Manfaat Rebonding, Rambut Lurus Dan Halus

Manfaat Rebonding, Rambut Lurus Dan Halus

Rebonding dikenal sebagai perawatan pelurusan rambut. Terdapat beberapa perawatan pelurusan rambut lainnya, seperti smoothing dan juga hair keratin. Lalu apa manfaat rebonding dan yang membedakan perawatan ini dengan yang lain?

Rambut Anda terdiri dari protein. Rambut dihubungkan oleh ikatan disulfida yang membentuk struktur rambut Anda seperti lurus, keriting, bergelombang. Rebonding rambut adalah teknik yang melemaskan ikatan rambut Anda untuk menyusunnya kembali.

Rebonding adalah perawatan pelurusan kimiawi yang membuat rambut Anda lebih halus dan lurus dengan mengubah struktur asli rambut Anda. Perawatan ini menggunakan panas dan bahan kimia untuk memutus ikatan di batang rambut Anda dan membuatnya lebih lurus dan halus.

Jika Anda tertarik untuk melakukan perawatan rebonding, berikut manfaat yang perlu Anda ketahui:

  • Memberikan hasil yang permanen

Tidak seperti perawatan rambut lainnya, rebonding rambut Anda dapat membuatnya lurus secara permanen. Apakah rambut Anda lurus alami dengan sedikit gelombang, atau keriting, Anda akan memiliki rambut lurus dan halus di akhir perawatan rebonding.

  • Peningkatan yang nyata pada kemampuan pengelolaan rambut

Rebonding memungkinkan Anda bertahan di lingkungan yang berangin tanpa mengacak-acak rambut Anda. Anda juga bisa menata atau mengikat rambut tanpa mengurangi kelurusannya.

Anda perlu mempertimbangkan dengan hati-hati keputusan Anda jika ingin melakukan rebonding. Rebonding rambut akan membantu Anda merasa dan terlihat lebih cantik. Jika tidak, ada perawatan rambut lain yang tidak terlalu beresiko dan alami yang dapat Anda pertimbangkan.

Meskipun rebonding memiliki manfaat yang menggiurkan, setiap perawatan kimia memiliki efek sampingnya. Salah satu hal terpenting yang harus diingat sebelum Anda menjalani prosedur ini adalah rambut Anda telah direstrukturisasi, sehingga tidak akan kembali ke bentuk aslinya.

Ini Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

Ini Manfaat Garam Epsom untuk Kesehatan

Garam Epsom adalah zat kimia berbentuk kristal yang berbentuk dari endapan magnesium, sulfur dan oksigen. Meskipun namanya garam, Epsom salt sangat berbeda dengan garam dapur, terutama dari sisi rasa dan fungsinya. Keduanya mungkin memiliki bentuk yang mirip, yaitu sama-sama berupa kristal berwarna putih dan akan larut ketika dicampur dan diaduk dengan air. Namun, garam dapur memiliki rasa yang asin, sedangkan garam Epsom terasa pahit di lidah sehingga tidak bisa dijadikan penyedap masakan. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang masih meminum larutan garam Epsom karena khasiat kesehatan di dalamnya. Selain itu, garam Epsom juga kerap dijadikan bahan pembuat bath bomb untuk diambil manfaatnya.

Sebelum mencicipi garam Epsom untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, Anda sangat dianjurkan unutk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Buat orang yang mengidap penyakit ginjal atau jantung, sedang hamil atau menyusui, serta anak-anak, mengonsumsi garam Epsom sangat dilarang. Jika dokter memperbolehkan, maka manfaat garam Epsom bisa Anda rasakan antara lain:

  • Menghilangkan pegal-pegal

Garam epsom yang dijadikan campuran pada sabun mandi dipercaya dapat meredakan nyeri dan peradangan pada otot. Tidak heran jika banyak orang suka berendam dengan air yang sudah dicampur bath bomb mengandung garam epsom ini, terutama setelah seharian beraktivitas atau selepas berolahraga.Selain dijadikan bahan rendaman badan, garam epsom juga dapat dilarutkan dalam air minum. Kandungan magnesium di dalamnya diyakini mampu meredakan otot yang kram maupun masalah pencernaan hingga diabetes.

  • Meningkatkan performa

Selain dikonsumsi setelah olahraga, larutan garam epsom juga bisa diminum sebelumnya untuk meningkatkan performa saat latihan agar otot tidak cepat burnout. Tetapi, langkah ini biasanya hanya dijadikan solusi jangka pendek.

  • Mengatasi stress

Lagi-lagi, kandungan magnesium dalam garam epsom digadang-gadang bisa mengatasi stress, salah satunya jika Anda menjadikan garam ini sebagai campuran air mandi. Magnesium yang masuk ke pori-pori kulit dikatakan bisa meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki mood yang buruk, hingga meningkatkan konsentrasi.

  • Melancarkan buang air besar

Bagi sebagian orang, minum larutan garam epsom yang terasa pahit bisa melancarkan pencernaan, termasuk meredakan konstipasi. Namun, takaran garam yang digunakan sebaiknya sedikit saja agar Anda tidak berubah jadi sakit perut.Perlu ditegaskan bahwa manfaat garam epsom ini baru sebatas testimonial dan belum terbukti secara medis. Bila Anda mengidap masalah kesehatan yang disebutkan di atas, sebaiknya tetap dahulukan pengobatan yang disarankan oleh dokter.

Meskipun garam epsom digadang-gadang memiliki banyak manfaat, tidak semua orang aman menggunakan mineral ini. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan garam epsom, antara lain:

  • Jika diminum, larutan garam epsom dapat mengakibatkan dehidrasi hingga masalah pencernaan seperti diare maupun ketidaknyamanan pada perut. Klaim ini bertolak belakang dengan khasiat garam epsom yang disebut-sebut dapat mengeluarkan racun dari tubuh (detoksifikasi).
  • Jika dioleskan pada kulit, garam epsom bisa menimbulkan rasa seperti terbakar hingga iritasi kulit. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk mandi dengan bath bomb yang mengandung garam epsom jika tengah memiliki luka yang terbuka atau kulit yang sensitif.
Gender Dysphoria

Gender Dysphoria

Gender dysphoria merupakan kondisi psikologis dimana kondisi tersebut membuat seseorang berpikir bahwa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan identitas gendernya. Dengan kata lain, seseorang akan berperilaku sesuai lawan gendernya (secara fisik).

Pemahaman Tentang Gender Dysphoria

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), gender dysphoria merupakan kondisi yang muncul ketika seseorang merasa adanya ketidaknyamanan pada jenis kelamin yang dimiliki, dan mereka cenderung memiliki identitas gender yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya secara biologis.

Pada dasarnya, jenis kelamin dan identitas gender adalah dua hal yang berbeda. Jenis kelamin merupakan perbedaan pada penampilan fisik antara pria dan wanita. Identitas gender merupakan peran sosial dan budaya yang diterapkan baik dari laki-laki maupun perempuan.

Sebagian orang mengalami gender dysphoria sejak lahir. Oleh karena itu, sebagian dari mereka mengubah dirinya menjadi seseorang dengan jenis kelamin yang berbeda. Kondisi seperti ini disebut sebagai transgender.

Seseorang yang mengalami gender dysphoria bukan merupakan gangguan mental. Selain itu, tidak semua transgender mengalami gender dysphoria. Sebagian dari mereka mungkin tidak merasa dibebani karena memiliki identitas gender yang berbeda dengan jenis kelamin biologis.

Gejala Gender Dysphoria

Gender dysphoria dapat dialami manusia sejak lahir. Ketika mereka bermain dengan mainan, mereka tidak suka bermain dengan mainan yang sesuai dengan gendernya, namun cenderung bermain dengan apa yang disukai oleh gender lain.

Berikut adalah gejala-gejala yang dialami anak-anak yang mengalami gender dysphoria:

  • Terus berpikir bahwa mereka adalah perempuan (jika mereka adalah laki-laki) atau laki-laki (jika mereka adalah perempuan).
  • Cenderung memilih mainan atau pakaian sesuai dengan gender lain.
  • Cenderung tidak ingin buang air sesuai dengan jenis kelaminnya secara fisik.
  • Merasa stres dengan perubahan tubuhnya ketika mengalami pubertas.
  • Terus membicarakan tentang ganti jenis kelamin.

Berikut adalah gejala-gejala yang dialami remaja dan orang dewasa yang mengalami gender dysphoria:

  • Merasa bahwa jenis kelaminnya tidak sesuai dengan identitas gendernya.
  • Tidak menyukai alat kelamin yang dimiliki sehingga menolak untuk hal-hal yang melibatkan alat kelaminnya seperti berhubungan secara seksual.
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk menghilangkan alat kelamin dan ciri-ciri biologis.

Penyebab Gender Dysphoria

Menurut National Health Service (NHS), seseorang yang mengalami gender dysphoria dipengaruhi oleh kondisi medis yang langka berupa:

  • Hiperplasia adrenal kongenital

Hiperplasia adrenal kongenital bisa terjadi jika kadar hormon di dalam janin perempuan terlalu tinggi. Ketika lahir, anak tersebut merasa dirinya memiliki identitas gender yang berbeda.

  • Interseks

Interseks bisa terjadi jika bayi memiliki perbedaan antara alat kelamin internal dan alat kelamin eksternal.

  • Sindrom ketidakpekaan androgen

Sindrom ketidakpekaan androgen bisa terjadi karena adanya hormon yang tidak bekerja dengan baik di dalam rahim.

  • Hormon tambahan

Hormon tambahan juga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat seseorang mengalami gender dysphoria. Hal tersebut terjadi karena seorang ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu selama mengandung.

Cara Mengatasi Masalah Gender Dysphoria

Jika seseorang mengalami gender dysphoria, maka perlu diatasi dengan bantuan psikologis. Penanganan dengan bantuan psikologis bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa tidak nyaman yang terjadi karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin dan identitas gender mereka.

Orang-orang yang mengalami gender dysphoria juga mengkonsumsi obat-obat hormon karena merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Penggunaan obat-obat hormon juga harus berada dalam pengawasan dokter.

Kesimpulan

Gender dysphoria sebenarnya merupakan kondisi yang dialami seseorang dimana mereka mengalami perubahan pada perilaku yang tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis. Walaupun tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis, mereka tidak mengalami gangguan mental.