Baby Oil Juga Memiliki Manfaat untuk Kulit Wajah

Baby Oil Juga Memiliki Manfaat untuk Kulit Wajah

Baby oil terbuat dari minyak mineral alami yang tidak memiliki bau, tidak berwarna, dan tidak mudah teroksidasi sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Selain itu, baby oil juga memiliki kandungan minyak zaitun dan lidah buaya yang juga baik untuk kulit bayi.

Masalahnya, tidak banyak orang yang menyangka jika baby oil berkhasiat pula untuk wajah.  Simak ulasan berikut untuk mengetahui apa saja manfaat baby oil untuk kulit wajah:

  • Dapat Dijadikan Sebagai Makeup Remover

Menghapus makeup adalah hal wajib yang perlu dilakukan jika seseorang tidak ingin memiliki masalah pada wajahnya. Menghapus makeup menggunakan baby oil dapat mencegah jerawat dan kerutan, serta membuat wajah menjadi lebih sehat.

Pasalnya, baby oil dengan segala kandungan alaminya amat disarankan digunakan karena dapat mengangkat makeup yang mempel pada wajah secara tuntas. Cara memakai baby oil sebagai makeup remover cukup mudah dan sama seperti penghapus riasan lainnya. Anda hanya perlu menuangkan baby oil ke kapas wajah lalu gunakan untuk membersihkan riasan pada wajah. Setelahnya bilas menggunakan air hangat.

  • Mencegah Penuaan Dini

Manfaat baby oil untuk wajah selanjutnya adalah sebagai pencegah penuaan dini. Di mana, penuaan dini tidak hanya disebabkan oleh faktor usia saja, melainkan juga disebabkan oleh paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet, polusi udara, bahkan efek dari penggunaan makeup.

Salah satu fungsi utama baby oil adalah melembapkan kulit, sehingga jika Anda menggunakannya secara rutin, wajah Anda akan lebih kencang, terhindar dari flek-flek hitam, mencegah timbulnya keriput, hingga penuaan dini.

Cara menggunakannya cukup dengan mengoleskannya secara merata dan konsisten ke seluruh permukaan wajah. Alangkah lebih baik, jika Anda mengoleskannya sembari memijat halus beberapa bagian wajah agar menjadi lebih rileks.

  • Mengurangi Dark Circle

Manfaat baby oil yang ketiga yaitu untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah mata atau dark circle. Baby oil bisa menjadi alternatif pengganti concealer yang lebih populer menghilangkan lingkaran hitam di bawah mata. Penggunaan baby oil memberikan khasiat ini karena memiliki fungsi yang serupa dengan eye cream.

Caranya, Anda bisa langsung mengoleskannya di bagian bawah mata yang berwarna hitam dan memijatnya perlahan. Setelah selesai, bersihkan baby oil menggunakan tisu, kapas, ataupun handuk. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakannya secara rutin.

  • Melembapkan Kulit

Manfaat baby oil untuk wajah yang sudah menjadi rahasia umum adalah melembapkan kulit wajah dan membuatnya terlihat lebih glowing. Baby oil bisa melembabkan kulit karena bahan ini memiliki kandungan yang dapat mengunci kelembapan kulit sehingga membuat wajah terlihat bercahaya, lebih cerah, dan terpelihara dengan baik. Kemampuan untuk melembapkan kulit wajah yang ditawarkan oleh baby oil tidak akan bisa Anda dapatkan di dalam produk-produk makeup lain.

Anda bisa mengoleskannya secara tipis ke seluruh permukaan wajah saat siang dan malam hari. Hanya saja ketika siang hari, penggunaan baby oil harus dibarengi dengan sunscreen untuk melindungi kulit wajah dari paparan sinar UVA, UVB, dan radikal bebas.

  • Menghilangkan Komedo

Menghilangkan komedo menjadi salah satu manfaat baby oil untuk wajah. Hal tersebut karena baby oil memiliki kemampuan untuk mengeluarkan minyak yang tertimbun di dalam pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati.

Khasiat itu bisa terjadi lantaran baby oil sejatinya memiliki kandungan vitamin E yang kaya akan nutrisi dan pH normal yang mampu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi iritasi kulit. Tidak hanya itu, vitamin E pada baby oil juga dapat menghilangkan sisik pada kulit serta merangsang pembentukan jaringan kulit baru.

***

Sebenarnya, Anda tak perlu membeli produk kecantikan yang mahal untuk menjaga kesahatan kulit. Menggunakan produk sederhana macam baby oil sudah cukup untuk memberikan manfaat yang luar biasa bagi kulit wajah Anda. Gunakanlah secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Pernahkah Anda mendengar berita tentang manfaat salbutamol yang dikatakan memiliki kemampuan untuk mencegah persalinan prematur? Mungkin Anda juga penasaran dan bertanya-tanya mengenai rumor ini. Lebih lengkap mengenai jawaban tersebut, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pada dasarnya salbutamol seringkali digunakan dalam mengatasi sesak napas akibat adanya gangguan pada sistem pernapasan, seperti pada pasien asma maupun PPOK. Obat yang dikategorikan termasuk dalam bronkodilator ini bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar area saluran udara dan juga dapat meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Obat ini dapat digunakan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Tentang persalinan prematur dan hubungannya dengan salbutamol

Seorang ibu dikatakan menjalani persalinan prematur jika diharuskan melahirkan lebih dari 3 minggu sebelum waktu yang seharusnya. Dampak yang mungkin dapat terjadi pasca persalinan prematur ini antara lain komplikasi pada ibu maupun bayi. Bayi berisiko lahir dengan berat badan di bawah normal, terkena gangguan pernapasan, perkembangan organ yang belum sempurna, hingga mengalami gangguan penglihatan.

Terjadinya proses persalinan prematur dapat ditandai dengan:

  • Sakit punggung belakang bawah yang berlangsung lama atau hilang dan timbul dan tidak kunjung membaik.
  • Mengalami kontraksi selama 10 menit atau lebih dalam intensitas sering.
  • Kram pada bagian perut bawah seperti kram ketika menstruasi.
  • Mengalami flek darah ringan.
  • Terdapat cairan yang keluar dari jalan lahir.

Sementara itu, peran salbutamol yang termasuk dalam golongan obat stimulan beta adrenergik dikatakan dapat menolong calon ibu dalam mengurangi kontraksi rahim karena memiliki efek relaksasi. Bahkan, di beberapa negara, prosedur penyuntikan obat suntik salbutamol diperbolehkan dengan tujuan menunda kelahiran prematur pada ibu hamil yang memiliki gejala persalinan prematur seperti yang disebutkan di atas.

Tidak hanya salbutamol suntik, namun juga salbutamol tablet dapat terbukti dapat menunda kehamilan prematur. Prosedur ini dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan pengawasan yang ketat. Namun, penggunaan salbutamol untuk ibu hamil tetap memerlukan konsultasi dan pengawasan dokter.

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Saat menyusui adalah masa terindah bagi seorang ibu. Tidak heran jika wanita yang menyusui akan selalu menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhnya untuk menghasilkan ASI terbaik untuk buah hatinya. Tidak terkecuali saat mengonsumsi obat-obatan selama menyusui. Salah satu obat yang paling sering dikonsumsi di seluruh dunia termasuk oleh ibu menyusui adalah ibuprofen. Namun, apakah obat ibuprofen aman untuk ibu menyusui?

Apa itu obat ibuprofen?

Ibuprofen adalah obat golongan anti peradangan non-steroid yang berefek untuk mengurangi nyeri, menurunkan demam, dan pada dosis yang lebih besar bisa mengurangi peradangan.  Badan kesehatan dunia WHO memasukkan ibuprofen sebagai salah satu obat yang wajib dimiliki fasilitas kesehatan dasar saking seringnya digunakan.

Obat ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi hormon prostaglandin, sebuah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respon terhadap sakit atau cedera. Ketika dilepaskan ke tubuh, prostaglandin menyebabkan tanda peradangan seperti nyeri, demam, dan pembengkakan.

Oleh karena efek obat yang dapat menghambat prostaglandin inilah, maka ibuprofen digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan yang disebabkan kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kraim haid, nyeri sendi, dan lain-lain. Tidak terkecuali untuk wanita yang sedang menyusui. Banyak wanita menyusui yang baru pulih dari proses persalinan mengalami rasa nyeri dan kram pada perut serta pegal-pegal. Ibuprofen dapat meredakan gejala-gejala ini.

Apakah ibu menyusui mengonsumsi obat ibuprofen?

Ibuprofen aman pada dosis kecil sampai sedang pada ibu menyusui karena hanya sedikit saja partikel obat yang tersebar ke ASI. Pada tahun 2014, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi obat ibuprofen yang terdeteksi di ASI ketika seorang ibu mengkonsumsi obat ini adalah kurang dari 0,38%.

Bahkan bila seorang ibu mendapat dosis tinggi Ibuprofen lewat bentuk obat supositoria, sang buah hati hanya akan terpapar kurang dari 1% dosis obat yang diminum sang ibu. Dapat disimpulkan bahwa Ibuprofen merupakan salah satu pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui. Namun bila sang ibu tidak cocok atau alergi terhadap Ibuprofen, sang ibu dapat menggunakan obat lain seperti asetaminofen atau parasetamol.

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Hemoglobin, protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, merupakan zat yang ekstra penting bagi ibu hamil. Zat ini berperan besar dalam untuk menekan risiko pendarahan pada ibu hamil, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Oleh sebab itu, makanan untuk ibu hamil pun harus selalu diperhatikan, untuk menghindari risiko tersebut.

Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswatoro, Semarang dan kawan-kawan melakukan penelitian akan pentingnya hemoglobin. Riset mereka dilakukan lewat studi literatur terhadap sebelas hasil penelitian efek berbagai makanan terhadap peningkatan kadar zat besi pada ibu hamil. Berikut rekomendasi makanan untuk ibu hamil yang dapat meningkatkan hemoglobin dan zat besi.

  1. Ekstrak Bayam Hijau

Sebanyak 34 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan esktrak bayam hijau, sementara kelompok kedua diberikan tablet Fe. Setelah sepekan, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan hemoglobin. Namun, peningkatan lebih besar dialami kelompok pertama, yaitu 0,541 gram per desiliter, sementara kelompok kedua hanya 0,22 gram per desiliter.

  • Telur Ayam Negeri Rebus

Penelitian dilakukan terhadap 30 ibu hamil trisemester II. Mereka dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah sama. Kelompok pertama diberi telur ayam rebus sebutir sehari plus tablet Fe. Kelompok kedua hanya diberi tablet Fe. Setelah sebulan, didapati ibu hamil pada kelompok pertama memiliki peningkatan hemoglobin lebih tinggi, yaitu dari 12 gram per desiliter menjadi 13,7 gram per desiliter.

  • Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)

Penelitian dilakukan terhadap 44 ibu hamil trisemester II. Kelompok pertama, 22 orang, diberikan ubi jalar dan tablet Fe, kelompok kedua hanya diberikan tablet Fe. Hasilnya, kelompok pertama mengalami peningkatan hemoglobin lebih besar, dari 10,85 jadi 11,43.

  • Sari Kacang Hijau

Sebanyak 32 ibu hamil trisemester III mengalami peningkatan hemoglobin setelah rutin minum sari kacang hijau dan tablet Fe (zat besi). Peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi didapati pada ibu hamil yang minum sari kacang hijau dan tablet Fe, ketimbang mereka yang hanya minum tablet Fe. Mengkonsumsi dua cangkir kacang hijau mencukupi separuh kebutuhan zat besi harian, yaitu 18 miligram, dan meningkatkan hemoglobin selama dua pekan.

  • Jus Jambu Biji

Dari 14 ibu hamil yang diteliti, tujuh orang memiliki kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 11 gram persen. Setelah rutin mengkonsumsi jus jambu biji selama sepekan, seluruh responden memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trisemester III.