Inilah Cara-cara Obati Efusi Pleura

Kondisi penumpukan cairan di rongga pleura disebut dengan efusi pleura, merupakan rongga di antara lapisan pleura yang membungkus paru-paru dengan lapisan pleura yang menempel pada dinding di dalam rongga dada. Keadaan ini pada umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain yang diderita seseorang dan bisa disembuhkan dengan pleurodesis.

Apabila dalam kondisi normal, setidaknya terdapat sekitar 10 ml cairan di rongga pleura yang fungsinya menjadi pelumas guna membantu melancarkan pergerakan paru ketika bernapas. Akan tetapi, pada efusi pleura, jumlah cairan ini berlebihan dan menumpuk serta bisa mengakibatkan masalah kesehatan yakni gangguan pernapasan.

Diagnosis Efusi Pleura

Dalam melakukan diagnosa, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala hingga riwayat kesehatan dari pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada dada yang meliputi beberapa hal seperti inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), perkusi (ketukan) dan auskultasi yang dilakukan dengan menggunakan stetoskop.

Pada proses pemeriksaan ini, dokter akan mencari beberapa tanda efusi pleura berupa pergerakan dinding dada yang tampak tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan hingga pasien terlihat sesak. Kemudian, getaran (taktil fremitus) yang terasa lemah pada bagian dada yang berisi cairan dan bunyi ketukan (perkusi) yang lebih berat atau rendah akibat penumpukan cairan di dinding dada.

Pengobatan Efusi Pleura

Selain pleurodesis terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi efusi pleura, tujuan dilakukan pengobatan ini adalah untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura untuk mencegah berulangnya penumpukan cairan dan mengatasi penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura.

  • Thoracentesis

Merupakan prosedur medis yang digunakan untuk mengambil cairan berlebih pada pleura melalui menggunakan jarum yang dimasukkan ke rongga dada. Proses pemeriksaan ini pada umumnya dilakukan jika penumpukan cairan pada paru-paru cukup banyak dan menyebabkan pasien atau penderita kesulitan bernapas dan nyeri dada.

  • Chest Tube

Merupakan prosedur pemasangan selang khusus (kateter) pada rongga pleura lewat sayatan kecil di dada. Selang kemudian dihubungkan dengan mesin untuk mengeluarkan cairan yang terdapat dari pleura, lama atau durasi dari pengeluaran cairan ini bisa berlangsung dalam beberapa hari sehingga membuat pasien harus dirawat di rumah sakit.

  • Pleural Drain

Memiliki prosedur yang mirip dengan chest tube, namun kateter dipasang dalam jangka panjang, secara mandiri pasien bisa mengeluarkan cairan dari pleura. Pemeriksaan ini dilakukan dan dipilih hanya jika efusi pleura terus terjadi.

  • Pleurodesis

Merupakan prosedur penyuntikan zat pemicu peradangan, seperti misalnya talc atau doxycyline ke rongga pleura. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah cairan di dalam rongga pleura dikeluarkan dan biasanya dipilih karena efusi pleura sering kambuh.

Efusi pleura pada umumnya disebabkan karena penyakit lain, hal inilah yang membuat penanganan terhadap penyebab yang mendasari dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa contoh penanganan yang bisa dilakukan adalah pemberian diuretik dan obat-obatan untuk penyakit jantung, bila efusi pleura disebabkan gagal jantung.

Selain itu juga dapat dilakukan pemberian antibiotik, jika efusi pleura disebabkan oleh penyakit infeksi. Hingga yang terakhir adalah kemoterapi dan terapi radiasi, pencegahan ini dilakukan jika efusi pleura disebabkan karena kanker. Sementara itu, tidak ada pencegahan khusus untuk efusi pleura meski terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko.

Beberapa di antaranya seperti membatasi konsumsi alkohol, hentikan kebiasaan merokok, gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar jika pekerjaan berkaitan dengan zat atau bahan yang berpotensi bahaya seperti asbes. Hingga melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter, terutama jika seseorang memiliki penyakit atau kondisi tertentu.

Tips Mengonsumsi Kacang Brazil bagi Kesehatan Tubuh

Kacang brazil merupakan jenis kacang-kacangan yang dipercaya mampu memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan. Berbeda dengan jenis kacang lainnya, kacang ini memiliki ukuran yang cukup besar dan memiliki kandungan mineral selenium yang tinggi.

kacang brazil

Kacang jenis ini diperoleh dari pohon Bertholletia excelsa yang dapat ditemukan di wilayah hutan amazon di Brazil, Peru, dan Bolivia. Berdasarkan penelitian, kacang ini mampu menyembuhkan beragam jenis penyakit, seperti peradangan, gangguan pada kelenjar tiroid, kerusakan jantung, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Bagaimana cara yang tepat untuk mengonsumsi kacang brazil?

Kacang brazil memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas. Sebagian besar orang mengonsumsi kacang ini secara mentah tanpa diolah terlebih dahulu. Akan tetapi, untuk memperoleh kenikmatan tambahan saat mengonsumsinya, Anda juga bisa mengombinasikan kacang brazil atau mengolahnya ke dalam bentuk makanan lain.

Berikut ini terdapat  beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengonsumsi kacang brazil:

  • Memanggang dengan kompor

Memanggang kacang brazil di atas kompor merupakan salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk mengonsumsinya dengan nikmat. Cara ini cukup praktis dan bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Pertama-tama, terbarkan kacang ke dalam satu lapisan luas di atas wajan. Panaskan wajan berisi kacang dengan api sedang selama lima sampai sepuluh menit.

Setiap beberapa menit sekali, pastikan untuk mengaduk kacang agar kacang tidak terbakar. Anda juga bisa mencoba untuk menggoyankang wajan secara berkala untuk menghindari hal ini.

  • Memanggang dengan oven

Selain dengan kompor, kacang brazil panggang juga bisa disajikan dengan menggunakan oven. Metode ini merupakan rekomendasi yang cocok bagi Anda apabila Anda memiliki oven di rumah.

Sebelum mulai memanggang, panaskan oven terlebih dahulu dengan suhu 350°F. Letakkan kacang ke dalam loyang yang telah dilapisi dengan selembar kertas roti. Setelah itu, masukkan loyang berisi kacang ke dalam oven.

Sama seperti memanggang dengan kompor, pangganglah kacang di dalam oven dengan durasi lima sampai sepuluh menit. Setelahnya, angkat loyang dan tambahkan bumbu dapur sesuai selera untuk menambah rasa. Anda bisa menggunakan garam, lada, ataupun jenis rempah-rempah lainnya.

Beberapa orang juga suka untuk menambahkan kacang jenis ini ke dalam hidangan lain, khususnya pada masakan Thailand. Kacang ini juga bisa dicampurkan ke dalam sereal atau oatmeal sebagai menu sarapan.

Bagi Anda yang sedang berdiet, konsumsi kacang brazil juga bisa dicampurkan dengan salad sebagai sumper protein dan lemak. Kacang ini bisa menjadi pengganti dari kacang-kacangan lain yang umumnya dikonsumsi dalam diet sehat, seperti kacang pinus dan susu kacang.

Dimana saya bisa mendapatkan kacang brazil?

Kacang brazil dapat dengan mudah ditemukan di supermarket mana saja. Harganya terbilang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis kacang pada umumnya.

Setelah membeli kacang brazil, ingatlah untuk selalu menyimpang kacang ke dalam lemari es untuk meningkatkan ketahanan kacang. Kacang yang tidak disimpang di lemari es memiliki potensi untuk lebih cepat rusak atau membusuk.

Perlu diingat, kacang sebaiknya disimpan di wadah yang tertutup rapat. Segera hentikan konsumsi apabila tekstur kacang mulai terasa lunak dan mengeluarkan bau tengik. Perhatikan juga kondisi ini ketika Anda melakukan pembelian kacang di supermarket. Kacang brazil yang dipanggang memiliki ketahanan lebih lama apabila dibandingkan dengan kacang yang mentah. Selain itu, kacang yang dipanggang juga memiliki lebih banyak kandungan natrium.

Mata Ikan, Samakah dengan Kapalan?

Mata Ikan, Samakah dengan Kapalan?

Mata ikan seringkali disamakan dengan kapalan karena ciri-cirinya yang mirip yaitu terjadi penebalan kulit. Umumnya, mata ikan muncul di kaki akibat gesekan berlebihan. Bedanya, kapalan tidak peril diobati. Sedangkan mata ikan perlu diberi obat seperti salep mata ikan. Faktor lain yang juga membedakan mata ikan dan kapalan adalah rasa nyerinya. Kapalan tidak menimbulkan rasa nyeri, sementara mata ikan bisa menimbulkan rasa nyeri ketika ditekan. Bentuk mata ikan pun lebih besar ketimbang kapalan. Selain itu, kapalan biasanya muncul di area kulit yang menahan beban seperti telapak kaki, tumit, telapak tangan, atau lutut. Sementara mata ikan? Bisa muncul di bagian kulit yang tidak menahan beban sekalipun.

Apa gejala mata ikan?

Anda juga perlu mengenali gejala mata ikan agar bisa membedakannya dengan penyakit kulit lainnya. Gejalanya yang mudah dikenali adalah:

  • Muncul benjolan di kulit
  • Area kulit kering dan bersisik
  • Bercak tebal dan keras pada kulit
  • Rasa tidak nyaman
  • Nyeri saat ditekan

Biasanya, mata ikan ini terjadi karena banyak hal. Ada kondisi bawaan yang membuat seseorang rentan mengalami mata ikan, seperti bunion dan hammertoe. Bunion adalah benjolan tulang yang berbentuk tidak normal pada sendi di pangkal jempol kaki. Sedangkan kondisi hammertoe adalah kelainan bentuk jari kaki. Biasanya, bentuknya cenderung menekuk seperti cakar. Penyebab lain dari mata ikan bisa juga dari faktor eksternal seperti memakai sepatu dengan ukuran terlalu longgar atau sepatu yang membuat area kaki tertekan berlebihan.

Jenis-jenis salep mata ikan

Sama seperti obat untuk penyakit kulit lainnya, pengaplikasiannya biasanya dalam bentuk obat oles. Jenis-jenis salep mata ikan yang bisa Anda pilih adalah:

  • Amonium laktat
  • Asam salisilat
  • Tretinoin
  • Triamcinolone

Bagaimana mengobati mata ikan?

Untuk awalnya, mata ikan bisa diatasi dengan merendam kaki di air hangat selama 10-15 menit. Kemudian, gosok dengan batu apung untuk mengikis penebalan kulit.

Tapi hal ini baru bisa terjadi apabila sudah tidak terasa nyeri. Jika masih nyeri, wah jangan coba-coba ya. Lebih baik gunakan salep mata ikan terlebih dahulu. Salep mata ikan mudah ditemukan kok dan banyak dijual bebas di apotek.

Penyakit Serius Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Penyakit Serius Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Anda tidak boleh meremehkan sakit pinggang sebelah kanan! Sakit pinggang sudah terbukti secara medis bisa membahayakan nyawa dalam kondisi tertentu. Sakit pinggang sering diasosiasikan sebagai penyakitnya orang tua, tapi anak muda juga bisa mengalaminya karena berbagai alasan medis tertentu. Salah satu yang paling umum adalah terjadinya cedera otot pada bagian pinggang sebelah kanan. Cedera bisa diakibatkan oleh aktivitas mengangkat benda berat, jatuh, atau terpukul di sekitar pinggang sebelah kanan.

Masalah Kesehatan lain yang bisa jadi penyebab sakit pinggang adalah saraf terjepit yang biasanya disebabkan oleh adanya gangguan saraf pada tulang belakang Anda. Selain dua penyebab di atas, terdapat setidaknya empat penyakit serius yang mungkin menimbulkan sakit di pinggang sebelah kanan. Penyakit-penyakit tersebut adalah:

  1. Cacar api (Herpes zoster)

Sakit pinggang yang disebabkan oleh cacar api bisa menyebabkan nyeri disertai rasa panas. Penyakit ini punya tanda jelas, yakni luka pada kulit berbentuk lepuhan yang berisi air dan terkadang gatal.

  • Radang usus buntu (apendisitis)

Salah satu keluhan paling umum dari penderita radang usus buntu adalah rasa sakit perut di sebelah kanan. Rasa sakit ini bisa membuat Anda sangat tersiksa sehingga kamu hanya bisa meringkuk sambil memegangi perut bagian kanan ini. Jika tidak cepat ditangani, nyawa bisa terancam. Pasalnya, usus buntu Anda bisa pecah sehingga infeksinya meluas ke area tubuh yang lain.

  • Batu ginjal

Ketika salah satu dari dua ginjal Anda bermasalah, maka Anda bisa merasakan sakit pinggang yang hebat. Salah satu masalah ginjal yang paling umum adalah batu ginjal, terutama ketika batu tersebut berpindah menuju saluran yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih alias ureter. Selain sakit pinggang, penderita batu ginjal juga bisa mengalami mual hingga muntah. Selain itu, mereka juga mengeluhkan buang air kecil yang berwarna merah.

  • Infeksi ginjal (pielonefritis)

Infeksi ginjal bisa membuat ginjal Anda membesar dan rusak secara permanen. Tidak heran jika kemudian kondisi ini mengancam nyawa. Sakit pinggang sebelah kanan adalah satu satu tanda yang paling awam. Selain itu, pielonefritis dapat membuat kamu demam tinggi, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, hingga urine yang berwarna keruh dan bau amis.

Cek Gejala Sakit Jantung Berikut yang Seringkali Diremehkan

Cek Gejala Sakit Jantung Berikut yang Seringkali Diremehkan

Gejala umum yang seringkali muncul ketika seseorang mengalami sakit jantung adalah nyeri dada. Namun, gejala penyakit jantung dapat berbeda antara satu pasien dengan lainnya. Seringkali sakit jantung ditandai dengan gejala umum yang sering dialami oleh seseorang, sehingga mereka tidak sadar bahwa dirinya mengalami sakit jantung. Di bawah ini, terdapat kondisi yang kerap kali dirasakan oleh seseorang tanpa disadari dapat menjadi gejala dari penyakit jantung:

  • Napas yang sering tersengal

Napas tersengal selepas melakukan olahraga berat pada sadarnya merupakan kondisi normal. Namun, jika Anda sering merasa bahwa napas Anda tersengal, walau hanya melakukan sedikit aktivitas, maka hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa terdapat gangguan pada jantung Anda.

  • Detak jantung yang tidak beraturan

Detak jantung akan terasa berdetak lebih kencang atau secara tidak teratur ketika Anda merasa gugup atau terlalu bersemangat. Namun, jika jantung berdetak secara cepat bahwa pada saat Anda menduga atau mengetahui penyebabnya, hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda sakit jantung. Walaupun begitu, faktor lain yang menyebabkan jantung berdetak secara tidak beraturan yaitu konsumsi kafein dan kurangnya waktu tidur.

  • Tubuh memproduksi keringat berlebih

Jika Anda seringkali berkeringat tanpa sebab yang tidak pasti, maka Anda perlu mewaspadai kondisi tersebut sebagai salah satu gejala sakit jantung. Terutama, ketika kondisi ini disertai dengan nyeri pada bagian dada.

  • Mengalami mual dan sakit perut

Dalam kasus tertentu, penderita sakit jantung mengalami mual dan sakit perut. Hal ini seringkali terjadi pada wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini juga umum terjadi pada seseorang ketika mengalami serangan jantung. Memang, terdapat faktor lain yang dapat memicu sakit perut. Namun, jika Anda mengalami mual dan sakit perut, serta berisiko tinggi terkena penyakit jantung, Anda perlu untuk selalu waspada. Tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

  • Mudah lelah

Rasa lelah memang seringkali terjadi. Namun, jika rasa lelah ini berlangsung secara terus menerus, Anda perlu untuk waspada. Penyakit jantung yang seringkali ditandai dengan kondisi mudah lelah, antara lain gagal jantung dan penyakit jantung koroner.

Penyakit Thalasemia, Kelainan Darah yang Diturunkan

Penyakit Thalasemia, Kelainan Darah yang Diturunkan

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit thalasemia? Penyakit thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik. Pada tubuh seseorang yang mengalami thalasemia, terdapat kelainan pada hemoglobin yang bertugas hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Terdapat tiga jenis thalasemia yang sejauh ini telah diketahui:

  • Thalasemia beta dengan subtipe mayor dan intermedia.
  • Thalasemia alfa dengan subtipe hemoglobin An dan hidrops fetalis.
  • Thalasemia minor.

Penyebab dan gejala penyakit thalasemia

Sejauh ini, penyebab utama dari penyakit thalasemia dipicu oleh mutasi sel yang menyebabkan ketidaknormalan produksi sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi ini memicu terjadinya berbagai macam gangguan yang berkaitan dengan kurangnya asupan oksigen pada sel darah merah, antara lain:

  • Rentan merasa lelah, letih, dan lesu.
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih pucat dan menguning.
  • Pertumbuhan tubuh mengalami gangguan, terutama pada anak-anak.
  • Perubahan warna urin menjadi lebih gelap.
  • Terjadinya pembesaran pada bagian perut dan daerah limpa.
  • Menurunnya nafsu makan.

Bagaimana mendiagnosis penyakit thalasemia?

Proses mendiagnosis thalasemia dilakukan dengan melakukan tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi jumlah sel darah merah, warna sel darah merah, bentuk dari sel darah, elektroforesis hemoglobin, dan kadar zat besi yang terkandung dalam darah. Jika hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah hemoglobin dan sel darah merah berada di bawah standar normal dan juga terdapat pembesaran limpa, maka hasil tersebut menegaskan bahwa seseorang terkena thalasemia.

Cara mengatasi penyakit thalasemia

Pasien thalasemia seringkali mengalami kekurangan darah. Maka dari itu, mereka seringkali melakukan prosedur transfusi darah secara berkala untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh thalasemia. Sayangnya, prosedur ini berisiko menimbulkan penumpukan zat besi yang dapat merusak kesehatan jantung dan hati pasien.

Ada pun cara lain untuk mengatasi thalasemia yaitu dengan melakukan prosedur transplantasi sumsum tulang. Prosedur medis ini dapat mengecilkan ukuran limpa dan juga dapat mencegah risiko anemia akibat hancurnya sel darah merah pada limpa.

Hingga saat ini, belum ditemukan cara untuk mencegah thalasemia. Jika Anda dan pasangan berencana untuk memiliki keturunan, maka konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui risiko thalasemia yang dapat diturunkan pada calon bayi Anda.

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Pernahkah Anda mendengar tentang laringitis? Laringitis adalah suatu kondisi yang terjadi akibat iritasi jenis akut pada bagian laring (kotak suara). Salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya kondisi ini adalah penggunaan kotak suara akut yang dilakukan secara berlebihan, seperti kegiatan menyanyi atau berbicara dengan suara yang sangat keras. Di samping itu, laringitis juga dapat terjadi karena infeksi tenggorokan maupun menghirup polusi udara.

Sementara itu, laringitis kronik yang biasanya terjadi secara berulang, dipicu oleh penyakit tertentu, seperti GERD yang menyebabkan reflux asam lambung ke tenggorokan, sehingga ia mengiritasi kotak suara. Faktor lain yang juga menjadi penyebab kondisi ini adalah alergi dan kebiasaan merokok.

Ketika terjadi peradangan pada kotak suara, maka pita suara juga akan terganggu dan mengakibatkan sulitnya suara untuk dikeluarkan. Pita suara itu sendiri adalah otot-otot yang berada dalam kotak suara dalam tenggorokan. Ketika Anda berbicara, udara yang melewati pita suara dapat menyebabkan organ tersebut bergetar dan menyebabkan suara dapat dikeluarkan. Namun, ketika pita suara mengalami iritasi, peradangan dan pembengkakan suara akan berada dalam kondisi serak atau bahkan tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Selain itu, gejala lain dari laringitis adalah frekuensi suara yang meninggi dan merendah secara tidak teratur ketika berbicara, diproduksinya suara seperti bisikan, sakit tenggorokan yang disertai batuk-batuk.

Cara mengatasi laringitis bergantung pada penyebab terjadinya peradangan tersebut. Jika laringitis disebabkan infeksi bakteri, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan antibiotik. Jika Anda ingin mengatasi laringitis kronis, maka mengubah gaya hidup dan berhenti merokok merupakan solusi ideal untuk mengatasi peradangan yang dialami. Sebagai tambahan, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Berkumur dengan air garam: mencampur satu sendok garam meja dengan segelas air hangat dan berkumur.
  • Konsumsi jahe: cara ini dapat dilakukan dengan merebus jahe dan mengonsumsi air rebusan tersebut yang telah diberi sedikit gula merah maupun dicampur dengan teh.
  • Mengunyah bawang putih: dilakukan dengan mengunyah bawang putih yang sebelumnya telah digeprek maupun bawang putih yang digunakan sebagai bumbu masak.
  • Konsumsi madu: madu dipercaya dapat mengatasi rasa gatal pada tenggorokan. Campurkan madu ke dalam teh hangat.