Mengenal dan Memahami Gejala Hepatitis Autoimun

Sistem imun memang berfungsi menghindarkan Anda dari berbagai penyakit. Dengan sistem imun yang kuat, infeksi virus, bakteri, maupun kuman bisa dicegah, walaupun sudah memapar. Namun dalam kondisi tertentu, sistem imun bisa salah serang dan melakukan pembantaian terhadap sel-sel tubuh Anda. Kondisi inilah yang dikenal sebagai penyakit autoimun. 

Penyakit autoimun ada banyak jenis bergantung pada sel apa yang diserangnya dalam tubuh. Jika sistem imun menyerang hati, Anda bisa terdiagnosis hepatitis autoimun. Hepatitis autoimun akan menimbulkan peradangan pada bagian hati hingga bisa memicu sirosis sampai gagal hati. Apabila kondisi terburuk sudah terjadi, Anda pun mesti bersiap menjalani transplantasi sebagai penanganannya. 

Diagnosis hepatitis autoimun yang lebih cepat akan membuat proses penanganan bisa lebih tepat dilakukan sehingga tidak perlu berujung transplantasi. Karena itu, sangat penting mengenal dan memahami gejala-gejala hepatitis autoimun seperti di bawah ini. 

Jaundice 

Jaudince merupakan kondisi ketika kulit dan mata Anda tampak menjadi menguning. Ini karena meningkatnya kadar bilirubin dalam tubuh akibat fungsi hati yang tidak optimal. Semua penyakit yang berhubungan dengan masalah hati kerap menimbulkan reaksi berupa jaundice, tidak terkecuali ketika hepatitis autoimun mulai menyerang Anda. 

Kelelahan Ekstrem 

Kelelahan merupakan kondisi yang normal dan biasanya bisa lekas pulih jika Anda beristirahat. Namun jika Anda memiliki penyakit kronis, Anda akan merasakan kelelahan ekstrem yang tidak bisa hilang, meskipun sudah istirahat sekalipun. Saat Anda mengidap penyakit autoimun, seperti hepatitis autoimun, kondisi kelelahan ekstrem yang tidak hilang ketika Anda beristirahat bisa sering Anda rasakan. 

Perut Membengkak 

Gejala hepatitis autoimun dapat dilihat dari penampakan perut Anda. Umumnya, penderita penyakit ini akan mengalami pembengkakan perut. Ada dua alasan perut membengkak pada pasien penyakit ini. Pertama, ini karena ukuran hati dan limpa yang membesar karena munculnya peradangan akibat sel imun yang menyerang. Lalu yang kedua, terjadi penumpukan cairan di perut sehingga membuat perut penderita hepatitis autoimun terlihat membengkak.  

Flu Ringan 

Apa Anda sering mengalami flu, meskipun tidak tergolong parah? Berhati-hatilah sebab salah satu gejala hepatitis autoimun justru tampak seperti gejala flu ringan. Anda akan mudah merasa hidung tersumbat dan demam ringan. Jika Anda mengalami gejala yang menyerupai flu ringan ini tanpa berkesudahan lebih dari 2 minggu; cobalah untuk berkonsultasi ke dokter. 

Nyeri Sendi 

Nyeri sendi memang terdengar simpel, tapi bisa sangat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Rasanya juga sangat tidak nyaman karena akan membuat Anda merasa kesakitan, namun sulit untuk meringankannya secara cepat. Yang tidak kalah penting, nyeri sendi sering menjadi gejala penyakit kronis, salah satunya hepatitis autoimun. 

Gatal-gatal Kulit 

Masalah peradangan di hati akibat hepatitis autoimun juga bisa berpengaruh ke kondisi kulit. Umumnya, penderita hepatitis autoimun akan memiliki kulit yang sangat kering sehingga mudah teriritasi. Risiko gatal-gatal tiap hari pun menghantui tiap hari. 

Feses Abu-abu 

Anda patut memyalakan alarm bahaya apabila mendapati warna kotoran memucat, bahkan mengarah ke abu. Ini merupakan tanda fungsi hati tidak baik sehingga racun dan bilirubin yang berlebihan tidak bisa dikeluarkan lewat feses. Inilah yang membuat warna feses tidak menguning, melainkan menjadi sangat pucat yang mengarah ke warna abu-abu.

Pendarahan Dubur 

Penderita hepatitis autoimun juga bisa berisiko mengalami pendarahan. Jenis pendarahan yang paling sering terjadi adalah pendarahan di bagian dubur. Selain itu, penderita penyakit autoimun yang satu ini juga bisa sering mengalami muntah darah. 

*** 

Beberapa gejala hepatitis autoimun memang cenderung tidak spesifik dan bisa mengarah ke penyakit kronis lainnya. Karena itu, sebaiknya Anda tidak melakukan diagnosis sendiri. Apabila mendapati beberapa gejala yang mengarah ke hepatitis autoimun, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dan berobat ke dokter untuk diagnosis yang lebih valid. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *