Obat Grafachlor untuk Apa?

Grafachlor

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk merawat demam, penyakit kulit, alergi, penyakit pernapasan, gangguan rematik, penyakit ginjal, kondisi alergi, penyakit gastrointestinal, gangguan endokrin, dan kondisi lain. 

Grafachlor mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate sebagai bahan aktif yang ada di dalamnya. Grafachlor bekerja dengan cara merawat atau mencegah kondisi medis tertentu dan menghambat histamine dari dalam tubuh. 

Penggunaan dan efek samping

Grafachlor digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan pemulihan beberapa penyakit, kondisi, dan gejala seperti demam, penyakit kulit, alergi, gangguan endocrine, penyakit gastrointestinal, penyakit ginjal, kondisi yang berhubungan dengan alergi, penyakit pernapasan, dan lain-lain. 

Sama seperti obat lain pada umumnya, grafachlor dapat menyebabkan efek samping negatif pada tubuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi di antaranya adalah jerawat, anaphylaxis, bradycardia, allergic dermatitis, hyperglycemia, retensi cairan, kelemahan otot, kejang, depresi, glaucoma, mengantuk, pusing, sakit kepala, konstipasi, sakit perut, pandangan yang kabur, berkurangnya kemampuan dalam berkoordinasi, mulut kering, kesulitan buang air kecil, dan hidung tersumbat. 

Tidak semua orang akan menderita efek samping tersebut. Beberapa di antaranya dapat jarang dijumpai namun bersifat serius. 

Konsultasi dengan dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda efek samping tersebut, terutama apabila gejala bertambah parah atau tidak kunjung reda setelah beberapa minggu. 

Peringatan yang perlu diperhatikan

Sebelum menggunakan grafachlor, beritahu dokter seputar obat-obatan, produk OTC seperti vitamin dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi. Dokter juga perlu tahu seputar alergi, penyakit yang Anda derita, dan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda sedang hamil atau memiliki rencana mendapatkan operasi. 

Hal ini karena beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat Anda menjadi lebih rentan dalam menderita gejala akibat efek samping dari obat grafachlor. Konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter. Dosis yang dokter berikan akan bergantung pada kondisi yang Anda miliki. 

Hubungi dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh ataupun berubah menjadi lebih parah. Risiko efek samping akan lebih besar pada orang-orang yang menderita asma, obstruksi kandung kemih, dan sumbatan usus. 

Hubungi dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, dan jangan menghentikan penggunaan dexamethasone secara tiba-tiba. Anda juga tidak boleh menggunakan grafachlor apabila memiliki infeksi jamur, maag, gangguan ginjal atau hati. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi pada saat menyusui. 

Interaksi obat

Apabila Anda menggunakan obat lain atau produk OTC pada saat yang bersamaan, efek dari grafachlor dapat berubah. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping dan/atau menyebabkan obat menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Beritahu dokter seputar obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi, sehingga dokter dapat membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat. Produk atau obat yang dapat berinteraksi dengan grafachlor di antaranya adalah minuman beralkohol, antihistamine, atropine, aspirin, depresan sistem saraf pusat, cyclosporine, obat-obatan untuk penyakit diabetes, diuretic, ketoconazole, dan monoamine oxidase inhibitor. 

Hipersensitivitas terhadap grafachlor adalah sebuah kontraindikasi. Sebagai tambahan, grafachlor tidak boleh digunakan pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti alergi obat tetes mata, penderita glaukoma atau diabetes, hipersensitivitas terhadap dexchlorpheniramine, bayi, dan ibu yang menyusui. 

Grafachlor mengandung bahan aktif dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Konsultasi dengan dokter perihal bahan aktif tersebut apabila Anda sedang hamil atau berusaha untuk hamil. 

Penggunaan grafachlor biasanya sekitar 2 minggu hingga 3 bulan, masing-masing berbeda tergantung kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang diobati. Untuk informasi pasti, konsultasi dengan dokter.