Tidak Hanya Melawan Bakteri, Inilah Fungsi Asam Klorida di Lambung

Tidak Hanya Melawan Bakteri, Inilah Fungsi Asam Klorida di Lambung

Lambung mensekresikan zat yang terdiri dari asam klorida, enzim, serta lapisan lendir yang melindungi dinding lambung. Salah satu hasil sekresi tersebut, yaitu asam klorida, dikenal kemampuannya sebagai zat yang mampu membunuh patogen yang masuk ke lambung. Asam klorida diproduksi oleh sel parietal di dalam lambung. Asam klorida cenderung tidak berwarna dan memiliki pH rendah. Tak hanya melwan bakteri, aat ini ternyata mempunyai peran penting lainnya dalam pencernaan makanan. Akan tetapi, terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat metabolismenya yang kurang baik.

Fungsi asam klorida di tubuh

Asam klorida atau HCl disekresikan dengan beberapa enzim dan faktor intrinsik lainnya. Berikut ini fungsi asam klorida di dalam tubuh, utamanya di lambung:

  • Menjaga keseimbangan pH

Asam klorida bersama substansi lainnya, seperti kalium klorida dan natrium klorida membuat kondisi pH lambung menjadi 1-2. Tubuh menghasilkan asam lambung sebanyak 2-3 liter setiap hari. Meskipun sangat asam, namun substansi tersebut tidak akan merusak dinding lambung. Hal tersebut disebabkan terdapat lapisan mengandung zat bikarbonat yang melindungi dinding lambung.

  • Memecah protein

Pepsinogen bereaksi dengan asam klorida membentuk enzim aktif pepsin. Enzim pepsin berguna memecah protein makanan yang masuk ke lambung menjadi asam amino. Kemudian asam amino diserap di usus halus untuk dimanfaatkan tubuh. Tanpa adanya asam klorida, pepsinogen tidak dapat dipecah menjadi pepsin dan protein tidak dapat diserap tubuh.  

  • Membantu penyerapan vitamin dan mineral

Fungsi asam klorida lainnya yaitu memfasilitasi penyerapan vitamin B12, zat besi, dan kalsium. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam produk hewani tinggi protein. Supaya dapat dicerna, vitami B12 harus dilepaskan dari protein terlebih dahulu. Pemecahan protein menggunakan enzim pepsin yang diaktifkan dengan bantuan asam klorida.

Menurut laporan Therapeutic Advances in Drug Safety, zat besi dan kalsium membutuhkan lingkungan asam untuk dapat dipecah dari makanan sehingga tubuh dapat menyerap keduanya secara efektif.

  • Mencegah penyakit

Asam klorida mencegah masuknya patogen yang berasal dari kontaminasi makanan dan minuman atau kontak langsung dengan penderita. Beberepa jenis bakteri yang dapat dicegah dengan keberdaan asam klorida di lambung antara lain bakteri pertonitis, bakteri penyebab jenis pneumonia tertentu, bakteri TBC, serta infeksi enterik.

Meskipun demikian, bukan berarti Anda akan terhindar dari bakteri dan penyakit tersebut hanya dengan metabolisme asam klorida di lambung. Risiko terinfeksi tetap bisa terjadi terlebih apabila sistem imun Anda lemah.

Masalah kesehatan berkaitan dengan asam klorida

Asam klorida berpotensi menjadi penyebab timbulnya penyakit atau masalah kesehatan jika gaya hidup Anda buruk. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi:

  • GERD

Kondisi ini disebabkan katup bawah tenggorokan lemah atau berada dalam kondisi rileks. Akibatnya, asam lambung naik ke tenggorokan. Gejala GERD antara lain nyeri dada, nyeri ulu hati, sulit menelan makanan, rasa panas di tenggorokan, dan tenggorokan terasa mengganjal.

  • Maag

Gastritis atau maag terjadi karena lapisan lambung tipis sehingga asam lambung dengan pH rendah merusak dinding tersbut secara perlahan. Peradangan pun terjadi. Maag juga bisa disebabkan infeksi bakteri gastrointestinal. Gejala maag diantaranya mual, muntah, sakit perut, kembung, bahkan bisa menyebabkan feses berwarna hitam.

  • Hipoklorida

Produksi asam klorida rendah diesebut juga hiploklorida. Kondisi ini biasanya disebabkan karena faktor umur, stres, kekurangan vitamin, mengonsumsi obat-obatan, infeksi bakteri, atau pembedahan. Akibatnya tubuh tidak dapat mencerna zat gizi dengan baik sehingga apabila terjadi terus menerus dalam jangka panjang mengakibatkan kerusakan sistem pencernaan. Masalah kesehatan akibat metabolisme asam klorida yang kurang baik tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan dan pengobatan karena dapat membuat kondisi lambung semakin rusak. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika ada keluhan yang tidak normal.