Apa Itu Swab Antigen? Ini Perbedaannya dengan PCR

Tes swab Antigen dan PCR memang banyak dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Namun, banyak yang masih belum memahami apa itu swab antigen dan bedanya dengan tes PCR. Oleh sebab itu, yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Swab Antigen?

Tes usap Antigen atau disebut juga tes diagnostik merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi protein spesifik dari virus corona. Antigen sendiri merupakan zat yang bisa merangsang imun tubuh, seperti protein, polisakarida, dan sebagainya.

Tubuh punya daya tahan sendiri. Ketika virus masuk ke dalam tubuh, maka akan direspons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu. Antigen dari virus SARS-CoV-2 yang sudah dikenali antara lain nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein.

Jadi, tes antigen ini akan melihat keberadaan antigen dalam tubuh untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus atau tidak.

Paling efektif pada orang yang terkena infeksi tahap awal, mendiagnosis orang yang memiliki risiko besar, hingga tindakan untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19.

Cara Kerja Tes Swab Antigen

Tes swab Antigen menggunakan sampel cairan pernapasan atau lendir yang diambil dari hidung atau bagian tenggorokan. Alat yang digunakan untuk mengambil sampel adalah alat cotton bud panjang.

Sampel yang didapat dari hidung atau tenggorokan ini akan dimasukkan dalam larutan khusus, kemudian akan diperiksa apakan terdapat antigen virus corona. 

Waktu pemeriksaan dengan metode ini tidak memakan waktu yang lama, cukup 15 hingga 30 menit saja hasilnya sudah bisa diketahui. 

Tingkat Akurasi

Tingkat akurasi dari tes usap antigen ini cukup tinggi, namun pada beberapa kasus masih ada hasil tes negatif palsu karena kadar virus dalam tubuh sedikit atau rendah. 

Itulah kenapa tes ini lebih akurat dilakukan saat awal gejala Covid-19 muncul, yaitu ketika jumlah virus dalam tubuh tinggi. 

Hasil Pemeriksaan Tes Antigen

Hasil dari pemeriksaan tes Antigen ini akan menunjukkan hasil positif (reaktif) dan negatif (non reaktif). Hasil pemeriksaan ini bisa jadi kurang akurat. Orang yang dinyatakan positif pada pemeriksaan Antigen bisa jadi hanya terinfeksi virus influenza. Untuk memastikannya bisa dilakukan tes PCR.

Begitu pula dengan adanya hasil negatif palsu. Di mana bila Anda merasakan berbagai gejala Covid-19 atau sebelumnya melakukan kontak dengan pasien yang positif, ulangi dengan melakukan tes PCR untuk hasil yang lebih akurat.

Mengenal Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)

Tes PCR adalah pemeriksaan yang direkomendasikan oleh WHO untuk mendeteksi seseorang terkena virus Corona. Sebab, tingkat akurasi dari tes PCR ini paling tinggi, yaitu 90 persen.

Pemeriksaan PCR ini bertujuan untuk mendiagnosis bila seseorang terpapar virus Corona atau tidak. Jika positif, maka bisa melakukan isolasi mandiri atau mendapat bantuan medis jika gejala yang dialami cukup parah.

Cara Kerja Tes PCR

Tes molekuler ini akan mendeteksi materi genetik dari virus Corona dalam tubuh. Selain itu, PCR juga berguna mendeteksi fragmen virus saat seseorang sudah tidak lagi terinfeksi. 

Tes PCR bisa melihat materi genetik dari virus dengan teknik perbanyakan. Virus penyebab Covid-19 ini punya materi genetik dengan rantai tunggal asam ribonukleat atau disebut RNA. 

Jadi nantinya pemeriksaan ini mengubah RNA menjadi DNA yang punya rantai ganda. Lalu, materi genetik tersebut akan diperbanyak dengan PCR. Tes akan dinyatakan positif jika mesin PCR mendeteksi adanya materi genetik virus corona. 

Metode Pemeriksaan

Pemeriksaan tes PCR ini membutuhkan sampel dari swab nasofaring atau lendir dari hidung dan tenggorokan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat berupa cotton bud panjang. 

Sampel ini akan dimasukkan dalam wadah khusus yang steril dan diperiksa di laboratorium. Petugas akan melakukan ekstraksi genetik dengan menambahkan bahan kimia berupa reagen primer dan probe pada sampel. 

Setelah itu, sampel diperiksa dalam mesin PCR untuk proses termal, yaitu memanaskan dan mendinginkan RNA untuk mengubahnya menjadi DNA. 

Nantinya, bahan kimia tersebut mengikat DNA, yang akan mengeluarkan cahaya fluorescent apabila terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Hasil Tes PCR

Berbeda dengan tes swab Antigen, tes PCR ini membutuhkan waktu 1-3 hari untuk mendapatkan hasilnya. Hasil tes berupa positif atau negatif. Jika positif mungkin pasien akan dianjurkan untuk isolasi mandiri atau mendapat penanganan medis. Jika negatif, maka pasien tidak terinfeksi virus Corona dan bisa melakukan langkah pencegahan untuk memutus penyebaran. 

Dengan informasi ini, semoga tidak ada lagi pertanyaan seputar apa itu swab antigen dan bedanya dengan tes PCR. Lakukan pemeriksaan jika Anda merasakan gejala atau melakukan kontak dengan pasien yang positif corona sebelumnya. Hal ini sebagai langkah preventif mencegah penyebaran virus Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *