Apa Itu PCV? Apa Penting Melakukan PCV?

Phneumococcal Conjugate Vaccine (PVC) merupakan vaksin yang memiliki kandungan pada bagian dinding sel bakteri pneumokokus. Bakteri ini mampu menimbulkan penyakit infeksi yang kronis seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi darah.

Vaksin PCV adalah vaksin yang mampu melindungi agar terhindar dari infeksi pneumokokus yang serius serta memiliki potensi yang fatal.

Siapa yang harus mendapatkan PCV?

Infeksi pneumokokus dapat menyerang siapapun. Namun, beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit serius, jadi untuk mengantisipasi penyakit tersebut, alangkah baiknya untuk mendapatkan PCV. Dan yang bisa mendapatkan PCV diantaranya yaitu :

  • Bayi
  • Orang dewasa yang memiliki umur 65 tahun ke atas

Untuk bayi, ditawarkan 2 dosis PCV pada usia 12 minggu hingga usia 1 tahun. Untuk orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas hanya membutuhkan satu kali PCV. Vaksin ini tidak diberikan setiap tahun seperti jab flu.

Jika memiliki kondisi kesehatan dengan jangka panjang, mungkin hanya memerlukan satu kali PCV atau vaksinasi setiap 5 tahun sekali, tergantung dengan masalah kesehatan tubuh.

Berapa jenis pneumococcal conjugate?

Janis PCV yang diberikan ini tergantung dengan usia dan juga kondisi kesehatan. Ada dua jenis PCV, yaitu :

  • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), jenis ini digunakan untuk melakukan vaksinasi terhadap anak yang memiliki umur di bawah 2 tahun. Jenis ini dikenal dengan nama merk Prenevar 13.
  • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPV), jenis ini diberikan kepada orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang memiliki risiko tinggi karena memiliki kondisi kesehatan yang berjangka panjang.

Anak – anak yang berisiko terena infeksi pneumokokus dapat memperoleh vaksin PPV sejak berusia 2 tahun ke atas. Vaksin PPV ini tidak berpengaruh atau tidak efektif pada anak yang memiliki umur di bawah 2 tahun.

Cara kerja vaksi pneumokokus

Kedua jenis vaksin pneumokokus dapat merangsang tubuh untuk membuat antibodi terhadap bakteri pneumokokus. Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh tubuh guna menetralisir atau menghancurkan organisme serta racun yang membawa penyakit.

Vaksin tersebut mampu melindungi agar tidak terserang sakit ketika terinfeksi bakteri. Lebih dari 90 jenis pneumokokus yang berbeda telah diidentifikasi, walaupun sebagian besar dari jenis tersebut tidak menyebabkan infeksi yang serius pada tubuh.

Vaksin PCV pada anak mampu melindungi dari 13 jenis bakteri pneumokokus, sedangkan vaksin (PPV) pada orang dewasa mampu melindungi dari 23 jenis bakteri pneumokokus.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan PCV?

Orang yang perlu menunda pemberian PCV atau bahkan menghindarinya, yaitu :

  • Alergi vaksin, jika Anda pernah mengalami alergi terhadap vaksin di masa lalu Anda harus memberitahu dokter terlebih dahulu. Jika ada reaksi alergi yang parah yang dikonfirmasi terhadap PCV atau bahan apapun yang terkandung dalam vaksin, Anda mungkin tidak memilikinya.

    Namun, jika hanya ada reaksi yang ringan seperti ruam, masih termasuk aman untuk mendapatkan vaksin.
  • Demam ketika hendak melakukan vaksin, jika tubuh terasa sedikit tidak sehat secara umum masih bisa mendapatkan vaksin. Namun, jika sakit pada tubuh lebih parah seperti panas dengan menggigil, alangkah baiknya untuk menunda melakukan vaksinasi sampai tubuh bnar – benar pulih.
  • Sedang hamil dan menyusui, sebaiknya mencegah untuk tidak vaksin terlebih dahulu meskipun PCV dianggap aman selama kehamilan dan juga menyusui. Lebih baik Anda menunggu hingga sang bayi lahir jika Anda hamil, kecuali jika manfaat dari vaksin tersebut lebih besar daripasa risiko bagi sang Anak.

Efek samping dari PCV

Seperti vaksin pada umumnya, PCV versi masa ana-anak dan orang dewasa mmiliki kemungkinan dapat menyebabkan efek samping yang ringan, termasuk suhu tubuh yang sedikit meningkat, kemerahan di tempat yang disuntik, pembengkakan di mana injeksi diberikan.

Tidak ada efek samping yang serius yang terdaftar untuk PCV pada anak-anak atau orang dewasa, selain dari risiko yang juga sangat jarang dari reaksi alergi yng parah. Jika terdapat reaksi-reaksi yang aneh segera periksakan ke dokter, untuk memeriksanaya lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *