Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada yang sering terasa sesak bisa menjadi indikator Anda terkena penyakit emfisema. Apakah itu? Penyakit emfisema adalah kerusakan kantong udara pa paru-paru sehingga kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun. Penyakit emfisema digolongkan pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meski perkembangan penyakit emfisema dapat dihambat dengan berbagai cara, namun paru-paru yang terlanjur rusak tidak dapat dikembalikan seperti ketika masih sehat. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai seluk beluk penyakit emfisema yang perlu Anda ketahui.

Penyebab penyakit emfisema

Penyakit emfisema dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab penyakit emfisema di antaranya paparan asap rokok, substansi kimia, polusi udara, serta paparan debu (produk kayu, tambang, dan katun). Penyakit emfisema akan terjadi jika seseorang mengalami berbagai paparan tersebut dalam jangka panjang.

Gejala yang muncul

Orang yang mengidap emfisema bisa tidak menunjukkan gejala apa pun. Meski demikian, semakin lama seseorang mengindap penyakit emfisema tentu akan menunjukkan gejalanya sebab terhambatnya pertukaran udara pada tubuh. Beberapa gejala yang muncul pada penyakit emfisema yaitu:

  1. Dada terasa sesak
  2. Batuk berdahak
  3. Kesulitan bernapas terutama ketika beraktivitas
  4. Bibir berwarna kebiruan
  5. Suara napas terdengar nyaring
  6. Sakit kepala umumnya terjadi di pagi hari
  7. Tidak waspada secara mental

Jika penyakit emfisema yang diderita sudah cukup parah, gejala tambahan akan muncul menyertai gejala yang telah disebutkan di atas. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang akan muncul saat kondisi sudah parah.

  1. Pembengkakan pada tangan dan kaki
  2. Infeksi pernapasan
  3. Lemah otot
  4. Penurunan berat badan
  5. Kesulitan tidur
  6. Cemas berlebih
  7. Depresi

Cara mengobati penyakit emfisema

Untuk mengobati penyakit emfisema, beberapa cara dapat dilakukan termasuk menggunakan obat-obatan, menjalani terapi, dan melalui operasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Pemberian obat

Penyakit emfisema dapat diatasi dengan pemberian obat yaitu inhalasi bronkodilator. Obat ini berfungsi untuk membuat saluran udara di paru-paru menjadi terbuka. Efeknya adalah meredanya berbagai gejala dan paru-paru menjadi lebih rileks. Pemberian obat harus disertai oleh resep dokter sebab dosisnya dapat berbeda tergantung kondisi pasien.

  • Terapi pendukung

Selain pemberian obat, terdapat cara lain untuk mengobati penyakit emfisema berupa terapi oksigen. Cara ini digunakan pada penderita emfisema yang kondisinya memburuk karena fungsi pernapasan semakin turun. Terapi oksigen berfungsi untuk membantu memberikan suplai oksigen ke paru-paru. Dari paru-paru, nantinya oksigen tersebut akan dialirkan pada seluruh tubuh. Pemberian terapi oksigen dilakukan pada malam hari selama 24 jam atau 12 jam tergantung kondisi pasien.  

  • Prosedur operasi

Cara terakhir untuk mengobati penyakit emfisema adalah melalui prosedur operasi pengangkatan jaringan. Jika penyakit emfisema yang diderita sangat parah maka perlu tindakan berupa pengangkatan jaringan paru-paru yang bermasalah. Jika tidak diangkat, jaringan yang bermasalah tersebut dapat membebani kinerja tubuh dan berefek pada peningkatan fungsi diafragma dan paru-paru. Selain operasi pengangkatan jaringan, terdapat opsi lain berupa transplantasi paru-paru yang disertai dengan konsumsi obat seumur hidup.

Penyakit emfisema dalam jangka panjang terutama yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Untuk memastikan seseorang terkena emfisema diperlukan serangkain tes. Dokter dapat melakukan diagnosis setelah melalui anamnesis, cek riwayat medis, dan CT scan atau X-ray. Anda dapat mengetahui berbagai hal mengenai pennyakit emfisema lebih lanjut melalui sesi konsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ.

Pahami Kondisi Gangguan Keseimbangan Asam Basa

Gangguan keseimbangan asam basa adalah perubahan patologis pada tekanan parsial karbondioksida (Pco2) atau bikarbonat serum (HCO3-) yang biasanya menghasilkan nilai pH arteri yang abnormal.

Darah Anda membutuhkan keseimbangan yang tepat antara senyawa asam dan basa (basa) agar berfungsi dengan baik. Hal ini disebut keseimbangan asam-basa. Ginjal dan paru-paru Anda bekerja untuk menjaga keseimbangan asam-basa. Bahkan sedikit variasi dari kisaran normal dapat berdampak signifikan pada organ vital Anda.

Sifat penting darah adalah derajat keasaman atau alkalinitasnya. Keasaman atau alkalinitas larutan apa pun, termasuk darah, ditunjukkan pada skala pH. Skala pH, berkisar dari 0 (sangat asam) hingga 14 (sangat basa atau basa). Sebuah pH 7.0, di tengah skala ini, adalah netral. Darah biasanya sedikit basa, dengan kisaran pH normal sekitar 7,35 hingga 7,45. Biasanya tubuh mempertahankan pH darah mendekati 7,40.

Seorang dokter mengevaluasi keseimbangan asam-basa seseorang dengan mengukur pH dan kadar karbon dioksida (asam) dan bikarbonat (basa) dalam darah. Gangguan asam basa adalah perubahan patologis pada tekanan parsial karbondioksida (Pco2) atau serum bikarbonat (HCO3-) yang biasanya menghasilkan nilai pH arteri yang abnormal, seperti:

  • Asidemia adalah pH serum <7,35.
  • Alkalemia adalah pH serum> 7,45.
  • Asidosis mengacu pada proses fisiologis yang menyebabkan akumulasi asam atau kehilangan alkali.
  • Alkalosis mengacu pada proses fisiologis yang menyebabkan akumulasi alkali atau kehilangan asam.

Keseimbangan asam-basa darah dikontrol dengan tepat karena bahkan penyimpangan kecil dari kisaran normal dapat sangat mempengaruhi banyak organ. Tubuh Anda menggunakan mekanisme yang berbeda untuk mengontrol keseimbangan asam-basa darah, sehingga mencegah terjadinya gangguan. Mekanisme ini melibatkan:

  1. Paru-paru
  2. Ginjal
  3. Sistem penyangga

Kadar asam dan basa diukur dengan skala pH. Peningkatan keasaman menyebabkan tingkat pH turun. Peningkatan basa menyebabkan tingkat pH meningkat. Ketika kadar asam dalam darah Anda terlalu tinggi, kondisi ini disebut asidosis. Ketika darah Anda terlalu basa, kondisi ini disebut alkalosis.

Asidosis dan alkalosis pernapasan disebabkan oleh masalah dengan paru-paru. Asidosis metabolik dan alkalosis disebabkan oleh masalah pada ginjal. Masing-masing kondisi ini disebabkan oleh penyakit atau kelainan yang mendasari. 

Seorang dokter mengevaluasi adanya gangguan keseimbangan asam-basa Anda dengan mengukur pH dan kadar karbon dioksida (asam) dan bikarbonat (basa) dalam darah. Keasaman darah meningkat bila:

  • Tingkat senyawa asam dalam tubuh meningkat (melalui peningkatan asupan atau produksi, atau penurunan eliminasi)
  • Kadar senyawa basa (basa) dalam tubuh menurun (melalui penurunan asupan atau produksi, atau peningkatan eliminasi)
  • Alkalinitas darah meningkat ketika kadar asam dalam tubuh menurun atau ketika kadar basa meningkat.

Setiap gangguan keseimbangan asam-basa memicu mekanisme kompensasi otomatis yang mendorong pH darah Anda kembali ke normal. Secara umum, sistem pernafasan mengkompensasi gangguan metabolisme sementara mekanisme metabolisme mengkompensasi gangguan pernafasan.

Pada awalnya, mekanisme kompensasi dapat mengembalikan pH mendekati normal. Sehingga, jika pH darah Anda berubah secara signifikan, hal itu berarti kemampuan tubuh untuk mengimbanginya sedang gagal. Dalam kasus tersebut, dokter akan segera mencari dan mengobati penyebab yang mendasari gangguan keseimbangan asam basa.

Mengenal Blefaritis, Penyakit Peradangan Pada Kelopak Mata

Kelopak mata merupakan lipatan kulit yang menutupi mata dan melindunginya dari cidera dan debu. Kelopak mata juga memiliki folikel rambut melengkung dan pendek yang disebut bulu mata pada tepiannya. Folikel rambut tersebut mengandung kelenjar minyak, yang terkadang dapat tersumbat atau iritasi, sehingga menyebababkan gangguan kesehatan kelopak mata. Salah satu gangguan tersebut dikenal dengan nama blefaritis, atau peradangan kelopak mata.

Penyebab dan jenis

Penyebab pasti blefaritis kadang sulit untuk ditentukan. Namun, beberapa faktor yang berbeda dapat meningkatkan risiko Anda terkena blefaritis. Misalnya, Anda memiliki risiko lebih tinggi menderita blefaritis apabila Anda memiliki ketombe di kulit kepala atau alis. Ada pula kemungkinan Anda memiliki reaksi alergi terhadap makeup atau produk kosmetik lain yang Anda oleskan di sekitar daerah mata, memicu terjadinya peradangan kelopak mata. Penyebab atau faktor risiko peradagan kelopak mata lain di antaranya adalah memiliki kutu bulu mata, infeksi bakteri, efek samping obat-obatan, dan kelenjar minyak yang rusak. Ada dua jenis peradangan kelopak mata, yaitu:

  • Peradangan kelopak mata anterior. Yang terjadi di bagian luar mata di mana bulu mata terletak. Ketombe di alis da reaksi alergi pada mata dapat menyebabkan peradangan kelopak mata anterior ini.
  • Peradangan kelopak mata posterior. Yang terjadi di bagian dalam tepi kelopak mata yang dekat dengan mata. Kelanjar minyak yang rusak di belakang folikel bulu mata biasanya menyebabkan peradangan kelopak mata jenis ini.

Gejala dan diagnosa

Peradangan kelopak mata biasanya muda diketahui karena kondisi ini dapat mengiritasi mata dan memengaruhi penglihatan Anda. Gejala blefaritis lain di antaranya adalah kelopak mata yang terasa gatal, kelopak mata yang bengkak, sensasi terbakar di mata, kelopak mata berminyak, sensasi ada sesuatu di dalam mata Anda, mata merah, mata berair, dan sensitivitas terhadap cahaya. Gejala-gejal tersebut juga dapat mengindikasikan adanya infeksi mata yang serius. Anda perlu merawat gejala tersebut sebagai sebuah kegawatdaruratan medis dan mengunjungi dokter segera.

Dokter mata akan mendiagnosa peradagan kelopak mata. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan fisik pada bagian mata sudah cukup untuk mendiagnosa blefaritis. Dokter juga dapat memeriksa kondisi kelopak mata dengan alat pembesar khusus. Pemeriksaan mata ini bertujuan untuk memeriksa peradangan serta tanda-tanda bakteri, jamur, serta virus yang dapat mengindikasikan adanya infeksi. Apabila ada gejala atau tanda-tanda infeksi, dokter akan mengambil sampel cairan apapun yang keluar dari mata, untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Perawatan

Mencuci mata Anda dan meletakkan kompres hangat pada kelopak mata dapat mengurangi peradangan. Tergnantung tingkat keparahan peradangan, serta apakah peradangan disebabkan oleh infeksi atau tidak, dokter dapat merekomendasikan perawatan jenis lain, seperti:

  • Perawatan steroid. Apabila Anda tidak memiliki infeksi, dokter dapat meresepkan steroid, obat tetes mata, dan salep untuk mengurangi peradangan. Dokter juga dapat meresepkan obat tetes mata untuk menghentikan iritasi yang disebabkan oleh mata kering.
  • Antibiotik. Beberapa antibiotik juga dapat dengan efektif mengatasi infeksi kelopak mata. Dokter dapat meresepkan antibiotik dalam bentuk pill, salep, dan obat tetes mata. Dokter sering meresepkan obat tetes mata ketika infeksi menyebar melebihi kelopak mata.

Blefaritis dapat menjadi sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Namun sayangnya, ini bukanlah sebuah kondisi yang dapat dicegah. Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mengurangi risiko peradangan, seperti dengan mencuci wajah dengan rutin, menghindari menyentuh mata dengan tangan kotor dan jangan menggosok kelopak mata saat gatal.

6 Cara Mencegah Diskinesia pada Penyakit Parkinson

6 Cara Mencegah Diskinesia pada Penyakit Parkinson

Diskinesia merupakan salah satu efek samping dari pengobatan penyakit Parkinson yang sering terjadi. Diskinesia adalah kondisi tubuh Anda yang bergerak secara tidak sengaja dan tidak dapat dikendalikan. Gerakan yang mungkin terjadi adalah menggeliat, bergoyang, atau menggelengkan kepala. Kondisi ini bisa memengaruhi salah satu atau seluruh bagian tubuh Anda. Tingkat keparahannya mulai dari ringan hingga berat dan terasa nyeri, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang menyebabkan diskinesia terjadi?

Diduga, penyebab diskinesia pada penyakit parkinson adalah efek samping dari konsumsi obat levodopa yang berkepanjangan. Obat ini merupakan obat yang terkenal efektif untuk pengobatan Parkinson.

Obat levodopa dapat meningkatkan kadar dopamin di otak. Sementara itu, seseorang yang menderita penyakit Parkinson mengalami kekurangan sel-sel otak penghasil dopamin. Masuknya obat levodopa ke dalam tubuh akan menggantikan posisi dopamin pada penderita Parkinson.

Sayangnya, kadar dopamin jadi berubah-ubah. Hal ini dikarenakan jika obat levodopa dikonsumsi, maka kadar dopamin jadi naik. Begitu sebaliknya, kadar dopamin akan turun jika obat tersebut tidak dikonsumsi. Adanya variasi dalam kadar dopamin inilah yang dapat menyebabkan munculnya diskinesia secara tidak disengaja.

Di sisi lain, ada dugaan bahwa zat kimia di otak yang disebut GABA dapat menyebabkan diskinesia. Hal ini dikarenakan GABA yang menjadi sangat sensitif terhdap dopamin. Akibatnya, saat penderita Parkinson mengonsumsi obat levodopa, sel-sel otak akan dibanjiri oleh dopamin. Alhasil, sinyal tersebut akan terbaca oleh GABA dan timbullah diskinesia yang tak terkendali. Namun, faktor penyebab ini masih terus diteliti oleh para ahli kesehatan.

6 Cara mencegah diskinesia pada penyakit Parkinson

Saat Anda mengalami Parkinson, mungkin saja Anda mengalami gerakan secara tiba-tiba, tidak terkendali, dan sering tersentak-sentak. Entah itu terjadi pada wajah, kaki, lengan, atau bagian atas tubuh Anda. Umumnya, diskinesia terjadi setelah beberapa tahun Anda mengonsumsi obat levodopa.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya diskinesia, yaitu:

  • Perubahan dosis obat levodopa.

Mintalah saran dokter Anda untuk menyesuaikan kembali dosis obat levodopa yang Anda konsumsi jika efek samping diskinesia masih terus terjadi.

  • Alternatif obat lain.

Beberapa jenis obat pengganti levodopa juga bisa Anda konsumsi sesuai dengan saran dan resep dari dokter, yaitu agonis dopamin, penghambat COMT, atau penghambat MAO-B. Ini dapat membantu Anda mencegah atau setidaknya menunda diskinesia. Sayangnya, ada efek samping lain yang mungkin muncul dari obat-obatan tersebut, seperti mual dan berhalusinasi.

  • Hindari stres.

Stres hanya akan membuat kondisi diskinesia semakin memburuk, jadi cobalah untuk tidak stres. Anda bisa mencoba lebih rileks dengan meditasi, yoga, membaca buku, atau curhat dengan teman.

  • Rajin melakukan aktivitas fisik.

Banyak manfaat yang akan Anda peroleh dengan melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, senam aerobik, tai chi, dan menari. Hal ini dapat melatih keseimbangan dan fleksibilitas Anda dalam bergerak. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol diskinesia. Cobalah diskusikan dengan dokter Anda terkait jenis aktivitas fisik atau olahraga yang baik untuk Anda.

  • Jaga pola makan yang sehat.

Diet berperan penting terhadap kondisi kesehatan Anda. Diet yang tidak sehat dapat berdampak pada reaksi obat dan cara kerjanya, sehingga menyebabkan diskinesia. Bagi sebagian orang, protein seperti daging, susu dan produk olahannya, serta kacang-kacangan dapat memperlambat penyerapan obat levodopa di dalam tubuh.

Anda tidak harus mengurangi asupan protein, tapi cobalah minum obat sekitar 30 menit atau lebih sebelum makan, sehingga memberikan waktu untuk obat agar bekerja lebih efektif. Jika Anda tidak dapat mengonsumsi obat dalam perut kosong, cobalah makan camilan terlebih dahulu, seperti biskuit tawar atau minum obat dengan banyak air untuk mencegah mual dan muntah.

  • Stimulasi otak dalam (DBS).

Ini adalah pilihan bagi penderita Parkinson selama 4 tahun atau lebih dan mengonsumsi obat levodopa. Diskinesia masih tetap muncul meskipun obat ini tidak lagi dikonsumsi. Kondisi ini mungkin cukup serius, sehingga dokter akan menyarankan prosedur stimulasi otak dalam (DBS). Caranya dengan meletakkan suatu perangkat kecil yang menghantarkan sinyal listrik ke bagian otak yang berkaitan dengan gejala Parkinson.

Inilah 6 cara mencegah terjadinya diskinesia pada penyakit Parkinson. Perlu juga Anda ingat, agar tidak mengubah dosis obat levodopa sesuka hati untuk menghentikan efek samping diskinesia tanpa sepengetahuan dari dokter langsung. Selalu rutin periksakan kondisi Anda ke dokter dan konsultasikan setiap gejala atau efek samping dari obat-obatan yang mungkin Anda alami.

Atasi Sakit Kepala Sebelah Seketika dengan Obat Migrain Berikut

Apakah Anda sering menderita sakit kepala sebelah yang biasanya ditandai seperti dipukul oleh benda tumpul? Kondisi neurologis yang Anda alami tadi disebut migrain, salah satu jenis sakit kepala. Kasus migrain ringan dapat diatasi dengan mudah dengan minum obat migrain. Namun, dalam kasus tertentu, Anda memerlukan resep obat migrain dan konsultasi dokter.

Jika sakit kepala migrain yang Anda alami tidak begitu parah, cobalah untuk mengonsumsi obat migrain alami yang dapat Anda buat di rumah.

Obat migrain alami yang aman dikonsumsi untuk atasi sakit kepala sebelah

Beberapa bahan alami yang dapat Anda konsumsi sebagai obat migrain, yaitu:

  • Mengoleskan minyak peppermint

Dalam sebuah penelitian yang dirilis pada National Library of Medicine oleh National Center for Biotechnology Information, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa minyak peppermint efektif untuk mengurangi rasa sakit kepala akibat migrain.

Minyak peppermint ini dapat Anda oleskan di area pelipis dan dahi. Efektivitas minyak peppermint didukung oleh kandungan mentol yang juga dapat meredakan gejala migrain yang kambuh.

  • Mengonsumsi air rebusan jahe

Masih dari National Library of Medicine, terdapat sebuah penelitian yang menguatkan manfaat bahwa minum teh seduhan jahe bubuk mampu meredam tingkat keparahan migrain. Jika Anda masih merasa belum cukup, Anda dapat mengonsumsi obat migrain sumatriptan selepas minum air rebusan jahe ini.

  • Memanfaatkan kegunaan minyak lavender

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Neurology, aroma minyak lavender dapat mempercepat pemulihan pasien migrain jika dibanding dengan penggunaan placebo atau obat kosong (tanpa zat aktif).

Di samping itu, minyak lavender juga memiliki efek menenangkan dan menyeimbangkan kadar serotonin dalam tubuh. Kondisi ini dapat mencegah stres bertambah parah.

Penggunaan minyak lavender dapat langsung Anda hirup atau dioleskan pada area kulit.

Obat migrain bebas yang dapat dikonsumsi tanpa resep dokter

Jika Anda telah mencoba menggunakan obat migrain alami di atas, namun migrain yang Anda alami juga belum mereda, tidak ada salahnya untuk mencoba mengonsumsi obat migrain yang dijual bebas.

  • Aspirin

Aspirin adalah salah satu obat migrain yang paling populer. Obat migrain ini bekerja dengan menghentikan produksi zat prostaglandin (hormon pemicu peradangan, rasa sakit, demam, pembengkakan, bahkan penggumpalan darah) dalam tubuh.

Dosis konsumsi aspirin bagi orang dewasa berkisar antara 300-650 mg yang dapat dilakukan setiap 4 hingga 6 jam sekali. Jika aspirin dikonsumsi melebihi 4 gram dalam satu hari, obat migrain ini berisiko menimbulkan luka pada lambung dan juga suara berdengung dalam telinga.

  • Paracetamol

Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang sering mengandalkan konsumsi paracetamol sebagai obat migrain. Paracetamol memang merupakan salah satu obat migrain yang banyak dikonsumsi.

Dosis konsumsi paracetamol bagi orang dewasa tentu akan berbeda-beda tiap individunya, termasuk berdasarkan bentukan obat itu sendiri. Orang dewasa dapat mengonsumsi paracetamol cair sebagai obat migrain dengan kadar 325-650 mg atau 2 tablet 500 mg untuk 4-6 jam sekali konsumsi.

  • Ibuprofen

Selain sebagai obat nyeri, ibuprofen juga dapat berguna untuk mengobati migrain. Cara kerja ibuprofen yaitu dengan menghalangi enzim siklooksigenase yang menghasilkan hormon prostaglandin.

Dosis yang diperbolehkan untuk mengonsumsi ibuprofen sebagai obat migrain berkisar 200-400 mg untuk setiap 4-6 jam sekali. Konsumsi ibuprofen tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, karena dapat membahayakan kesehatan janin.

Dapatkan obat migrain asli dan juga konsultasi dokter dengan mudah di SehatQ.com.

Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Minum Antibiotik Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan atau nyeri pada area tenggorokan. Kondisi ini sangat umum terjadi pada anak-anak dalam rentang usia 5-15 tahun, namun tetap bisa menyerang siapa saja dalam segala kelompok usia. Untuk mengatasi, biasanya pasien dianjurkan untuk mengonsumsi obat antibiotik radang tenggorokan.

Ada banyak jenis antibiotik untuk mengobati radang tenggorokan. Setiap jenis memiliki dosis dan efek samping yang berbeda-beda. Konsumsi antibiotik sebaiknya dilakukan sampai habis, meski radang tenggorokan sudah terasa membaik.

Hal yang harus diperhatikan sebelum minum antibiotik radang tenggorokan

Antibiotik merupakan obat yang bekerja dengan menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Obat ini termasuk obat kuat untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, salah satunya radang tenggorokan.

Sebelum menggunakan antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Resistansi terhadap antibiotik

Menurut para ahli, konsumsi antibiotik yang terlalu sering dapat memicu resistansi atau kekebalan terhadap efek dari antibiotik. Lama-kelamaan, bakteri penyebab infeksi akan berjumlah semakin banyak dan tidak dapat diserang oleh antibiotik.

Karena itu, pemakaian antibiotik terbatas pada resep dokter dan tidak bisa dibeli secara bebas di apotek. Selain itu, antibiotik juga tidak akan langsung diberikan pada penderita radang tenggorokan, melainkan berdasarkan pertimbangan setelah melakukan pengobatan dengan obat radang biasa.

  • Reaksi alergi

Beberapa orang bisa saja memiliki alergi terhadap antibiotik. Jika Anda memiliki alergi terhadap antibiotik, Anda mungkin akan mengalami gejala berupa ruam pada kulit, pembengkakan lidah dan wajah, serta kesulitan bernapas.

Reaksi alergi terhadap antibiotik dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang akan langsung merasakan reaksinya setelah mengonsumsi antibiotik, ada juga yang baru mengalaminya setelah beberapa waktu. Secara khusus, Anda harus berhati-hati dalam meminum antibiotik apabila memiliki riwayat alergi dan punya masalah fungsi ginjal.  

  • Interaksi dengan obat lain

Segala jenis antibiotik, termasuk antibiotik radang tenggorokan, merupakan jenis obat keras. Oleh sebab itu, pemakaiannya harus dilakukan dengan berhati-hati dan mempertimbangkan kemungkinan adanya reaksi negatif jika berinteraksi dengan obat lain.

Pengguan antibiotik tidak dianjurkan untuk meminum obat atau menjalani pengobatan herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dalam beberapa kasus, penggunaan antibiotik dapat menurunkan efektivitas alat kontrasepsi oral atau Pil KB. Akan tetapi, hal ini belum bisa dibuktikan melalui penelitian.

Akan tetapi, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menggunakan kontrasepsi tambahan saat sedang menggunakan antibiotik.

  • Efek samping

Sebagai obat keras, antibiotik memiliki efek samping tertentu yang mungkin bisa muncul setelah penggunaan jangka panjang. Efek samping dari antibiotik biasanya berupa diare, mual, muntah, sakit perut, dan ruam pada kulit.

Pada kondisi yang lebih serius, penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa meningkatkan resiko infeksi jamur pada mulut, saluran pencernaan, dan vagina. Beberapa efek samping yang cukup jarang terjadi meliputi sensitivitas terhadap cahaya, terbentuknya batu ginjal, pembekuan darah, serta gangguan masalah pendengaran.

Penderita lansia yang mengonsumsi antibiotik rentan mengalami efek samping berupa peradangan usus yang menyebabkan diare berdarah. Apabila radang usus sudah parah, Anda mungkin harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Sebagai obat pereda radang, antibiotik memiliki kandungan yang cukup keras. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Setiap jenis antibiotik radang tenggorokan memiliki efek yang berbeda-beda. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan jenis antibiotik yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Apa Itu Malnutrisi Protein? Ini Penjelasannya

Malnutrisi adalah kondisi yang bisa memicu gizi buruk pada anak

Merupakan keadaan di mana tubuh kekurangan makronutrien sebagai sumber energi termasuk protein disebut dengan malnutrisi energi protein atau kurang energi protein. Kondisi jenis ini yang sering dialami anak-anak adalah kwashiorkor dan marasmus. Gejala dari keadaan ini biasanya akan muncul secara perlahan.

Agar tubuh bekerja secara optimal, dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup, ketika tubuh kekurangan energi protein dalam jangka waktu yang lama hal ini bisa memunculkan beragam keluhan disertai dengan gejala. Sebagian besar kondisi ini dapat diketahui ketika melihat berita yang menampilkan anak-anak di Afrika yang mengalami kekurangan makanan.

Malnutrisi Protein

Ketimbang orang dewasa, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak dan bisa dikenali dengan beberapa kondisi seperti mengalami keterlambatan tumbuh kembang dari anak lain seusianya. Kemudian tidak aktif dan mudah lelah, hingga rentan terkena penyakit termasuk penyakit infeksi, sementara itu gejala lain yang bisa muncul tergantung dari jenis kondisi yang terjadi.

Anak-anak yang mengalami kwashiorkor atau kekurangan protein, para penderita pada umumnya akan mengalami penumpukan cairan atau juga disebut dengan edema pada bagian perut atau tubuh lain seperti tangan dan kaki. Apabila kondisi ini terjadi semakin berat, maka bisa mengakibatkan laju pernapasan dan denyut nadi akan melambat.

Selain itu, kondisi ini juga akan menyerang fungsi organ tubuh yang lain seperti jantung, ginjal dan juga hati hingga terganggu. Seseorang yang mengalami beberapa gejala di atas disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Hal itu dilakukan guna dokter dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin ke dokter sangat diperlukan terhadap para penderita penyakit anoreksia, depresi, demensia hingga kanker. Hal itu dikarenakan beberapa kondisi tersebut bisa memicu terjadinya kekurangan energi protein. Untuk mengatasi kondisi ini, perlu diketahui beberapa penyebab yang menjadi pemicunya.

Penyebab Kekurangan Energi Protein

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas bahwa keadaan ini terjadi karena kurangnya asupan protein dan makronutrien lain yang merupakan sumber energi atau kalori, yakni karbohidrat dan lemak. Jika dibedakan berdasarkan jenis, kondisi kekurangan nutrisi protein dibagi sebanyak tiga jenis, di antaranya kwashiorkor, marasmus dan marasmus-kwashiorkor.

  • Kwashiorkor adalah bentuk kekurangan nutrisi yang didapat dari asupan protein dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Marasmus, yakni bentuk kekurangan nutrisi yang disebabkan kurangnya asupan protein dan kalori dalam waktu lama.
  • Marasmus-kwashiorkor merupakan bentuk kekurangan energi protein berat sekaligus kombinasi dari kedua kondisi di atas.

Faktor sosial merupakan satu-satunya penyebab kekurangan nutrisi energi protein yang paling umum dan terjadi pada negara-negara berkembang. Faktor ini meliputi kekurangan bahan pangan seperti lingkungan yang terisolasi, keterbatasan fisik atau mental yang membuat seseorang kesulitan menyiapkan makanan dan ketergantungan pada orang lain untuk mendapat makanan.

Dalam melakukan diagnosis terhadap malnutrisi energi, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk terhadap tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, pernapasan hingga suhu tubuh. Selain itu ada pula pemeriksaan terhadap antropometri, dan status gizi. Selain itu ada pula tes penunjang yang akan dilakukan dokter, seperti berikut.

  • Tes darah, dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kekurangan nutrisi seperti misalnya HIV, hingga untuk menilai kadar glukosa, protein, vitamin dan mineral dalam tubuh.
  • Tes tinja, fungsinya adalah untuk melihat keberadaan parasit atau cacing yang menyebabkan kekurangan energi protein.
  • Rontgen dada, tujuan pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada dan tidaknya peradangan serta infeksi pada paru-paru.

Inilah Cara-cara Obati Efusi Pleura

Kondisi penumpukan cairan di rongga pleura disebut dengan efusi pleura, merupakan rongga di antara lapisan pleura yang membungkus paru-paru dengan lapisan pleura yang menempel pada dinding di dalam rongga dada. Keadaan ini pada umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain yang diderita seseorang dan bisa disembuhkan dengan pleurodesis.

Apabila dalam kondisi normal, setidaknya terdapat sekitar 10 ml cairan di rongga pleura yang fungsinya menjadi pelumas guna membantu melancarkan pergerakan paru ketika bernapas. Akan tetapi, pada efusi pleura, jumlah cairan ini berlebihan dan menumpuk serta bisa mengakibatkan masalah kesehatan yakni gangguan pernapasan.

Diagnosis Efusi Pleura

Dalam melakukan diagnosa, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala hingga riwayat kesehatan dari pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada dada yang meliputi beberapa hal seperti inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), perkusi (ketukan) dan auskultasi yang dilakukan dengan menggunakan stetoskop.

Pada proses pemeriksaan ini, dokter akan mencari beberapa tanda efusi pleura berupa pergerakan dinding dada yang tampak tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan hingga pasien terlihat sesak. Kemudian, getaran (taktil fremitus) yang terasa lemah pada bagian dada yang berisi cairan dan bunyi ketukan (perkusi) yang lebih berat atau rendah akibat penumpukan cairan di dinding dada.

Pengobatan Efusi Pleura

Selain pleurodesis terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi efusi pleura, tujuan dilakukan pengobatan ini adalah untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura untuk mencegah berulangnya penumpukan cairan dan mengatasi penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura.

  • Thoracentesis

Merupakan prosedur medis yang digunakan untuk mengambil cairan berlebih pada pleura melalui menggunakan jarum yang dimasukkan ke rongga dada. Proses pemeriksaan ini pada umumnya dilakukan jika penumpukan cairan pada paru-paru cukup banyak dan menyebabkan pasien atau penderita kesulitan bernapas dan nyeri dada.

  • Chest Tube

Merupakan prosedur pemasangan selang khusus (kateter) pada rongga pleura lewat sayatan kecil di dada. Selang kemudian dihubungkan dengan mesin untuk mengeluarkan cairan yang terdapat dari pleura, lama atau durasi dari pengeluaran cairan ini bisa berlangsung dalam beberapa hari sehingga membuat pasien harus dirawat di rumah sakit.

  • Pleural Drain

Memiliki prosedur yang mirip dengan chest tube, namun kateter dipasang dalam jangka panjang, secara mandiri pasien bisa mengeluarkan cairan dari pleura. Pemeriksaan ini dilakukan dan dipilih hanya jika efusi pleura terus terjadi.

  • Pleurodesis

Merupakan prosedur penyuntikan zat pemicu peradangan, seperti misalnya talc atau doxycyline ke rongga pleura. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah cairan di dalam rongga pleura dikeluarkan dan biasanya dipilih karena efusi pleura sering kambuh.

Efusi pleura pada umumnya disebabkan karena penyakit lain, hal inilah yang membuat penanganan terhadap penyebab yang mendasari dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa contoh penanganan yang bisa dilakukan adalah pemberian diuretik dan obat-obatan untuk penyakit jantung, bila efusi pleura disebabkan gagal jantung.

Selain itu juga dapat dilakukan pemberian antibiotik, jika efusi pleura disebabkan oleh penyakit infeksi. Hingga yang terakhir adalah kemoterapi dan terapi radiasi, pencegahan ini dilakukan jika efusi pleura disebabkan karena kanker. Sementara itu, tidak ada pencegahan khusus untuk efusi pleura meski terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko.

Beberapa di antaranya seperti membatasi konsumsi alkohol, hentikan kebiasaan merokok, gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar jika pekerjaan berkaitan dengan zat atau bahan yang berpotensi bahaya seperti asbes. Hingga melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter, terutama jika seseorang memiliki penyakit atau kondisi tertentu.

Tips Mengonsumsi Kacang Brazil bagi Kesehatan Tubuh

Kacang brazil merupakan jenis kacang-kacangan yang dipercaya mampu memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan. Berbeda dengan jenis kacang lainnya, kacang ini memiliki ukuran yang cukup besar dan memiliki kandungan mineral selenium yang tinggi.

kacang brazil

Kacang jenis ini diperoleh dari pohon Bertholletia excelsa yang dapat ditemukan di wilayah hutan amazon di Brazil, Peru, dan Bolivia. Berdasarkan penelitian, kacang ini mampu menyembuhkan beragam jenis penyakit, seperti peradangan, gangguan pada kelenjar tiroid, kerusakan jantung, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Bagaimana cara yang tepat untuk mengonsumsi kacang brazil?

Kacang brazil memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas. Sebagian besar orang mengonsumsi kacang ini secara mentah tanpa diolah terlebih dahulu. Akan tetapi, untuk memperoleh kenikmatan tambahan saat mengonsumsinya, Anda juga bisa mengombinasikan kacang brazil atau mengolahnya ke dalam bentuk makanan lain.

Berikut ini terdapat  beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengonsumsi kacang brazil:

  • Memanggang dengan kompor

Memanggang kacang brazil di atas kompor merupakan salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk mengonsumsinya dengan nikmat. Cara ini cukup praktis dan bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Pertama-tama, terbarkan kacang ke dalam satu lapisan luas di atas wajan. Panaskan wajan berisi kacang dengan api sedang selama lima sampai sepuluh menit.

Setiap beberapa menit sekali, pastikan untuk mengaduk kacang agar kacang tidak terbakar. Anda juga bisa mencoba untuk menggoyankang wajan secara berkala untuk menghindari hal ini.

  • Memanggang dengan oven

Selain dengan kompor, kacang brazil panggang juga bisa disajikan dengan menggunakan oven. Metode ini merupakan rekomendasi yang cocok bagi Anda apabila Anda memiliki oven di rumah.

Sebelum mulai memanggang, panaskan oven terlebih dahulu dengan suhu 350°F. Letakkan kacang ke dalam loyang yang telah dilapisi dengan selembar kertas roti. Setelah itu, masukkan loyang berisi kacang ke dalam oven.

Sama seperti memanggang dengan kompor, pangganglah kacang di dalam oven dengan durasi lima sampai sepuluh menit. Setelahnya, angkat loyang dan tambahkan bumbu dapur sesuai selera untuk menambah rasa. Anda bisa menggunakan garam, lada, ataupun jenis rempah-rempah lainnya.

Beberapa orang juga suka untuk menambahkan kacang jenis ini ke dalam hidangan lain, khususnya pada masakan Thailand. Kacang ini juga bisa dicampurkan ke dalam sereal atau oatmeal sebagai menu sarapan.

Bagi Anda yang sedang berdiet, konsumsi kacang brazil juga bisa dicampurkan dengan salad sebagai sumper protein dan lemak. Kacang ini bisa menjadi pengganti dari kacang-kacangan lain yang umumnya dikonsumsi dalam diet sehat, seperti kacang pinus dan susu kacang.

Dimana saya bisa mendapatkan kacang brazil?

Kacang brazil dapat dengan mudah ditemukan di supermarket mana saja. Harganya terbilang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis kacang pada umumnya.

Setelah membeli kacang brazil, ingatlah untuk selalu menyimpang kacang ke dalam lemari es untuk meningkatkan ketahanan kacang. Kacang yang tidak disimpang di lemari es memiliki potensi untuk lebih cepat rusak atau membusuk.

Perlu diingat, kacang sebaiknya disimpan di wadah yang tertutup rapat. Segera hentikan konsumsi apabila tekstur kacang mulai terasa lunak dan mengeluarkan bau tengik. Perhatikan juga kondisi ini ketika Anda melakukan pembelian kacang di supermarket. Kacang brazil yang dipanggang memiliki ketahanan lebih lama apabila dibandingkan dengan kacang yang mentah. Selain itu, kacang yang dipanggang juga memiliki lebih banyak kandungan natrium.

Mata Ikan, Samakah dengan Kapalan?

Mata Ikan, Samakah dengan Kapalan?

Mata ikan seringkali disamakan dengan kapalan karena ciri-cirinya yang mirip yaitu terjadi penebalan kulit. Umumnya, mata ikan muncul di kaki akibat gesekan berlebihan. Bedanya, kapalan tidak peril diobati. Sedangkan mata ikan perlu diberi obat seperti salep mata ikan. Faktor lain yang juga membedakan mata ikan dan kapalan adalah rasa nyerinya. Kapalan tidak menimbulkan rasa nyeri, sementara mata ikan bisa menimbulkan rasa nyeri ketika ditekan. Bentuk mata ikan pun lebih besar ketimbang kapalan. Selain itu, kapalan biasanya muncul di area kulit yang menahan beban seperti telapak kaki, tumit, telapak tangan, atau lutut. Sementara mata ikan? Bisa muncul di bagian kulit yang tidak menahan beban sekalipun.

Apa gejala mata ikan?

Anda juga perlu mengenali gejala mata ikan agar bisa membedakannya dengan penyakit kulit lainnya. Gejalanya yang mudah dikenali adalah:

  • Muncul benjolan di kulit
  • Area kulit kering dan bersisik
  • Bercak tebal dan keras pada kulit
  • Rasa tidak nyaman
  • Nyeri saat ditekan

Biasanya, mata ikan ini terjadi karena banyak hal. Ada kondisi bawaan yang membuat seseorang rentan mengalami mata ikan, seperti bunion dan hammertoe. Bunion adalah benjolan tulang yang berbentuk tidak normal pada sendi di pangkal jempol kaki. Sedangkan kondisi hammertoe adalah kelainan bentuk jari kaki. Biasanya, bentuknya cenderung menekuk seperti cakar. Penyebab lain dari mata ikan bisa juga dari faktor eksternal seperti memakai sepatu dengan ukuran terlalu longgar atau sepatu yang membuat area kaki tertekan berlebihan.

Jenis-jenis salep mata ikan

Sama seperti obat untuk penyakit kulit lainnya, pengaplikasiannya biasanya dalam bentuk obat oles. Jenis-jenis salep mata ikan yang bisa Anda pilih adalah:

  • Amonium laktat
  • Asam salisilat
  • Tretinoin
  • Triamcinolone

Bagaimana mengobati mata ikan?

Untuk awalnya, mata ikan bisa diatasi dengan merendam kaki di air hangat selama 10-15 menit. Kemudian, gosok dengan batu apung untuk mengikis penebalan kulit.

Tapi hal ini baru bisa terjadi apabila sudah tidak terasa nyeri. Jika masih nyeri, wah jangan coba-coba ya. Lebih baik gunakan salep mata ikan terlebih dahulu. Salep mata ikan mudah ditemukan kok dan banyak dijual bebas di apotek.