Manfaat Daun Jelatang untuk Ibu Menyusui

Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah. Dari sektor flora, misalnya, banyak sekali tumbuhan yang dapat hidup dan berkembang di sini. Salah satu tanaman liar yang bisa dengan mudah tumbuh di sekitar kita adalah jelatang. Manfaat daun jelatang ini dinilai bagus untuk ibu menyusui, meski kita tahu bahwa tanaman ini cukup “mengganggu”.

Dikatakan mengganggu karena jelatang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Selain itu, jelatang memiliki efek panas dan gatal saat bersentuhan dengan kulit. Oleh karenanya banyak orang cepat-cepat memusnahkan tanaman ini karena dianggap tidak berguna.

Akan tetapi, setelah banyak kajian dan penelitian dilakukan, jelatang dinilai punya nilai lain untuk dimanfaatkan. Banyak yang meyakini bahwa ia berkhasiat bagi kesehatan seseorang. Salah satu yang paling digembar-gemborkan adalah seperti yang telah disinggung di awal, yakni baik untuk ibu menyusui. Namun, apa benar begitu?

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun jelatang dikatakan bisa dengan mudah meningkatkan produksi ASI-nya. Sebab di dalam daun jelatang ini terkandung banyak zat besi dan nutrisi yang pada gilirannya akan berfungsi sebagai galaktagogue untuk membantu menghasilkan lebih banyak ASI.

Galaktagogue sendiri merupakan sediaan obat atau herbal yang terbukti atau dipercaya dapat menginisisasi produksi ASI. Dengan demikian, daun jelatang dapat disejajarkan dengan bahan lain yang lebih dahulu populer akan khasiatnya untuk ASI, seperti daun katuk (Sauropus androgynous), daun kelor (Moringa citrifolia), hingga daun pepaya (Carica papaya).

Sebagai galaktagogue, manfaat daun jelatang dipercaya dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Secara umum, daun jelatang aman dikonsumsi ibu menyusui setelah melahirkan dan dapat dikonsumsi secara berkala.

Efek samping daun jelatang terhadap ibu menyusui tergolong rendah. Tetapi bagi yang sensitif, bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Apabila dikonsumsi langsung setelah melahirkan, dapat mengembangkan risiko produksi ASI berlebihan yang mengakibatkan pembengkakan payudara dan mastitis.

  • Kenali Lebih Dalam Agar Manfaat Daun Jelatang Bisa Maksimal

Seperti yang sudah disinggung di awal, daun jelatang termasuk tumbuhan yang dapat memberikan banyak efek samping. Dari struktur daunnya saja, efek samping itu bisa terlihat. Daun jelatang atau dikenal sebagai stinging nettle (Urtica dioica) adalah tanaman dengan daun berwarna hijau gelap. Memiliki bulu-bulu halus di permukaan daun dan batangnya, daun jelatang bisa membuat kulit gatal-gatal jika tersentuh manusia.

Selain itu, daun jelatang dapat memberikan sensasi panas saat menyentuh kulit. Bagian daunnya yang tajam juga bisa menusuk kulit dan menyebabkan kemerahan, serta pembengkakan.

Agar dapat memanfaatkannya, seseorang harus menghindari bulu-bulu halus dari si jelatang. Kita bisa menggunakan sarung tangan atau bahan lain untuk melapisi kulit sebelum menyentuh daun jelatang ini.

Untuk menghilangkan bulu-bulu halus penyebab gatal di permukaan daun dan batangnya, lakukan teknik blanching sebelum mengolah daun jelatang. Caranya, rendam dalam air panas selama 5-15 detik, kemudian siram dengan air dingin. Setelah dimasak, zat yang membuat gatal pada daun jelatang tidak lagi membahayakan.

Setelah melewati proses ini, seseorang bisa langsung memanfaatkan daun jelatang. Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai bentuk atau jenis makanan, misalnya tumisan, lalapan, atau diseduh menjadi teh.

Kendati demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis sebelum menjadikan jelatang sebagai bahan penambah ASI Anda. Sebab kita tak pernah tahu kondisi tubuh Anda. Bisa saja tubuh Anda akan bereaksi sebaliknya, alih-alih mendapat manfaat daun jelatang setelah mengonsumsinya.

Tak Perlu Takut, Ini Alasan Jenazah Bisa Bergerak

Tak Perlu Takut, Ini Alasan Jenazah Bisa Bergerak

Pernahkah Anda mendengar berita tentang jenazah bisa bergerak di dalam peti kubur? Bagi yang tidak memahaminya, kejadian ini mungkin terkesan horor dan menyeramkan. Tapi, sebenarnya ada alasan kenapa jenazah yang telah dikubur dalam waktu lama masih bisa bergerak.

Tubuh manusia didesain untuk mati dengan cara yang terstruktur setelah meninggal dunia. Akan ada proses dekomposisi yang dimulai beberapa menit setelah meninggal dunia. Proses inilah yang membuat tubuh jenazah tampak masih bergerak meski sudah meninggal dunia selama beberapa waktu.

Proses dekomposisi yang membuat jenazah bisa bergerak

Proses dekomposisi dimulai beberapa menit setelah manusia meninggal dunia, dan berlangsung secara bertahap. Proses ini dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan membuat tubuh jenazah tampak bergerak.

Dekomposisi merupakan fenomena saat komponen organik kompleks dari organisme hidup sebelumnya secara bertahap terpisah dari elemen yang lebih sederhana. Maksudnya, proses ini adalah proses berkelanjutan saat tubuh bertransformasi menjadi kerangka secara bertahap.

Ketika tubuh manusia memulai proses dekomposisi, ada beberapa tanda yang bisa terlihat:

  • Livor mortis

Ini adalah situasi saat tubuh manusia menjadi sangat pucat setelah kematian. Hal ini tidak terjadi seketika setelah kematian, melainkan beberapa menit setelah tubuh benar-benar tidak bernyawa lagi.

Pucatnya tubuh manusia setelah kematian disebabkan oleh jantung yang berhenti berdetak sehingga tidak ada sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Akibat gravitas, darah akan mengendap ke bagian tubuh yang paling rendah, lalu menyebabkan perubahan warna pada kulit.

Perubahan warna kulit menjadi pucat akan mulai terlihat sekitar satu jam setelah kematian. Kemudian, kepucatan akan semakin terlihat secara berangsur-angsur 9-12 jam setelah kematian.

  • Rigor mortis

Rigor mortis ditandai dengan kondisi tubuh yang menjadi kaku dan sama sekali tidak bisa dilipat atau ditekuk. Hal ini terjadi karena seluruh otot menegang akibat perubahan yang terjadi pada sel-sel dalam tubuh.

Biasanya, rigor mortis dapat berlangsung selama 2-6 jam setelah kematian. Setelah melewati 24-84 jam, otot-otot jenazah akan kembali lentur dan melemas, sehingga bisa ditekuk.

  • Algor mortis

Proses ini ditandai dengan tubuh jenazah yang menjadi sangat dingin karena tubuh berhenti mengatur suhu internalnya. Suhu dingin pada tubuh jenazah juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Semakin dingin ruangan tempat jenazah tersebut berada, semakin dingin juga suhu tubuh jenazah tersebut. Biasanya, proses pendinginan akan berlangsung sekitar 18-20 jam setelah kematian.

Seluruh tanda-tanda di atas merupakan bagian dari proses dekomposisi tahap pertama yang menyebabkan jenazah bisa bergerak.

Tahapan proses dekomposisi

Ada beberapa tahap dari proses dekomposisi, dimulai dari tahap pertama yang ditandai dengan livor, rigor, dan argor mortis. Kemudian, tahap kedua adalah tahap pembusukan. Perut jenazah akan mengalami pembengkakan akibat gas yang menumpuk.

Tahap ketiga masih menjadi bagian dari proses pembusukan. Tahap ini ditandai dengan kulit yang pecah akibat pembusukan dan serangan belatung. Bila hal ini terjadi, kemungkinan besar akumulasi gas yang menumpuk di perut akan dikeluarkan.

Pada tahap inilah tubuh jenazah mengeluarkan aroma yang sangat kuat dan khas.

Biasanya, proses dekomposisi organ dalam tubuh dimulai dari hati yang kaya akan enzim serta otak dengan kadar cairan yang tinggi. Secara perlahan, proses ini akan berangsur-angsur merambat ke organ tubuh lainnya.

Selama proses dekomposisi, tubuh jenazah bisa bergerak karena adanya perubahan yang terjadi secara bertahap. Karena itu, pergerakan pada tubuh jenazah merupakan proses alamiah, bukan sesuatu yang menyeramkan.

Apa Itu Amunizer?

Hampir semua orang pasti pernah mengkonsumsi suplemen, baik untuk menjaga ketahanan tubuh atau sebagai pemulihan. Anda disarankan untuk konsumsi suplemen berbahan alami, seperti amunizer.

amunizer

Idealnya, Anda tidak membutuhkan suplemen apapun, karena makanan yang Anda konsumsi akan memberikan semua vitamin dan mineral yang Anda butuhkan. Tentu saja, makanan sehat. Namun faktanya, kita tidak hidup di dunia yang ideal. 

Mengingat jenis makanan yang Anda makan (yang sebagian besar mungkin tercemar) dan jumlah stres yang Anda alami dalam kehidupan sehari-hari, membuat Anda membutuhkan suplemen untuk berfungsi secara optimal. Tetapi Anda disarankan untuk mengkonsumsi suplemen berbahan alami.

Tidak semua suplemen terbuat dari bahan yang benar-benar alami, seperti Amunizer.  Selain mengandung 1000 mg vitamin C, Amunizer juga mengandung elderberry, zinc, forsythia, Phyllanthus, dan lonicera.  Bahan-bahan tersebut telah terbukti memberikan perlindungan berlapis pada tubuh dan aman dikonsumsi secara teratur.

Mengkonsumsi suplemen herbal yang aman dan sehat dapat menjadi salah satu cara Anda dan keluarga untuk terhindar dari berbagai gangguan kesehatan terutama infeksi virus. Salah satu suplemen herbal yang bisa Anda pilih adalah Amunizer.  

Amunizer tersedia dalam bentuk bubuk yang dikemas praktis, dan Anda hanya perlu mencampurnya dengan segelas air untuk mendapatkan perlindungan ekstra.  Kandungan dalam suplemen ini juga sudah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Kekebalan tubuh merupakan senjata paling ampuh yang dapat mencegah berbagai penyakit. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengkonsumsi suplemen Amunizer sebagai tambahan agar perlindungan tubuh Anda lebih kuat.

Manfaat Rebonding, Rambut Lurus Dan Halus

Manfaat Rebonding, Rambut Lurus Dan Halus

Rebonding dikenal sebagai perawatan pelurusan rambut. Terdapat beberapa perawatan pelurusan rambut lainnya, seperti smoothing dan juga hair keratin. Lalu apa manfaat rebonding dan yang membedakan perawatan ini dengan yang lain?

Rambut Anda terdiri dari protein. Rambut dihubungkan oleh ikatan disulfida yang membentuk struktur rambut Anda seperti lurus, keriting, bergelombang. Rebonding rambut adalah teknik yang melemaskan ikatan rambut Anda untuk menyusunnya kembali.

Rebonding adalah perawatan pelurusan kimiawi yang membuat rambut Anda lebih halus dan lurus dengan mengubah struktur asli rambut Anda. Perawatan ini menggunakan panas dan bahan kimia untuk memutus ikatan di batang rambut Anda dan membuatnya lebih lurus dan halus.

Jika Anda tertarik untuk melakukan perawatan rebonding, berikut manfaat yang perlu Anda ketahui:

  • Memberikan hasil yang permanen

Tidak seperti perawatan rambut lainnya, rebonding rambut Anda dapat membuatnya lurus secara permanen. Apakah rambut Anda lurus alami dengan sedikit gelombang, atau keriting, Anda akan memiliki rambut lurus dan halus di akhir perawatan rebonding.

  • Peningkatan yang nyata pada kemampuan pengelolaan rambut

Rebonding memungkinkan Anda bertahan di lingkungan yang berangin tanpa mengacak-acak rambut Anda. Anda juga bisa menata atau mengikat rambut tanpa mengurangi kelurusannya.

Anda perlu mempertimbangkan dengan hati-hati keputusan Anda jika ingin melakukan rebonding. Rebonding rambut akan membantu Anda merasa dan terlihat lebih cantik. Jika tidak, ada perawatan rambut lain yang tidak terlalu beresiko dan alami yang dapat Anda pertimbangkan.

Meskipun rebonding memiliki manfaat yang menggiurkan, setiap perawatan kimia memiliki efek sampingnya. Salah satu hal terpenting yang harus diingat sebelum Anda menjalani prosedur ini adalah rambut Anda telah direstrukturisasi, sehingga tidak akan kembali ke bentuk aslinya.

Ini Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

Ini Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

Garam Epsom adalah zat kimia berbentuk kristal yang berbentuk dari endapan magnesium, sulfur dan oksigen. Meskipun namanya garam, Epsom salt sangat berbeda dengan garam dapur, terutama dari sisi rasa dan fungsinya. Keduanya mungkin memiliki bentuk yang mirip, yaitu sama-sama berupa kristal berwarna putih dan akan larut ketika dicampur dan diaduk dengan air. Namun, garam dapur memiliki rasa yang asin, sedangkan garam Epsom terasa pahit di lidah sehingga tidak bisa dijadikan penyedap masakan. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang masih meminum larutan garam Epsom karena khasiat kesehatan di dalamnya. Selain itu, garam Epsom juga kerap dijadikan bahan pembuat bath bomb untuk diambil manfaatnya.

Sebelum mencicipi garam Epsom untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, Anda sangat dianjurkan unutk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Buat orang yang mengidap penyakit ginjal atau jantung, sedang hamil atau menyusui, serta anak-anak, mengonsumsi garam Epsom sangat dilarang. Jika dokter memperbolehkan, maka manfaat garam Epsom bisa Anda rasakan antara lain:

  • Menghilangkan pegal-pegal

Garam epsom yang dijadikan campuran pada sabun mandi dipercaya dapat meredakan nyeri dan peradangan pada otot. Tidak heran jika banyak orang suka berendam dengan air yang sudah dicampur bath bomb mengandung garam epsom ini, terutama setelah seharian beraktivitas atau selepas berolahraga.Selain dijadikan bahan rendaman badan, garam epsom juga dapat dilarutkan dalam air minum. Kandungan magnesium di dalamnya diyakini mampu meredakan otot yang kram maupun masalah pencernaan hingga diabetes.

  • Meningkatkan performa

Selain dikonsumsi setelah olahraga, larutan garam epsom juga bisa diminum sebelumnya untuk meningkatkan performa saat latihan agar otot tidak cepat burnout. Tetapi, langkah ini biasanya hanya dijadikan solusi jangka pendek.

  • Mengatasi stress

Lagi-lagi, kandungan magnesium dalam garam epsom digadang-gadang bisa mengatasi stress, salah satunya jika Anda menjadikan garam ini sebagai campuran air mandi. Magnesium yang masuk ke pori-pori kulit dikatakan bisa meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki mood yang buruk, hingga meningkatkan konsentrasi.

  • Melancarkan buang air besar

Bagi sebagian orang, minum larutan garam epsom yang terasa pahit bisa melancarkan pencernaan, termasuk meredakan konstipasi. Namun, takaran garam yang digunakan sebaiknya sedikit saja agar Anda tidak berubah jadi sakit perut.Perlu ditegaskan bahwa manfaat garam epsom ini baru sebatas testimonial dan belum terbukti secara medis. Bila Anda mengidap masalah kesehatan yang disebutkan di atas, sebaiknya tetap dahulukan pengobatan yang disarankan oleh dokter.

Meskipun garam epsom digadang-gadang memiliki banyak manfaat, tidak semua orang aman menggunakan mineral ini. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan garam epsom, antara lain:

  • Jika diminum, larutan garam epsom dapat mengakibatkan dehidrasi hingga masalah pencernaan seperti diare maupun ketidaknyamanan pada perut. Klaim ini bertolak belakang dengan khasiat garam epsom yang disebut-sebut dapat mengeluarkan racun dari tubuh (detoksifikasi).
  • Jika dioleskan pada kulit, garam epsom bisa menimbulkan rasa seperti terbakar hingga iritasi kulit. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk mandi dengan bath bomb yang mengandung garam epsom jika tengah memiliki luka yang terbuka atau kulit yang sensitif.
Gender Dysphoria

Gender Dysphoria

Gender dysphoria merupakan kondisi psikologis dimana kondisi tersebut membuat seseorang berpikir bahwa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan identitas gendernya. Dengan kata lain, seseorang akan berperilaku sesuai lawan gendernya (secara fisik).

Pemahaman Tentang Gender Dysphoria

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), gender dysphoria merupakan kondisi yang muncul ketika seseorang merasa adanya ketidaknyamanan pada jenis kelamin yang dimiliki, dan mereka cenderung memiliki identitas gender yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya secara biologis.

Pada dasarnya, jenis kelamin dan identitas gender adalah dua hal yang berbeda. Jenis kelamin merupakan perbedaan pada penampilan fisik antara pria dan wanita. Identitas gender merupakan peran sosial dan budaya yang diterapkan baik dari laki-laki maupun perempuan.

Sebagian orang mengalami gender dysphoria sejak lahir. Oleh karena itu, sebagian dari mereka mengubah dirinya menjadi seseorang dengan jenis kelamin yang berbeda. Kondisi seperti ini disebut sebagai transgender.

Seseorang yang mengalami gender dysphoria bukan merupakan gangguan mental. Selain itu, tidak semua transgender mengalami gender dysphoria. Sebagian dari mereka mungkin tidak merasa dibebani karena memiliki identitas gender yang berbeda dengan jenis kelamin biologis.

Gejala Gender Dysphoria

Gender dysphoria dapat dialami manusia sejak lahir. Ketika mereka bermain dengan mainan, mereka tidak suka bermain dengan mainan yang sesuai dengan gendernya, namun cenderung bermain dengan apa yang disukai oleh gender lain.

Berikut adalah gejala-gejala yang dialami anak-anak yang mengalami gender dysphoria:

  • Terus berpikir bahwa mereka adalah perempuan (jika mereka adalah laki-laki) atau laki-laki (jika mereka adalah perempuan).
  • Cenderung memilih mainan atau pakaian sesuai dengan gender lain.
  • Cenderung tidak ingin buang air sesuai dengan jenis kelaminnya secara fisik.
  • Merasa stres dengan perubahan tubuhnya ketika mengalami pubertas.
  • Terus membicarakan tentang ganti jenis kelamin.

Berikut adalah gejala-gejala yang dialami remaja dan orang dewasa yang mengalami gender dysphoria:

  • Merasa bahwa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan identitas gendernya.
  • Tidak menyukai alat kelamin yang dimiliki sehingga menolak untuk hal-hal yang melibatkan alat kelaminnya seperti berhubungan secara seksual.
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk menghilangkan alat kelamin dan ciri-ciri biologis.

Penyebab Gender Dysphoria

Menurut National Health Service (NHS), seseorang yang mengalami gender dysphoria dipengaruhi oleh kondisi medis yang langka berupa:

  • Hiperplasia adrenal kongenital

Hiperplasia adrenal kongenital bisa terjadi jika kadar hormon di dalam janin perempuan terlalu tinggi. Ketika lahir, anak tersebut merasa dirinya memiliki identitas gender yang berbeda.

  • Interseks

Interseks bisa terjadi jika bayi memiliki perbedaan antara alat kelamin internal dan alat kelamin eksternal.

  • Sindrom ketidakpekaan androgen

Sindrom ketidakpekaan androgen bisa terjadi karena adanya hormon yang tidak bekerja dengan baik di dalam rahim.

  • Hormon tambahan

Hormon tambahan juga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat seseorang mengalami gender dysphoria. Hal tersebut terjadi karena seorang ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu selama mengandung.

Cara Mengatasi Masalah Gender Dysphoria

Jika seseorang mengalami gender dysphoria, maka perlu diatasi dengan bantuan psikologis. Penanganan dengan bantuan psikologis bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa tidak nyaman yang terjadi karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin dan identitas gender mereka.

Orang-orang yang mengalami gender dysphoria juga mengkonsumsi obat-obat hormon karena merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Penggunaan obat-obat hormon juga harus berada dalam pengawasan dokter.

Kesimpulan

Gender dysphoria sebenarnya merupakan kondisi yang dialami seseorang dimana mereka mengalami perubahan pada perilaku yang tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis. Walaupun tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis, mereka tidak mengalami gangguan mental.