Jam Tidur Anak yang Baik untuk Mendukung Perkembangannya

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi jam tidur anak.

Mencukupi kebutuhan jam tidur anak merupakan hal yang sangat penting. Hal ini karena tidur merupakan aktivitas penting yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jam tidur anak yang cukup dapat mengistirahatkan tubuh anak, dan mengembalikan energinya. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jam tidur anak yang ideal untuk mendukung pertumbuhan anak.

Jumlah tidur anak tentu berbeda-beda atau bervariasi tergantung pada individu dan faktor tertentu, seperti usia anak saat ini. Berikut adalah beberapa pedoman umum mengenai seberapa banyak jumlah tidur anak yang dibutuhkan.

Usia 1-4 Minggu

Bayi yang baru saja lahir pada umumnya membutuhkan tidur sekitar 15 sampai 18 jam sehari, akan tetapi hanya dalam durasi yang singkat yaitu dua sampai empat jam. Bayi yang prematur kemungkinan akan tidur lebih lama, sementara bayi yang mengalami kolik akan tidur lebih sedikit.

Hal tersebut dapat disebabkan bayi yang baru lahir belum memiliki ritme sirkadian tertentu, sehingga pola tidur mereka tidak terpengaruh dengan siklus siang dan malam. Bahkan, bayi tidak memiliki pola tidur sama sekali.

Usia 1-4 Bulan

Bayi yang berusia 6 minggu mungkin akan mulai tenang dan memiliki pola tidur yang lebih teratur. Periode tidur terpanjang mereka mungkin akan menjadi lebih sering terjadi di malam hari. Bayi yang berusia 1 sampai 4 bulan pada umumnya tidur selama 14 sampai 15 jam per hari.

Usia 4-12 Bulan

Bayi yang berusia 4 sampai 12 bulan pada umumnya tidur selama 14 sampai 15 jam per hari. Meskipun idealnya bayi tidur 15 jam, namun kebanyakan bayi hingga usia 11 bulan hanya tidur selama 12 jam. Pada periode ini, orang tua mulai bisa membangun kebiasaan tidur yang sehat. Hal ini karena bayi Anda sudah bisa mengikuti pola tidurnya seperti orang dewasa.

Pada umumnya, bayi tidur siang tiga kali dan turun menjadi dua kali saat usianya memasuki 6 bulan. Bayi juga secara fisik mampu tidur sepanjang malam.

Membangun pola tidur siang yang teratur umumnya terjadi pada bagian akhir dari kerangka waktu ini, saat ritme biologis bayi sudah matang. Pada usia ini, bayi bisa tidur siang mulai pukul 9 pagi dan hanya berlangsung sampai sekitar satu jam saja. Kemudian tidur siang sore dimulai antara tengah hari dan jam 2 siang dan berlangsung sampai satu atau dua jam. Sedangkan tidur siangnya bisa dimulai dari jam 3 sore sampai jam 5 sore dan biasanya durasi tidurnya bervariasi.

Usia 1-3 Tahun

Anak-anak yang sudah berusia 1 sampai 3 tahun pada umumnya tidur 12 sampai 14 jam sehari. Hal ini bisa terjadi karena anak-anak mulai kehilangan waktu tidur siang atau hanya tidur siang sekali dalam sehari. Sedangkan anak-anak yang masih balita biasanya membutuhkan tidur hingga 14 jam sehari, anak usia 1 sampai 3 tahun ini justru biasanya hanya akan tidur selama 10 jam saja.

Usia 3-6 Tahun

Anak-anak usia ini pada umumnya tidur 10 sampai 12 jam per hari. Pada umumnya mereka tidur antara jam 7 atau jam 9 malam dan akan bangun pada jam 6 atau 8 pagi. Pada saat anak berusia 3 tahun, sebagian  besar masih sering tidur siang, tapi jika sudah memasuki usia 5 tahun sebagian besar anak tidak lagi tidur siang. Durasi tidur siang pada anak-anak usia 3 sampai 6 tahun akan menjadi lebih pendek secara bertahap. Masalah tidur baru biasanya juga tidak akan muncul setelah usia 3 tahun.

Usia 7-12 Tahun

Pada usia ini, anak-anak sudah memiliki aktivitas sosial, sekolah, interaksi dengan keluarga dan sebagainya. Hal ini bisa membuat waktu tidur anak berkurang yaitu menjadi 10 sampai 11 jam per hari. 

Usia 12-18 Tahun

Pada saat anak memasuki usia ini, tidur tetap memiliki peran yang penting untuk menjaga kesehatan. Selain itu, para remaja usia ini ternyata juga membutuhkan waktu tidur yang cukup daripada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi anak-anak usia ini kerap mengalami tekanan sosial yang dapat mengganggu jam tidur anak sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *