Macam-Macam Zat Gizi Ibu Hamil yang Harus Dipenuhi

Mungkin sebagian dari Anda di sini masih ada yang belum menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Padahal, terpenuhinya kebutuhan gizi saat hamil akan memengaruhi kesehatan dan kualitas anak yang dilahirkan. Bayangkan saja, siapa ibu di dunia ini yang tidak ingin anaknya lahir dengan sehat? Pastinya tidak ada, dong. Oleh sebab itu, menjaga asupan gizi ibu hamil adalah cara yang sangat berdampak untuk kesehatan anak sejak dalam kandungan hingga masa depannya.

gizi ibu hamil

Seberapa banyak sih kebutuhan gizi ibu hamil?

Kebutuhan gizi saat hamil tentu akan berbeda dibandingkan kebutuhan gizi saat Anda tidak hamil. Pastinya, kebutuhan gizi Anda akan meningkat untuk menyediakan nutrisi yang cukup bagi janin di dalam kandungan. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (2013), kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 180 Kalori dari sebelumnya pada trimester pertama. Kemudian, akan meningkat lagi sebesar 300 Kalori pada trimester kedua dan ketiga dari kebutuhan gizi biasanya.

Agar ibu hamil tidak bingung cara memastikan asupan makanan sudah melengkapi kebutuhan zat gizi atau belum, maka konsumsilah makanan secara beragam. Selain itu, lakukan pola makan dalam porsi kecil, tetapi sering agar dapat mengonsumsi makanan yang beragam. Kenapa harus beragam? Sebab, tidak ada satu makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap. Oleh sebab itu, semakin bervariasi makanan yang Anda konsumsi saat hamil, maka semakin banyak pula zat gizi yang bisa Anda peroleh dari berbagai jenis makanan.

Kebutuhan gizi ibu hamil yang harus dipenuhi.

Zat gizi ibu hamil yang harus dipenuhi tidak jauh-jauh dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Hanya saja, jumlahnya jadi lebih besar dibandingkan kondisi ibu biasanya. Namun, bukan berarti Anda mengonsumsi makanan yang berlebihan tanpa memperhatikan jumlah yang dianjurkan. Selain itu, penting juga memenuhi asupan cairan, serta hindari konsumsi alkohol dan kafein selama hamil.

  1. Karbohidrat.

Karbohidrat adalah sumber energi untuk tubuh. Selain itu, karbohidrat juga berperan penting dalam tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Jumlah asupan karbohidrat pada ibu hamil per harinya sekitar 300-350 gram. Sumber karbohidrat bisa Anda peroleh dari beras merah, roti gandum, kentang, jagung, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

  • Protein.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (2013), Anda perlu memenuhi asupan protein sekitar 75-100 gram atau sekitar 2-3 porsi setiap hari selama hamil. Beberapa makanan sumber protein yang baik untuk memenuhi gizi ibu hamil adalah daging sapi dan ayam tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, telur, susu dan olahannya. Protein berperan dalam pertumbuhan jaringan janin, termasuk otak. Selain itu, membantu pertumbuhan jaringan payudara dan rahim, serta meningkatkan suplai darah ibu selama kehamilan.

  • Lemak.

Lemak adalah salah satu zat gizi ibu hamil yang penting untuk dipenuhi. Namun, dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh selama hamil, terutama omega-3. Jenis lemak ini sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak bayi, pembentukan plasenta, jantung, dan mencegah kelahiran prematur. Sumber lemak yang baik bisa diperoleh dari alpukat, ikan salmon, ikan tuna, minyak zaitun, tahu, tempe, dan sejenisnya.

  • Mineral.

Beberapa mineral penting sering terabaikan oleh ibu hamil, seperti kalsium dan zat besi. Padahal, kedua mineral tersebut berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim. Kalsium berperan dalam pembentukan tulang, gigi, serta memelihara sistem sirkulasi darah, otot, dan saraf agar tetap berfungsi normal. Sementara, zat besi berperan penting dalam mencegah ibu hamil mengalami anemia.

Kebutuhan kalsium pada ibu hamil adalah sebesar 1000-1300 miligram per hari, sumbernya dari sereal, jus, susu, yoghurt, keju, ikan salmon, dan sejenisnya. Adapun zat besi dibutuhkan sebanyak 27 miligram per hari yang bisa diperoleh dari bayam, buncis, daging sapi, daging ayam, sereal, dan sejenisnya.

  • Vitamin.

Asam folat adalah vitamin B9 yang penting untuk dipenuhi, bahkan dokter atau bidan menganjurkan Anda mengonsumsi suplemen asam folat selama hamil. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah sebesar 600 mikrogram. Anda bisa mencukupi kebutuhan asam folat dari sereal, hati, kacang-kacangan, telur, dan sayuran berdaun hijau. Perlu diperhatikan bahwa kekurangan asam folat selama hamil dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir pada otak dan tulang belakang (Neural Tube Defects). Nah, inilah macam-macam zat gizi ibu hamil yang harus dipenuhi. Tak hanya untuk kebaikan janin di dalam kandungan, tetapi juga untuk kesehatan ibu sendiri bahkan setelah melahirkan nanti. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan ahli gizi untuk membantu merencanakan menu harian, agar lebih yakin bahwa asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari sudah memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan selama hamil.