Apa Itu Malnutrisi Protein? Ini Penjelasannya

Malnutrisi adalah kondisi yang bisa memicu gizi buruk pada anak

Merupakan keadaan di mana tubuh kekurangan makronutrien sebagai sumber energi termasuk protein disebut dengan malnutrisi energi protein atau kurang energi protein. Kondisi jenis ini yang sering dialami anak-anak adalah kwashiorkor dan marasmus. Gejala dari keadaan ini biasanya akan muncul secara perlahan.

Agar tubuh bekerja secara optimal, dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup, ketika tubuh kekurangan energi protein dalam jangka waktu yang lama hal ini bisa memunculkan beragam keluhan disertai dengan gejala. Sebagian besar kondisi ini dapat diketahui ketika melihat berita yang menampilkan anak-anak di Afrika yang mengalami kekurangan makanan.

Malnutrisi Protein

Ketimbang orang dewasa, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak dan bisa dikenali dengan beberapa kondisi seperti mengalami keterlambatan tumbuh kembang dari anak lain seusianya. Kemudian tidak aktif dan mudah lelah, hingga rentan terkena penyakit termasuk penyakit infeksi, sementara itu gejala lain yang bisa muncul tergantung dari jenis kondisi yang terjadi.

Anak-anak yang mengalami kwashiorkor atau kekurangan protein, para penderita pada umumnya akan mengalami penumpukan cairan atau juga disebut dengan edema pada bagian perut atau tubuh lain seperti tangan dan kaki. Apabila kondisi ini terjadi semakin berat, maka bisa mengakibatkan laju pernapasan dan denyut nadi akan melambat.

Selain itu, kondisi ini juga akan menyerang fungsi organ tubuh yang lain seperti jantung, ginjal dan juga hati hingga terganggu. Seseorang yang mengalami beberapa gejala di atas disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Hal itu dilakukan guna dokter dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin ke dokter sangat diperlukan terhadap para penderita penyakit anoreksia, depresi, demensia hingga kanker. Hal itu dikarenakan beberapa kondisi tersebut bisa memicu terjadinya kekurangan energi protein. Untuk mengatasi kondisi ini, perlu diketahui beberapa penyebab yang menjadi pemicunya.

Penyebab Kekurangan Energi Protein

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas bahwa keadaan ini terjadi karena kurangnya asupan protein dan makronutrien lain yang merupakan sumber energi atau kalori, yakni karbohidrat dan lemak. Jika dibedakan berdasarkan jenis, kondisi kekurangan nutrisi protein dibagi sebanyak tiga jenis, di antaranya kwashiorkor, marasmus dan marasmus-kwashiorkor.

  • Kwashiorkor adalah bentuk kekurangan nutrisi yang didapat dari asupan protein dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Marasmus, yakni bentuk kekurangan nutrisi yang disebabkan kurangnya asupan protein dan kalori dalam waktu lama.
  • Marasmus-kwashiorkor merupakan bentuk kekurangan energi protein berat sekaligus kombinasi dari kedua kondisi di atas.

Faktor sosial merupakan satu-satunya penyebab kekurangan nutrisi energi protein yang paling umum dan terjadi pada negara-negara berkembang. Faktor ini meliputi kekurangan bahan pangan seperti lingkungan yang terisolasi, keterbatasan fisik atau mental yang membuat seseorang kesulitan menyiapkan makanan dan ketergantungan pada orang lain untuk mendapat makanan.

Dalam melakukan diagnosis terhadap malnutrisi energi, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk terhadap tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, pernapasan hingga suhu tubuh. Selain itu ada pula pemeriksaan terhadap antropometri, dan status gizi. Selain itu ada pula tes penunjang yang akan dilakukan dokter, seperti berikut.

  • Tes darah, dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kekurangan nutrisi seperti misalnya HIV, hingga untuk menilai kadar glukosa, protein, vitamin dan mineral dalam tubuh.
  • Tes tinja, fungsinya adalah untuk melihat keberadaan parasit atau cacing yang menyebabkan kekurangan energi protein.
  • Rontgen dada, tujuan pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada dan tidaknya peradangan serta infeksi pada paru-paru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *