Kenali Gejala Diare akibat Antibiotik

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada diare yang muncul karena infeksi virus maupun bakteri. Ada pula diare akibat antibiotik. Anda mungkin agak terkejut karena antibiotik yang sejatinya obat untuk menyembuhkan suatu penyakit justru bisa menimbulkan efek samping berupa diare. 

Sebenarnya, tidak semua antibiotik rentan menyebabkan diare. Beberapa jenis antibiotik yang memicu diare, antara lain penisilin, sefalosporin, cefpodoxime, dan klindamisin. Diare akibat antibiotik-antibiotik tersebut pun tidak langsung muncul begitu Anda mengonsumsinya. Biasanya gejala diare akibat antibiotik baru mulai timbul sekitar tujuh hari setelah pemakaian antibiotik tertentu. 

Gejala dari diare akibat antibiotik sebenarnya tidak berbeda jauh dari diare akibat virus maupun bakteri. Yang jelas, Anda akan mengalami buang-buang air lebih dari tiga kali dalam sehari. Di samping itu, gejala-gejala ini akan menyertai. 

Feses Cenderung Cair 

Tidak semua diare membuat feses yang dikeluarkan menjadi cair. Kebanyakan hanya memperlunak tekstur feses. Kondisi feses yang cair sendiri menandakan infeksi diare yang cukup parah. Salah satu diare yang kerpa memunculkan tekstur feses yang cair adalah diare akibat antibiotik. Ini akan membuat cairan tubuh Anda lebih banyak keluar. 

Nanah pada Feses 

Sebenarnya, gejala diare akibat antibiotik bisa terpampang jelas dari kondisi feses Anda. Pada penderita diare akibat antibiotik, feses bukan hanya menjadi cair. Anda juga bisa menemukan nanah pada feses yang menandakan adanya luka yang cukup serius di saluran pencernaan Anda. 

Dehidrasi Parah 

Gejala feses yang cenderung cair pada penderita diare akibat antibiotik tidak ayal menimbulkan gejala lain yang tidak boleh disepelekan. Masalahnya, feses yag cair membuat cairan tubuh lebih banyak hilang. Anda pun akan rentan mengalami dehidrasi parah yang membuat imunitas tubuh melemah dan meningkatkan risiko peradangan pada organ tubuh. 

Mual-mual 

Gejala gangguan pencernaan lain yang kerap mengikuti diare akibat antibiotik adalah mual-mual. Namun biasanya, gejala mual yang dialami penderita jenis diare yang satu ini tidak sampai diikuti oleh gejala muntah. Jika sudah diikuti muntah, sebaiknya Anda segera ke dokter karena kondisi cairan tubuh Anda bisa benar-benar sangat berkurang dari pembuangan feses dan muntah tersebut. 

Mulas 

Infeksi yang menyebabkan diare di saluran pencernaan Anda tidak jarang melukai saluran tersebut. Anda pun akan merasa gejala mulas atau nyeri perut. Cobalah berbaring dengan sedikit meringkuk untuk meringankan gejalanya. 

Kram Perut 

Selain mulas, Anda mungkin juga akan mengalami kram perut sebagai gejala diare akibat antibiotik. Kram perut biasanya terasa di perut bagian bawah seperti saat seseorang tengah mengalami kram menstruasi. 

Demam 

Infeksi apapun cenderung membuat tubuh memberikan perlawanan untuk membentuk antibodi. Tidak terkecuali ketika Anda terkena diare akibat antibiotik, sangat besar kemungkinan Anda mengalami demam. Hanya saja, demam cenderung bersifat ringan. Demam akan meningkat sebagai tanda adanya dehidrasi yang Anda alami. 

Nafsu Makan Turun 

Seperti jenis diare kebanyakan, diare akibat antibiotik akan membuat nafsu makan berkuran drastis. Ini karena kebanyakan penderita diare takut untuk memasukkan makanan atau minuman ke mulut sebab akan membuatnya semakin mulas dan keinginan buang air besar muncul kembali. 

Tubuh Lemas 

Cairan yang banyak keluar lewat feses yang cair bisa menyebabkan penderita diare akibat antibiotik mengalami dehidrasi. Kondisi inilah yang memicu gejala tubuh lemas. Anda mungkin bahkan tidak sanggup untuk lepas dari kondisi berbaring saat diare sedang parah-parahnya. 

*** 

Jika gejala diare akibat antibiotik sudah mengarah ke dehidrasi dan tubuh lemas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan dengan obat-obatan tertentu mungkin diperlukan supaya kondisi Anda lekas membaik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *