Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Minum Antibiotik Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan atau nyeri pada area tenggorokan. Kondisi ini sangat umum terjadi pada anak-anak dalam rentang usia 5-15 tahun, namun tetap bisa menyerang siapa saja dalam segala kelompok usia. Untuk mengatasi, biasanya pasien dianjurkan untuk mengonsumsi obat antibiotik radang tenggorokan.

Ada banyak jenis antibiotik untuk mengobati radang tenggorokan. Setiap jenis memiliki dosis dan efek samping yang berbeda-beda. Konsumsi antibiotik sebaiknya dilakukan sampai habis, meski radang tenggorokan sudah terasa membaik.

Hal yang harus diperhatikan sebelum minum antibiotik radang tenggorokan

Antibiotik merupakan obat yang bekerja dengan menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Obat ini termasuk obat kuat untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, salah satunya radang tenggorokan.

Sebelum menggunakan antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Resistansi terhadap antibiotik

Menurut para ahli, konsumsi antibiotik yang terlalu sering dapat memicu resistansi atau kekebalan terhadap efek dari antibiotik. Lama-kelamaan, bakteri penyebab infeksi akan berjumlah semakin banyak dan tidak dapat diserang oleh antibiotik.

Karena itu, pemakaian antibiotik terbatas pada resep dokter dan tidak bisa dibeli secara bebas di apotek. Selain itu, antibiotik juga tidak akan langsung diberikan pada penderita radang tenggorokan, melainkan berdasarkan pertimbangan setelah melakukan pengobatan dengan obat radang biasa.

  • Reaksi alergi

Beberapa orang bisa saja memiliki alergi terhadap antibiotik. Jika Anda memiliki alergi terhadap antibiotik, Anda mungkin akan mengalami gejala berupa ruam pada kulit, pembengkakan lidah dan wajah, serta kesulitan bernapas.

Reaksi alergi terhadap antibiotik dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang akan langsung merasakan reaksinya setelah mengonsumsi antibiotik, ada juga yang baru mengalaminya setelah beberapa waktu. Secara khusus, Anda harus berhati-hati dalam meminum antibiotik apabila memiliki riwayat alergi dan punya masalah fungsi ginjal.  

  • Interaksi dengan obat lain

Segala jenis antibiotik, termasuk antibiotik radang tenggorokan, merupakan jenis obat keras. Oleh sebab itu, pemakaiannya harus dilakukan dengan berhati-hati dan mempertimbangkan kemungkinan adanya reaksi negatif jika berinteraksi dengan obat lain.

Pengguan antibiotik tidak dianjurkan untuk meminum obat atau menjalani pengobatan herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dalam beberapa kasus, penggunaan antibiotik dapat menurunkan efektivitas alat kontrasepsi oral atau Pil KB. Akan tetapi, hal ini belum bisa dibuktikan melalui penelitian.

Akan tetapi, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menggunakan kontrasepsi tambahan saat sedang menggunakan antibiotik.

  • Efek samping

Sebagai obat keras, antibiotik memiliki efek samping tertentu yang mungkin bisa muncul setelah penggunaan jangka panjang. Efek samping dari antibiotik biasanya berupa diare, mual, muntah, sakit perut, dan ruam pada kulit.

Pada kondisi yang lebih serius, penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa meningkatkan resiko infeksi jamur pada mulut, saluran pencernaan, dan vagina. Beberapa efek samping yang cukup jarang terjadi meliputi sensitivitas terhadap cahaya, terbentuknya batu ginjal, pembekuan darah, serta gangguan masalah pendengaran.

Penderita lansia yang mengonsumsi antibiotik rentan mengalami efek samping berupa peradangan usus yang menyebabkan diare berdarah. Apabila radang usus sudah parah, Anda mungkin harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Sebagai obat pereda radang, antibiotik memiliki kandungan yang cukup keras. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Setiap jenis antibiotik radang tenggorokan memiliki efek yang berbeda-beda. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan jenis antibiotik yang paling tepat untuk kondisi Anda.