Glibenclamide obat diabetes gangguan ginjal

Glibenclamide

Glibenclamide merupakan jenis obat yang dapat menjaga kadar gula darah untuk mencegah diabetes tipe 2. Glibenclamide bekerja dengan meningkatkan pelepasan insulin.

Obat glibenclamide merupakan obat yang digolongkan sebagai obat antidiabetes sulfonilurea yang dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Obat tersebut juga tersedia dalam kemasan tablet. Contoh-contoh obat glibenclamide yang ada di Indonesia adalah Condiabet, Harmida, Tiabet, dan Vorbet.

Dosis Obat Glibenclamide

Jika Anda ingin menggunakan obat glibenclamide untuk mengatasi diabetes, Anda dapat melakukannya. Dosis obat tersebut juga berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tersebut. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien:

  • Dewasa

Awalnya, dosis yang digunakan sebanyak 2,5 hingga 5 mg sehari. Setelah itu, pasien dapat meningkatkan dosis tersebut sesuai kondisi klinis dan respon terapi. Jika dosis lebih dari 10 mg, maka harus dibagi menjadi 2 dosis dan dosis maksimal yang diperbolehkan sebanyak 20 mg sehari.

  • Lansia

Khusus lansia, dosis yang digunakan sebanyak 1,25 mg sehari.

Efek Samping Obat Glibenclamide

Pada umumnya, obat glibenclamide sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa mual, nyeri ulu hati, dan peningkatan berat badan. Walaupun jarang terjadi, sebagian pasien juga bisa mengalami kondisi berikut:

  • Merasa lemah.
  • Perubahan suasana hati.
  • Memar.
  • Berdarah.
  • Nyeri perut.
  • Mata atau kulit berwarna kuning.
  • Reaksi alergi.
  • Infeksi.

Jika kondisi memburuk, pasien sebaiknya hubungi dokter agar kondisinya dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Jika Anda mengalami efek samping akibat obat glibenclamide dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Penyakit hati.
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit tiroid.
  • Gangguan sistem saraf.
  • Kelainan hormonal.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.
  • Kehamilan atau menyusui.

Anda tidak boleh mengkonsumsi obat glibenclamide jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Diabetes tipe 1.

Informasi lebih lengkap dapat Anda lihat melalui kemasan.

Efek pada Tubuh Jika Dikonsumsi dengan Obat Lain

Selain kondisi, Anda juga perlu pahami bahwa obat glibenclamide tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu tanyakan kepada dokter apakah obat glibenclamide aman untuk digunakan atau tidak. Jika perlu, dokter akan melakukan penyesuaian dengan mengubah dosisnya atau menggantikan obat tersebut dengan obat lain.

Berikut adalah contoh-contoh interaksi obat glibenclamide pada tubuh jika dikonsumsi dengan obat lain:

  • Obat antijamur

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan meningkatkan kadar glibenclamide.

  • Obat diuretik

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan glibenclamide, maka Anda akan menurunkan efek hipoglikemik.

  • Obat antibiotik

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan meningkatkan efek hipoglikemia.

  • Obat colesevelam

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat glibenclamide, maka Anda akan menurunkan kadar glibenclamide.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan untuk kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat glibenclamide dapat digunakan untuk mencegah diabetes tipe 2. Meskipun demikian, Anda perlu perhatikan penggunaannya dan efek samping yang timbul. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang obat glibenclamide atau diabetes tipe 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *