Tak Perlu Takut, Ini Alasan Jenazah Bisa Bergerak

Pernahkah Anda mendengar berita tentang jenazah bisa bergerak di dalam peti kubur? Bagi yang tidak memahaminya, kejadian ini mungkin terkesan horor dan menyeramkan. Tapi, sebenarnya ada alasan kenapa jenazah yang telah dikubur dalam waktu lama masih bisa bergerak.

Tubuh manusia didesain untuk mati dengan cara yang terstruktur setelah meninggal dunia. Akan ada proses dekomposisi yang dimulai beberapa menit setelah meninggal dunia. Proses inilah yang membuat tubuh jenazah tampak masih bergerak meski sudah meninggal dunia selama beberapa waktu.

Proses dekomposisi yang membuat jenazah bisa bergerak

Proses dekomposisi dimulai beberapa menit setelah manusia meninggal dunia, dan berlangsung secara bertahap. Proses ini dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan membuat tubuh jenazah tampak bergerak.

Dekomposisi merupakan fenomena saat komponen organik kompleks dari organisme hidup sebelumnya secara bertahap terpisah dari elemen yang lebih sederhana. Maksudnya, proses ini adalah proses berkelanjutan saat tubuh bertransformasi menjadi kerangka secara bertahap.

Ketika tubuh manusia memulai proses dekomposisi, ada beberapa tanda yang bisa terlihat:

  • Livor mortis

Ini adalah situasi saat tubuh manusia menjadi sangat pucat setelah kematian. Hal ini tidak terjadi seketika setelah kematian, melainkan beberapa menit setelah tubuh benar-benar tidak bernyawa lagi.

Pucatnya tubuh manusia setelah kematian disebabkan oleh jantung yang berhenti berdetak sehingga tidak ada sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Akibat gravitas, darah akan mengendap ke bagian tubuh yang paling rendah, lalu menyebabkan perubahan warna pada kulit.

Perubahan warna kulit menjadi pucat akan mulai terlihat sekitar satu jam setelah kematian. Kemudian, kepucatan akan semakin terlihat secara berangsur-angsur 9-12 jam setelah kematian.

  • Rigor mortis

Rigor mortis ditandai dengan kondisi tubuh yang menjadi kaku dan sama sekali tidak bisa dilipat atau ditekuk. Hal ini terjadi karena seluruh otot menegang akibat perubahan yang terjadi pada sel-sel dalam tubuh.

Biasanya, rigor mortis dapat berlangsung selama 2-6 jam setelah kematian. Setelah melewati 24-84 jam, otot-otot jenazah akan kembali lentur dan melemas, sehingga bisa ditekuk.

  • Algor mortis

Proses ini ditandai dengan tubuh jenazah yang menjadi sangat dingin karena tubuh berhenti mengatur suhu internalnya. Suhu dingin pada tubuh jenazah juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Semakin dingin ruangan tempat jenazah tersebut berada, semakin dingin juga suhu tubuh jenazah tersebut. Biasanya, proses pendinginan akan berlangsung sekitar 18-20 jam setelah kematian.

Seluruh tanda-tanda di atas merupakan bagian dari proses dekomposisi tahap pertama yang menyebabkan jenazah bisa bergerak.

Tahapan proses dekomposisi

Ada beberapa tahap dari proses dekomposisi, dimulai dari tahap pertama yang ditandai dengan livor, rigor, dan argor mortis. Kemudian, tahap kedua adalah tahap pembusukan. Perut jenazah akan mengalami pembengkakan akibat gas yang menumpuk.

Tahap ketiga masih menjadi bagian dari proses pembusukan. Tahap ini ditandai dengan kulit yang pecah akibat pembusukan dan serangan belatung. Bila hal ini terjadi, kemungkinan besar akumulasi gas yang menumpuk di perut akan dikeluarkan.

Pada tahap inilah tubuh jenazah mengeluarkan aroma yang sangat kuat dan khas.

Biasanya, proses dekomposisi organ dalam tubuh dimulai dari hati yang kaya akan enzim serta otak dengan kadar cairan yang tinggi. Secara perlahan, proses ini akan berangsur-angsur merambat ke organ tubuh lainnya.

Selama proses dekomposisi, tubuh jenazah bisa bergerak karena adanya perubahan yang terjadi secara bertahap. Karena itu, pergerakan pada tubuh jenazah merupakan proses alamiah, bukan sesuatu yang menyeramkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *