Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Saat menyusui adalah masa terindah bagi seorang ibu. Tidak heran jika wanita yang menyusui akan selalu menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhnya untuk menghasilkan ASI terbaik untuk buah hatinya. Tidak terkecuali saat mengonsumsi obat-obatan selama menyusui. Salah satu obat yang paling sering dikonsumsi di seluruh dunia termasuk oleh ibu menyusui adalah ibuprofen. Namun, apakah obat ibuprofen aman untuk ibu menyusui?

Apa itu obat ibuprofen?

Ibuprofen adalah obat golongan anti peradangan non-steroid yang berefek untuk mengurangi nyeri, menurunkan demam, dan pada dosis yang lebih besar bisa mengurangi peradangan.  Badan kesehatan dunia WHO memasukkan ibuprofen sebagai salah satu obat yang wajib dimiliki fasilitas kesehatan dasar saking seringnya digunakan.

Obat ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi hormon prostaglandin, sebuah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respon terhadap sakit atau cedera. Ketika dilepaskan ke tubuh, prostaglandin menyebabkan tanda peradangan seperti nyeri, demam, dan pembengkakan.

Oleh karena efek obat yang dapat menghambat prostaglandin inilah, maka ibuprofen digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan yang disebabkan kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kraim haid, nyeri sendi, dan lain-lain. Tidak terkecuali untuk wanita yang sedang menyusui. Banyak wanita menyusui yang baru pulih dari proses persalinan mengalami rasa nyeri dan kram pada perut serta pegal-pegal. Ibuprofen dapat meredakan gejala-gejala ini.

Apakah ibu menyusui mengonsumsi obat ibuprofen?

Ibuprofen aman pada dosis kecil sampai sedang pada ibu menyusui karena hanya sedikit saja partikel obat yang tersebar ke ASI. Pada tahun 2014, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi obat ibuprofen yang terdeteksi di ASI ketika seorang ibu mengkonsumsi obat ini adalah kurang dari 0,38%.

Bahkan bila seorang ibu mendapat dosis tinggi Ibuprofen lewat bentuk obat supositoria, sang buah hati hanya akan terpapar kurang dari 1% dosis obat yang diminum sang ibu. Dapat disimpulkan bahwa Ibuprofen merupakan salah satu pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui. Namun bila sang ibu tidak cocok atau alergi terhadap Ibuprofen, sang ibu dapat menggunakan obat lain seperti asetaminofen atau parasetamol.

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Hemoglobin, protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, merupakan zat yang ekstra penting bagi ibu hamil. Zat ini berperan besar dalam untuk menekan risiko pendarahan pada ibu hamil, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Oleh sebab itu, makanan untuk ibu hamil pun harus selalu diperhatikan, untuk menghindari risiko tersebut.

Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswatoro, Semarang dan kawan-kawan melakukan penelitian akan pentingnya hemoglobin. Riset mereka dilakukan lewat studi literatur terhadap sebelas hasil penelitian efek berbagai makanan terhadap peningkatan kadar zat besi pada ibu hamil. Berikut rekomendasi makanan untuk ibu hamil yang dapat meningkatkan hemoglobin dan zat besi.

  1. Ekstrak Bayam Hijau

Sebanyak 34 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan esktrak bayam hijau, sementara kelompok kedua diberikan tablet Fe. Setelah sepekan, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan hemoglobin. Namun, peningkatan lebih besar dialami kelompok pertama, yaitu 0,541 gram per desiliter, sementara kelompok kedua hanya 0,22 gram per desiliter.

  • Telur Ayam Negeri Rebus

Penelitian dilakukan terhadap 30 ibu hamil trisemester II. Mereka dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah sama. Kelompok pertama diberi telur ayam rebus sebutir sehari plus tablet Fe. Kelompok kedua hanya diberi tablet Fe. Setelah sebulan, didapati ibu hamil pada kelompok pertama memiliki peningkatan hemoglobin lebih tinggi, yaitu dari 12 gram per desiliter menjadi 13,7 gram per desiliter.

  • Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)

Penelitian dilakukan terhadap 44 ibu hamil trisemester II. Kelompok pertama, 22 orang, diberikan ubi jalar dan tablet Fe, kelompok kedua hanya diberikan tablet Fe. Hasilnya, kelompok pertama mengalami peningkatan hemoglobin lebih besar, dari 10,85 jadi 11,43.

  • Sari Kacang Hijau

Sebanyak 32 ibu hamil trisemester III mengalami peningkatan hemoglobin setelah rutin minum sari kacang hijau dan tablet Fe (zat besi). Peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi didapati pada ibu hamil yang minum sari kacang hijau dan tablet Fe, ketimbang mereka yang hanya minum tablet Fe. Mengkonsumsi dua cangkir kacang hijau mencukupi separuh kebutuhan zat besi harian, yaitu 18 miligram, dan meningkatkan hemoglobin selama dua pekan.

  • Jus Jambu Biji

Dari 14 ibu hamil yang diteliti, tujuh orang memiliki kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 11 gram persen. Setelah rutin mengkonsumsi jus jambu biji selama sepekan, seluruh responden memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trisemester III.

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Pernahkah Anda mendengar tentang laringitis? Laringitis adalah suatu kondisi yang terjadi akibat iritasi jenis akut pada bagian laring (kotak suara). Salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya kondisi ini adalah penggunaan kotak suara akut yang dilakukan secara berlebihan, seperti kegiatan menyanyi atau berbicara dengan suara yang sangat keras. Di samping itu, laringitis juga dapat terjadi karena infeksi tenggorokan maupun menghirup polusi udara.

Sementara itu, laringitis kronik yang biasanya terjadi secara berulang, dipicu oleh penyakit tertentu, seperti GERD yang menyebabkan reflux asam lambung ke tenggorokan, sehingga ia mengiritasi kotak suara. Faktor lain yang juga menjadi penyebab kondisi ini adalah alergi dan kebiasaan merokok.

Ketika terjadi peradangan pada kotak suara, maka pita suara juga akan terganggu dan mengakibatkan sulitnya suara untuk dikeluarkan. Pita suara itu sendiri adalah otot-otot yang berada dalam kotak suara dalam tenggorokan. Ketika Anda berbicara, udara yang melewati pita suara dapat menyebabkan organ tersebut bergetar dan menyebabkan suara dapat dikeluarkan. Namun, ketika pita suara mengalami iritasi, peradangan dan pembengkakan suara akan berada dalam kondisi serak atau bahkan tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Selain itu, gejala lain dari laringitis adalah frekuensi suara yang meninggi dan merendah secara tidak teratur ketika berbicara, diproduksinya suara seperti bisikan, sakit tenggorokan yang disertai batuk-batuk.

Cara mengatasi laringitis bergantung pada penyebab terjadinya peradangan tersebut. Jika laringitis disebabkan infeksi bakteri, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan antibiotik. Jika Anda ingin mengatasi laringitis kronis, maka mengubah gaya hidup dan berhenti merokok merupakan solusi ideal untuk mengatasi peradangan yang dialami. Sebagai tambahan, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Berkumur dengan air garam: mencampur satu sendok garam meja dengan segelas air hangat dan berkumur.
  • Konsumsi jahe: cara ini dapat dilakukan dengan merebus jahe dan mengonsumsi air rebusan tersebut yang telah diberi sedikit gula merah maupun dicampur dengan teh.
  • Mengunyah bawang putih: dilakukan dengan mengunyah bawang putih yang sebelumnya telah digeprek maupun bawang putih yang digunakan sebagai bumbu masak.
  • Konsumsi madu: madu dipercaya dapat mengatasi rasa gatal pada tenggorokan. Campurkan madu ke dalam teh hangat.
Ini Dosis Aman Menggunakan Obat Kloderma

Ini Dosis Aman Menggunakan Obat Kloderma

Setiap penggunaan obat tertentu, terdapat dosis yang perlu Anda penuhi untuk memastikan manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya, Termasuk saat menggunakan obat Kloderma. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan, rasa nyeri, dan bengkak pada penyakit kulit. Penyakit kulit yang bisa diatasi dengan obat Kloderma seperti penyakit resisten yaitu eksim, lupus eritematosus, lichen planus, psoriasis, hingga gatal akibat dermatosis.

Perlu Anda ingat bahwa obat Kloderma adalah jenis obat keras yang sebaiknya tidak dikonsumsi jika tidak ada resep dari dokter sebelumnya. Jika ada keluhan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa diketahui obat apa yang tepat untuk Anda, berapa dosis yang sesuai, dan sebagainya.

Dosis menggunakan obat Kloderma

Cara aman menggunakan obat Kloderma adalah dengan mengoleskan secara tipis-tipis di area kulit yang mengalami keluhan. Perlu Anda ingat, mengoleskannya tidak boleh lebih dari 2 gram per hari. Saat mengaplikasikannya, hindari bagian wajah dan kelopak mata. Dosisnya adalah 1-2 kali per hari.

  • Dosis orang dewasa

0,05% yang diaplikasikan tipis-tipis dan merata pada area kulit yang bermasalah. Aplikasikan 1-2 kali per hari dan jangan digunakan lebih dari 4 minggu dengan berturut-turut.

  • Dosis anak-anak

Sama dengan orang dewasa, namun pada anak-anak tidak boleh digunakan lebih dari 5 hari.

Sebaiknya dosis penggunaan obat Kloderma ini ditentukan terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya efek samping yang mungkin terjadi. Selain itu, perlu Anda ingat bahwa Kloderma merupakan obat keras yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.

Efek samping penggunaan obat Kloderma

  • Pemutihan kulit
  • Timbulnya stretch mark
  • Pelebaran pembuluh darah
  • Cushing’s syndrome
  • Hiperglikemia
  • Glucosuria

Selain itu, jika ada reaksi hipersensitif bagi mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan jenis kortikosteroid. Sebaiknya, jangan gunakan obat ini pada kondisi seperti:

  • Penderita rosacea
  • Penderita perioral dermatitis
  • Lesi kulit
  • Anak berusia di bawah 1 tahun
  • Dermatitis dan napkins eruptions

Selain daftar di atas, terdapat hal yang juga perlu diingat adalah risiko terjadinya interaksi dengan obat lain saat digunakan bersamaan. Contohnya, Kloderma dapat mengurangi efek antineoplastic dari obat aldeslaukin.