Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Pernahkah Anda mendengar berita tentang manfaat salbutamol yang dikatakan memiliki kemampuan untuk mencegah persalinan prematur? Mungkin Anda juga penasaran dan bertanya-tanya mengenai rumor ini. Lebih lengkap mengenai jawaban tersebut, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pada dasarnya salbutamol seringkali digunakan dalam mengatasi sesak napas akibat adanya gangguan pada sistem pernapasan, seperti pada pasien asma maupun PPOK. Obat yang dikategorikan termasuk dalam bronkodilator ini bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar area saluran udara dan juga dapat meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Obat ini dapat digunakan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Tentang persalinan prematur dan hubungannya dengan salbutamol

Seorang ibu dikatakan menjalani persalinan prematur jika diharuskan melahirkan lebih dari 3 minggu sebelum waktu yang seharusnya. Dampak yang mungkin dapat terjadi pasca persalinan prematur ini antara lain komplikasi pada ibu maupun bayi. Bayi berisiko lahir dengan berat badan di bawah normal, terkena gangguan pernapasan, perkembangan organ yang belum sempurna, hingga mengalami gangguan penglihatan.

Terjadinya proses persalinan prematur dapat ditandai dengan:

  • Sakit punggung belakang bawah yang berlangsung lama atau hilang dan timbul dan tidak kunjung membaik.
  • Mengalami kontraksi selama 10 menit atau lebih dalam intensitas sering.
  • Kram pada bagian perut bawah seperti kram ketika menstruasi.
  • Mengalami flek darah ringan.
  • Terdapat cairan yang keluar dari jalan lahir.

Sementara itu, peran salbutamol yang termasuk dalam golongan obat stimulan beta adrenergik dikatakan dapat menolong calon ibu dalam mengurangi kontraksi rahim karena memiliki efek relaksasi. Bahkan, di beberapa negara, prosedur penyuntikan obat suntik salbutamol diperbolehkan dengan tujuan menunda kelahiran prematur pada ibu hamil yang memiliki gejala persalinan prematur seperti yang disebutkan di atas.

Tidak hanya salbutamol suntik, namun juga salbutamol tablet dapat terbukti dapat menunda kehamilan prematur. Prosedur ini dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan pengawasan yang ketat. Namun, penggunaan salbutamol untuk ibu hamil tetap memerlukan konsultasi dan pengawasan dokter.

Penyakit Serius Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Penyakit Serius Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Anda tidak boleh meremehkan sakit pinggang sebelah kanan! Sakit pinggang sudah terbukti secara medis bisa membahayakan nyawa dalam kondisi tertentu. Sakit pinggang sering diasosiasikan sebagai penyakitnya orang tua, tapi anak muda juga bisa mengalaminya karena berbagai alasan medis tertentu. Salah satu yang paling umum adalah terjadinya cedera otot pada bagian pinggang sebelah kanan. Cedera bisa diakibatkan oleh aktivitas mengangkat benda berat, jatuh, atau terpukul di sekitar pinggang sebelah kanan.

Masalah Kesehatan lain yang bisa jadi penyebab sakit pinggang adalah saraf terjepit yang biasanya disebabkan oleh adanya gangguan saraf pada tulang belakang Anda. Selain dua penyebab di atas, terdapat setidaknya empat penyakit serius yang mungkin menimbulkan sakit di pinggang sebelah kanan. Penyakit-penyakit tersebut adalah:

  1. Cacar api (Herpes zoster)

Sakit pinggang yang disebabkan oleh cacar api bisa menyebabkan nyeri disertai rasa panas. Penyakit ini punya tanda jelas, yakni luka pada kulit berbentuk lepuhan yang berisi air dan terkadang gatal.

  • Radang usus buntu (apendisitis)

Salah satu keluhan paling umum dari penderita radang usus buntu adalah rasa sakit perut di sebelah kanan. Rasa sakit ini bisa membuat Anda sangat tersiksa sehingga kamu hanya bisa meringkuk sambil memegangi perut bagian kanan ini. Jika tidak cepat ditangani, nyawa bisa terancam. Pasalnya, usus buntu Anda bisa pecah sehingga infeksinya meluas ke area tubuh yang lain.

  • Batu ginjal

Ketika salah satu dari dua ginjal Anda bermasalah, maka Anda bisa merasakan sakit pinggang yang hebat. Salah satu masalah ginjal yang paling umum adalah batu ginjal, terutama ketika batu tersebut berpindah menuju saluran yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih alias ureter. Selain sakit pinggang, penderita batu ginjal juga bisa mengalami mual hingga muntah. Selain itu, mereka juga mengeluhkan buang air kecil yang berwarna merah.

  • Infeksi ginjal (pielonefritis)

Infeksi ginjal bisa membuat ginjal Anda membesar dan rusak secara permanen. Tidak heran jika kemudian kondisi ini mengancam nyawa. Sakit pinggang sebelah kanan adalah satu satu tanda yang paling awam. Selain itu, pielonefritis dapat membuat kamu demam tinggi, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, hingga urine yang berwarna keruh dan bau amis.

Cek Gejala Sakit Jantung Berikut yang Seringkali Diremehkan

Cek Gejala Sakit Jantung Berikut yang Seringkali Diremehkan

Gejala umum yang seringkali muncul ketika seseorang mengalami sakit jantung adalah nyeri dada. Namun, gejala penyakit jantung dapat berbeda antara satu pasien dengan lainnya. Seringkali sakit jantung ditandai dengan gejala umum yang sering dialami oleh seseorang, sehingga mereka tidak sadar bahwa dirinya mengalami sakit jantung. Di bawah ini, terdapat kondisi yang kerap kali dirasakan oleh seseorang tanpa disadari dapat menjadi gejala dari penyakit jantung:

  • Napas yang sering tersengal

Napas tersengal selepas melakukan olahraga berat pada sadarnya merupakan kondisi normal. Namun, jika Anda sering merasa bahwa napas Anda tersengal, walau hanya melakukan sedikit aktivitas, maka hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa terdapat gangguan pada jantung Anda.

  • Detak jantung yang tidak beraturan

Detak jantung akan terasa berdetak lebih kencang atau secara tidak teratur ketika Anda merasa gugup atau terlalu bersemangat. Namun, jika jantung berdetak secara cepat bahwa pada saat Anda menduga atau mengetahui penyebabnya, hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda sakit jantung. Walaupun begitu, faktor lain yang menyebabkan jantung berdetak secara tidak beraturan yaitu konsumsi kafein dan kurangnya waktu tidur.

  • Tubuh memproduksi keringat berlebih

Jika Anda seringkali berkeringat tanpa sebab yang tidak pasti, maka Anda perlu mewaspadai kondisi tersebut sebagai salah satu gejala sakit jantung. Terutama, ketika kondisi ini disertai dengan nyeri pada bagian dada.

  • Mengalami mual dan sakit perut

Dalam kasus tertentu, penderita sakit jantung mengalami mual dan sakit perut. Hal ini seringkali terjadi pada wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini juga umum terjadi pada seseorang ketika mengalami serangan jantung. Memang, terdapat faktor lain yang dapat memicu sakit perut. Namun, jika Anda mengalami mual dan sakit perut, serta berisiko tinggi terkena penyakit jantung, Anda perlu untuk selalu waspada. Tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

  • Mudah lelah

Rasa lelah memang seringkali terjadi. Namun, jika rasa lelah ini berlangsung secara terus menerus, Anda perlu untuk waspada. Penyakit jantung yang seringkali ditandai dengan kondisi mudah lelah, antara lain gagal jantung dan penyakit jantung koroner.

Penyakit Thalasemia, Kelainan Darah yang Diturunkan

Penyakit Thalasemia, Kelainan Darah yang Diturunkan

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit thalasemia? Penyakit thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik. Pada tubuh seseorang yang mengalami thalasemia, terdapat kelainan pada hemoglobin yang bertugas hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Terdapat tiga jenis thalasemia yang sejauh ini telah diketahui:

  • Thalasemia beta dengan subtipe mayor dan intermedia.
  • Thalasemia alfa dengan subtipe hemoglobin An dan hidrops fetalis.
  • Thalasemia minor.

Penyebab dan gejala penyakit thalasemia

Sejauh ini, penyebab utama dari penyakit thalasemia dipicu oleh mutasi sel yang menyebabkan ketidaknormalan produksi sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi ini memicu terjadinya berbagai macam gangguan yang berkaitan dengan kurangnya asupan oksigen pada sel darah merah, antara lain:

  • Rentan merasa lelah, letih, dan lesu.
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih pucat dan menguning.
  • Pertumbuhan tubuh mengalami gangguan, terutama pada anak-anak.
  • Perubahan warna urin menjadi lebih gelap.
  • Terjadinya pembesaran pada bagian perut dan daerah limpa.
  • Menurunnya nafsu makan.

Bagaimana mendiagnosis penyakit thalasemia?

Proses mendiagnosis thalasemia dilakukan dengan melakukan tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi jumlah sel darah merah, warna sel darah merah, bentuk dari sel darah, elektroforesis hemoglobin, dan kadar zat besi yang terkandung dalam darah. Jika hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah hemoglobin dan sel darah merah berada di bawah standar normal dan juga terdapat pembesaran limpa, maka hasil tersebut menegaskan bahwa seseorang terkena thalasemia.

Cara mengatasi penyakit thalasemia

Pasien thalasemia seringkali mengalami kekurangan darah. Maka dari itu, mereka seringkali melakukan prosedur transfusi darah secara berkala untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh thalasemia. Sayangnya, prosedur ini berisiko menimbulkan penumpukan zat besi yang dapat merusak kesehatan jantung dan hati pasien.

Ada pun cara lain untuk mengatasi thalasemia yaitu dengan melakukan prosedur transplantasi sumsum tulang. Prosedur medis ini dapat mengecilkan ukuran limpa dan juga dapat mencegah risiko anemia akibat hancurnya sel darah merah pada limpa.

Hingga saat ini, belum ditemukan cara untuk mencegah thalasemia. Jika Anda dan pasangan berencana untuk memiliki keturunan, maka konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui risiko thalasemia yang dapat diturunkan pada calon bayi Anda.

Ini Dia Manfaat dan Efek Samping Obat Papaverin

Ini Dia Manfaat dan Efek Samping Obat Papaverin

Rasa mulas dan kram pada perut tentu sangat mengganggu. Tak heran, banyak orang menggunakan obat khusus, seperti obat papaverin untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Jika Anda berkonsultasi ke dokter, besar kemungkinan dokter akan merekomendasikan obat tersebut sebagai pertolongan pertama.

Papaverin memang seringkali digunakan untuk mengatasi kram pada area sekitar perut akibat kontraksi pada otot-otot polos dari saluran pencernaan, ureter, maupun saluran kemih. Papaverin juga lazim digunakan untuk mengobati impotensi atau disfungsi ereksi pada pria. Di samping itu, papaverin juga dapat digunakan sebagai vasodilator.

Golongan obat vasodilator adalah obat-obatan yang memiliki fungsi untuk melebarkan pembuluh darah. Cara kerjanya adalah dengan cara mengurangi ketegangan otot-otot polos di sekitar pembuluh darah tersebut. Fungsi ini seringkali dimanfaatkan untuk melebarkan pembuluh darah otak dan pembuluh darah koroner ketika sedang melakukan prosedur medis tertentu, seperti tindakan bedah di sekitar area tersebut.

Bagaimana cara pakai obat papaverin?

Papaverin hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa. Dikemas dalam bentuk tablet dan juga sediaan suntikan, obat ini membutuhkan resep khusus dari dokter.

Dosis yang dianjurkan untuk dikonsumsi, yaitu tablet tunggal papaverin untuk dewasa sebanyak 100-300 mg yang digunakan sebanyak 3 hingga 5 kali sehari. Sementara itu, untuk sediaan injeksi pada otot dan pembuluh darah, hanya dapat dilakukan oleh dokter maupun tenaga kesehatan. Umumnya, pasien akan diberikan dosis yang paling rendah terlebih dulu ketika baru pertama kali menggunakan obat ini.

Apa saja efek samping obat papaverin yang perlu diperhatikan?

Beberapa efek samping yang telah diketahui dan perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Ereksi yang berlangsung dalam waktu yang lama tanpa adanya rangsangan, fibrosis jaringan penis, dan aritmia jantung.
  • Risiko pusing, kelemahan, bahkan pingsan.
  • Menimbulkan ruam pada kulit, hipertensi, takikardi, dan hipotensi ortostatik.
  • Rasa mual, nyeri perut, menurunnya nafsu makan, sembelit, hingga diare.
  • Risiko terkena sirosis hati.
  • Napas terhenti.

Selain efek samping yang disebutkan, terdapat juga risiko gejala serius yang mungkin terjadi, yaitu hilangnya sensasi dan nyeri pada penis, kesulitan untuk ereksi, keringat dingin, dan juga distorsi ruam.

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Saat menyusui adalah masa terindah bagi seorang ibu. Tidak heran jika wanita yang menyusui akan selalu menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhnya untuk menghasilkan ASI terbaik untuk buah hatinya. Tidak terkecuali saat mengonsumsi obat-obatan selama menyusui. Salah satu obat yang paling sering dikonsumsi di seluruh dunia termasuk oleh ibu menyusui adalah ibuprofen. Namun, apakah obat ibuprofen aman untuk ibu menyusui?

Apa itu obat ibuprofen?

Ibuprofen adalah obat golongan anti peradangan non-steroid yang berefek untuk mengurangi nyeri, menurunkan demam, dan pada dosis yang lebih besar bisa mengurangi peradangan.  Badan kesehatan dunia WHO memasukkan ibuprofen sebagai salah satu obat yang wajib dimiliki fasilitas kesehatan dasar saking seringnya digunakan.

Obat ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi hormon prostaglandin, sebuah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respon terhadap sakit atau cedera. Ketika dilepaskan ke tubuh, prostaglandin menyebabkan tanda peradangan seperti nyeri, demam, dan pembengkakan.

Oleh karena efek obat yang dapat menghambat prostaglandin inilah, maka ibuprofen digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan yang disebabkan kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kraim haid, nyeri sendi, dan lain-lain. Tidak terkecuali untuk wanita yang sedang menyusui. Banyak wanita menyusui yang baru pulih dari proses persalinan mengalami rasa nyeri dan kram pada perut serta pegal-pegal. Ibuprofen dapat meredakan gejala-gejala ini.

Apakah ibu menyusui mengonsumsi obat ibuprofen?

Ibuprofen aman pada dosis kecil sampai sedang pada ibu menyusui karena hanya sedikit saja partikel obat yang tersebar ke ASI. Pada tahun 2014, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi obat ibuprofen yang terdeteksi di ASI ketika seorang ibu mengkonsumsi obat ini adalah kurang dari 0,38%.

Bahkan bila seorang ibu mendapat dosis tinggi Ibuprofen lewat bentuk obat supositoria, sang buah hati hanya akan terpapar kurang dari 1% dosis obat yang diminum sang ibu. Dapat disimpulkan bahwa Ibuprofen merupakan salah satu pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui. Namun bila sang ibu tidak cocok atau alergi terhadap Ibuprofen, sang ibu dapat menggunakan obat lain seperti asetaminofen atau parasetamol.

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Hemoglobin, protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, merupakan zat yang ekstra penting bagi ibu hamil. Zat ini berperan besar dalam untuk menekan risiko pendarahan pada ibu hamil, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Oleh sebab itu, makanan untuk ibu hamil pun harus selalu diperhatikan, untuk menghindari risiko tersebut.

Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswatoro, Semarang dan kawan-kawan melakukan penelitian akan pentingnya hemoglobin. Riset mereka dilakukan lewat studi literatur terhadap sebelas hasil penelitian efek berbagai makanan terhadap peningkatan kadar zat besi pada ibu hamil. Berikut rekomendasi makanan untuk ibu hamil yang dapat meningkatkan hemoglobin dan zat besi.

  1. Ekstrak Bayam Hijau

Sebanyak 34 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan esktrak bayam hijau, sementara kelompok kedua diberikan tablet Fe. Setelah sepekan, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan hemoglobin. Namun, peningkatan lebih besar dialami kelompok pertama, yaitu 0,541 gram per desiliter, sementara kelompok kedua hanya 0,22 gram per desiliter.

  • Telur Ayam Negeri Rebus

Penelitian dilakukan terhadap 30 ibu hamil trisemester II. Mereka dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah sama. Kelompok pertama diberi telur ayam rebus sebutir sehari plus tablet Fe. Kelompok kedua hanya diberi tablet Fe. Setelah sebulan, didapati ibu hamil pada kelompok pertama memiliki peningkatan hemoglobin lebih tinggi, yaitu dari 12 gram per desiliter menjadi 13,7 gram per desiliter.

  • Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)

Penelitian dilakukan terhadap 44 ibu hamil trisemester II. Kelompok pertama, 22 orang, diberikan ubi jalar dan tablet Fe, kelompok kedua hanya diberikan tablet Fe. Hasilnya, kelompok pertama mengalami peningkatan hemoglobin lebih besar, dari 10,85 jadi 11,43.

  • Sari Kacang Hijau

Sebanyak 32 ibu hamil trisemester III mengalami peningkatan hemoglobin setelah rutin minum sari kacang hijau dan tablet Fe (zat besi). Peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi didapati pada ibu hamil yang minum sari kacang hijau dan tablet Fe, ketimbang mereka yang hanya minum tablet Fe. Mengkonsumsi dua cangkir kacang hijau mencukupi separuh kebutuhan zat besi harian, yaitu 18 miligram, dan meningkatkan hemoglobin selama dua pekan.

  • Jus Jambu Biji

Dari 14 ibu hamil yang diteliti, tujuh orang memiliki kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 11 gram persen. Setelah rutin mengkonsumsi jus jambu biji selama sepekan, seluruh responden memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trisemester III.

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Simak Cara Kembalikan Suara karena Laringitis

Pernahkah Anda mendengar tentang laringitis? Laringitis adalah suatu kondisi yang terjadi akibat iritasi jenis akut pada bagian laring (kotak suara). Salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya kondisi ini adalah penggunaan kotak suara akut yang dilakukan secara berlebihan, seperti kegiatan menyanyi atau berbicara dengan suara yang sangat keras. Di samping itu, laringitis juga dapat terjadi karena infeksi tenggorokan maupun menghirup polusi udara.

Sementara itu, laringitis kronik yang biasanya terjadi secara berulang, dipicu oleh penyakit tertentu, seperti GERD yang menyebabkan reflux asam lambung ke tenggorokan, sehingga ia mengiritasi kotak suara. Faktor lain yang juga menjadi penyebab kondisi ini adalah alergi dan kebiasaan merokok.

Ketika terjadi peradangan pada kotak suara, maka pita suara juga akan terganggu dan mengakibatkan sulitnya suara untuk dikeluarkan. Pita suara itu sendiri adalah otot-otot yang berada dalam kotak suara dalam tenggorokan. Ketika Anda berbicara, udara yang melewati pita suara dapat menyebabkan organ tersebut bergetar dan menyebabkan suara dapat dikeluarkan. Namun, ketika pita suara mengalami iritasi, peradangan dan pembengkakan suara akan berada dalam kondisi serak atau bahkan tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Selain itu, gejala lain dari laringitis adalah frekuensi suara yang meninggi dan merendah secara tidak teratur ketika berbicara, diproduksinya suara seperti bisikan, sakit tenggorokan yang disertai batuk-batuk.

Cara mengatasi laringitis bergantung pada penyebab terjadinya peradangan tersebut. Jika laringitis disebabkan infeksi bakteri, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan antibiotik. Jika Anda ingin mengatasi laringitis kronis, maka mengubah gaya hidup dan berhenti merokok merupakan solusi ideal untuk mengatasi peradangan yang dialami. Sebagai tambahan, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Berkumur dengan air garam: mencampur satu sendok garam meja dengan segelas air hangat dan berkumur.
  • Konsumsi jahe: cara ini dapat dilakukan dengan merebus jahe dan mengonsumsi air rebusan tersebut yang telah diberi sedikit gula merah maupun dicampur dengan teh.
  • Mengunyah bawang putih: dilakukan dengan mengunyah bawang putih yang sebelumnya telah digeprek maupun bawang putih yang digunakan sebagai bumbu masak.
  • Konsumsi madu: madu dipercaya dapat mengatasi rasa gatal pada tenggorokan. Campurkan madu ke dalam teh hangat.
Ini Dosis Aman Menggunakan Obat Kloderma

Ini Dosis Aman Menggunakan Obat Kloderma

Setiap penggunaan obat tertentu, terdapat dosis yang perlu Anda penuhi untuk memastikan manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya, Termasuk saat menggunakan obat Kloderma. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan, rasa nyeri, dan bengkak pada penyakit kulit. Penyakit kulit yang bisa diatasi dengan obat Kloderma seperti penyakit resisten yaitu eksim, lupus eritematosus, lichen planus, psoriasis, hingga gatal akibat dermatosis.

Perlu Anda ingat bahwa obat Kloderma adalah jenis obat keras yang sebaiknya tidak dikonsumsi jika tidak ada resep dari dokter sebelumnya. Jika ada keluhan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa diketahui obat apa yang tepat untuk Anda, berapa dosis yang sesuai, dan sebagainya.

Dosis menggunakan obat Kloderma

Cara aman menggunakan obat Kloderma adalah dengan mengoleskan secara tipis-tipis di area kulit yang mengalami keluhan. Perlu Anda ingat, mengoleskannya tidak boleh lebih dari 2 gram per hari. Saat mengaplikasikannya, hindari bagian wajah dan kelopak mata. Dosisnya adalah 1-2 kali per hari.

  • Dosis orang dewasa

0,05% yang diaplikasikan tipis-tipis dan merata pada area kulit yang bermasalah. Aplikasikan 1-2 kali per hari dan jangan digunakan lebih dari 4 minggu dengan berturut-turut.

  • Dosis anak-anak

Sama dengan orang dewasa, namun pada anak-anak tidak boleh digunakan lebih dari 5 hari.

Sebaiknya dosis penggunaan obat Kloderma ini ditentukan terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya efek samping yang mungkin terjadi. Selain itu, perlu Anda ingat bahwa Kloderma merupakan obat keras yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.

Efek samping penggunaan obat Kloderma

  • Pemutihan kulit
  • Timbulnya stretch mark
  • Pelebaran pembuluh darah
  • Cushing’s syndrome
  • Hiperglikemia
  • Glucosuria

Selain itu, jika ada reaksi hipersensitif bagi mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan jenis kortikosteroid. Sebaiknya, jangan gunakan obat ini pada kondisi seperti:

  • Penderita rosacea
  • Penderita perioral dermatitis
  • Lesi kulit
  • Anak berusia di bawah 1 tahun
  • Dermatitis dan napkins eruptions

Selain daftar di atas, terdapat hal yang juga perlu diingat adalah risiko terjadinya interaksi dengan obat lain saat digunakan bersamaan. Contohnya, Kloderma dapat mengurangi efek antineoplastic dari obat aldeslaukin.