Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Azithromycin adalah sebuah antibiotik. Kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat menjadi pilihan baik saat tubuh melawan infeksi. Namun, kombinasi ini juga dapat menyebabkan efek samping berubah menjadi lebih parah. Azithromycin membunuh bakteri di dalam tubuh untuk melawan infeksi bakteri. Obat ini tidak bekerja untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti penyakit demam dan flu. Beberapa infeksi bakteri yang dapat diobati dengan azithromycin di antaranya adalah radang tenggorokan, bronchitis, infeksi sinus, infeksi telinga, beberapa infeksi kulit, infeksi tonsil, penyakit ulkus kelamin, infeksi Helicobacter pylori, diare wisatawan, penyakit Legionnaire, dan batuk rejan. Azithromycin aman dan efektif untuk kebanyakan orang ketika dokter meresepkan obat ini untuk infeksi bakteri. Dan tidak ada interaksi langsung dengan alkohol, yang berarti banyak orang dapat mengonsumsi alkohol dalam batas yang wajar saat menggunakan obat ini tanpa adanya gangguan yang serius. 

Mual, muntah, dan diare

Antibiotik, termasuk azithromycin, dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Efek ini dapat terjadi karena azithromycin menyerang semua bakteri di tubuh, termasuk bakteri baik yang ada di saluran pencernaan. Ketika antibiotik membunuh bakteri baik, sistem pencernaan akan kehilangan keseimbangan. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dengan sifat ringan hingga parah. Di sisi lain, minum alkohol dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. 

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan usus kejang, sehingga dapat mendorong kotoran dengan terlalu cepat. Hal ini dapat mengakibatkan diare. Efek tersebut, ditambah dengan kombinasi azithromycin, dapat meningkatkan risiko sakit perut, diare, dan rasa tidak nyaman di tubuh. Tubuh akan kehilangan air penting dan elektrolit ketika diare terjadi. Selain itu, karena alkohol akan bertindak sebagai diuretic, alkohol juga malah akan membuat efek dehidrasi menjadi lebih parah, menyebabkan efek samping tambahan. Sebagai tambahan, jika seseorang muntah setelah mengonsumsi obat, tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menyerapnya. Jika hal ini terjadi, ia perlu menghubungi dokter dan berkonsultasi seputar apa yang perlu dilakukan, apakah mengonsumsi dosis tambahan diperbolehkan atau tidak. 

Sakit kepala

Salah satu potensi efek samping dari azithromycin adalah sakit kepala. Meskipun sakit kepala tidak memengaruhi semua orang yang mengonsumsi antibiotik ini, kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat meningkatkan risiko sakit kepala atau malah membuat sakit kepala yang sekarang sedang dirasakan menjadi lebih parah. Menurut Lembaga Sakit Kepala Nasional, minum alkohol dapat memicu sakit kepala dalam beberapa cara. Alkohol memperbesar pembuluh darah, yang dapat menyebabkan nyeri dan jantung berdebar, serta menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Apabila seseorang mencoba untuk mengatasi sakit kepala dengan obat pereda rasa nyeri, mereka dapat menderita efek samping yang lebih parah. Minum obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen, dapat mengiritasi lambung, menyebabkan gangguan pencernaan dan mual. Anda tidak boleh mengonsumsi acetaminophen dengan alkohol karena kombinasi keduanya dapat menyebabkan gangguan hati serius. 

Pusing

Kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan pusing, sensasi atau perasaan berputar ketika Anda sedang tidak bergerak. Pusing juga merupakan salah satu efek samping dari azithromycin. Kepala yang pusing bisa sangat mengganggu dan berbahaya apabila Anda perlu bekerja, mengemudi, atau mengoperasikan peralatan atau mesin berat. Konsumsi alkohol juga dapat membuat seseorang merasa pusing, sehingga memperbesar efek samping apabila sebelumnya Anda telah meminum azithromycin. 

Obat Grafachlor untuk Apa?

Grafachlor

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk merawat demam, penyakit kulit, alergi, penyakit pernapasan, gangguan rematik, penyakit ginjal, kondisi alergi, penyakit gastrointestinal, gangguan endokrin, dan kondisi lain. 

Grafachlor mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate sebagai bahan aktif yang ada di dalamnya. Grafachlor bekerja dengan cara merawat atau mencegah kondisi medis tertentu dan menghambat histamine dari dalam tubuh. 

Penggunaan dan efek samping

Grafachlor digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan pemulihan beberapa penyakit, kondisi, dan gejala seperti demam, penyakit kulit, alergi, gangguan endocrine, penyakit gastrointestinal, penyakit ginjal, kondisi yang berhubungan dengan alergi, penyakit pernapasan, dan lain-lain. 

Sama seperti obat lain pada umumnya, grafachlor dapat menyebabkan efek samping negatif pada tubuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi di antaranya adalah jerawat, anaphylaxis, bradycardia, allergic dermatitis, hyperglycemia, retensi cairan, kelemahan otot, kejang, depresi, glaucoma, mengantuk, pusing, sakit kepala, konstipasi, sakit perut, pandangan yang kabur, berkurangnya kemampuan dalam berkoordinasi, mulut kering, kesulitan buang air kecil, dan hidung tersumbat. 

Tidak semua orang akan menderita efek samping tersebut. Beberapa di antaranya dapat jarang dijumpai namun bersifat serius. 

Konsultasi dengan dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda efek samping tersebut, terutama apabila gejala bertambah parah atau tidak kunjung reda setelah beberapa minggu. 

Peringatan yang perlu diperhatikan

Sebelum menggunakan grafachlor, beritahu dokter seputar obat-obatan, produk OTC seperti vitamin dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi. Dokter juga perlu tahu seputar alergi, penyakit yang Anda derita, dan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda sedang hamil atau memiliki rencana mendapatkan operasi. 

Hal ini karena beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat Anda menjadi lebih rentan dalam menderita gejala akibat efek samping dari obat grafachlor. Konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter. Dosis yang dokter berikan akan bergantung pada kondisi yang Anda miliki. 

Hubungi dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh ataupun berubah menjadi lebih parah. Risiko efek samping akan lebih besar pada orang-orang yang menderita asma, obstruksi kandung kemih, dan sumbatan usus. 

Hubungi dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, dan jangan menghentikan penggunaan dexamethasone secara tiba-tiba. Anda juga tidak boleh menggunakan grafachlor apabila memiliki infeksi jamur, maag, gangguan ginjal atau hati. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi pada saat menyusui. 

Interaksi obat

Apabila Anda menggunakan obat lain atau produk OTC pada saat yang bersamaan, efek dari grafachlor dapat berubah. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping dan/atau menyebabkan obat menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Beritahu dokter seputar obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi, sehingga dokter dapat membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat. Produk atau obat yang dapat berinteraksi dengan grafachlor di antaranya adalah minuman beralkohol, antihistamine, atropine, aspirin, depresan sistem saraf pusat, cyclosporine, obat-obatan untuk penyakit diabetes, diuretic, ketoconazole, dan monoamine oxidase inhibitor. 

Hipersensitivitas terhadap grafachlor adalah sebuah kontraindikasi. Sebagai tambahan, grafachlor tidak boleh digunakan pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti alergi obat tetes mata, penderita glaukoma atau diabetes, hipersensitivitas terhadap dexchlorpheniramine, bayi, dan ibu yang menyusui. 

Grafachlor mengandung bahan aktif dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Konsultasi dengan dokter perihal bahan aktif tersebut apabila Anda sedang hamil atau berusaha untuk hamil. 

Penggunaan grafachlor biasanya sekitar 2 minggu hingga 3 bulan, masing-masing berbeda tergantung kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang diobati. Untuk informasi pasti, konsultasi dengan dokter. 

Beragam Kegunaan Metronidazole dan Efek Sampingnya

Beragam Kegunaan Metronidazole dan Efek Sampingnya

Metronidazole adalah antibiotik yang diresepkan dokter untuk mengobati infeksi bakteri atau parasit dengan menghancurkan penyebab infeksi. Metronidazole paling sering digunakan untuk mengatasi keputihan, tapi sebenarnya obat bisa digunakan mengobati infeksi di bagian tubuh lain.

Metronidazole tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu tablet dan kapsul oral, dan sediaan topikal seperti krim, gel, dan losion. Efek sampingnya pun akan berbeda pada setiap bentuk sediaan.

Kegunaan metronidazole

Metronidazole digunakan untuk mengatasi kondisi di bawah ini:

  • Infeksi pada vagina, termasuk keputihan
  • Infeksi menular seksual, seperti trikomoniasis
  • Infeksi mulut, termasuk radang mulut, gusi dan abses gigi
  • Radang panggul
  • Infeksi pada lambung dan usus, misalnya penyakit Crohn
  • Infeksi hati
  • Infeksi bedah kolorektal
  • Infeksi saluran cerna

Metronidazole juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat gigitan serangga, bisul kulit, dan mencegah terjadinya infeksi pada luka terbuka.

Metronidazole tersedia dalam bentuk tablet, gel, krim, cairan oral, atau cairan suntik. Obat ini juga tersedia dalam bentuk supositoria, yaitu obat yang dimasukkan ke dalam anus. Dosis dan bentuk sediaan yang diberikan dokter akan berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan, dan kondisi yang diderita..

Misalnya, untuk mengatasi infeksi pada bayi baru lahir (neonatal), dokter akan meresepkan metronidazole oral dosis kecil. Untuk mengatasi diare pada anak akibat infeksi bakteri Clostridium Difficile,  American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian obat secara oral atau melalui intravena.

Efek samping penggunaan metronidazole

Bentuk metronidazol yang berbeda memiliki efek samping yang berbeda pula. Efek samping paling umum dari mengonsumsi tablet atau kapsul metronidazol yaitu sakit kepala, muntah, kehilangan selera makan, dan sedikit rasa logam di mulut.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, konsumsi metronidazole bisa memicu perkembangan kanker, ensefalopati (fungsi otak abnormal), meningitis, dan kerusakan saraf. Antibiotik imi juga bisa menghasilkan reaksi alergi parah, misalnya pembengkakan tenggorokan atau lidah, dan sulit bernapas.

Sementara penggunaan dalam bentuk oles bisa memicu sensasi terbakar dan menyengat, gatal, kulit kering, dan kemerahan. Kram menstruasi juga bisa terjadi bila Anda menggunakan gel vagina metronidazol.

Jika Anda mengalami efek samping setelah penggunaan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Bisakah ibu hamil menggunakan metronidazol?

Metronidazole diketahui aman dikonsumsi ibu hamil, namun penggunaannya selama trimester pertama tidak disarankan karena dapat membahayakan janin. Adapun beberapa orang harus menghindari penggunaan metronidazol jika mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hipersensitivitas atau alergi terhadap metronidazol atau nitroimidazol lain
  • Sedang dalam perawatan dengan disulfiram dalam 2 minggu terakhir
  • Sedang dalam perawatan dengan obat-obatan yang mengandung propilen glikol
  • Konsumsi alkohol

Sebelum menerima metronidazole, Anda juga harus memberi tahu riwayat kesehatan Anda. Untuk memastikan keamanannya, konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang memiliki kondisi antara lain:

  • Hamil atau menyusui
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Penyakit sistem saraf
  • Sindrom Cockayne (kelainan genetik langka)
  • Masalah pada sistem pencernaan, termasuk penyakit Crohn
  • Kelainan sel darah, seperti anemia dan sel darah putih rendah
  • Infeksi jamur di bagian tubuh
  • Gangguan saraf

Catatan

Konsultasikan pada dokter mengenai segala hal terkait metronidazole, mulai dari waktu penggunaan, lama pemakaian, interaksi obat dan makanan yang harus dihindari, serta cara mencegah atau mengatasi efek samping yang akan ditimbulkan.

Anda bisa menanyakannya pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tidak Hanya Melawan Bakteri, Inilah Fungsi Asam Klorida di Lambung

Tidak Hanya Melawan Bakteri, Inilah Fungsi Asam Klorida di Lambung

Lambung mensekresikan zat yang terdiri dari asam klorida, enzim, serta lapisan lendir yang melindungi dinding lambung. Salah satu hasil sekresi tersebut, yaitu asam klorida, dikenal kemampuannya sebagai zat yang mampu membunuh patogen yang masuk ke lambung. Asam klorida diproduksi oleh sel parietal di dalam lambung. Asam klorida cenderung tidak berwarna dan memiliki pH rendah. Tak hanya melwan bakteri, aat ini ternyata mempunyai peran penting lainnya dalam pencernaan makanan. Akan tetapi, terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat metabolismenya yang kurang baik.

Fungsi asam klorida di tubuh

Asam klorida atau HCl disekresikan dengan beberapa enzim dan faktor intrinsik lainnya. Berikut ini fungsi asam klorida di dalam tubuh, utamanya di lambung:

  • Menjaga keseimbangan pH

Asam klorida bersama substansi lainnya, seperti kalium klorida dan natrium klorida membuat kondisi pH lambung menjadi 1-2. Tubuh menghasilkan asam lambung sebanyak 2-3 liter setiap hari. Meskipun sangat asam, namun substansi tersebut tidak akan merusak dinding lambung. Hal tersebut disebabkan terdapat lapisan mengandung zat bikarbonat yang melindungi dinding lambung.

  • Memecah protein

Pepsinogen bereaksi dengan asam klorida membentuk enzim aktif pepsin. Enzim pepsin berguna memecah protein makanan yang masuk ke lambung menjadi asam amino. Kemudian asam amino diserap di usus halus untuk dimanfaatkan tubuh. Tanpa adanya asam klorida, pepsinogen tidak dapat dipecah menjadi pepsin dan protein tidak dapat diserap tubuh.  

  • Membantu penyerapan vitamin dan mineral

Fungsi asam klorida lainnya yaitu memfasilitasi penyerapan vitamin B12, zat besi, dan kalsium. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam produk hewani tinggi protein. Supaya dapat dicerna, vitami B12 harus dilepaskan dari protein terlebih dahulu. Pemecahan protein menggunakan enzim pepsin yang diaktifkan dengan bantuan asam klorida.

Menurut laporan Therapeutic Advances in Drug Safety, zat besi dan kalsium membutuhkan lingkungan asam untuk dapat dipecah dari makanan sehingga tubuh dapat menyerap keduanya secara efektif.

  • Mencegah penyakit

Asam klorida mencegah masuknya patogen yang berasal dari kontaminasi makanan dan minuman atau kontak langsung dengan penderita. Beberepa jenis bakteri yang dapat dicegah dengan keberdaan asam klorida di lambung antara lain bakteri pertonitis, bakteri penyebab jenis pneumonia tertentu, bakteri TBC, serta infeksi enterik.

Meskipun demikian, bukan berarti Anda akan terhindar dari bakteri dan penyakit tersebut hanya dengan metabolisme asam klorida di lambung. Risiko terinfeksi tetap bisa terjadi terlebih apabila sistem imun Anda lemah.

Masalah kesehatan berkaitan dengan asam klorida

Asam klorida berpotensi menjadi penyebab timbulnya penyakit atau masalah kesehatan jika gaya hidup Anda buruk. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi:

  • GERD

Kondisi ini disebabkan katup bawah tenggorokan lemah atau berada dalam kondisi rileks. Akibatnya, asam lambung naik ke tenggorokan. Gejala GERD antara lain nyeri dada, nyeri ulu hati, sulit menelan makanan, rasa panas di tenggorokan, dan tenggorokan terasa mengganjal.

  • Maag

Gastritis atau maag terjadi karena lapisan lambung tipis sehingga asam lambung dengan pH rendah merusak dinding tersbut secara perlahan. Peradangan pun terjadi. Maag juga bisa disebabkan infeksi bakteri gastrointestinal. Gejala maag diantaranya mual, muntah, sakit perut, kembung, bahkan bisa menyebabkan feses berwarna hitam.

  • Hipoklorida

Produksi asam klorida rendah diesebut juga hiploklorida. Kondisi ini biasanya disebabkan karena faktor umur, stres, kekurangan vitamin, mengonsumsi obat-obatan, infeksi bakteri, atau pembedahan. Akibatnya tubuh tidak dapat mencerna zat gizi dengan baik sehingga apabila terjadi terus menerus dalam jangka panjang mengakibatkan kerusakan sistem pencernaan. Masalah kesehatan akibat metabolisme asam klorida yang kurang baik tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan dan pengobatan karena dapat membuat kondisi lambung semakin rusak. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika ada keluhan yang tidak normal.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Naproxen

Naproxen merupakan salah satu obat yang masuk ke golongan NSAID atau obat antiinflamasi. Sebagai obat antiinflamasi, Naproxen juga bekerja menghalangi tubuh memproduksi zat-zat tertentu yang menyebabkan peradangan.

Secara umum, Naproxen yang beredar di pasaran dengan berbagai merek dagang, seperti Aleve, Anaprox, Naprosyn, dan di Indonesia khususnya Xenifar, memiliki kegunaan untuk meredakan nyeri dari berbagai kondisi—mulai dari sakit gigi hingga sakit kepala.

Selain itu, Naproxen dan obat NSAID lainnya juga dapat mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan sendi yang disebabkan oleh radang sendi, bursitis, dan serangan asam urat. Kendati banyak manfaat yang bisa diberikan oleh Naproxen, obat ini juga perlu diwaspadai karena senyawa atau zat-zat tertentu yang dikandungnya.

Jika seseorang salah mengonsumsi atau dikonsumsi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis, beberapa kondisi kesehatan bisa menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, sebagai gambaran umum mengenai obat ini, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum mengonsumsi Naproxen:

  • Pastikan Anda telah memberi tahu kondisi Anda kepada dokter atau apoteker, termasuk ketika Anda memiliki alergi terhadap obat ini, aspirin, atau NSAID lain. Pasalnya, kelompok obat antiinflamasi mengandung bahan tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain. 
  • Konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai riwayat kesehatan Anda, terutama jika memiliki asma, kelainan darah (seperti anemia atau pembekuan darah), polip hidung, masalah jantung, tekanan darah tinggi, penyakit hati, stroke, pembengkakan (seperti edema atau terdapat retensi cairan), masalah pencernaan, dan masalah di kerongkongan.
  • Masalah ginjal terkadang dapat terjadi ketika menggunakan obat-obatan NSAID, termasuk Naproxen. Masalah lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, mengalami gagal jantung atau penyakit ginjal, dan lansia. Untuk mengatasinya, seseorang dapat minum banyak cairan atau segera beri tahu dokter jika mengalami perubahan jumlah urin.
  • Naproxen bisa membuat Anda pusing atau mengantuk. Jika dibarengi dengan konsumsi alkohol atau ganja efeknya bisa bertambah. Oleh karenanya jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan sesaat setelah mengonsumsi Naproxen.
  • Naproxen juga bisa menyebabkan pendarahan lambung dan kemungkinan itu menjadi semakin besar dengan penggunaan alkohol dan tembakau setiap hari, terutama bila dikombinasikan dengan obat ini. Pastikan hindari dua hal tersebut sebelum, saat, atau setelah mengonsumsi Naproxen.
  • Obat ini bisa membuat Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari. Batasi waktu Anda di bawah sinar matahari. Hindari tempat berjemur dan paparan matahari secara langsung. Anda bisa menghindari beberapa risiko ini dengan menggunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan. Segera beritahu dokter jika Anda terbakar sinar matahari atau mengalami kulit melepuh atau kemerahan.
  • Beberapa produk Naproxen mengandung garam (natrium). Beri tahu dokter Anda jika Anda menjalani diet terbatas garam.
  • Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi Anda tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep , obat non-resep, dan produk herbal).
  • Sebelum menggunakan obat ini, wanita usia subur harus berbicara dengan dokter mereka tentang manfaat dan risikonya (seperti keguguran atau kesulitan hamil). Katakan kepada dokter Anda jika sedang hamil atau jika berencana untuk hamil. Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya jika dibutuhkan dengan jelas.

Naproxen tidak dianjurkan untuk digunakan selama trimester pertama dan terakhir kehamilan karena dapat membahayakan bayi yang belum lahir dan gangguan pada persalinan.

  • Obat ini dapat terserap atau masuk ke ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan ketika menyusui bayi Anda. 

Itulah beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum mengambil pengobatan dengan Naproxen. Sebagai obat keras, penggunaan Naproxen amat terbatas. Seseorang bisa mengonsumsi obat ini jika sudah mendapat persetujuan dan resep dari dokter.

Glibenclamide

Glibenclamide

Glibenclamide merupakan jenis obat yang dapat menjaga kadar gula darah untuk mencegah diabetes tipe 2. Glibenclamide bekerja dengan meningkatkan pelepasan insulin.

Obat glibenclamide merupakan obat yang digolongkan sebagai obat antidiabetes sulfonilurea yang dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Obat tersebut juga tersedia dalam kemasan tablet. Contoh-contoh obat glibenclamide yang ada di Indonesia adalah Condiabet, Harmida, Tiabet, dan Vorbet.

Dosis Obat Glibenclamide

Jika Anda ingin menggunakan obat glibenclamide untuk mengatasi diabetes, Anda dapat melakukannya. Dosis obat tersebut juga berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tersebut. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien:

  • Dewasa

Awalnya, dosis yang digunakan sebanyak 2,5 hingga 5 mg sehari. Setelah itu, pasien dapat meningkatkan dosis tersebut sesuai kondisi klinis dan respon terapi. Jika dosis lebih dari 10 mg, maka harus dibagi menjadi 2 dosis dan dosis maksimal yang diperbolehkan sebanyak 20 mg sehari.

  • Lansia

Khusus lansia, dosis yang digunakan sebanyak 1,25 mg sehari.

Efek Samping Obat Glibenclamide

Pada umumnya, obat glibenclamide sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa mual, nyeri ulu hati, dan peningkatan berat badan. Walaupun jarang terjadi, sebagian pasien juga bisa mengalami kondisi berikut:

  • Merasa lemah.
  • Perubahan suasana hati.
  • Memar.
  • Berdarah.
  • Nyeri perut.
  • Mata atau kulit berwarna kuning.
  • Reaksi alergi.
  • Infeksi.

Jika kondisi memburuk, pasien sebaiknya hubungi dokter agar kondisinya dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Jika Anda mengalami efek samping akibat obat glibenclamide dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Penyakit hati.
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit tiroid.
  • Gangguan sistem saraf.
  • Kelainan hormonal.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.
  • Kehamilan atau menyusui.

Anda tidak boleh mengkonsumsi obat glibenclamide jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Diabetes tipe 1.

Informasi lebih lengkap dapat Anda lihat melalui kemasan.

Efek pada Tubuh Jika Dikonsumsi dengan Obat Lain

Selain kondisi, Anda juga perlu pahami bahwa obat glibenclamide tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu tanyakan kepada dokter apakah obat glibenclamide aman untuk digunakan atau tidak. Jika perlu, dokter akan melakukan penyesuaian dengan mengubah dosisnya atau menggantikan obat tersebut dengan obat lain.

Berikut adalah contoh-contoh interaksi obat glibenclamide pada tubuh jika dikonsumsi dengan obat lain:

  • Obat antijamur

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan meningkatkan kadar glibenclamide.

  • Obat diuretik

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan glibenclamide, maka Anda akan menurunkan efek hipoglikemik.

  • Obat antibiotik

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan meningkatkan efek hipoglikemia.

  • Obat colesevelam

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan menurunkan kadar glibenclamide.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan untuk kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat glibenclamide dapat digunakan untuk mencegah diabetes tipe 2. Meskipun demikian, Anda perlu perhatikan penggunaannya dan efek samping yang timbul. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang obat glibenclamide atau diabetes tipe 2.

Ternyata 5-HTP Memiliki Banyak Manfaat Bagi Tubuh. Apa Saja?

Ternyata 5-HTP Memiliki Banyak Manfaat Bagi Tubuh. Apa Saja?

5-Hydroxytryptophan atau 5-HTP  merupakan produk sampingan kimia dari blok pembangun protein L-tryptophan yang bekerja pada sistem saraf pusat dan otak dengan meningkatkan produksi serotonin. Pada dunia medis, 5-HTP telah berguna untuk mengobati beberapa penyakit terutama yang berhubungan dengan serotonin. 5-HTP dapat diproduksi oleh tubuh namun juga tersedia dalam bentuk suplemen yang terbuat dari biji tanaman Griffonia simplicifolia. Penelitian mengatakan bahwa 5-HTP ternyata membawa berbagai manfaat untuk kesehatan, lho!

Manfaat 5-HTP untuk kesehatan

Beberapa penyakit yang terkait dengan serotonin seperti depresi, obesitas, insomnia, dan lain sebagainya dapat diobati dengan menggunakan 5HTP. Berikut ini akan dijelaskan lebih lengkap mengenai manfaat 5-HTP untuk kesehatan.

  • Membantu penurunan berat badan

Manfaat 5-HTP salah satunya adalah membantu seseorang yang sedang menjalani diet. Untuk menurunkan berat badan, suplemen 5-HTP dapat memberikan rasa kenyang serta mengurangi keinginan untuk makan. Selain itu, 5-HTP juga dapat membantu Anda mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak sehingga lebih mudah mengalami penurunan berat badan.

  • Mengurangi migrain

Migrain merupakan sakit kepala sebelah yang sering tiba-tiba muncul. Saat migrain menyerang, tentu akan terasa mengganggu sebab nyeri yang muncul. Untuk mengurangi migrain tersebut, Anda dapat mengonsumsi suplemen 5-HTP. Meski belum diketahui dengan pasti, namun penyebab migrain dipercaya berhubungan dengan kadar serotonin dalam tubuh yang rendah.

  • Memperbaiki kualitas tidur

Seseorang yang mengalami insomnia serta berbagai gangguan tidur lain dapat mencoba mengonsumsi 5-HTP untuk memperbaiki kualitas tidur. Kombinasi 5-HTP dengan gamma-aminobutirat (GABA) dapat meningkatkan durasi tidur, meningkatkan kualitas tidur, serta mempercepat seseorang untuk terlelap.

  • Membantu mengurangi depresi

Manfaat lain dari 5-HTP adalah mengurangi gejala depresi. Meski banyak faktor yang bisa memicu depresi, penelitian meyakini bahwa kadar serotonin yang rendah dalam tubuh juga dapat menyebabkan depresi. Oleh karena itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen 5-HTP untuk membantu mengurangi depresi yang dialami.

  • Meredakan gejala fibromyalgia

Hingga saat ini, penyebab dari fibromyalgia belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi fibromyalgia dapat ditandai dengan tubuh yang terasa lemah dan nyeri tulang serta otot. Beberapa penelitian meyakini bahwa kondisi fibromyalgia berhubungan dengan serotonin dalam tubuh. Oleh  karena itu, untuk meredakan gejala fibromyalgia, suplemen 5-HTP dapat dikonsumsi.

Interaksi dengan obat lain

Penggunaan 5-HTP dengan obat lain perlu disesuaikan dan diwaspadai sebab dapat memunculkan interaksi yang menyebabkan berbagai risiko. Berikut ini beberapa interaksi 5-HTP dengan obat lain yang sebaiknya Anda ketahui.

  1. Interaksi 5-HTP dengan Meperidine (Demerol) dapat menyebabkan terlalu banyak seretonin di otak serta memberi efek samping serius berupa tubuh menggigil, kecemasan, dan masalah jantung.
  2. Interaksi 5-HTP dengan Pentazocine (Talwin) dapat menyebabkan kadar serotonin di tubuh meningkat terlalu tinggi dan berbahaya bagi tubuh.
  3. Interaksi 5-HTP dengan Carbidopa (Lodosyn) dapat mempengaruhi otak serta meningkatkan risiko efek samping berupa bicara cepat, agresivitas, dan kecemasan.
  4. Interaksi 5-HTP dengan Tramadol (Ultram) dapat menyebabkan otak mendapat terlalu banyak serotonin sehingga muncul efek samping seperti otot kaku, menggigil, dan kebingungan.
  5. Interaksi 5-HTP dengan Dekstrometorfan (Robitussin DM dan lainnya) dapat menyebabkan produksi serotonin berlebih dan berbahaya bagi tubuh.

Berbagai efek samping dari 5-HTP dapat muncul seperti diare, muntah, saki perut, dan mual. Untuk itu, pastikan Anda telah mendapat rekomendasi dokter ketika mengonsumsi 5-HTP. Dosis pemberian 5-HTP juga harus tepat sebab jika berlebihan dapat menyebabkan sindrom serotonin dan efek terburuknya adalah kematian. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai 5-HTP, Anda dapat melakukan konsultasi online melalui aplikasi SehatQ.  

Benarkah Visancort Efektif Atasi Jerawat?

Benarkah Visancort Efektif Atasi Jerawat?

Vicansort merupakan obat oles atau topikal yang difungsikan untuk mengatasi peradangan atau proses inflamasi. Sementara jerawat adalah satu bentuk dari kondisi peradangan (dan/atau inflamasi). Lantas, apakah dua pernyataan di atas saling terkait satu sama lain?

Jerawat memang menjadi masalah bagi banyak orang di dunia. Kelompok yang paling sering terpapar adalah remaja, meski tak sedikit pula mereka yang sudah dewasa mengeluhkan jerawat di kulitnya. Salah satu upaya mengatasi jerawat yang paling populer adalah penggunaan produk topikal atau oles. 

Ada banyak sekali produk topikal yang diciptakan khusus untuk mengatasi jerawat, mulai dari kelompok skincare hingga kelompok “obat”. Di antara sekian banyak produk tersebut, hydrocortisone atau hidrokortison banyak muncul di daftar komposisi atau kandungannya. 

Hydrocortisone adalah zat aktif yang tergolong ke dalam kelompok obat kortikosteroid. Senyawa ini, seperti yang sudah disebut di atas, berfungsi untuk meredakan bagian tubuh yang mengalami peradangan (inflamasi), alergi berat, gangguan adrenal, peradangan sendi, asma, lupus, dan berbagai kelainan kulit seperti gigitan serangga, eksim, dermatitis, ruam, dan gatal-gatal. Hydrocortisone bekerja pada sistem kekebalan tubuh sehingga membantu mengurangi pembengkakan, gatal, kemerahan, dan reaksi alergi yang dapat terjadi.

Dalam produk anti-jerawat, Hydrocortisone ditambahkan untuk mengambil peranan meredakan peradangan. Sementara jika kita menilik apa yang ada di dalam Visancort, Hydrocortisone hadir bersama Lodoklorohidroksikinolina dan kamfer. Jumlahnya sama banyak, yakni masing-masing 1% dalam tiap gram.

Efektif atau tidaknya Visancort untuk mengatasi jerawat mungkin amat bergantung dengan berbagai faktor lain. Namun, jawaban paling jujur adalah tidak begitu efektif jika dibandingkan dengan produk lain yang memang diciptakan khusus untuk mengatasi jerawat.

Hal tidak terlepas karena Visancort hanya terdiri dari tiga bahan yang fungsinya terbatas. Mungkin manfaat krim hidrokortison—apapun mereknya, termasuk Visancort—dapat lebih optimal jika digunakan bersama produk perawatan kulit lainnya. Contohnya, produk hidrokortison yang digabungkan dengan obat jerawat mengandung benzoil peroksida dapat meredakan peradangan sekaligus membuat jerawat cepat mengering.

Namun, sebelum seseorang menempuh jalan itu perlu perhitungan yang matang dan hati-hati. Seseorang perlu untuk mendatangi dokter untuk berkonsultasi mengenai kondisi kulitnya, termasuk kemungkinan yang bakal terjadi jika menggunakan berbagai produk secara bersamaan.

Kendati terbilang aman dan memang efektif mengatasi peradangan, tetapi penggunaan Visancort yang mengandung hidrokortison dalam jangka panjang tidak disarankan karena dapat merusak kulit dan meninggalkan bekas yang tampak pada wajah.

Saat seseorang berkonsultasi dengan dokter, dia dapat menilai terlebih dulu apakah masalah pada kulit wajah seseorang perlu diatasi dengan hidrokortison atau jenis obat jerawat lain. Jika memang diperlukan, maka dokter dapat memberikan resep produk hidrokortison yang sesuai dengan kondisi kulitnya.

Jika Anda merupakan seseorang yang tengah menggunakan produk hidrokortison untuk mengobati jerawat, atau Anda baru mulai tertarik untuk menggunakannya, baiknya baca baik-baik instruksi yang diberikan dokter, apoteker, atau yang tertera di kemasan produk. Penggunaan yang tepat dan benar punya andil dalam tingkat efektivitas obat.

Perlu diingat bahwa penggunaan krim hidrokortison, termasuk Visancort, sebagai obat jerawat juga memiliki efek samping. Efek samping tersebut berupa rasa gatal, kemerahan, kulit wajah mengering, perubahan warna kulit, munculnya benjolan kecil, hingga iritasi.

Meskipun efek samping tersebut jarang terjadi, seseorang dapat mengurangi risikonya dengan hanya menggunakan produk hidrokortison yang disarankan oleh dokter. Jangan ragu untuk menghentikan penggunaan krim hidrokortison, baik itu Visancort atau merek lain, untuk jerawat bila Anda tidak merasakan ada perbaikan pada kulit.

Cara Mengobati Gigi Berlubang dengan Tepat

Cara Mengobati Gigi Berlubang dengan Tepat

Memiliki kondisi gigi yang berlubang tentu dapat mengganggu. Selain dapat menimbulkan nyeri dam membuat makanan mudah terselip di gigi, lubang pada gigi juga dapat mengganggu penampilan serta menimbulkan bau mulut. Untuk mengobatinya, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

Cara mengobati gigi berlubang yang tepat, akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan lubang gigi. Oleh karena itu, semakin dini pengobatan mulai dilakukan, maka tingkat keberhasilannya pun akan semakin baik.

Cara mengobati gigi berlubang sesuai anjuran dokter

Gigi yang berlubang hanya bisa diatasi oleh dokter gigi dan cara mengatasinya pun bisa berbeda untuk satu orang dengan orang lainnya. Berikut beberapa prosedur yang umumnya dilakukan:

  • Pemberian fluoride

Perawatan ini akan dilakukan jika kondisi gigi berlubang masih dalam tahap awal, belum terlalu parah, dan belum terbentuk lubang yang besar. Pemberian fluoride dapat dilakukan dengan tujuan memicu kembalinya pembentukan mineral di lapisan terluar gigi (enamel).

Fluoride dapat diberikan dalam bentuk cairan maupun gel. Fluoride tersebut akan disikat secara halus di gigi, atau dengan dioleskan di permukaan gigi saja. Fluoride juga dapat berperan sebagai bahan yang dapat mencegah terbentuknya gigi berlubang.

  • Penambalan gigi

Jika lubang pada gigi telah berkembang hingga lapisan yang lebih dalam dari fase awal, maka dokter gigi akan melakukan penambalan pada gigi Anda. Saat ini, bahan tambal gigi yang paling sering digunakan adalah resit komposit. Sebelum proses penambalan gigi dilakukan, dokter akan membersihkan kotoran yang menempel di lubang gigi menggunakan bur. Setelah bersih, dokter akan menempatkan bahan pelapis sebelum menempatkan bahan tambal ke dalam lubang gigi.

Setelah bahan pelapis ditempatkan, dokter akan mengisi lubang tersebut dengan bahan tambal seperti resin komposit, kemudian membentuknya sesuai dengan bentuk dan warna gigi asli. Jika telah selesai, dokter akan mengarahkan sinar khusus untuk mengeraskan bahan tambal tersebut.

  • Pemasangan mahkota jaket

Pada kondisi lubang gigi yang sudah sangat meluas hingga menyisakan sedikit bagian dari mahkota gigi namun akarnya masih kuat, maka dokter akan melakukan pemasangan mahkota jaket. Sesuai seperti namanya, mahkota jaket dapat diibaratkan seperti jaket yang menutupi seluruh bagian gigi asli dari gigi berlubang tersebut. Mahkota jaket dapat terbuat dari resin, porselen, metal, maupun campuran porselen dan metal.

  • Perawatan saluran akar

Cara mengobat gigi berlubang selanjutnya adalah perawatan melalui saluran akar. Cara ini akan dilakukan jika gigi sudah berlubang sangat dalam, hingga memengaruhi saraf pada gigi. Perawatan saluran akar dilakukan pada gigi yang sarafnya sudah rusak parah, atau bahkan sudah mati. Pada perawatan ini, saraf gigi yang mati akan diambil dan diganti dengan bahan khusus. Setelah perawatan saraf dilakukan, maka akan dilanjutkan dengan penambalan seperti biasa atau dokter dapat memasang mahkota jaket.

  • Pencabutan gigi

Pencabutan gigi akan dilakukan sebagai pilihan terakhir untuk cara mengobati gigi berlubang. Karena kerusakannya sangat parah, pencabutan gigi akan menyisakan ruang antargigi yang dapat memicu terjadinya pergeseran gigi-gigi di sebelahnya, jika tidak diganti dengan gigi palsu.

Setelah memahami cara mengatasi gigi berlubang, diharapkan kesadaran Anda untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jangan tunggu lubang di gigi berkembang, jadi parah untuk memeriksakannya ke dokter. Semakin awal diperiksa, maka perawatan yang dilakukan akan semakin mudah.

Ini Dia Manfaat dan Efek Samping Obat Papaverin

Ini Dia Manfaat dan Efek Samping Obat Papaverin

Rasa mulas dan kram pada perut tentu sangat mengganggu. Tak heran, banyak orang menggunakan obat khusus, seperti obat papaverin untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Jika Anda berkonsultasi ke dokter, besar kemungkinan dokter akan merekomendasikan obat tersebut sebagai pertolongan pertama.

Papaverin memang seringkali digunakan untuk mengatasi kram pada area sekitar perut akibat kontraksi pada otot-otot polos dari saluran pencernaan, ureter, maupun saluran kemih. Papaverin juga lazim digunakan untuk mengobati impotensi atau disfungsi ereksi pada pria. Di samping itu, papaverin juga dapat digunakan sebagai vasodilator.

Golongan obat vasodilator adalah obat-obatan yang memiliki fungsi untuk melebarkan pembuluh darah. Cara kerjanya adalah dengan cara mengurangi ketegangan otot-otot polos di sekitar pembuluh darah tersebut. Fungsi ini seringkali dimanfaatkan untuk melebarkan pembuluh darah otak dan pembuluh darah koroner ketika sedang melakukan prosedur medis tertentu, seperti tindakan bedah di sekitar area tersebut.

Bagaimana cara pakai obat papaverin?

Papaverin hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa. Dikemas dalam bentuk tablet dan juga sediaan suntikan, obat ini membutuhkan resep khusus dari dokter.

Dosis yang dianjurkan untuk dikonsumsi, yaitu tablet tunggal papaverin untuk dewasa sebanyak 100-300 mg yang digunakan sebanyak 3 hingga 5 kali sehari. Sementara itu, untuk sediaan injeksi pada otot dan pembuluh darah, hanya dapat dilakukan oleh dokter maupun tenaga kesehatan. Umumnya, pasien akan diberikan dosis yang paling rendah terlebih dulu ketika baru pertama kali menggunakan obat ini.

Apa saja efek samping obat papaverin yang perlu diperhatikan?

Beberapa efek samping yang telah diketahui dan perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Ereksi yang berlangsung dalam waktu yang lama tanpa adanya rangsangan, fibrosis jaringan penis, dan aritmia jantung.
  • Risiko pusing, kelemahan, bahkan pingsan.
  • Menimbulkan ruam pada kulit, hipertensi, takikardi, dan hipotensi ortostatik.
  • Rasa mual, nyeri perut, menurunnya nafsu makan, sembelit, hingga diare.
  • Risiko terkena sirosis hati.
  • Napas terhenti.

Selain efek samping yang disebutkan, terdapat juga risiko gejala serius yang mungkin terjadi, yaitu hilangnya sensasi dan nyeri pada penis, kesulitan untuk ereksi, keringat dingin, dan juga distorsi ruam.