Pendarahan Saat Hamil Trimester Pertama, Mungkinkah Keguguran?

Pendarahan Saat Hamil Trimester Pertama, Mungkinkah Keguguran?

Sebagai ibu baru, kehamilan akan membawa perubahan besar pada tubuh Anda. Meski pada triumester pertama mungkin belum terlaluterlihat jelas perubahan fisiknya, ada banyak hal terjadi di dalam tubuh ibu. Inilah yang memicu terjadinya pendarahan saat hamil.

Memang, melihat bercak darah saat hamil akan mengkhawatirkan. Namun fenomena ini umum terjadi dan bisa berlanjut hingga trimester ketiga. Lalu kira-kira apa sebab pendarahan saat hamil dan bagaimana kondisi kesehatan janin?

Pendarahan saat hamil bukan berarti keguguran

Pendarahan saat hamil identik dengan keguguran. Pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut sebuah penelitian, sekitar 30 persen ibu hamil mengalami pendarahan ringan atau spotting selama semester pertama, dengan bayi yang tampak sehat.

Umumnya pendarahan terjadi selama satu hingga dua hari. Beberapa hal yang menyebabkan keluarnya darah dari vagina antara lain:

  • Pendarahan implantasi

Bercak darah yang terjadi di awal kehamilan sangat mungkin disebabkan karena hal ini. Pendarahan implantasi terjadi ketika embrio mulai berkembang dan mengisi seluruh rahim Anda. Kondisi ini terjadi sekitar 6 hingga 12 hari saat Anda mulai hamil.

Karena sering terjadi sebelum periode menstruasi dimulai, pendarahan impantasi sering disalahartikan sebagai darah haid. Gejala keduanya juga sangat mirip. Satu-satunya yang membedakan adalah warna darah pada pendarahan implantasi biasanya berwarna lebih terang daripada darah menstruasi.

Pendarahan implantasi berlangsung selama beberapa jam hingga 3 hari dan akan berhenti dengan sendirinya.

  • Polip serviks

Sekitar 2 hingga 5 persen wanita memiliki polip di serviks. Polip serviks biasanya jinak dan tidak menyebabkan kanker, namun ketika teriritasi akan menyebabkan pendarahan.

  • Pasca berhubungan seksual

Berhubungan seksual selama kehamilan juga bisa menyebabkan pendarahan saat hamil. Pemeriksaan fisik yang dilakukan di dekat leher rahim, seperti pemeriksaan panggul juga dapat memicu vagina berdarah. Pendarahan biasanya terjadi satu kali dan kemudian hilang dengan sendirinya.

  • Tanda hamil kembar

Pendarahan saat hamil bisa jadi tanda bahwa Anda hamil anak kembar. Hal ini berkaitan dengan pendarahan implantasi dimana embrio janin mulai berkembang hingga menyentuh dinding rahim dan menyebabkan pendarahan.

Kapan harus ke dokter?

Pendarahan hebat dan gejala lain bisa jadi indikator dari kondisi yang lebih serius dan bisa menyebabkan keguguran. Jika Anda mengalami salah satu gejala dari kondisi berikut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin.

  • Kehamilan etopik

Kehamilan etopik terjadi saat sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim, misalnya di saluran tuba yang terletak di antara ovarium dan rahim. Kondisi ini memengaruhi sekitar 2,5 persen dari semua kehamilan.

Kehamilan etopik harus segera ditangani secara medis karena bayi akan sulit tumbuh dan berkembang di luar rahim. Gejalanya meliputi:

  • Pendarahan berat atau ringan
  • Darah berwarna merah kecoklatan
  • Sakit perut di salah satu sisi perut bagian bawah
  • Sensasi nyeri yang tajam
  • Kram parah
  • Sulit buang air kecil atau besar
  • Kehamilan mola

Penyebab lain pendarahan saat hamil di trimester pertama adalah kehamilan mola. Ini merupakan komplikasi langka dan serius yang terjadi pada 1 dari setiap 1.000 kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika jaringan plasenta tumbuh secara tidak normal karena kesalahan genetik selama pembuahan. Janin yang tidak tumbuh sama sekali dapat menyebabkan keguguran.

Gejalanya meliputi:

  • Pendarahan berwarna merah terang sampai coklat tua
  • Sakit perut bagian bawah atau terasa tertekan
  • Mual dan muntah
  • Pendarahan subchorionic

Pendarahan subchorionic atau hematoma adalah pendarahan yang terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim. Hal ini menyebabkan terbentuknya celah di antara keduanya.

Pendarahan subchorinic bisa meningkatkan risiko keguguran pada awal kehamilan jika ukuran celah sangat besar. Tanda-tanda yang harus diperhatikan antara lain:

  • Pendarahan ringan hingga berat
  • Darah berwarna merah terang hingga kecoklatan
  • Kram
  • Sakit perut bagian bawah

Catatan

Pendarahan saat hamil umum terjadi saat awal kehamilan. Biasanya pendarahan berlansung hingga 3 hari dan akan berhenti dengan sendirinya. Namun jika Anda mengalami pendarahan berat terutama darah berwarna merah gelap dan disertai dengan gejala lain, bisa menjadi indikasi medis yang serius.

Diskusikan kondisi kehamilan Anda dengan chat dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang juga di App Store atau Google Play Store.

Jus Penurun Darah Tinggi: Efektif untuk Ibu Hamil

Jus Penurun Darah Tinggi: Efektif untuk Ibu Hamil

Kehamilan merupakan momen yang dinantikan ibu hamil, karena mereka akan memiliki anak. Meskipun akan memiliki keturunan, ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi ibu hamil, salah satunya termasuk menjaga kondisi kesehatan diri dan janinnya. Untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, ada berbagai makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi, salah satunya termasuk jus. Jus juga diklaim dapat menurunkan kadar darah. Contoh jus penurun darah tinggi yang bisa dikonsumsi adalah jus delima.

Tekanan Darah Tinggi Perlu Diwaspadai

Tekanan darah tinggi juga disebut sebagai preeklampsia. Preeklampsia merupakan kondisi yang bisa berujung fatal pada ibu hamil. Preeklampsia dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sakit kepala, maag, dan mual. Untuk mengatasi preeklampsia, ibu hamil perlu melakukan persalinan, namun cara tersebut sulit untuk dilakukan jika kondisi janin belum matang untuk dilahirkan.

Jus Penurun Darah Tinggi

Jika Anda sedang hamil dan ingin mengatasi gejala preeklampsia, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi jus. Berikut adalah jus penurun darah tinggi yang dapat Anda coba:

  1. Jus ceri

Jus ceri merupakan salah satu jus yang dapat Anda konsumsi, karena jus tersebut mengandung melatonin alami. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 mengungkapkan adanya kaitan antara kadar melatonin rendah di dalam tubuh dengan tekanan darah tinggi ketika seseorang hamil. Buah tersebut dapat mengatasi gejala preeklampsia.

  1. Jus bit

Jus bit merupakan jus lain yang dapat Anda konsumsi. Sebuah studi menyatakan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi jus bit dapat mengatasi gejala preeklampsia dengan cepat.

Bit mengandung kalsium dan bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar natrium dan kalium darah ibu hamil. Bit juga mengandung vitamin A dan zat besi untuk mendukung kesehatan ibu hamil.

  1. Jus delima

Jus delima juga dapat Anda konsumsi, karena jus tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Buah delima mengandung antioksidan yang tinggi berupa senyawa polifenol untuk menurunkan kadar darah.

Selain mengatasi preeklampsia, jus delima juga dapat menurunkan kadar cedera karena stres oksidatif pada plasenta ibu hamil dengan preeklampsia dan mencegah sembelit selama masa kehamilan.

  1. Jus lemon

Jus lemon juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengatasi preeklampsia karena jus tersebut kaya antioksidan. Selain dapat mengatasi preeklampsia, jus tersebut juga dapat mengatasi gangguan pencernaan dan konstipasi selama masa kehamilan.

  1. Jus jambu merah

Jus jambu merah juga dapat Anda konsumsi untuk mengatasi preeklampsia. Jus jambu merah kaya akan vitamin C. Jus jambu merah tidak hanya dapat mengatasi preeklampsia, namun juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kadar gula darah, dan mencegah anemia.

Cara-Cara Lain untuk Menjaga Kehamilan

Selain mengkonsumsi jus di atas, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya Anda terapkan untuk menjaga kesehatan diri dan janin Anda:

  • Makanan

Anda juga sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kondisi janin.

  • Olahraga

Anda juga dihimbau untuk berolahraga dan sebaiknya berolahraga yang ringan seperti yoga.

  • Kebiasaan buruk

Anda juga perlu hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol untuk menjaga kondisi janin.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter untuk membahas tentang kehamilan, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami jika Anda mengalami preeklampsia.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat preeklampsia terjadi?
  • Berapa lama gejala preeklampsia terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Kesimpulan

Jus penurun darah tinggi efektif dalam mengatasi preeklampsia. Cara tersebut bukan satu-satunya cara untuk menjaga kondisi kehamilan, karena masih ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan seperti yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan atau preeklampsia, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Payudara Gatal Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Saat hamil, biasanya ibu akan merasakan gejala seperti mual dan muntah, tubuh kelelahan dan insomnia, serta ngidam es krim atau mangga muda di malam hari. Selain itu, tidak sedikit ibu juga merasakan payudara gatal saat hamil. Ada banyak alasan puting dan payudara gatal saat hamil. Kebanyakan kasus disebabkan karena iritasi kulit dan hormon yang bersirkulasi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun, dalam beberapa kasus lain, payudara gatal saat hamil dapat disebabkan karena kondisi medis tertentu yang perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter. Artikel ini akan membahas apa saja yang menjadi penyebab payudara gatal saat hamil.

Penyebab payudara gatal saat hamil

Berikut ini adalah hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan payudara gatal saat hamil, antara lain adalah:

  • Perubahan hormonal

Hormon Anda mengalami peningkatan pada saat kehamilan, dan peningkatan ini khususnya akan semakin bertambah saat hari H persalinan semakin dekat. Perubahan tersebut akan menyebabkan berbagai gejala, termasuk payudara gatal saat hamil. Faktanya, meskipun terkadang sangat menggangggu, payudara gatal saat hamil merupakan hal yang umum dijumpai terutama apabila Anda tidak memiliki kondisi penyakit tertentu.

  • Kulit yang meregang

Saat Anda dan bayi tumbuh, kulit akan meregang untuk mengakomodasi bentuk dan pertambahan berat baru. Anda bahkan akan menemukan adanya guratan atau garis berlekuk yang biasa disebut dengan istilah “stretch mark” di perut, payudara, pinggul, dan pantat. Guratan tersebut dalam dunia medis dikenal dengan istilah striae gravidarum. Saat stretch mark ini terbentuk, kondisi ini akan menyebabkan adanya sensasi gatal atau rasa terbakar. Stretch mark memiliki warna yang beragam, mulai dari merah, merah muda, biru, hingga ungu. Pada kulit yang putih, stretch mark akan hilang setelah beberapa waktu.

  • Eksim

Eksim yang disebabkan karena kehamilan merupakan kondisi kulit yang umum dijumpai. Anda bisa memiliki bercak eksim pada payudara dan bagian lain tubuh. Selain terasa gatal, eksim juga dapat menyebabkan kulit kering, bercak kemerahan, kulit pecah atau bersisik, dan benjolan kecil timbul pada kulit.

  • Papula urtikaria pruritus dan ruam kehamilan (PUPPP)

Kondisi ini merupakan penyebab umum payudara gatal saat hamil. Selain gatal, Anda juga akan merasakan adanya benjolan timbul pada kulit. Benjolan ini biasanya akan menyebar mulai dari perut hingga payudara, paha, dan pantat. Meskipun kondisi ini sangat tidak nyaman, dokter tidak tahu dengan pasti apa yang menyebabkannya.

  • Prurigo kehamilan

Kondisi lain yang berhubungan dengan kehamilan adalah prurigo. Ini merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap semua perubahan yang dibawa oleh masa kehamilan. Pada kondisi ini, Anda akan melihat adanya benjolan-benjolan kecil di dada dan bagian tubuh lain. Benjolan tersebut terasa gatal dan mirip seperti gigitan serangga. Kondisi ini dapat bertahan selalma berbulan-bulan, bahkan dapat terus ada setelah bayi dilahirkan.

  • Intertrigo

Intertrigo merupakan istilah khusus untuk menyebut ruam di bawah payudara. Namun, ini bukanlah kondisi spesifik yang berhubungan dengan kehamilan. Anda bisa menderita intertrigo kapanpun ada kelembapan, panas, dan gesekan di bawah payudara. Anda akan menemukan adanya ruam merah dan gatal, dan dalam kasus tertentu dapat pecah dan terasa sakit.

Payudara gatal saat hamil dapat menjadi tanda awal Anda sedang hamil. Perubahan pada payudara bermula lebih awal. Perubahan hormon juga dapat memicu terjadinya kondisi ini. Misalnya, sekitar 50 persen wanita yang menderita eksim melihat adanya gejala yang lebih parah saat hamil. Apabila Anda berpikir mungkin sedang hamil, lakukan tes kehamilan di rumah atau kunjungi dokter untuk mendapatkan tes darah guna mengetahui hasil yang lebih akurat.