obat yang sebelumnya digunakan pasien untuk mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat, baik dalam segi duplikasi, kesalahan dosis, atau interaksi obat
  • Penelusuran riwayat penggunaan obat: Apoteker menanyakan obat yang pernah atau sedang digunakan
  • Konseling: Apoteker memberi saran terkait terapi obat bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap
  • Kunjungan: Apoteker melakukan kunjungan ke pasien rawat inap secara mandiri atau bersama tim tenaga medis untuk mengamati kemajuan terapi obat atau mengkaji masalah terkait obat
  • Evaluasi penggunaan obat (EPO): Mengevaluasi penggunaan obat secara kualitatif dan kuantitatif
  • Memantau kadar obat dalam darah (PKOD): Menginterpretasi hasil pemeriksaan kadar obat dalam darah atas permintaan dokter atau usulan sendiri
  • Pelayanan swamedikasi: Apoteker melakukan pelayanan secara mandiri menggunakan sediaan farmasi tanpa resep dokter untuk menangani gangguan ringan

Farmasi klinis di Indonesia

Menurut Guru Besar Unpad Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt., salah satu tantangan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kesehatan adalah pemenuhan tenaga apoteker yang masih kurang di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas. 

Ia mengatakan diperlukan inovasi farmasi klinis untuk meningkatkan kualitas terapi obat dalam pelayanan kesehatan. Dengan memfokuskan pada farmasi klinik, posisi apoteker semakin jelas dan kuat sebagai bagian dalam tim pelayanan yang meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keamanan pasien. 

Sayangnya berdasarkan pasal 108 UU 36/2009 tentang Kesehatan, pelayanan farmasi klinik belum secara tegas tertulis dalam kelompok pelayanan farmasi di Indonesia. Pasal tersebut hanya menjelaskan 2 jenis pelayanan kefarmasian yaitu:

  1. Pelayanan obat resep atas dokter: Apoteker mengkaji obat dan memastikan tidak ada masalah terkait obat, serta mengonsultasikan masalah yang ditemukan kepada dokter. 
  2. Pelayanan informasi obat (PIO): Apoteker memberikan informasi dan rekomendasi obat secara akurat kepada dokter, perawat, atau profesi kesehatan lainnya.

Dilansir dari Farmasetika, beberapa pelayanan farmasi klinik justru termasuk ke dalam kelompok pelayanan obat atas resep dokter yaitu:

  • Menjamin sterilitas dan stabilitas produk dari paparan zat berbahaya serta menghindari salah pemberian obat (Dispensing sediaan steril), termasuk Pencampuran Obat Suntik, Penanganan Sediaan Sitostatik dan Penyiapan Nutrisi Parenteral
  • Pelayanan dispensing sediaan radiofarmasi berdasarkan permintaan dari tenaga medis

Catatan

Profesi farmasi klinis sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan pasien terhadap tenaga medis. Bisa dikatakan tanggung jawab apoteker farmasi klinik pun lebih banyak dari apoteker rumah sakit, sehingga dalam segi pendapatan pun lebih besar.

3 Resep Mie Sehat Rendah Kalori

Pilihan menu yang terbatas menjadi masalah utama bagi Anda yang sedang menjalani program diet. Tapi tak perlu khawatir, Anda bisa coba mie sehat rendah kalori berbahan dasar shirataki.

Mie sehat ada banyak jenisnya, salah satunya mie shirataki

Shirataki adalah mie yang terbuat dari tepung umbi porang (tepung konyaku) yang tinggi serat dan rendah karbohidrat. Jenis mie ini sangat cocok bagi orang yang sedang menjalankan diet. 

Selain rasanya yang enak, mie sehat rendah kalori dari shirataki bisa jadi variasi menu yang menarik buat orang yang sedang diet. Kalau Anda tertarik coba mie sehat rendah kalori dari shirataki, berikut resepnya. 

Mie goreng shirataki ayam

Kalau biasanya mie instan goreng dihindari bagi yang sedang diet, mie goreng shirataki ini justru tepat buat menu diet. Apalagi kandungan glucomannan yang ada di mie shirataki dapat membantu menurunkan berat badan, lho!  

Bahan:

  • 1 bungkus mie shirataki basah 
  • 75 gram ayam
  • 1 batang daun bawang, iris tipis
  • Sawi hijau
  • 1 sdt garam 
  • ½ sdm kecap manis
  • ½ sdt saus tiram 
  • 1 sdt minyak wijen 
  • Minyak atau olive oil secukupnya 
  • 1 siung bawah putih 
  • 3 siung bawang merah
  • Tambahkan cabai rawit sesuai selera

Cara membuat:

  • Tiriskan mie shirataki, cuci dengan air mengalir. 
  • Rebus di atas penggorengan sampai tidak lagi ada air yang tersisa.
  • Panaskan minyak, tumis bumbu sampai harum.
  • Masukkan ayam dan tumis sampai berubah warna.
  • Masukkan mie shirataki, tambahkan garam, kecap manis, saus tiram, minyak wijen. Aduk rata. 
  • Masukkan sayuran dan daun bawang.
  • Tambahkan garam atau gula untuk penyedap.
  • Sajikan dan nikmati selagi masih hangat.

Mie shirataki kuah jamur

Selain goreng, Anda juga bisa membuat mie sehat rendah kalori berkuah jamur. Menu ini bakal menghangatkan sekaligus akan memberikan kenyang lebih lama lantaran kandungan viscous fiber pada shirataki. Hal ini dapat membantu menunda pengosongan lambung sehingga dapat menghindari makan banyak berulang kali.

Bahan:

  • 1 bungkus mie shirataki
  • 250 gram daging sapi
  • 250 jamur tiram
  • Kacang polong secukupnya
  • 1 buah wortel, iris tipis berbentuk memanjang
  • 2 siung bawang putih  
  • 4 siung bawang merah
  • 2 buah seledri
  • Sejumput biji pala
  • Garam, merica, dan air secukupnya

Cara membuatnya:

  • Potong daging ukuran dadu kecil dan rebus selama 30 menit.
  • Blender bawang, merica, dan biji pala hingga halus.
  • Masukkan bumbu pada rebusan daging.
  • Tambahkan jamur tiram, garam, daun bawang, kacang polong, wortel, dan daun seledri.
  • Tunggu sampai sup terasa harum lalu masukan mie shirataki.
  • Tunggu 5 hingga 10 menit.
  • Sajikan dan nikmati selagi masih hangat.

Mie shirataki kuah tom yam

Variasi menu menu sehat rendah kalori berikutnya mie shirataki kuah tom yum. Tom yam adalah kuliner sup populer ala Thailand yang terbuat dari udang, daging ayam, ataupun ikan yang biasa dicampur dengan jamur dan bumbu khas. 

Bahan:

  • 2 bungkus mie shirataki
  • 100 gram udang kupas
  • 2 sdm pasta tomyum
  • 2 buah jeruk nipis
  • 2 ruas laos
  • 2 batang serai geprek
  • 1 buah bawang bombay

Cara membuatnya:

  • Rebus air lalu masukkan mie shirataki hingga matang.
  • Masukkan udang kupas, jeruk nipis, laos, serai geprek, dan bawang bombay cincang.
  • Larutkan pasta tomyum dengan air.
  • Masukkan larutan pasta tom yam ke dalam tom yam, lalu tambahkan gula dan garam sesuai selera.
  • Sajikan dan nikmati selagi masih hangat.

Demikian menu mie sehat rendah kalori yang enak dan bisa kamu buat sendiri di rumah. Pilihan menu ini bisa membuat Anda tetap merasakan makanan lezat sekalipun sedang diet.