Terlihat Sehat, Apa Benar Kalori Salad Buah Itu Rendah?

Terlihat Sehat, Apa Benar Kalori Salad Buah Itu Rendah?

Setiap orang pastilah menganggap salah buah adalah makanan sehat dan rendah kalori. Bahkan, ini menjadi camilan wajib di saat orang-orang sedang diet untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, buah-buahan segar kaya akan vitamin dan mineral. Di sisi lain, buah-buahan segar tinggi serat, tapi rendah kalori. Jadi, wajar dipilih sebagai camilan di kala diet, karena Anda tidak perlu khawatir berat badan jadi naik. Namun, apakah benar kalori salad buah itu rendah? Terlebih lagi, jika salah buah yang Anda makan dicampur dengan aneka dressing. Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Berapa total kalori salad buah?

Sebenarnya, jumlah kalori salad buah sangat bergantung dengan jenis dan porsi buah yang Anda makan, serta pilihan dressing yang Anda tambahkan. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam 1 cangkir buah berikut ini dapat menyediakan kalori sekitar:

  • Semangka: 46 Kalori.
  • Stroberi: 53 Kalori.
  • Blueberry: 84 Kalori
  • Apel: 57 Kalori.
  • Pisang: 134 Kalori.
  • Jeruk: 81 Kalori.
  • Ceri: 87 Kalori. 

Hal ini menunjukkan bahwa secangkir salad buah segar yang terdiri atas berbagai jenis buah di atas rata-rata menyediakan sekitar 77 Kalori. Lain halnya jika Anda mengonsumsi salad buah kalengan, ini mengandung sekitar 125 Kalori.

Manfaat dan kandungan gizi salad buah

Banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi salad buah segar secara teratur, terutama membantu menurunkan risiko penyakit kronis. USDA melaporkan bahwa vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya di dalam buah segar dapat mengurangi risiko penyakit:

  • Kanker.
  • Obesitas.
  • Diabetes tipe 2.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Batu ginjal.
  • Pengeroposan tulang.
  • Serangan jantung.
  • Stroke. 

Adapun kandungan zat gizi dalam 1 cangkir salad buah yang terbuat dari 1/4 cangkir pisang, melon, blueberry, dan apel adalah:

  • Protein: 1 gram.
  • Serat: 3 gram.
  • Kalium: 300 miligram.
  • Vitamin C: 30 miligram.
  • Vitamin A: 70 miligram.

Kandungan gizi salad buah berbeda-beda sesuai dengan jenis buah dan porsi yang Anda gunakan, serta dressing yang Anda tambahkan. 

Pilihan dressing agar kalori salad buah tak melonjak

Menambahkan dressing ke salad buah memang tidak ada salahnya, karena bisa menambahkan cita rasa dan memperkaya nutrisi salad buah Anda. Beberapa pilihan dressing atau topping yang bisa Anda tambahkan adalah kenari atau remah kue jahe (renyah), marshmallow (rasa manis), atau yogurt (tekstur lembut dan rasa asam).

Meskipun begitu, pemilihan dressing juga harus Anda perhatikan agar kalori salad buah tidak melonjak. Beberapa dressing yang sebaiknya Anda hindari di antaranya:

  • Krim kocok, mengandung 51 Kalori per 2 sdm. 
  • Mayones, mengandung 200 Kalori per 2 sdm.

Untuk kacang-kacangan, memang benar bahwa satu sendok makan kacang kenari atau pecan mengandung hampir 50 Kalori, tetapi juga menyumbang banyak zat gizi penting dan setengah gram serat per sendok makannya.

Contoh pilihan topping agar kalori salad buah yang Anda makan tetap rendah, yaitu:

  • 1 sdm kenari atau pecan mengandung 47 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1/8 cangkir marshmallow mengandung 18 Kalori.
  • 1 sdm granola rendah lemak mengandung 23 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1 sdm cranberry atau kismis kering mengandung 30 Kalori dan 0,5 gram serat.
  • 1 sdm remah kue jahe mengandung 30 Kalori.

Catatan

Jumlah kalori salad buah sangat bergantung dengan jenis buah, ukuran porsi, serta topping atau dressing yang Anda tambahkan. Jika Anda tidak ingin kalori salad buah Anda naik, maka hindari penambahan dressing seperti krim kocok dan mayones. Pilihlah dressing atau topping yang rendah kalori, sehingga tidak meningkatkan asupan kalori Anda, seperti kenari, marshmallow, atau yogurt.

Manfaat Daun Jelatang untuk Ibu Menyusui

Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah. Dari sektor flora, misalnya, banyak sekali tumbuhan yang dapat hidup dan berkembang di sini. Salah satu tanaman liar yang bisa dengan mudah tumbuh di sekitar kita adalah jelatang. Manfaat daun jelatang ini dinilai bagus untuk ibu menyusui, meski kita tahu bahwa tanaman ini cukup “mengganggu”.

Dikatakan mengganggu karena jelatang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Selain itu, jelatang memiliki efek panas dan gatal saat bersentuhan dengan kulit. Oleh karenanya banyak orang cepat-cepat memusnahkan tanaman ini karena dianggap tidak berguna.

Akan tetapi, setelah banyak kajian dan penelitian dilakukan, jelatang dinilai punya nilai lain untuk dimanfaatkan. Banyak yang meyakini bahwa ia berkhasiat bagi kesehatan seseorang. Salah satu yang paling digembar-gemborkan adalah seperti yang telah disinggung di awal, yakni baik untuk ibu menyusui. Namun, apa benar begitu?

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun jelatang dikatakan bisa dengan mudah meningkatkan produksi ASI-nya. Sebab di dalam daun jelatang ini terkandung banyak zat besi dan nutrisi yang pada gilirannya akan berfungsi sebagai galaktagogue untuk membantu menghasilkan lebih banyak ASI.

Galaktagogue sendiri merupakan sediaan obat atau herbal yang terbukti atau dipercaya dapat menginisisasi produksi ASI. Dengan demikian, daun jelatang dapat disejajarkan dengan bahan lain yang lebih dahulu populer akan khasiatnya untuk ASI, seperti daun katuk (Sauropus androgynous), daun kelor (Moringa citrifolia), hingga daun pepaya (Carica papaya).

Sebagai galaktagogue, manfaat daun jelatang dipercaya dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Secara umum, daun jelatang aman dikonsumsi ibu menyusui setelah melahirkan dan dapat dikonsumsi secara berkala.

Efek samping daun jelatang terhadap ibu menyusui tergolong rendah. Tetapi bagi yang sensitif, bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Apabila dikonsumsi langsung setelah melahirkan, dapat mengembangkan risiko produksi ASI berlebihan yang mengakibatkan pembengkakan payudara dan mastitis.

  • Kenali Lebih Dalam Agar Manfaat Daun Jelatang Bisa Maksimal

Seperti yang sudah disinggung di awal, daun jelatang termasuk tumbuhan yang dapat memberikan banyak efek samping. Dari struktur daunnya saja, efek samping itu bisa terlihat. Daun jelatang atau dikenal sebagai stinging nettle (Urtica dioica) adalah tanaman dengan daun berwarna hijau gelap. Memiliki bulu-bulu halus di permukaan daun dan batangnya, daun jelatang bisa membuat kulit gatal-gatal jika tersentuh manusia.

Selain itu, daun jelatang dapat memberikan sensasi panas saat menyentuh kulit. Bagian daunnya yang tajam juga bisa menusuk kulit dan menyebabkan kemerahan, serta pembengkakan.

Agar dapat memanfaatkannya, seseorang harus menghindari bulu-bulu halus dari si jelatang. Kita bisa menggunakan sarung tangan atau bahan lain untuk melapisi kulit sebelum menyentuh daun jelatang ini.

Untuk menghilangkan bulu-bulu halus penyebab gatal di permukaan daun dan batangnya, lakukan teknik blanching sebelum mengolah daun jelatang. Caranya, rendam dalam air panas selama 5-15 detik, kemudian siram dengan air dingin. Setelah dimasak, zat yang membuat gatal pada daun jelatang tidak lagi membahayakan.

Setelah melewati proses ini, seseorang bisa langsung memanfaatkan daun jelatang. Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai bentuk atau jenis makanan, misalnya tumisan, lalapan, atau diseduh menjadi teh.

Kendati demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis sebelum menjadikan jelatang sebagai bahan penambah ASI Anda. Sebab kita tak pernah tahu kondisi tubuh Anda. Bisa saja tubuh Anda akan bereaksi sebaliknya, alih-alih mendapat manfaat daun jelatang setelah mengonsumsinya.