Kesulitan Bernapas? Dapatkan Perawatan Metro Hospitals Cikarang Secepatnya

Mengalami kesulitan bernapas dapat digambarkan dengan rasa tidak nyaman saat bernapas dan perasaan seperti Anda tidak bisa menarik napas dalam-dalam. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Gangguan pernapasan ringan, misalnya akibat kelelahan setelah Anda menjalani kelas aerobik, tidak masuk ke dalam kelas aerobik ini. Kesulitan bernapas dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang berbeda. Kondisi ini juga dapat berkembang sebagai hasil dari stres dan kecemasan. Penting untuk diketahui bahwa episode sesak napas terus menerus atau tiba-tiba, kesulitan bernapas intens dapat menjadi tanda gangguan kesehatan serius yang membutuhkan perhatian medis. Anda perlu mendiskusikan gangguan pernapasan apapun dengan dokter Metro Hospitals Cikarang

Kondisi paru-paru yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas

Ada beberapa kondisi paru-paru yang dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas. Kebanyakan dari kondisi ini membutuhkan perawatan medis Metro Hospitals Cikarang segera. 

  • Asma. Asma adalah sebuah peradangan dan penyempitan saluran udara yang dapat menyebabkan sesak napas, mengi, dada yang sesak, dan batuk. Asma adalah sebuah kondisi yang umum dijumpai dengan tingkat keparahan yang beragam. 
  • Pneumonia. Ini adalah infeksi paru-paru yang dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan dan nanah di paru-paru. Kebanyakan jenis pneumonia menular. Pneumonia dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa, sehingga perawatan segera sangat penting. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai di antaranya adalah sesak napas, batuk, nyeri dada, tubuh menggigil, berkeringat, demam, nyeri otot, dan kelelahan. 
  • Penyakit paru obstruktif kronis (COPD). Ini merupakan sebuah kelompok penyakit yang dapat menyebabkan menurunnya fungsi paru-paru. Gejala dan tanda lain di antaranya adalah mengi, batuk konstan, meningkatnya produksi lendir, level oksigen yang menurun, dan sesak dada. Emphysema sering disebabkan karena merokok aktif secara bertahun-tahun masuk ke dalam kategori penyakit ini. 
  • Pulmonary embolism. Adalah penyumbatan di satu atau lebih areri yang menuju ke paru-paru. Kondisi ini sering disebabkan karena penggumpalan darah dari seluruh tubuh, misalnya dari kaki dan pelvis, yang menuju ke paru-paru. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perhatian medis Metro Hospitals Cikarang secepatnya. Gejala lain di antaranya adalah pembengkakan pada kaki, nyeri dada, batuk, mengi, terus menerus berkeringat, detak jantung yang tidak normal, pusing, hilangnya kesadaran, dan warna kebiruan pada kulit. 
  • Pulmonary hypertension. Ini adalah tekanan darah tinggi yang memengaruhi arteri di paru-paru. Kondisi ini sering disebabkan karena penyempitan dan pengerasan arteri dan dapat menyebabkan kegagalan jantung. Gejala kondisi ini berawal dari nyeri dada, sesak napas, kesulitan saat berolahraga, dan rasa lelah ekstrim. Setelah beberapa waktu, gejala dapat mirip dengan gejala akibat pulmonary embolism. Kebanyakan orang dengan kondisi ini akan menyadari kondisi sesak napas mereka berubah menjadi lebih parah. Nyeri dada, sesak napas, dan hilangnya kesadaran merupakan gejala yang perlu mendapatkan atensi medis Metro Hospitals Cikarang secepatnya. 
  • Croup. Ini adalah sebuah kondisi pernapasan yang disebabkan karena infeksi virus akut. Kondisi ini ditandai dengan batuk “menggonggong” yang khas. Hubungi dokter Metro Hospitals Cikarang apabila Anda atau anak memiliki gejala ini. Anak-anak usia 6 bulan hingga 3 tahun paling rentan menderita kondisi ini. 

Beberapa kondisi kesulitan bernapas merupakan gejala penyakit jantung dan paru-paru serius. Dalam kasus ini, dokter Metro Hospitals Cikarang akan meresepkan obat-obatan dan perawatan lain. Apabila Anda memiliki asma, misalnya, Anda mungkin perlu menggunakan “inhaler” secepatnya setelah menderita gangguan pernapasan.

Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Azithromycin adalah sebuah antibiotik. Kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat menjadi pilihan baik saat tubuh melawan infeksi. Namun, kombinasi ini juga dapat menyebabkan efek samping berubah menjadi lebih parah. Azithromycin membunuh bakteri di dalam tubuh untuk melawan infeksi bakteri. Obat ini tidak bekerja untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti penyakit demam dan flu. Beberapa infeksi bakteri yang dapat diobati dengan azithromycin di antaranya adalah radang tenggorokan, bronchitis, infeksi sinus, infeksi telinga, beberapa infeksi kulit, infeksi tonsil, penyakit ulkus kelamin, infeksi Helicobacter pylori, diare wisatawan, penyakit Legionnaire, dan batuk rejan. Azithromycin aman dan efektif untuk kebanyakan orang ketika dokter meresepkan obat ini untuk infeksi bakteri. Dan tidak ada interaksi langsung dengan alkohol, yang berarti banyak orang dapat mengonsumsi alkohol dalam batas yang wajar saat menggunakan obat ini tanpa adanya gangguan yang serius. 

Mual, muntah, dan diare

Antibiotik, termasuk azithromycin, dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Efek ini dapat terjadi karena azithromycin menyerang semua bakteri di tubuh, termasuk bakteri baik yang ada di saluran pencernaan. Ketika antibiotik membunuh bakteri baik, sistem pencernaan akan kehilangan keseimbangan. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dengan sifat ringan hingga parah. Di sisi lain, minum alkohol dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. 

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan usus kejang, sehingga dapat mendorong kotoran dengan terlalu cepat. Hal ini dapat mengakibatkan diare. Efek tersebut, ditambah dengan kombinasi azithromycin, dapat meningkatkan risiko sakit perut, diare, dan rasa tidak nyaman di tubuh. Tubuh akan kehilangan air penting dan elektrolit ketika diare terjadi. Selain itu, karena alkohol akan bertindak sebagai diuretic, alkohol juga malah akan membuat efek dehidrasi menjadi lebih parah, menyebabkan efek samping tambahan. Sebagai tambahan, jika seseorang muntah setelah mengonsumsi obat, tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menyerapnya. Jika hal ini terjadi, ia perlu menghubungi dokter dan berkonsultasi seputar apa yang perlu dilakukan, apakah mengonsumsi dosis tambahan diperbolehkan atau tidak. 

Sakit kepala

Salah satu potensi efek samping dari azithromycin adalah sakit kepala. Meskipun sakit kepala tidak memengaruhi semua orang yang mengonsumsi antibiotik ini, kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat meningkatkan risiko sakit kepala atau malah membuat sakit kepala yang sekarang sedang dirasakan menjadi lebih parah. Menurut Lembaga Sakit Kepala Nasional, minum alkohol dapat memicu sakit kepala dalam beberapa cara. Alkohol memperbesar pembuluh darah, yang dapat menyebabkan nyeri dan jantung berdebar, serta menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Apabila seseorang mencoba untuk mengatasi sakit kepala dengan obat pereda rasa nyeri, mereka dapat menderita efek samping yang lebih parah. Minum obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen, dapat mengiritasi lambung, menyebabkan gangguan pencernaan dan mual. Anda tidak boleh mengonsumsi acetaminophen dengan alkohol karena kombinasi keduanya dapat menyebabkan gangguan hati serius. 

Pusing

Kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan pusing, sensasi atau perasaan berputar ketika Anda sedang tidak bergerak. Pusing juga merupakan salah satu efek samping dari azithromycin. Kepala yang pusing bisa sangat mengganggu dan berbahaya apabila Anda perlu bekerja, mengemudi, atau mengoperasikan peralatan atau mesin berat. Konsumsi alkohol juga dapat membuat seseorang merasa pusing, sehingga memperbesar efek samping apabila sebelumnya Anda telah meminum azithromycin. 

Parkinsonisme VS Penyakit Parkinson, Ketahui Perbedaan Keduanya

Penyakit Parkinson adalah gangguan fungsi otak (neurodegeneratif) yang disebabkan oleh degenerasi sel saraf di otak yang memproduksi hormon dopamin. Kondisi ini ditandai dengan tremor, badan kaku, dan gangguan gerak lainnya. 

Parkinsonisme bukan merujuk pada pasien penderita penyakit Parkinson. Meski memiliki kata yang hampir mirip, kedua penyakit itu tidak bisa disamakan. 

Apa itu Parkinsonisme?

Parkinsonisme disebut juga dengan Parkinson atipikal atau Parkinson plus, didefinisikan sebagai sindrom klinis, berbeda dengan penyakit Parkinson yang merupakan penyakit neurodegeneratif progresif. 

Penderita parkinsonisme memiliki kemiripan pada beberapa gejala motorik Parkinson, dan disertai dengan indikasi lain. Diketahui Parkinson hanya mewakili 10-15% dari semua kasus parkinsonisme yang didiagnosis.

Ada beberapa jenis parkinsonisme, diantaranya parkinsonisme yang diinduksi obat, parkinsonisme vaskular, dan degenerasi kortikobasal (CBD).

Perbedaan penyebab dan gejala

Penyakit Parkinson disebabkan oleh degenerasi sel saraf otak yang bisa dipicu dengan penuaan, toksin lingkungan, dan riwayat genetika. Kondisi pasien Parkinson akan semakin memburuk seiring waktu. 

Sementara itu parkinsonisme memiliki banyak penyebab, seperti efek samping obat-obatan, trauma kepala kronis, penyakit metabolik, paparan racun, dan penyakit neurologis.

Untuk mendiagnosis penyakit Parkinson, pasien harus menunjukkan minimal dua tipe gejala dari empat gejala utama berikut:

  • Gemetar atau tremor di tangan, lengan, kaki, rahang, atau kepala yang terjadi dalam kondisi istirahat dan berhenti saat bergerak
  • Kekakuan pada lengan, tungkai, atau batang tubuh
  • Bradykinesia atau lambatnya gerakan pada anggota tubuh dan/atau wajah ketika berjalan
  • Terganggunya keseimbangan dan koordinasi, terkadang menyebabkan terjatuh

Gejala lainnya bisa termasuk depresi dan perubahan emosional, sulit menelan, mengunyah, dan berbicara, konstipasi, dan gangguan tidur.

Sedangkan parkinsonisme memiliki beberapa gejala yang telah disebutkan di atas disertai dengan tekanan darah rendah, ketidakmampuan untuk menggerakkan mata ke atas dan ke bawah, hingga demensia. 

Karena gejalanya yang hampir mirip, agak sulit untuk mendiagnosis Parkinson dan parkinsonisme. Diagnosa hanya bisa dilakukan dari gambaran klinis karena hingga saat ini belum ada tes yang efektif untuk mendiagnosis Parkinson dan parkinsonisme. 

Ketika ada pasien dengan gejala Parkinson, dokter akan memperlakukannya seperti pasien Parkinson terlepas dari apakah dia benar-benar menderita penyakit tersebut atau parkinsonisme. 

Kondisi itu sering terjadi pada parkinsonisme ringan. Namun seiring waktu ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk membedakan keduanya. Penderita parkinsonisme biasanya tidak mengalami tremor, kedua sisinya terpengaruh secara merata, dan tidak merespon obat Parkinson dengan baik.

Bisakah parkinsonisme disembuhkan?

Belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan parkinsonisme. Perawatan umum untuk Parkinson dan parkinsonisme adalah mengurangi gejala untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Obat-obatan untuk Parkinson, seperti pengobatan dopamin (Levodopa), efektif untuk beberapa bentuk parkinsonisme. Perawatan non-farmakologis lain yang bisa membantu antara lain:

  • Aktif secara fisik, seperti rutin berolahraga yang berfokus pada membangun massa otot, kekuatan, dan kelenturan
  • Menjalani terapi fisik
  • Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan terapi
  • Terapi bicara
  • Terapi nutrisi
  • Psikoterapi individu dan keluarga
  • Bergabung dengan support group

Karena penderita cenderung hilang keseimbangan, anggota keluarga bisa ikut membantu dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi penderita. 

Misalnya, memasang pegangan tangan di sekitar dinding kamar mandi, menghindari meletakkan barang yang bisa menghalangi gerak pasien, menggunakan keset anti-slip, dan letakkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan.

Apabila Anda memiliki pertanyaan terkait parkinsonisme dan gangguan medis lainnya, silahkan hubungi dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Macam-macam Dokter Spesialis yang Perlu Diketahui

tanya dokter spesialis

Terdapat banyak jenis dokter spesialis dengan keahlian khusus dalam menangani kondisi atau penyakit tertentu, dokter umum akan merujuk pasien ke dokter spesialis sesuai dengan kondisi dan keluhan yang dirasakan oleh pasien. Namun, nantinya dibutuhkan tanya dokter spesialis untuk mengetahui lebih lanjut kondisi serta penanganan apa yang diperlukan.

Untuk memiliki titel sebagai dokter spesialis, seseorang terlebih dahulu harus menempuh pendidikan dokter umum sebelum melanjutkan ke program pendidikan dokter spesialis. Dan jenisnya ada beragam, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat dan kronis, jika seseorang ingin berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis ini perlu diketahui macam apa saja yang ada.

Macam Dokter Spesialis

Mengetahui berbagai jenis dokter spesialis juga sangat berguna bagi para pasien, tentunya ketika mereka ingin berkonsultasi dalam sesi tanya dokter spesialis. Konsultasi ini penting guna pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat bagi pasien, berikut diantaranya beberapa macam dokter spesialis.

  1. Spesialis Penyakit Dalam

Memiliki titel Sp.PD disebut juga sebagai internis, merupakan dokter dengan spesialisasi mendiagnosa dan menangani sejumlah masalah kesehatan pasien dewasa atau lansia. Seperti masalah imun, penyakit jantung, diabetes, hipertensi, penyakit pencernaan, pernapasan hingga penyakit ginjal.

  1. Dokter Spesialis Anak

Mempunyai titel Sp.A dan disebut juga dengan pediatri, merupakan dokter yang memiliki spesialisasi dalam mendiagnosa dan menangani anak dengan usia 0-18 tahun. Umumnya semua penyakit yang terjadi pada anak, mulai masalah fisik, perilaku hingga kesehatan mental nantinya akan dirujuk ke dokter spesialis anak.

Namun tidak menutup kemungkinan dokter akan bekerja sama dengan dokter spesialis lain, seperti misalnya pada anak yang mengalami gangguan jiwa. Maka dokter anak akan berkonsultasi dengan psikiater, atau ketika anak membutuhkan proses pembedahan, maka dokter akan bekerja sama dengan dokter spesialis bedah anak.

  1. Dokter Spesialis Saraf

Memiliki titel Sp.N merupakan dokter dengan tugas mendiagnosis, menangani dan merawat pasien yang sakitnya berhubungan dengan sistem saraf, mulai dari otak, saraf tulang belakang hingga sistem saraf tepi. Pada umumnya seperti stroke, infeksi sistem saraf, tumor yang tidak bisa dioperasi, penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf, kejang dan lain sebagainya.

  1. Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekologi

Mempunyai titel Sp.OG, dokter spesialis dengan keahlian khusus dalam dua bidang yakni seputar kehamilan dan proses melahirkan (obstetri) serta keahlian seputar kesehatan reproduksi atau ginekologi. 

Bidang obstetri melayani seputar kehamilan dan melahirkan baik normal maupun yang bermasalah, sementara bidang ginekologi melayani keluhan seputar kesehatan reproduksi, seperti masalah menstruasi dan menopause.

  1. Dokter Spesialis Bedah

Merupakan dokter dengan spesialis pada semua hal yang berkaitan dengan prosedur pembedahan, pasien bisa tanya dokter spesialis ini seputar bedah jika memiliki benjolan yang tidak normal pada bagian tertentu atau luka yang tak kunjung sembuh. Beberapa kasus membutuhkan dokter bedah dengan keahlian khusus, seperti bedah onkologi (kanker) dan orthopedi (tulang).

  1. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Memiliki titel Sp.KK, merupakan dokter yang khusus mendiagnosis dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesehatan kulit dan kelamin, baik pria maupun wanita. Seperti alergi kulit, infeksi jamur, herpes, kanker kulit hingga infeksi menular seksual.

  1. Dokter Spesialis THT

Mempunyai titel Sp.THT atau otolaringologis merupakan dokter yang memiliki spesialisasi untuk mendiagnosis, menangani dan merawat penderita gangguan telinga, hidung dan tenggorokan. Seperti radang tenggorokan, radang amandel, sleep apnea, sinusitis, infeksi telinga hingga tumor di kepala dan leher.

Masih banyak lagi jenis dokter spesialis, termasuk spesialis mata, psikiater atau ahli kejiwaan hingga dokter gigi. Sesuai dengan spesialisasinya, beberapa dokter ini juga menangani masalah kesehatan khusus bagian tubuh tersebut.

Disseminated Intravascular Coagulation, Kondisi Langka yang Mengancam Jiwa

Disseminated Intravascular Coagulation, Kondisi Langka yang Mengancam Jiwa

Ada banyak sekali kondisi langka yang tanpa disadari bisa mengancam nyawa. Salah satunya adalah Disseminated Intravascular Coagulation atau DIC, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan darah Anda akan menggumpal secara berlebih. 

Kondisi ini khususnya bisa terjadi karena protein yang bertugas untuk mengendalikan pembekuan darah menjadi terlalu aktif. Peningkatan pembekuan darah ini akan menghabiskan trombosit yang diperlukan untuk mengontrol pendarahan. 

Akibatnya, ketika Anda mengalami DIC, Anda akan mengalami pendarahan yang berlebihan. 

Apa yang menyebabkan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)?

Pada dasarnya, ketika Anda mengalami cedera, protein dalam darah akan bergerak ke lokasi cedera untuk mendukung penggumpalan darah. Hal ini mencegah Anda mengalami pendarahan berlebih, bahkan menghentikan pendarahan pada bagian cedera itu.

Akan tetapi, jika protein ini menjadi terlalu aktif, Anda akan mengalami Disseminated Intravascular Coagulation. Protein yang terlalu aktif ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi, peradangan, dan kanker. Selain itu, ada juga beberapa penyebab yang tidak terlalu umum, seperti:

  • Gigitan ular berbisa
  • Luka bakar
  • Komplikasi selama kehamilan
  • Pankreatitis
  • Suhu tubuh yang sangat rendah atau hipotermia

Saat protein terlalu aktif, pembekuan darah menjadi terlalu berlebih. Darah yang membeku akan membentuk gumpalan yang menyumbat pembuluh darah. 

Karena pembuluh darah tersumbat, suplai darah ke organ-organ tubuh Anda pun menjadi terhambat. Kekurangan aliran darah bisa menyebabkan cedera parah pada organ-organ tersebut, khususnya hati, otak, dan ginjal.

Kemudian, ketika darah membeku, kadar protein yang bisa membekukan darah akan habis perlahan. Jadi, ketika berikutnya Anda mengalami cedera yang mengeluarkan darah, protein itu tidak mampu lagi membekukan darah Anda. 

Akibatnya, Anda malah akan mengalami pendarahan berlebihan di area cedera tersebut. Ini merupakan kondisi medis yang serius, karena ketika pendarahan tak bisa dihentikan, tubuh Anda bisa kehilangan banyak darah. 

Tanda-tanda Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Disseminated Intravascular Coagulation bisa terjadi secara tiba-tiba maupun secara perlahan. Keduanya menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang berbeda. 

  • Gejala DIC yang tiba-tiba

Apabila DIC terjadi secara tiba-tiba, Anda akan merasakan gejala berupa pendarahan yang sangat parah. Hal ini juga bisa terjadi ketika melakukan operasi atau persalinan, dimana darah yang keluar setelah operasi menjadi tidak terkendali. 

Pendarahan juga bisa terjadi pada area suntikan intravena atau di otak, lalu di saluran pencernaan, di kulit, otot, dan juga rongga-rongga tubuh.

  • Gejala DIC yang perlahan

DIC juga bisa berkembang dengan lambat. Hal ini bisa terjadi pada penderita kanker dan menyebabkan pembekuan di pembuluh darah lebih sering terjadi dibandingkan dengan pendarahan yang terlihat. 

Saat pembekuan terjadi di pembuluh darah dan menyebabkan gumpalan, Anda akan merasakan gejala berupa pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di area gumpalan tersebut. Umumnya, penggumpalan ini terjadi di area kaki.

Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami gejala tambahan lainnya, baik ketika menderita DIC yang perlahan maupun yang tiba-tiba. Gejala tambahan itu berupa: 

  • Penurunan tekanan darah
  • Tubuh mudah memar
  • Pendarahan rektal atau vagina
  • Muncul titik merah di permukaan kulit
  • Demam
  • Sesak napas
  • Kebingungan, hilang ingatan, dan perubahan perilaku yang tidak biasa

Tanda-tanda di atas bisa Anda kenali sebagai gejala Disseminated Intravascular Coagulation. Ketika mengalaminya, maka Anda perlu segera mendapatkan pertolongan darurat. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Bagaimana Cara Membujuk Pacar yang Marah dalam Waktu Singkat?

Setiap hubungan pasti mengalami masa sulit yang berbeda-beda. Ada saatnya hubungan pacaran berjalan dengan mulus, namun tidak jarang pula mengalami permasalahan yang menyebabkan salah satu dari pasangan marah atau ngambek. 

Hal ini tentu termasuk hal yang normal dalam sebuah hubungan. Namun, bagaimana cara membujuk pacar untuk memperbaiki suasana agar membaik kembali? Yuk, intip beberapa cara berikut untuk mengatasi pacar yang marah. 

Cara membujuk pacar yang marah

Jika pacar Anda marah atau kesal, atau Anda dan pasangan baru saja mengalami pertengkaran karena suatu hal, beberapa cara berikut sepertinya perlu Anda coba untuk menyelesaikan masalah dalam waktu singkat. 

  1. Jangan melawan api dengan api

Jika Anda baru saja bertengkar hebat, kedua saraf Anda mungkin tertekan. Dia mungkin marah karena apa yang Anda lakukan, tetapi ini tidak berarti Anda juga harus marah. Bahkan jika Anda memiliki poin yang valid, itu tidak akan membantu permasalahan Anda dan pasangan justru akan menambahkan banyak api ke dalam pertengkaran Anda. Jadi, jika pasangan Anda sedang emosi atau marah besar, biarkan ia dan bahas kembali ketika amarahnya sudah mulai mereda. 

  1. Beri dia ruang

Meskipun Anda mungkin ingin memperbaiki keadaan segera setelah bertengkar, hal yang sama tidak berlaku untuk pria Anda. Pria umumnya ingin ruang lebih untuk mereka memikirkan semuanya, jadi Anda mungkin ingin mundur sebentar, dan memikirkan semuanya sendirian. Maka biarkan ia jika membutuhkan waktu untuk sendiri. 

  1. Jangan memaksakan masalah

Jika dia mengabaikan Anda atau mencoba menghindari masalah, maka biarkan dahulu. Ini adalah bagian dari keinginannya untuk mendapatkan ruang sendirian dan memikirkan semuanya. Jangan memaksa pasangan untuk berdamai dengan cepat. Kebanyakan pria tidak konfrontatif, jadi Anda harus menunggu sampai suasana Anda berdua lebih baik sebelum memulai untuk berbicara. 

  1. Beri waktu

Beri waktu beberapa saat, atau beberapa hari jika masalah sangat besar atau berat. Dia mungkin ingin sedikit memisahkan dirinya dari situasi dan mengambil perspektif. Setelah Anda melihat melihat bahwa dia mungkin memiliki cukup waktu untuk memikirkan semuanya, saat itulah Anda mulai mengemukakan masalah untuk menyelesaikannya. 

  1. Beritahu dia bahwa Anda masih peduli

Saat Anda memberinya waktu dan jarak untuk merenung dan memikirkan masalahnya, terus beritahu dia bahwa Anda ada untuknya. Biarpun dia melihat bahwa Anda memberinya ruang, tetapi tidak terlalu melepaskan diri sehingga dia tidak bisa mendatangi Anda jika dia memiliki masalah sendiri atau ingin berbicara untuk menyelesaikan masalahnya. 

  1. Hormati privasi nya

Jadi dia meminta ruang. Dia tidak berbicara denganmu, dia tidak akan bertemu. Hormati privasinya untuk dirinya sendiri. Jangan terlalu menekan pasangan untuk segera menyelesaikan masalah secepatnya. Intinya, jangan terlalu posesif dengan apa yang dilakukan pacar saat ia meminta waktu untuk berpikir. 

  1. Tunggu waktu yang tepat

Setelah Anda merasa dan pasangan merasa siap untuk berbicara, pilih waktu yang tepat untuk mengobrol. Hindari tempat umum, dan selalu pikirkan skenario terburuk, seperti Anda mungkin akan menangis dan memohon atau hingga berlutut, atau dia mungkin akan menangis tersedu-sedu karena marah. Hal-hal ini lebih baik dilakukan secara pribadi dan di tempat tidak ada gangguan. 

Semoga beberapa cara membujuk pacar yang sedang marah di atas dapat membuat Anda dan pasangan berbaikan. Dengan begitu hubungan Anda menjadi baik kembali seperti sedia kala sebelum terjadinya pertengkaran. Selamat mencoba!

Berbagai Infeksi yang Disebabkan oleh Bakteri Streptococcus Tipe A dan B

Bakteri Streptococcus

Tahukah Anda mengenai bakteri streptococcus? Jenis bakteri ini merupakan penyebab peradangan dan juga nyeri tenggorokan. Bahkan bakteri ini juga dapat menyebabkan selulitis, pneumonia hingga infeksi telinga.

Infeksi yang Disebabkan Bakteri Streptococcus

Sebenarnya, bakteri ini memiliki beberapa jenis, yaitu A, B, C, dan G. Namun, ada 2 jenis yang paling sering menyebabkan infeksi pada manusia, yakni Streptococcus A dan B.

  1. Streptococcus A

Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri jenis A ini, yaitu:

  • Demam Scarlet

Demam scarlet ini memiliki gejala awal dengan muncul ruam merah. Penyakit ini biasanya rentan dialami oleh anak yang berusia 5-15 tahun. Demam scarlet ini sebaiknya tidak dibiarkan karena kemungkinan bisa menimbulkan komplikasi pada jantung dan ginjal.

  • Panas Dalam

Memang tidak semua panas dalam (strep throat) adalah karena infeksi bakteri streptococcus. Strep stroat paling rentan dialami oleh anak yang berusia 5-15 tahun. Panas dalam juga bersifat menular, khususnya di sekolah atau daycare dan tempat perkumpulan lain. 

Panas dalam memiliki gejala umum berupa tonsil membengkak, serta muncul bintik putih. Jika strep throat ini tidak kunjung sembuh dan disertai kesulitan bernapas, maka periksakan segera ke dokter.

  • Toxic Shock Syndrome

Penyakit langka toxic shock syndrome ini disebabkan oleh Streptococcus yang masuk ke tubuh. Saat berada di tubuh, bakteri ini mengeluarkan racun berbahaya. Gejala yang muncul biasanya berupa diare, muntah, mual, hingga kulit di tumit dan telapak tangan mengelupas.

  • Impetigo

Penyakit ini menular melalui adanya kontak langsung antara kulit dengan bakteri. Gejala impetigo adalah berupa munculnya ruam merah pada kulit lalu akan menjadi luka terbuka berisi nanah. Biasanya penyakit impetigo terjadi pada anak-anak dan balita.

  • Selulitis

Penyakit ini disebabkan karena bakteri yang menyebar hingga ke dalam kulit sehingga menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak yang ada di bawahnya. Selulitis ini tidak menular. Orang yang berisiko mengalami infeksi ini adalah orang yang memiliki luka terbuka dan tidak dibersihkan dengan benar. Meski tidak menular, bukan berarti penyakit ini bisa dianggap sepele karena dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.

  • Sinusitis

Bakteri streptococcus ini juga menginfeksi rongga kecil di dahi dan tulang pipi. Hal ini akan membuat penderitanya mengalami hidung tersumbat dan terasa nyeri di bagian wajah atau disebut sinusitis.

  • Sepsis

Sepsis juga merupakan infeksi akibat bakteri strep. Sepsis adalah infeksi peredaran darah yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kerja jantung, napas tersengal, hingga demam.

  1. Streptococcus B

Bakteri streptococcus tipe B ini memang biasa datang dan pergi secara alami di tubuh. Umumnya, bakteri ini tidak berbahaya, namun di sisi lain, bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia. 

Ada beberapa penyakit yang disebabkan karena infeksi streptococcus B ini, yaitu:

  • Infeksi pada Orang Dewasa

Orang dewasa yang terinfeksi streptococcus B ini biasanya meningkat bila mereka menderita penyakit yang mengganggu sistem imun seperti infeksi HIV, diabetes, dan juga penyakit liver. Orang yang sudah berusia lanjut di atas 65 tahun juga memiliki peningkatan risiko terinfeksi bakteri Strep B ini.

  • Infeksi pada Bayi yang Baru Lahir

Selain pada orang dewasa, bakteri streptococcus ini juga bisa menginfeksi bayi baru lahir. Komplilkasi yang muncul berupa pneumonia, meningitis, hingga mengalami infeksi aliran darah (bacteremia). Risiko akan lebih meningkat dialami oleh bayi yang lahir prematur atau belum genap berusia 37 minggu.

Siap Menyambut Sekolah dengan Rangkaian Produk Pigeon Teens Beauty Berikut

Memasuki masa puber, kulit remaja lebih cenderung mengalami masalah kulit seperti wajah berminyak dan berjerawat. Berbagai rekomendasi produk perawatan mungkin sudah dicoba. Tapi sayangnya, kondisi kulitmu tetap tidak membaik. 

Pigeon meluncurkan Pigeon Teens Beauty untuk membantu masalah yang dialami oleh para remaja. Dengan Pigeon Teens Beauty kamu akan semakin percaya diri. 

Pigeon Teens

Rekomendasi skincare dan make up untuk remaja

Pigeon Teens telah menjadi favorit para remaja sejak bertahun-tahun yang lalu. Eksistensinya seakan tak tergerus dengan produk make up khusus remaja lainnya. 

  1. Pigeon Facial Foam

Kecantikan kulit berasal dari kebersihan wajah. Pigeon Facial Foam diformulasikan khusus untuk kulit remaja yang rentan berjerawat sehingga cocok digunakan untuk semua jenis kulit. 

Sabun pembersih wajah dari Pigeon menggunakan bahan alami yang lembut untuk membersihkan wajah dari debu, kotoran, maupun sisa make up. Kandungan ekstrak jojoba dan chamomile nya akan membuat kulit kamu lembab serta mencegah dari iritasi kulit. 

  1. Pigeon Moisturizer

Setelah kulit bersih, sekarang waktunya mengunci kelembaban alami kulit dengan Pigeon Moisturizer.

Moisturizer dari Pigeon memiliki tekstur berbentuk lotion dan diperkaya dengan bahan alami serta Hydroviton 24 yang berfungsi menyejukkan, merawat kelembaban, dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. 

Formulanya ringan, mudah meresap, dan tidak meninggalkan hasil akhir berminyak sehingga akan terasa sangat nyaman saat digunakan. Cocok digunakan untuk segala jenis kulit, aplikasikan Pigeon Moisturizer setiap pagi dan malam hari setelah mencuci muka.

  1. Pigeon Two Way Cake 

Bedak two way cake dari Pigeon dilengkapi dengan kandungan Microfine Zinc Oxide sebagai UV Protection, yang membantu melindungi kulit wajahmu dari paparan sinar matahari. Produk ini juga mengandung moisturizer sehingga memberi kelembaban ekstra untuk kulit wajah. 

Kelebihan lainnya adalah produk ini mengandung bahan alami bersifat non-acnegenic sehingga tidak akan menimbulkan jerawat, serta telah teruji secara dermatologis. 

Pigeon Two Way Cake UV cocok digunakan remaja berusia 10 – 20 tahun dan terdiri dari 3 shade yaitu warm beige, innocent white, dan fair yellow.

  1. Pigeon Compact Powder 

Bedak padat Pigeon Teens terdiri dari dua varian, yaitu Squalane dan Hypoallergenic. Keduanya memiliki komposisi yang hampir mirip dengan kegunaan yang berbeda. 

Pigeon Compact Powder Squalane dikhususkan untuk remaja yang cenderung menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, sehingga bedak padat ini tidak dilengkapi dengan UV Protection. 

Sedangkan varian Hypoallergenic dilengkapi dengan teknologi pelindung sinar UV sehingga cocok untuk si aktif di luar ruangan. 

Kedua varian tersebut mengandung squalene, ekstrak jojoba, dan chamomile yang berguna melembabkan wajah sekaligus melindungi kulit dari iritan atau alergi, serta non-acnegenic. Keduanya juga telah teruji secara klinis dan aman digunakan. 

Pigeon Compact Powder Squalane memiliki 3 shade, yaitu white, gold, dan yellow. Adapun varian Hypoallergenic memiliki lebih banyak shade, termasuk white, pink, beige, natural, dan sand.

  1. Pigeon Face Powder

Untuk kamu yang lebih menyukai make up ringan, kamu bisa coba Pigeon Face Powder. Bedak tabur ini memiliki komposisi yang sangat ringan sehingga cocok digunakan untuk semua jenis kulit, terutama jika kamu sedang mengalami masalah kulit berjerawat. 

Kombinasi squalene, ekstrak jojoba dan chamomile, serta tetap mengandalkan sifat non-acnegenic membuat bedak tabur ini sekaligus berfungsi melembabkan wajah. Bedak ini juga bisa digunakan untuk menyempurnakan riasan setelah penggunaan Pigeon Two Way Cake.Produk Pigeon Teens Beauty cocok untuk segala jenis kulit remaja. Dapatkan produk Pigeon Teens lengkap di toko kesehatan SehatQ. Beli bundle Pigeon Teens Beauty Paket sekarang dan dapatkan potongan harga hingga 50%.

Trombositemia dan Trombositosis: Kadar Trombosit Darah

Trombositemia dan Trombositosis: Kadar Trombosit Darah

Trombositemia dan trombositosis merupakan kondisi yang menimbulkan kadar trombosit lebih rendah atau tinggi dari kadar normal.

Kadar trombosit normal berkisar antara 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter. Jika kadar trombosit manusia di bawah 150.000, hal tersebut disebut sebagai trombositemia. Jika kadar trombosit manusia di atas 450.000, hal tersebut disebut sebagai trombositosis.

Trombosit memiliki peran dalam proses pembekuan darah. Jika manusia memiliki kadar trombosit yang berlebihan, mereka bisa berpotensi mengalami penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan serangan jantung.

Trombositosis

Trombositosis terdiri dari dua jenis, antara lain trombositosis primer dan trombositosis sekunder. Orang-orang lebih sering mengalami trombositosis sekunder dibandingkan dengan trombositosis primer.

Gejala Trombositosis

Pada awalnya, orang-orang yang mengalami trombositosis tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, orang yang mengalami trombosis primer bisa menunjukkan tanda dan gejala yang lebih serius dibandingkan dengan trombositosis sekunder. Tanda dan gejala yang dialami penderita trombositosis dipengaruhi oleh pembekuan darah dan perdarahan. Berikut adalah gejala yang dialami penderita:

  • Merasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sakit pada dada.
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan atau kaki.
  • Perdarahan.

Trombositemia

Seseorang yang mengalami trombositemia (primer) akan mengalami pembekuan darah pada pembuluh darah otak, tangan, dan kaki. Pembekuan darah juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain, termasuk organ tubuh seperti usus dan jantung.

Pembekuan darah pada otak menyebabkan sakit kepala dalam waktu yang lama dan pusing. Pada kasus yang lebih serius, masalah tersebut juga dapat menimbulkan stroke. Pembekuan darah pada pembuluh darah kecil tangan dan kaki menyebabkan kemerahan dan mati rasa. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan sensasi terbakar dan sakit berdenyut pada tangan dan kaki.

Ketika seseorang hamil, pembekuan darah pada plasenta menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Wanita yang mengalami trombositemia (primer atau sekunder) yang mengkonsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Pembekuan darah juga dipengaruhi oleh faktor lain berupa usia lanjut, diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, dan pernah mengalami penggumpalan darah sebelumnya.

Perdarahan

Perdarahan juga dialami oleh orang-orang yang memiliki jumlah trombosit di atas 1 juta trombosit per mikroliter. Kondisi tersebut terjadi karena pembekuan darah yang terjadi pada trombositemia dan trombositosis yang dapat menghabiskan trombosit di dalam tubuh. Jika jumlah trombosit kurang atau habis, maka luka atau kerusakan pada dinding pembuluh darah tidak bisa ditutup.

Penyebab Trombositemia dan Trombositosis

Trombositosis primer bisa disebabkan oleh kelainan sumsum tulang belakang dimana kondisi tersebut dapat menghasilkan trombosit secara berlebihan.

Trombositosis sekunder disebabkan oleh kondisi medis atau faktor lain seperti:

  • Kekurangan zat besi.
  • Pendarahan.
  • Mengalami infeksi atau bakteri.
  • Kanker.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Efek samping pembedahan.

Seseorang yang mengalami trombositemia disebabkan oleh jumlah trombosit yang berlebihan di dalam tubuh. Trombositemia juga sering dikaitkan dengan mutasi pada berbagai gen. Sama seperti trombositosis, kelainan sumsum tulang belakang dapat meningkatkan kadar trombosit. Peningkatan kadar tersebut juga dapat menimbulkan komplikasi berupa pembekuan atau perdarahan yang lebih serius.

Diagnosis Trombositemia dan Trombositosis

Dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan darah dan pengambilan sampel sumsum tulang belakang pasien.

Cara Mengobati Trombositemia dan Trombositosis

Jika kondisi pasien stabil dan tidak disertai dengan gejala, pasien tidak perlu menggunakan obat-obatan. Namun, jika pasien mengalami ketidakteraturan pada jumlah trombosit, mereka dapat menggunakan obat-obatan seperti anagrelide dan interferon alfa.

Cara Mencegah Trombositemia dan Trombositosis

Pada dasarnya, pasien dapat mengurangi risiko ketidakteraturan trombosit dengan menerapkan pola hidup yang sehat seperti menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah.

Kesimpulan

Trombositemia dan trombositosis merupakan kondisi yang menyebabkan ketidakteraturan jumlah trombosit dan perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. Meskipun demikian, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas untuk mengatasi ketidakteraturan jumlah trombosit. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang trombositemia dan trombositosis.

Saat Pandemi, Wajib Tahu TTV Normal pada Tubuh

Di masa pandemi Covid-19 dengan kasus makin meningkat, kita wajib mengetahui TTV normal pada tubuh kita sendiri. TTV (Tanda-Tanda Vital) merupakan salah satu pengukuran untuk mengetahui kinerja organ-organ vital kita, mulai dari suhu badan, detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. 

TTV normal pada anak berbeda-beda tergantung usia

Dengan mengetahui kondisi TTV normal pada tubuh, kita bisa memantau adanya gangguan kesehatan. Misal saja ketika frekuensi nafas menurun, mungkin saja menjadi tanda bahwa kita terkena virus corona, sehingga bisa langsung mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Untuk mengukurnya, kamu bisa menggunakan alat medis sederhana di rumah sendiri. 

TTV normal untuk suhu tubuh

TTV normal untuk suhu tubuh pada seseorang umumnya bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Jenis kelamin
  • Aktivitas fisik yang dilakukan
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • Siklus menstruasi pada wanita

Umumnya, suhu normal untuk orang dewasa yang sehat yakni berkisar antara 36,5 hingga 37,2 derajat celcius. Untuk itu, pemerintah Indonesia melarang seseorang untuk mengikuti kegiatan jika suhu tubuhnya mencapai 37,7 derajat celcius. 

Jadi, ketika suhu sudah di atas 37 derajat celcius, sebaiknya jangan paksakan diri untuk pergi dan lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu.  Agar hasil pengukuran akurat, menurut ahli ukur suhu saat sore hari. Sebab, ketika pagi hari suhu badan bisa mengalami naik-turun dan akan meningkat pada sore hari.

TTV normal untuk denyut nadi

Pengukuran denyut nadi dilakukan untuk mengetahui berapa kali jantung berdetak setiap menitnya. Selain itu, pengukuran denyut nadi juga bermanfaat untuk mengetahui:

  • Ritme jantung
  • Kekuatan denyut nadi

TTV normal pada denyut nadi orang dewasa sehat yakni berkisar antara 60-100 denyut per menit. Denyut nadi biasanya akan mengalami fluktuasi tergantung pada beberapa hal ini seperti olahraga, penyakit, cedera, dan emosi. 

Untuk pengukuran denyut nadi bisa dilakukan di area yang dilewati arteri yakni sisi leher, di dalam siku, dan pergelangan tangan. Sebagian orang lebih suka mengukur denyut nadi di pergelangan tangan. Jika ingin memeriksa di bagian leher, pastikan kamu tidak menekan terlalu keras. 

Jika sudah merasakan denyut nadi, segera ukur berapa kali denyut nadi dalam satu menit, atau bisa dengan cara menghitung denyut nadi selama 15 detik dan kalikan 4. 

TTV Normal untuk tekanan darah

Pengukuran tekanan darah berfungsi untuk mengetahui kekuatan darah yang mendorong dinding arteri selama kontraksi dan relaksasi jantung. Terdapat dua angka dalam pengukuran tekanan darah, yakni:

  • Tekanan sistolik (angka yang lebih tinggi), yakni tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh
  • Tekanan diastolik (angka yang lebih rendah), yakni mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung sedang beristirahat

Tekanan darah normal pada orang dewasa yang sehat yakni terletak pada angka 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi bisa ditunjukkan jika sistolik mencapai 130-139 dan diastolik mencapai 80-89. Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung hingga stroke. 

Tekanan darah rendah terjadi jika angka diastolik mencapai 90 dan angka diastolik hanya 60 atau kurang. Pada beberapa orang, tekanan darah rendah memang tidak menyebabkan masalah, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan pusing, mual, keringat dingin, hingga pingsan. Segera pergi ke dokter jika mengalami gejala tersebut. 

Jika tekanan darah milikmu secara konsisten tinggi atau rendah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu perawatan apa yang harus dilakukan. 

Nilai TTV normal untuk pernapasan

Nilai TTV normal orang dewasa untuk pernapasan yakni sekitar 12-16 napas per menitnya. Pengukuran laju pernapasan ini biasanya dilakukan ketika seseorang sedang istirahat dan menghitung jumlah napas ketika dada naik saja. 

Nilai TTV yang tidak normal pada pernapasan bisa mengindikasikan beberapa hal, seperti terkena demam, penyakit, dan kondisi medis lainnya termasuk terkena virus corona. Saat melakukan pemeriksaan, penting juga mengetahui apakah seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak. 

Nah, itu dia pengukuran TTV normal yang wajib kamu ketahui saat masa pandemi Covid-19 ini. Sebaiknya periksakan kondisi organ vitalmu setiap hari untuk meminimalisir penyebaran virus corona.