keluhan ibu hamil

Ketahui Ragam Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Selama menjalani kehamilan, seorang ibu pasti merasakan perubahan di tubuhnya. Hal ini diakibatkan perubahan hormon di dalam tubuh. Perubahan ini dapat menyebabkan keluhan ibu hamil, seperti pusing dan mual. Bahkan beberapa keluhan ibu hamil juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan tertentu. 

Ragam Keluhan Saat Hamil

  1. Morning Sickness

Lebih dari 60% wanita akan mengalami morning sickness. Kondisi ini disertai dengan rasa ingin muntah. Sebagian besar wanita akan mengalami kondisi ini hanya pada trimester pertama dan akan menghilang seiring bertambahnya usia kehamilan. 

Ada beberapa cara untuk mengurangi dan mengatasi morning sickness, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya protein
  • mengonsumsi minuman herbal seperti jahe untuk menghangatkan tubuh.
  • Mengonsumsi air putih yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Istirahat yang cukup
  1. Tubuh Mudah Lelah

Gejala umum lainnya dari kehamilan adalah tubuh mudah lelah, terutama pada trimester pertama. Hal ini karena tubuh Anda mengalami perubahan hormon. Selain itu, Anda juga memproduksi lebih banyak darah untuk membawa nutrisi ke bayi. Selain itu, stress juga merupakan faktor Anda merasa lelah.

Selain itu, kelelahan bisa menjadi gejala anemia karena kekurangan zat besi. Tubuh Anda membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, zat dalam sel darah merah yang memungkinkan mereka membawa oksigen ke jaringan Anda dan ke bayi Anda. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Anda membutuhkan zat besi lebih tinggi saat hamil. 

Untuk mengatasi kondisi ini Anda dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging merah, kacang-kacangan, seral, gandum, bayam, asparagus, brokoli, dan kangkung. Selain itu, cobalah untuk tidur dengan cukup dan hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein.

  1. Maag

Gangguan pencernaan lainnya yang umum terjadi selama kehamilan adalah maag. Kondisi ini membuat perut  terasa penuh atau kembung disertai mual. Dalam beberapa kasus, maag juga menimbulkan sensasi perih di lambung atau rasa terbakar. 

Kondisi ini terjadi akibat asam lambung yang naik hingga kerongkongan, sehingga menyebabkan sensasi terbakar. Anda juga akan merasakan rasa asam di mulut. Kondisi ini membuat para ibu hamil malas untuk makan dan menyebabkan ibu dan janin yang dikandungnya kekurangan zat gizi. 

Untuk mengatasi kondisi ini Anda dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Jangan makan terlalu dekat dengan waktu tidur (2-3 jam sebelumnya)
  • Tidak mengonsumsi makanan pedas, asam, dan kafein
  • Makan tepat waktu
  1. Sembelit

Saat hamil, wanita sering mengalami sembelit. Hal ini menyebabkan perut terasa tidak nyaman. Ada berbagai faktor yang menyebabkan Anda sembelit, meliputi: 

  • Perubahan hormon yang melambat 
  • Rahim yang membesar memberi tekanan pada usus di sekitarnya
  • Kekurangan serat

Untuk mengatasi kondisi ini, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti kacang polong, kacang almond, yogurt, oatmeal, alpukat, dan sayur-sayuran. Selain itu, mengonsumsi air putih yang cukup, minimal 8 gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi dan melunakan feses. Cobalah untuk melakukan olahraga ringan selama hamil, seperti jalan kaki 30 menit. 

  1. Preeklamsia atau Toksemia

Sakit kepala yang kuat pada trimester kedua atau ketiga mungkin merupakan tanda preeklamsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan. Sakit kepala akibat preeklamsia bersifat konsisten, persisten, dan menimbulkan rasa sakit di kepala.

Ibu dengan preeklamsia mungkin juga memiliki keluhan penglihatan kabur atau melihat bintik-bintik, penambahan berat badan secara drastis, nyeri di perut kanan atas, dan pembengkakan pada tangan dan wajah. Jika Anda mengalami sakit kepala yang tidak normal atau mengalami gejala-gejala ini, Anda harus segera menghubungi dokter atau bidan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala preeklamsia, yaitu: 

  • Banyak istirahat 
  • Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit setiap hari untuk melancarkan peredaran darah
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang 
  • Hindari makanan yang memicu sakit kepala, seperti teh dan kopi yang mengandung kafein
  • Kurangi konsumsi garam dan gula
  • Tetap menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih minimal 8 gelas sehari
  • Kompres kepala atau leher.

Jika sakit kepala bertambah parah disertai perubahan penglihatan, berat badan yang naik secara tiba-tiba, nyeri di perut kanan atas, atau bengkak di tangan dan wajah, segera hubungi dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *