Mengenal Instalasi Hemodialisa di RSUD Rumah Sakit Sidoarjo

RSUD Sidoarjo, merupakan salah satu Rumah Sakit Sidoarjo yang terletak di Jl. Mojopahit No.667, Sidowayah, Celep, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rumah Sakit Sidoarjo ini memiliki layanan unggulan yang disebut dengan instalasi hemodialisa. Namun, apa sebenarnya instalasi hemodialisa dan apa kegunaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu instalasi hemodialisa?

Ginjal yang sehat akan membersihkan darah Anda dan mengeluarkan cairan ekstra dalam bentuk urin. Ginjal juga berfungsi membuat zat yang menjaga tubuh Anda tetap sehat. Instalasi hemodialisa menggantikan beberapa fungsi ini ketika ginjal Anda tidak lagi bekerja. 

Hemodialisa merupakan proses pembersihan darah dari akumulasi hasil metabolisme tubuh seperti ureum dan zat beracun lainnya. Hemodialisis diindikasikan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialysis waktu singkat atau beberapa bentuk keracunan. Frekuensi hemodialisa, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani tindakan hemodialisa sebanyak 2 kali/ minggu. Pada 5 tahun terakhir kasus gagal ginjal kronis menempati sepuluh kasus terbanyak di RSUD Sidoarjo dan menjadi penyebab kematian tertinggi.

Dengan data dan kondisi seperti ini RSUD sidoarjo akan menambah kemampuan dibidang Hemodialisis dari berbagai lini, penambahan mesin sampai 100 mesin pada tahun 2019 dengan spesifikasi mesin yang beragam. Penambahan dan kemampuan SDM juga sarana penunjang yang lain termasuk peningkatan dokter yang mampu terkait pemasangan AV shunt juga penambahan dokter spesialis kardiovaskular.

Kapan hemodialisis dibutuhkan?

Anda memerlukan hemodialisa jika ginjal Anda tidak lagi membuang cukup limbah dan cairan dari darah untuk membuat tetap sehat. Ini biasanya terjadi ketika Anda hanya memiliki 10 hingga 15 persen fungsi ginjal yang tersisa. Anda mungkin memiliki gejala seperti mual, muntah, bengkak dan kelelahan. 

Bagaimana cara kerja hemodialisis?

Hemodialisis yang tersedia di Rumah Sakit Sidoarjo adalah prosedur di mana mesin dialisis dan filter khusus yang disebut ginjal buatan, atau dialyzer, digunakan untuk membersihkan darah. Untuk memasukkan darah Anda ke dalam dialyzer, dokter perlu membuat akses, atau pintu masuk, ke dalam pembuluh darah. Ini dilakukan dengan operasi kecil, biasanya pada lengan Anda. 

Berapa lama perawatan hemodialisis berlangsung?

Hemodialisis biasanya dilakukan 3 kali per minggu selama sekitar 4 jam setiap kali. Orang yang memilih untuk melakukan hemodialisis di rumah dapat melakukan perawatan dialisis lebih sering, 4-7 kali per minggu dengan waktu yang lebih singkat setiap kali.

Apakah harus berpuasa sebelum lenjalankan perawatan hemodialisis?

Iya. Secara umum, pasien disarankan untuk meningkatkan asupan protein dan membatasi jumlah kalium, fosfor, natrium, dan cairan dalam makanan mereka. Pasien dengan diabetes atau kondisi kesehatan lainnya mungkin memiliki batasan diet tambahan. Penting untuk berbicara dengan ahli diet tentang kebutuhan diet pribadi Anda.

Tim perawatan di Rumah Sakit Sidoarjo akan memantau perawatan dengan tes laboratorium bulanan untuk memastikan mendapatkan jumlah dialisis yang tepat dan bahwa Anda memenuhi tujuan diet Anda.

Apakah hemodialisis memberikan efek yang tidak nyaman? 

Ketika Anda memulai hemodialisis, jarum yang dimasukkan ke dalam fistula atau cangkok mungkin tidak nyaman. Sebagian besar pasien terbiasa dengan ini pada waktunya. Tim perawatan di Rumah Sakit Sidoarjo akan memastikan Anda senyaman mungkin selama perawatan. Gejala seperti kram, sakit kepala, mual atau pusing tidak umum, 

Bisakah pasien bepergian setelah cuci darah?

Sebelum Anda bepergian, sebaiknya membuat bertanya lebih dahulu dengan para medis di Rumah Sakit Sidoarjo. Banyak pasien terus bekerja atau kembali bekerja setelah mereka melakukan proses tersebut. Jika pekerjaan Anda memiliki banyak pekerjaan fisik (angkat berat, menggali, dll.), Anda mungkin perlu mengubah tugas atau rutinitas, supaya tidak mudah lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *