Cara Mengecilkan Betis dengan Mengonsumsi Makanan Ini

Cara Mengecilkan Betis dengan Mengonsumsi Makanan Ini

Betis yang gemuk membuat Anda merasa malu untuk menunjukkan kaki dan membuat Anda mengenakan celana sepanjang hari. Meskipun mengecilkan betis terlihat sulit dilakukan, namun membakar lemak dan membangun otot tanpa lemak secara umum dapat membantu membuat betis Anda terlihat lebih ramping dan kencang. Membuat sedikit perubahan pada pola makan, mengurangi kalori, melakukan kardio dan mengencangkan otot betis adalah cara mengecilkan betis untuk mengurangi lemak dan membuat kaki Anda terlihat lebih indah. Yuk, ikuti tips ini.

Cara mengecilkan betis secara mudah

1. Mengatur kadar kalori

Kurangi asupan kalori sehingga Anda makan lebih sedikit kalori daripada biasanya. Buat defisit kalori dengan makan 500 kalori lebih sedikit setiap hari untuk menurunkan berat badan di seluruh tubuh Anda; ini juga akan mengurangi jumlah lemak di betis.

2. Makan makanan yang rendah lemak

Hindari makanan yang tinggi lemak, untuk membantu menciptakan defisit kalori. Makanan berlemak mengandung dua kali lebih banyak kalori dalam satu gram lemak dibandingkan dengan satu gram protein atau karbohidrat. Cara ini akan membantu Anda makan lebih sedikit kalori sepanjang hari dan menurunkan berat badan. 

Lakukan ini dengan mengganti makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi tertentu, seperti keripik, gorengan, dan kue kering dengan pilihan rendah lemak dan rendah kalori seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Atur porsi dan hitung jumlah kalori yang dimakan untuk memastikan Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori.

3. Pilih makanan tinggi protein

Teknik ini akan membantu tubuh membangun lebih banyak otot di betis ketika Anda melakukan latihan pengencangan betis. Makanan tinggi protein juga membantu mempercepat pembentukan otot agar tetap kenyang, serta membuat Anda makan lebih sedikit kalori sepanjang hari dan menurunkan berat badan. Makanlah sekitar 0,7 gram protein per pon berat badan setiap hari untuk membantu mengurangi lemak.

4. Kurangi asupan makanan yang mengandung natrium 

Konsumsi natrium dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan retensi air, terutama di kaki bagian bawah, dan membuat betis Anda terlihat gemuk. Kurangi asupan makanan olahan seperti pizza dan daging yang diawetkan, jangan menambahkan garam meja ke makanan dan cari produk alternatif yang berlabel natrium rendah saat membeli makanan yang biasanya mengandung kadar natrium tinggi.

5. Makan makanan yang lebih tinggi kalium

Kalium dapat membantu tubuh Anda membuang kelebihan natrium dan dapat melawan penumpukkan lemak di bagian kaki bawah. Targetkan sekitar 4.700 milligram potasium sehari. Pilih makanan seperti bayam, pisang, dan alpukat untuk memenuhi rekomendasi ini dan untuk mengurangi pembengkakan kaki serta munculnya betis yang lebih gemuk. 

Periksa dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum mengambil suplemen kalium atau secara signifikan meningkatkan asupan kalium karena kalium dapat mempengaruhi cairan dalam tubuh Anda. Kondisi kesehatan tertentu dapat mempersulit ginjal Anda untuk mengeluarkan kalium dari darah.

6. Ganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh merupakan sumber serat utama yang baik, sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih cepat. Ini akan membantu Anda makan lebih sedikit. Biji-bijian putih atau halus, sebagai perbandingan, dapat membuat gula darah Anda melonjak dan kemudian jatuh. Ini akan membuat Anda merasa lebih lapar dan lebih lelah.

Biji-bijian utuh termasuk roti gandum utuh, oatmeal, beras merah atau liar, pasta gandum utuh, dan jelai. Produk biji-bijian olahan termasuk roti putih, nasi putih, pasta, dan sebagian besar jenis kerupuk dan kue kering. Biji-bijian olahan dan karbohidrat olahan lainnya, seperti kentang, juga dapat menyebabkan Anda menahan lebih banyak air, yang dapat membuat betis terlihat lebih besar. Lakukan cara mengecilkan betis di atas dan jaga pola makan supaya mendapatkan hasil maksimal.

Muesli, Sereal Sarapan Sehat yang Luar Biasa

Muesli, Sereal Sarapan Sehat yang Luar Biasa

Sarapan berfungsi sebagai pasokan energi sebelum Anda mulai beraktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan memiliki banyak manfaat, seperti membantu lebih fokus dan meningkatkan kesehatan jantung.

Tentunya manfaat tersebut berasal dari makanan yang sehat pula. Makan makanan yang tidak sehat dan seimbang di pagi hari justru membawa dampak buruk bagi tubuh, misalnya tubuh jadi mudah lelah dan cepat mengantuk. 

Anda mungkin sering mendengar oatmeal sebagai rekomendasi sarapan sehat, tapi pernahkah Anda mendengar tentang muesli? 

Muesli adalah salah satu alternatif sarapan yang tak kalah lezat dan menyehatkan daripada oatmeal. Simak artikel berikut untuk mengetahui apa itu muesli dan manfaatnya.

Apa itu muesli?

Muesli adalah sereal sarapan yang kaya akan serat dan protein. Muesli terbuat dari gandum utuh, dengan tambahan kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah kering. Kombinasi bahan tersebut menciptakan semangkuk sereal penuh nutrisi, termasuk vitamin, zat besi, protein, dan magnesium. 

Muesli sering disamakan dengan granola, tapi muesli mengandung lebih sedikit gula sehingga diklaim lebih menyehatkan.  

Keuntungan mengonsumsi muesli

Berikut beberapa alasan kenapa Anda tak boleh melewatkan muesli di pagi hari:

  1. Kaya akan nutrisi

Muesli terdiri dari bahan-bahan yang menyehatkan yang kaya akan nutrisi. Biji-bijian dan gandum memasok serat dan protein. Muesli juga mengandung vitamin yang berasal dari buah kering. 

Karena cara penyajian muesli cenderung direndam semalaman sebelum diolah, senyawa antinutrisi pada muesli akan berkurang dan kandungan nutrisi semakin meningkat. 

  1. Merasa kenyang lebih lama

Serat dan protein dalam muesli tidak hanya mengenyangkan, tapi juga akan membuatmu tahan lapar dalam waktu yang lebih lama.Ini sangat menguntungkan karena Anda jadi terhindar dari ngemil yang berlebihan. Selain itu, muesli dapat membantu menurunkan berat badan berlebih. 

  1. Meningkatkan kesehatan jantung

Gandum mengandung serat yang disebut beta-glukan. Penelitian menunjukkan bahwa beta glukan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 10%. 

Dengan makan muesli secara teratur, kesehatan jantung Anda akan meningkat drastis. Terlebih jika menambahkan jus lemon atau sumber vitamin C lainnya ke dalam muesli. 

Ide resep muesli yang patut dicoba

Cara penyajian muesli hampir sama dengan oatmeal atau granola, yaitu ditambahkan dengan susu, yogurt, atau ditambahkan irisan buah segar sebagai topping. 

Berikut ini beberapa ide mengolah muesli:

  • Muesli kelapa panggang

Kombinasi muesli dan aroma kelapa panggang di pagi hari tentunya bisa membangkitkan semangat siapapun. Cara membuatnya pun cukup mudah. 

Panaskan oven dengan suhu 176 °C, lalu panggang oat dan kelapa selama 5-7 menit hingga kelapa berwarna coklat keemasan. Setelah itu angkat dan pindahkan ke wadah. Tambahkan buah-buahan kering, biji chia, bubuk kayu manis, dan garam. Tuangkan tambahkan susu almond secukupnya, lalu simpan di kulkas selama 2 jam hingga semalaman. 

Muesli kelapa panggang bisa dinikmati saat sarapan atau sebagai cemilan tengah malam. 

  • Muesli labu panggang

Resep ini sangat cocok dinikmati bersama-sama saat sedang liburan keluarga. Waktu penyajiannya pun cukup cepat, yaitu 20 menit. 

Pertama-tama, panaskan oven hingga 162 °C. Panggang muesli (keluarkan buah kering) di atas loyang selama 10-15 menit atau berwarna coklat keemasan, aduk sesekali. Setelah itu pindahkan ke wadah dan dinginkan.

Tambahkan bubuk kayu manis, biji chia, dan bumbu pai labu, aduk hingga rata. Sajikan dengan tambahan susu atau yogurt dan irisan buah segar.

Ada banyak merk muesli yang tersedia di pasaran, salah satunya adalah Chia-Yo Homemade Muesli. Produk ini terbuat dari bahan-bahan segar dan berkualitas. 

Muesli Cereal memiliki kandungan kalori dan gula rendah, namun tinggi serat, protein, dan aam lemak omega-3 yang bisa membantumu kenyang lebih lama sekaligus mengontrol berat badan.

Chia-Yo Homemade Muesli bisa dinikmati dengan susu hangat atau dingin, dan dikonsumsi kapan saja.

Terlihat Sehat, Apa Benar Kalori Salad Buah Itu Rendah?

Terlihat Sehat, Apa Benar Kalori Salad Buah Itu Rendah?

Setiap orang pastilah menganggap salah buah adalah makanan sehat dan rendah kalori. Bahkan, ini menjadi camilan wajib di saat orang-orang sedang diet untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, buah-buahan segar kaya akan vitamin dan mineral. Di sisi lain, buah-buahan segar tinggi serat, tapi rendah kalori. Jadi, wajar dipilih sebagai camilan di kala diet, karena Anda tidak perlu khawatir berat badan jadi naik. Namun, apakah benar kalori salad buah itu rendah? Terlebih lagi, jika salah buah yang Anda makan dicampur dengan aneka dressing. Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Berapa total kalori salad buah?

Sebenarnya, jumlah kalori salad buah sangat bergantung dengan jenis dan porsi buah yang Anda makan, serta pilihan dressing yang Anda tambahkan. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam 1 cangkir buah berikut ini dapat menyediakan kalori sekitar:

  • Semangka: 46 Kalori.
  • Stroberi: 53 Kalori.
  • Blueberry: 84 Kalori
  • Apel: 57 Kalori.
  • Pisang: 134 Kalori.
  • Jeruk: 81 Kalori.
  • Ceri: 87 Kalori. 

Hal ini menunjukkan bahwa secangkir salad buah segar yang terdiri atas berbagai jenis buah di atas rata-rata menyediakan sekitar 77 Kalori. Lain halnya jika Anda mengonsumsi salad buah kalengan, ini mengandung sekitar 125 Kalori.

Manfaat dan kandungan gizi salad buah

Banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi salad buah segar secara teratur, terutama membantu menurunkan risiko penyakit kronis. USDA melaporkan bahwa vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya di dalam buah segar dapat mengurangi risiko penyakit:

  • Kanker.
  • Obesitas.
  • Diabetes tipe 2.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Batu ginjal.
  • Pengeroposan tulang.
  • Serangan jantung.
  • Stroke. 

Adapun kandungan zat gizi dalam 1 cangkir salad buah yang terbuat dari 1/4 cangkir pisang, melon, blueberry, dan apel adalah:

  • Protein: 1 gram.
  • Serat: 3 gram.
  • Kalium: 300 miligram.
  • Vitamin C: 30 miligram.
  • Vitamin A: 70 miligram.

Kandungan gizi salad buah berbeda-beda sesuai dengan jenis buah dan porsi yang Anda gunakan, serta dressing yang Anda tambahkan. 

Pilihan dressing agar kalori salad buah tak melonjak

Menambahkan dressing ke salad buah memang tidak ada salahnya, karena bisa menambahkan cita rasa dan memperkaya nutrisi salad buah Anda. Beberapa pilihan dressing atau topping yang bisa Anda tambahkan adalah kenari atau remah kue jahe (renyah), marshmallow (rasa manis), atau yogurt (tekstur lembut dan rasa asam).

Meskipun begitu, pemilihan dressing juga harus Anda perhatikan agar kalori salad buah tidak melonjak. Beberapa dressing yang sebaiknya Anda hindari di antaranya:

  • Krim kocok, mengandung 51 Kalori per 2 sdm. 
  • Mayones, mengandung 200 Kalori per 2 sdm.

Untuk kacang-kacangan, memang benar bahwa satu sendok makan kacang kenari atau pecan mengandung hampir 50 Kalori, tetapi juga menyumbang banyak zat gizi penting dan setengah gram serat per sendok makannya.

Contoh pilihan topping agar kalori salad buah yang Anda makan tetap rendah, yaitu:

  • 1 sdm kenari atau pecan mengandung 47 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1/8 cangkir marshmallow mengandung 18 Kalori.
  • 1 sdm granola rendah lemak mengandung 23 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1 sdm cranberry atau kismis kering mengandung 30 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1 sdm remah kue jahe mengandung 30 Kalori.

Catatan

Jumlah kalori salad buah sangat bergantung dengan jenis buah, ukuran porsi, serta topping atau dressing yang Anda tambahkan. Jika Anda tidak ingin kalori salad buah Anda naik, maka hindari penambahan dressing seperti krim kocok dan mayones. Pilihlah dressing atau topping yang rendah kalori, sehingga tidak meningkatkan asupan kalori Anda, seperti kenari, marshmallow, atau yogurt.

Manfaat Daun Jelatang untuk Ibu Menyusui

Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah. Dari sektor flora, misalnya, banyak sekali tumbuhan yang dapat hidup dan berkembang di sini. Salah satu tanaman liar yang bisa dengan mudah tumbuh di sekitar kita adalah jelatang. Manfaat daun jelatang ini dinilai bagus untuk ibu menyusui, meski kita tahu bahwa tanaman ini cukup “mengganggu”.

Dikatakan mengganggu karena jelatang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Selain itu, jelatang memiliki efek panas dan gatal saat bersentuhan dengan kulit. Oleh karenanya banyak orang cepat-cepat memusnahkan tanaman ini karena dianggap tidak berguna.

Akan tetapi, setelah banyak kajian dan penelitian dilakukan, jelatang dinilai punya nilai lain untuk dimanfaatkan. Banyak yang meyakini bahwa ia berkhasiat bagi kesehatan seseorang. Salah satu yang paling digembar-gemborkan adalah seperti yang telah disinggung di awal, yakni baik untuk ibu menyusui. Namun, apa benar begitu?

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun jelatang dikatakan bisa dengan mudah meningkatkan produksi ASI-nya. Sebab di dalam daun jelatang ini terkandung banyak zat besi dan nutrisi yang pada gilirannya akan berfungsi sebagai galaktagogue untuk membantu menghasilkan lebih banyak ASI.

Galaktagogue sendiri merupakan sediaan obat atau herbal yang terbukti atau dipercaya dapat menginisisasi produksi ASI. Dengan demikian, daun jelatang dapat disejajarkan dengan bahan lain yang lebih dahulu populer akan khasiatnya untuk ASI, seperti daun katuk (Sauropus androgynous), daun kelor (Moringa citrifolia), hingga daun pepaya (Carica papaya).

Sebagai galaktagogue, manfaat daun jelatang dipercaya dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Secara umum, daun jelatang aman dikonsumsi ibu menyusui setelah melahirkan dan dapat dikonsumsi secara berkala.

Efek samping daun jelatang terhadap ibu menyusui tergolong rendah. Tetapi bagi yang sensitif, bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Apabila dikonsumsi langsung setelah melahirkan, dapat mengembangkan risiko produksi ASI berlebihan yang mengakibatkan pembengkakan payudara dan mastitis.

  • Kenali Lebih Dalam Agar Manfaat Daun Jelatang Bisa Maksimal

Seperti yang sudah disinggung di awal, daun jelatang termasuk tumbuhan yang dapat memberikan banyak efek samping. Dari struktur daunnya saja, efek samping itu bisa terlihat. Daun jelatang atau dikenal sebagai stinging nettle (Urtica dioica) adalah tanaman dengan daun berwarna hijau gelap. Memiliki bulu-bulu halus di permukaan daun dan batangnya, daun jelatang bisa membuat kulit gatal-gatal jika tersentuh manusia.

Selain itu, daun jelatang dapat memberikan sensasi panas saat menyentuh kulit. Bagian daunnya yang tajam juga bisa menusuk kulit dan menyebabkan kemerahan, serta pembengkakan.

Agar dapat memanfaatkannya, seseorang harus menghindari bulu-bulu halus dari si jelatang. Kita bisa menggunakan sarung tangan atau bahan lain untuk melapisi kulit sebelum menyentuh daun jelatang ini.

Untuk menghilangkan bulu-bulu halus penyebab gatal di permukaan daun dan batangnya, lakukan teknik blanching sebelum mengolah daun jelatang. Caranya, rendam dalam air panas selama 5-15 detik, kemudian siram dengan air dingin. Setelah dimasak, zat yang membuat gatal pada daun jelatang tidak lagi membahayakan.

Setelah melewati proses ini, seseorang bisa langsung memanfaatkan daun jelatang. Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai bentuk atau jenis makanan, misalnya tumisan, lalapan, atau diseduh menjadi teh.

Kendati demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis sebelum menjadikan jelatang sebagai bahan penambah ASI Anda. Sebab kita tak pernah tahu kondisi tubuh Anda. Bisa saja tubuh Anda akan bereaksi sebaliknya, alih-alih mendapat manfaat daun jelatang setelah mengonsumsinya.