Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada Terasa Sesak, Waspadai Terkena Penyakit Emfisema

Dada yang sering terasa sesak bisa menjadi indikator Anda terkena penyakit emfisema. Apakah itu? Penyakit emfisema adalah kerusakan kantong udara pa paru-paru sehingga kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun. Penyakit emfisema digolongkan pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meski perkembangan penyakit emfisema dapat dihambat dengan berbagai cara, namun paru-paru yang terlanjur rusak tidak dapat dikembalikan seperti ketika masih sehat. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai seluk beluk penyakit emfisema yang perlu Anda ketahui.

Penyebab penyakit emfisema

Penyakit emfisema dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyebab penyakit emfisema di antaranya paparan asap rokok, substansi kimia, polusi udara, serta paparan debu (produk kayu, tambang, dan katun). Penyakit emfisema akan terjadi jika seseorang mengalami berbagai paparan tersebut dalam jangka panjang.

Gejala yang muncul

Orang yang mengidap emfisema bisa tidak menunjukkan gejala apa pun. Meski demikian, semakin lama seseorang mengindap penyakit emfisema tentu akan menunjukkan gejalanya sebab terhambatnya pertukaran udara pada tubuh. Beberapa gejala yang muncul pada penyakit emfisema yaitu:

  1. Dada terasa sesak
  2. Batuk berdahak
  3. Kesulitan bernapas terutama ketika beraktivitas
  4. Bibir berwarna kebiruan
  5. Suara napas terdengar nyaring
  6. Sakit kepala umumnya terjadi di pagi hari
  7. Tidak waspada secara mental

Jika penyakit emfisema yang diderita sudah cukup parah, gejala tambahan akan muncul menyertai gejala yang telah disebutkan di atas. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang akan muncul saat kondisi sudah parah.

  1. Pembengkakan pada tangan dan kaki
  2. Infeksi pernapasan
  3. Lemah otot
  4. Penurunan berat badan
  5. Kesulitan tidur
  6. Cemas berlebih
  7. Depresi

Cara mengobati penyakit emfisema

Untuk mengobati penyakit emfisema, beberapa cara dapat dilakukan termasuk menggunakan obat-obatan, menjalani terapi, dan melalui operasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Pemberian obat

Penyakit emfisema dapat diatasi dengan pemberian obat yaitu inhalasi bronkodilator. Obat ini berfungsi untuk membuat saluran udara di paru-paru menjadi terbuka. Efeknya adalah meredanya berbagai gejala dan paru-paru menjadi lebih rileks. Pemberian obat harus disertai oleh resep dokter sebab dosisnya dapat berbeda tergantung kondisi pasien.

  • Terapi pendukung

Selain pemberian obat, terdapat cara lain untuk mengobati penyakit emfisema berupa terapi oksigen. Cara ini digunakan pada penderita emfisema yang kondisinya memburuk karena fungsi pernapasan semakin turun. Terapi oksigen berfungsi untuk membantu memberikan suplai oksigen ke paru-paru. Dari paru-paru, nantinya oksigen tersebut akan dialirkan pada seluruh tubuh. Pemberian terapi oksigen dilakukan pada malam hari selama 24 jam atau 12 jam tergantung kondisi pasien.  

  • Prosedur operasi

Cara terakhir untuk mengobati penyakit emfisema adalah melalui prosedur operasi pengangkatan jaringan. Jika penyakit emfisema yang diderita sangat parah maka perlu tindakan berupa pengangkatan jaringan paru-paru yang bermasalah. Jika tidak diangkat, jaringan yang bermasalah tersebut dapat membebani kinerja tubuh dan berefek pada peningkatan fungsi diafragma dan paru-paru. Selain operasi pengangkatan jaringan, terdapat opsi lain berupa transplantasi paru-paru yang disertai dengan konsumsi obat seumur hidup.

Penyakit emfisema dalam jangka panjang terutama yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Untuk memastikan seseorang terkena emfisema diperlukan serangkain tes. Dokter dapat melakukan diagnosis setelah melalui anamnesis, cek riwayat medis, dan CT scan atau X-ray. Anda dapat mengetahui berbagai hal mengenai pennyakit emfisema lebih lanjut melalui sesi konsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ.