Gejala dan Penyebab Myofascial Pain Syndrome yang Perlu Anda Tahu

Myofascial Pain Syndrome merupakan kondisi nyeri yang terjadi pada otot dan fasia. Fasia sendiri merupakan jaringan ikat putih tipis yang membungkus otot manusia. Otot yang digunakan secara berlebih akan menimbulkan kontraksi yang membuat otot menjadi tegang sehingga timbul rasa nyeri. 

Nyeri Myofascial bisa dialami oleh siapa saja akan tetapi orang yang gemar berolahraga berlebih dan sering mengangkat beban berat memiliki risiko lebih besar menderita kondisi ini. Untuk mengobati kondisi ini, biasanya dokter akan melakukan terapi fisik dan pemberian obat-obatan pereda nyeri.

Lalu apa saja hal yang bisa menyebabkan sindrom nyeri myofascial ini? Untuk lebih jelasnya tentang gejala dan penyebab nyeri myofascial, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Gejala Myofascial Pain Syndrome

Secara umum, ada beberapa gejala yang menandai nyeri myofascial. Berikut ini beberapa gejala nyeri myofascial yang perlu anda waspadai:

  • Nyeri otot dalam waktu lama dan semakin memburuk
  • Jika otot nyeri ditekan, maka sakitnya akan menjalar ke bagian tubuh lain
  • Susah tidur karena nyeri
  • Otot terasa sakit atau lunak
  • Otot melemah pada area yang terkena
  • Rentang gerak yang berkurang di area yang terkena myofascial, contohnya seperti bahu yang tidak bisa digerakkan secara leluasa

Penyebab Myofascial Pain Syndrom

Penyebab utama Myofascial Pain Syndrome adalah karena cedera otot atau otot yang digunakan secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan timbulnya area sensitif yang berpusat di fascia dan area ini disebut dengan titik pemicu. Biasanya rasa sakit atau nyeri akan terus berlanjut dan semakin memburuk jika tidak segera dilakukan tindakan pengobatan.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dan meningkatkan risiko nyeri otot myofascial ini. Di antaranya penyebab nyeri myofascial seperti berikut :

  1. Cedera otot

Cedera otot yang sudah cukup parah atau adanya tekanan pada otot yang berlanjut nyeri otot yang terasa menjalar. Kondisi ini bisa semakin parah jika anda melakukan gerakan berulang dan postur tubuh yang buruk.

  1. Stress dan cemas

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab timbulnya nyeri myofascial adalah stress dan cemas. Orang yang sering mengalami stress dan kecemasan lebih berpotensi meningkatkan titik pemicu nyeri pada otot. Kondisi ini bisa terjadi jika anda sering mengepalkan otot sebagai reaksi dari rasa stress dan kecemasan yang memicu timbulnya titik pemicu.

Faktor Lain yang Juga Bisa Memicu Myofascial Pain Syndrome

Selain penyebab utama yang telah disebutkan di atas, ada faktor lain yang juga bisa menjadi pemicu munculnya gejala nyeri myofascial, antara lain:

  • Postur tubuh yang kurang baik
  • Duduk lama dengan posisi yang tidak benar
  • Kekurangan gizi
  • Kurang berolahraga
  • Mengalami cedera pada sistem muskuloskeletal atau diskus intervertebralis
  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Menopause
  • Penggunaan AC saat tidur
  • Depresi dan kecemasan
  • Obesitas
  • Merokok

Bagi anda yang mengalami gejala di atas, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari risiko penyakit yang lebih parah. Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan melakukan terapi fisik untuk membuat otot tidak tegang sehingga bisa mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan.

Itulah gejala dan penyebab myofascial pain syndrome yang perlu anda ketahui. Menjaga kesehatan otot tubuh sangat penting dilakukan mengingat gerak tubuh sangat dipengaruhi oleh jaringan ikat ini. Dengan mengetahui gejala dan penyebabnya, diharapkan anda bisa mengambil langkah pencegahan untuk menghindari risiko nyeri sendiri yang lebih parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *