Tanda-Tanda dan Gejala Pica yang Harus Diwaspadai

Pica adalah gangguan makanĀ  untuk mengonsumsi benda-benda yang seharusnya bukan makanan. Benda tersebut tidak mengandung nilai gizi, seperti rambut, sabun, dan lainnya.

Orang dengan gangguan pica tidak menunjukkan tanda-tanda yang terlihat. Sebab itu, dibutuhkan bantuan orang terdekat untuk melaporkan kondisi orang dengan gangguan pica.

Umumnya, pica adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami dorongan kompulsif untuk mengonsumsi benda yang tidak memiliki nilai gizi.

Pada kasus ringan, orang dengan gangguan pica mungkin memiliki dorongan untuk makan es. Namun, pada kasus berat, orang dengan gangguan pica bisa mengonsumsi benda-benda berbahaya seperti potongan besi, kotoran, atau potongan cat yang mengering.

Pica adalah kasus yang beragam. Ada kondisi pica permanen yang perlu mendapatkan perawatan intens. Ada pula pica tidak permanen yang bisa terjadi pada ibu hamil.

Tidak ada tes laboratorium untuk mendeteksi pica. Diagnosis dilakukan dengan mencari tahu riwayat medis pasien.

Biasanya dokter akan melakukan diagnosis beserta dengan beberapa tes lain seperti tes untuk anemia, potensi penyumbatan usus, dan efek samping dari benda yang dikonsumsi.

Benda-benda yang mungkin dimakan

  • Kertas
  • Sabun
  • Kain
  • Rambut
  • Tali
  • Tanah
  • Kapur
  • Bedak
  • Cat
  • Karet
  • Logam
  • Kerikil
  • Arang
  • Tanah liat
  • Es
  • Dan benda lain yang bukan makanan

Tanda-tanda dan gejala pica

Seperti yang disinggung di atas, pica adalah gangguan makan yang tidak bisa dideteksi dengan sekali lihat. Pica umumnya terjadi selama hitungan tahun dalam riwayat panjang.

Meski begitu, ada beberapa tanda-tanda dan gejala pica yang perlu Anda waspadai sebagai berikut:

  • Makan benda bukan makanan dan yang tidak memiliki nilai gizi selama setidaknya satu bulan secara terus-menerus.
  • Menelan benda atau zat yang tidak termasuk praktik budaya atau norma sosial (sebagian budaya mendorong konsumsi benda-benda yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit).
  • Benda yang dikonsumsi cenderung bervariasi, tergantung dari usia dan ketersediaan benda tersebut.
  • Umumnya, orang dengan gangguan pica masih bisa mengonsumsi makanan biasa.

Faktor risiko

  • Pica cenderung terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lain yang terkait, misalnya cacat intelektual, autisme, skizofrenia.
  • Anemia defisiensi besi dan malnutrisi adalah dua penyebab paling umum pica
  • Tenaga medis profesional harus membuat penilaian apakah perilaku menyimpang tersebut sudah cukup parah untuk mendapatkan perhatian klinis independen

Informasi tambahan

  • Tidak jelas berapa banyak orang yang mengalami pica. Kasus ini lebih banyak ditemukan di negara berkembang
  • Pica bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk semua gender
  • Ibu hamil yang ingin makan benda bukan makanan baru bisa didiagnosis pica ketika hasrat mereka cukup tinggi sampai ingin menelan benda bukan makanan.
  • Pica dapat dikaitkan dengan kasus cacat intelektual.

Menangani pica

Langkah pertama menangani pica adalah dengan memperbaiki masalah malnutrisi yang mungkin terjadi. Pada sebagian besar kasus, perilaku makan menyimpang bisa pulih dengan sendirinya saat gizi dipenuhi.

Meski begitu, jika perilaku tidak disebabkan oleh malnutrisi atau tidak berhenti setelah menerima perawatan nutrisi cukup, ada beberapa langkah intervensi yang bisa dilakukan.

Pica adalah gangguan yang pada umumnya tidak berbahaya untuk orang lain. Jika Anda mengenal orang dengan gangguan pica, ajak untuk segera menemui dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *