Mengenal 4 Tipe Angioedema, Penyakit Biduran Raksasa

Anda pasti pernah mengalami gatal yang disertai kemerahan, bentol atau bengkak. Ini bisa terjadi karena alergi terhadap sesuatu baik itu debu, udara, suhu, makanan , minuman, obat, bulu, gigitan serangga atau iritasi lainnya. 

Salah satu yang kita kenal namanya adalah biduran (urtikaria/hives). Ini bisa menimbulkan kemerahan, bengkak, hingga rasa sakit atau menyengat pada kulit atau bagian tubuh yang terkena. Pembengkakan atau gatal ini paling banyak terjadi di kaki dan tangan tapi tidak menutup terjadi di bibir, sekitar mata, badan, hingga ke alat kelamin.

Pembengkakan yang terjadi lebih dalam di jaringan dan terjadi bersama biduran bisa mengakibatkan angioedema atau penyakit biduran raksasa. Penyakit ini memiliki 4 tipe utama yang diklasifikan berdasarkan penyebabnya. Berikut informasi selengkapnya tentang angioedema.

Apa itu angioedema

Angioedema adalah pembengkakan yang berkembang di bawah permukaan kulit (subkutan, mukosa, submukosa, dermis bawah) dan selaput lendir yang tiba-tiba, karena cairan menumpuk. Area yang cenderung dipengaruhi adalah area dengan area jaringan yang longgar, terutama wajah dan tenggorokan, serta anggota badan hingga alat kelamin.

Pada angioedema, pembengkakan paling sering terjadi di sekitar mata dan bibir. Dalam kasus yang lebih parah, lapisan dalam saluran pernapasan bagian atas dan usus juga dapat terpengaruh. Mengutip Healthline dan Medical News Today, angioedema bisa parah dan berakibat fatal, dengan 5.768 kematian tercatat sebagai akibat dari angioedema antara tahun 1979 dan 2010.

4 tipe angioedema

Ada 4 tipe angioedema yang dibagi berdasar penyebab mereka. 

  • Angioedema alergi

Pembengkakan atau angioedema yang disebabkan oleh reaksi alergi, seperti terhadap makanan atau sesuatu dari binatang. Contoh sumber alerginya, yaitu kerang, ikan, kacang kacangan, kacang pohon, telur, susu, serbuk sari, bulu binatang, getah, dan sengatan serangga.

  • Angioedema idiopatik

Idopatik sendiri bermakan tidak diketahui penyebabnya yang dalam hal ini penyebab pembengkakan. Walau begitu faktor-faktor tertentu, seperti stres atau infeksi, dapat memicu gejalanya. Mengutip DermNet NZ, penelitian terbaru menunjukkan bahwa 30-50% dari jenis angioedema dapat berhubungan dengan beberapa jenis gangguan autoimun, termasuk sistemik lupus erythematosus (SLE). Tipe ini bersifat kronis dan berulang.

pembengkakan angioedema bisa merupakan efek samping dari obat-obatan tertentu yang Anda konsumsi. Obat yang paling sering mempengaruhi adalah penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE). Contoh obat-obatan yang mempengaruhi angioedema adalah penisilin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat sulfa, dan vaksin .

  • Angioedema herediter

Angiodema herediter termasuk dalam pembengkakan yang disebabkan oleh gen “salah” atau kesalahan genetik yang diwarisi dari orang tua. Dalam tipe ini, pembengkakan terjadi ketika tubuh tidak membuat cukup protein darah yang disebut C1 esterase inhibitor, lalu memungkinkan cairan dari darah pindah ke jaringan lain. Angioedema ini adalah kondisi langka seumur hidup yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak.

Gejala angioedema

Gejala dari angioedema utamanya pasti pembengkakan baik itu di area sekitar mata, bibir, tenggorokan, tangan, kaki, alat kelamin hingga usus. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah:

  • Pembengkakan terasa seperti bekas luka besar, tebal, kencang 
  • Kemerahan
  • Nyeri 
  • Kehangatan di daerah yang bengkak
  • Pusing
  • Jika di usus bagian bawah, bisa menyebabkan sakit perut 
  • Jika pembengkakan di tenggorokan atau lidah Anda, bisa membuat sulit bernafas

Faktor risiko angioedema

Anda yang memiliki risiko lebih tinggi terkena angioedema adalah jika memiliki kondisi:

  • Pernah mengalami biduran, reaksi alergi, atau riwayat angioedema sebelumnya
  • Menderita lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, hiv, cytomegalovirus, virus epstein-barr, atau pernah menjalani transfusi darah
  • Memiliki riwayat keluarga dengan gatal-gatal atau angioedema
  • Menderita asma dan mengonsumsi NSAID 
  • Perubahan suhu mendadak
  • Stres atau kecemasan
  • Menjalani terapi aktivator plasminogen jaringan rekombinan (rtpa) untuk stroke 
  • Mengambil ace inhibitor atau jika anda menggunakan penghambat reseptor angiotensin (arb)

Angioedema adalah kondisi pembengkakan di kulit bagian dalam akibat penumpukan cairan. ini bisa terjadi bersamaan dengan biduran. Secara garis besar ada 4 tipe angiodema berdasarkan penyebabnya, baik itu makanan/minuman, tanaman dan hewan, obat-obatan, kesalahan genetika yang diwariskan, bahkan tanpa sebab. 

Gejalanya bisa berupa bengkak, gatal, kemerahan, rasa sengat atau nyeri, rasa hangat di bagian yang bengkak, hingga kesulitan bernafas. Area yang dipengaruhi angioedema bisa dari bibir dan sekitar mata, tangan dan kaki, tenggorokan, hingga ke alat kelamin dan usus.

Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami kondisi serius. Temukan lebih banyak informasi mengenai angioedema di website dan aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi langsung dengan dokter melalui chat di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *