Mirip Buah Lengkeng, Ini Manfaat Buah Matoa

Manfaat buah matoa asal papua ini dipercaya bisa mengatasi masalah pencernaan

Buah matoa merupakan salah satu buah eksotis yang ditemukan pada negara-negara tropis, seperti di Indonesia. Ada banyak sekali manfaat buah matoa yang baik bagi kesehatan, sayangnya tidak banyak orang yang tahu mengenai buah ini.

Sekilas, matoa tampak serupa dengan buah lengkeng. Matoa sebenarnya memang masih sejenis dengan lengkeng. Hanya saja, rasa dari matoa cenderung lebih manis dan umumnya ditemukan di Papua. 

Manfaat buah matoa bagi kesehatan

Sebagai salah satu jenis buah, matoa mengandung banyak sekali nutrisi di dalamnya. Dari nutrisi-nutrisi tersebut, Anda akan mendapatkan manfaat matoa berupa: 

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

Mengonsumsi matoa bisa membantu untuk menurunkan atau mengontrol tekanan darah yang tinggi. Buah ini mengandung senyawa aktif yang bersifat diuretik, yaitu senyawa yang bekerja dengan meningkatkan kadar cairan yang dikeluarkan oleh tubuh.

Semakin banyak cairan yang dikeluarkan dari tubuh, apalagi cairan dari pembuluh darah, maka tekanan darah akan semakin menurun. Inilah yang membuat buah matoa cocok bagi Anda yang menderita hipertensi. 

  • Meningkatkan kesuburan

Jika Anda dan pasangan menghadapi masalah kesuburan, maka cobalah menggunakan buah matoa sebagai salah satu pengobatan alami. Karena, manfaat buah matoa lainnya adalah untuk meningkatkan kesuburan.

Di dalam buah matoa, terdapat kandungan vitamin E. Vitamin E ini sangat penting bagi kesehatan tubuh dan berkontribusi juga untuk meningkatkan kesuburan. Bahkan, penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi buah matoa mampu memaksimalkan siklus ovulasi pada wanita. 

  • Menjaga kesehatan pencernaan

Di dalam buah matoa, ada senyawa berupa antioksidan yang memiliki berbagai manfaat positif bagi tubuh. Salah satunya adalah berkontribusi dalam melancarkan sistem pencernaan. 

Antioksidan ini juga mampu meningkatkan produksi bakteir baik di alam usus, sehingga proses pencernaan pun semakin maksimal. Pertumbuhan bakteri-bakteri jahat di saluran pencernaan pun akan dicegah dengan antioksidan dari matoa. 

  • Membuat kulit lebih sehat

Bukan hanya berdampak pada organ-organ di dalam tubuh, Anda juga bisa merasakan manfaat buah matoa pada kulit Anda. Buah ini dipercaya bisa menjaga kesehatan kulit, membuat kulit tampak lebih menarik dan awet muda.

Kandungan di dalam buah matoa mampu memperbaiki kerusakan kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih. Selain itu, ada juga kandungan vitamin C dan vitamin E dari matoa yang bisa membuat kulit menjadi lebih elastis. 

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Seperti yang disebutkan di poin sebelumnya, buah matoa juga mengandung vitamin C. Vitamin C adalah sumber vitamin yang sangat esensial untuk mendukung kekebalan tubuh. Inilah salah satu manfaat buah matoa bagi kesehatan Anda.

Dengan kekebalan tubuh yang kuat, Anda akan terlindungi dari berbagai ancaman penyakit. Ini membuat buah matoa cocok dikonsumsi apabila Anda ingin terhindar dari berbagai penyakit.

  • Menurunkan risiko terkena kanker

Beberapa jenis kanker bisa dicegah dengan rutin mengonsumsi buah matoa. Kemampuan ini berasal dari senyawa aktif di dalam matoa yang dipercaya mampu menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Senyawa tersebut juga bekerja bersamaan dengan antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Menurut penelitian, radikal bebas yang berlebih di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko kerusakan sel dan menyebabkan kanker. Itulah berbagai macam manfaat buah matoa yang mungkin akan dirasakan setelah mengonsumsinya. Buah ini tergolong sebagai buah eksotis yang unik dan terbatas, sehingga sulit untuk didapatkan. Tapi, ada banyak buah matoa yang tersedia di toko-toko online.

Cara Mengatasi Kantung Mata Yang Mengganggu

Cara Mengatasi Kantung Mata Yang Mengganggu

Meskipun ada banyak produk di pasaran yang diklaim dapat membantu mengatasi kantung mata, produk tersebut tidak selamanya bekerja dengan efektif. Minum banyak air dan menggunakan kompres dingin dapat membantu mengecilkan tampilan kantung mata dengan cepat. Namun satu-satunya cara untuk mengurangi tampilan kantung mata jangka panjang adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Hal ini khususnya benar adanya apabila kantung mata dan lingkar gelap di sekitar mata yang Anda miliki diwarisi secara genetik. 

Beberapa penyebab kantung mata yang paling sering dijumpai adalah alergi, eksim, kelelahan kronis, gangguan pigmentasi, paparan sinar matahari, dan usia. Salah satu cara mengatasi kantung mata adalah dengan menggunakan teh. Teh tidak hanya bisa Anda minum. Anda kini bisa menggunakan kantung teh berkafein di bawah mata untuk membantu mengatasi kantung mata dan lingkaran hitam. Kafein dalam teh mengandung antioksidan yang kuat dan dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Teh juga dipercaya dapat membantu melindungi dari sinar UV dan berpotensi memperlambat proses penuaan. Teh hijau, khususnya, telah diteliti oleh para peneliti untuk potensi efek peradangan yang dimilikinya. 

Cara kedua dalam mengatasi kantung mata adalah dengan menggunakan kompres dingin. Menggunakan suhu dingin pada daerah sekitar mata dapat membantu pembuluh darah untuk mengicil dengan cepat guna memberikan hasil lega sementara. Meskipun Anda bisa membeli kompres dingin di toko, metode DIY juga dapat bekerja sama efektifnya. Beberapa pilihan DIY yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah mengguankan sendok teh yang dingin, mentimun dingin, kain yang basah, dan sayuran yang beku. Sebelum Anda menggunakannya, bungkuslah kompres dalam kain yang lembut untuk melindungi kulit Anda agar tidak terlalu dingin. Anda hanya perlu menggunakan kompres tersebut beberapa menit saja untuk melihat hasilnya. 

Beberapa orang percaya menggunakan neti pot dapat membantu mengatasi kantung mata dan lingkaran gelap di sekitar mata. Neti pot adalah alat yang perlu Anda isi menggunakan larutan air garam. Anda menempatkan alat tersebut ke hidung dan mengairi sinus, membersihakn lendir dan benda asing lainnya. Anda bisa membeli neti pot secara online. Apabila Anda ingin mencoba metode ini di rumah, pastikan Anda menggunakan air yang steril untuk membuat larutan air garam. Anda juga bisa menggunakan air keran yang telah direbus dan didinginkan ke dalam suhu yang aman. 

Air mengisi sekitar 60 persen dari berat tubuh Anda.  Mengingat hal ini, bukan suatu hal yang mengherankan apabila dehidrasi dapat menyebabkan kantung mata yang mengganggu. Meningkatkan asupan air Anda dapat membantu. Para ahli merekomendasikan meminum sekitar 13 cup cairan per hari untuk pria dan 9 cup cairan per hari untuk wanita dapat membantu. Jika Anda tidak suka dengan rasa air putih biasa, semua cairan lain dapat membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Namun, pilihlah cairan yang rendah kalori dan hindari minuman yang mengandung kafein dan soda. Anda juga perlu menghindari konsumsi alkohol berlebih. 

Alergi dapat menyebabkan kantung mata yang mengganggu dan lingkaran hitam di bawah mata. Anda juga bisa mengalami kemerahan dan mata yang gatal dan berair. Reaksi ini disebabkan karena respon sistem kekebalan terhadap sesuatu yang menyebabkan iritasi, atau disebut dengan istilah alergen. Jika Anda merasa kantung mata disebabkan oleh alergi, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat-obatan alergi OTC. Contoh merek obat alergi di antaranya adalah Zyrtec, Benadryl, dan juga Claritin. Merupakan suatu ide yang bagus untuk menghindari alergen yang berpotensi menyebabkan kantung mata. Beberapa produk perawatan tubuh, seperti sabun, makeup, pewarna rambut, dapat menjadi alergen pemicu alergi.

Manfaat dan Rekomendasi Shampo Lidah Buaya untuk Bayi

Meskipun terlihat sepele, namun rambut hitam dan lebat pada bayi menjadi salah satu dambaan ibu. Tak jarang hal tersebut telah disiapkan ibu sejak bayi di dalam masa kandungan, yakni dengan cara mengonsumsi makanan yang bisa memicu pertumbuhan rambut.

Namun, ada kalanya hal tersebut tidak selalu berhasil karena beragam faktor. Akan tetapi, hal tersebut masih dapat diupayakan ketika bayi telah lahir. Salah satu hal termudah yang bisa dilakukan adalah menggunakan shampo yang mengandung lidah buaya.

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa lidah buaya memiliki banyak manfaat bagi rambut, baik untuk orang dewasa maupun bayi. Maka dari itu, di bawah ini akan dijelaskan manfaat dan rekomendasi shampo lidah buaya yang bisa Anda gunakan untuk buah hati Anda.

Manfaat lidah buaya untuk perawatan rambut bayi

Di dalam lidah buaya terdapat gel yang mengandung 96% air dan kandungan lainnya, seperti vitamin A, C,E, B12, dan juga aneka mineral. Dengan adanya kandungan-kandungan itulah yang membuat lidah buaya mampu meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan rambut menjadi lebih lebat.

Berikut ini beberapa manfaat lidah buaya untuk perawatan rambut bayi Anda.

Shampo lidah buaya yang bagus antara lain Natur, Wardah, Sunsilk, dan Viva
  1. Membersihkan rambut dan kulit kepala

Kandungan gel lidah buaya berfungsi untuk membersihkan rambut dan folikel rambut sehingga minyak berlebih yang ada di rambut anak teratasi.

  1. Merangsang pertumbuhan rambut

Kandungan vitamin C yang ada di dalam gel lidah buaya mampu merangsang pertumbuhan rambut bayi. Lalu, kandungan mineral, seperti seng, besi, dan kalsium berfungsi untuk membantu pertumbuhan rambut agar lebih cepat dan kuat.

  1. Memproduksi keratin

Penggunaan shampo lidah buaya juga mampu meningkatkan produksi keratin pada rambut. Sebab, di dalam lidah buaya mengandung asam amino esensial, yakni metionin dan lisin di mana keduanya bekerja efektif memproduksi keratin.

Nantinya, keratin inilah yang akan menjaga kesehatan, dan pertumbuhan rambut bayi.

  1. Menjaga pH kulit tetap seimbang

Nutrisi yang terkandung pada lidah buaya, seperti aneka vitamin, asam folat, kalsium, magnesium, dan lainnya dapat membantu mengatur pH kulit kepala bayi agar tetap seimbang. Jika pH kulit kepala seimbang, maka rambut bayi akan selalu sehat dan memicu pertumbuhan rambut yang lebih lebat.

  1. Menutrisi rambut dan kulit kepala

Manfaat terakhir dari penggunaan shampo lidah buaya pada bayi adalah mampu menutrisi rambut dan kulit kepala. Dengan adanya aneka kandungan akan merangsang sirkulasi darah di kulit kepala dan membawa oksigen serta nutrisi ke folikel rambut. Sehingga, kelembapan rambut akan terjaga, dan rambut bayi akan tampak berkilau.

Itulah kelima manfaat yang akan Anda dapatkan jika menggunakan gel lidah buaya, baik secara langsung maupun sudah dalam bentuk shampo lidah buaya.

Akan tetapi, jika Anda lebih memilih untuk menggunakan shampo lidah buaya, maka Anda juga akan mendapatkan manfaat dari kandungan lain yang ada di dalam shampo tersebut. Sehingga, perawatan rambut bayi akan semakin maksimal.

Rekomendasi shampo lidah buaya untuk bayi

Berikut ini beberapa shampo lidah buaya yang bisa Anda gunakan untuk bayi Anda.

  1. Cussons Baby Shampo Coconut Oil & Aloe vera

Cusson Baby menjadi salah satu merk shampo dan sabun bayi yang sudah sering digunakan oleh ibu di Indonesia. Salah satu varian yang dikeluarkan oleh Cussons baby adalah shampo lidah buaya dan minyak kelapa.

Nutrisi lidah buaya yang ada di dalam shampo berguna untuk melembapkan rambut dan mencegah kulit kepala dari masalah kekeringan. Selain itu, shampo lidah buaya dari Cussons Baby ini juga bisa membantu pertumbuhan rambut dan menjaga keseimbangan pH rambut dan kulit kepala.

  1. Zwitsal Natural Baby Shampoo Aloe Vera

Apabila kulit bayi Anda masuk ke dalam tipe sensitif, namun masih ingin menggunakan shampo lidah buaya, maka Anda bisa mencoba shampo lidah buaya dari Zwitsal ini.

Selain mengandung lidah buaya, Zwitsal juga menambahkan ekstrak kemiri dan seledri yang mampu bekerja secara efektif untuk melindungi kulit kepala bayi dari masalah kekeringan dan membuat rambut tumbuh tebal dan hitam berkilau.

  1. Pure Baby Wash 2 in 1

Rekomendasi shampo lidah buaya untuk bayi yang terakhir adalah Pure Baby Wash 2 in 1. Mengandung ekstrak aloe vera, seledri, dan juga kelapa ini memberikan kandungan pro vitamin B5 yang akan menjaga keseimbangan dan kelembapan alami kulit kepala serta rambut sehingga mampu membuat rambut bayi menjadi berkilau.

Dari ketiga rekomendasi shampo lidah buaya untuk bayi di atas bisa Anda gunakan jika Anda ingin sang buah hati memiliki rambut tebal, sehat, dan berkilau.

Susu Nabati vs Susu Sapi, Mana yang Lebih Baik

Susu Nabati vs Susu Sapi, Mana yang Lebih Baik

Susu nabati merupakan susu berbasis tanaman yang sering dikonsumsi sebagai pengganti susu sapi. Beberapa orang yang mengonsumsi susu nabati umumnya karena intoleran terhadap laktosa atau memiliki alergi terhadap susu sapi. Susu nabati juga dikonsumsi oleh orang-orang yang menerapkan gaya hidup vegan.

Jenis-jenis Susu Nabati dan Susu Sapi

Susu memiliki sumber nutrisi yang penting bagi setiap manusia. Baik itu susu sapi atau susu nabati, keduanya memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda yang bergantung dengan jenis susunya.

Susu Sapi

Meski sama-sama bersumber dari sapi, namun ada susu sapi dibagi menjadi beberapa jenis yang berdasarkan dengan kandungan lemak di dalamnya. Berikut penjelasannya.

  1. Susu Full Cream

Merupakan salah satu jenis susu yang memiliki kandungan lemak cukup banyak. Susu full cream mengandung 3,25% lemak dari total berat susu. Dan dalam satu gelas susu full cream terdapat 8 gram lemak, 150 kalori, 8 gram protein dan 5 gram lemak jenuh.

  1. Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak adalah pilihan bagi Anda yang memerhatikan kandungan lemak dari setiap makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Namun sebenarnya susu rendah lemak dan susu full cream tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Total lemak yang dimiliki jenis susu ini hanya 2%. Dalam satu gelas susu rendah lemak terdapat total 120 kalori dan 5 gram lemak.

  1. Susu Skim

Susu skim merupakan susu bebas lemak karena proses pembuatannya menghilangkan kandungan lemak di dalamnya, yang artinya tidak ada kandungan lemak sama sekali dari susu skim. Dan kandungan kalori yang ada dalam satu gelasnya hanya 80 gram.

Susu Nabati

Ada beberapa jenis susu nabati dari sumber yang berbeda-beda, berikut daftarnya.

  1. Susu Kedelai

Susu kedelai bisa dikatakan salah satu jenis susu nabati yang cukup populer dan mudah ditemukan. Susu kedelai dibuat dengan cara merendam kedelai di dalam air dengan rasa yang creamy. Susu kedelai juga salah satu yang memiliki kandungan nutrisi yang mirip. Dengan jumlah protein yang sama. Dalam segelas susu kedelai tanpa pemanis terdapat 105 kalori, 6 gram protein dan 4 gram lemak.

  1. Susu Almond

Susu almond memiliki rasa yang sedikit manis dan memiliki kandungan kalori yang cukup rendah. Susu almond juga merupakan sumber vitamin E yang kandungan antioksidan di dalamnya mampu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Dalam segelas susu almond terdapat 40 kalori, 3,58 gram lemak, dan 1,51 gram protein. Namun sayangnya susu almond memiliki kandungan asam fitat yang bisa membatasi penyerapan zinc, zat besi dan kalsium.

  1. Susu Oat

Susu oat memiliki rasa yang cukup ringan dan cocok Anda konsumsi bersama dengan sereal. Susu oat kaya akan serat larut dan beta-glukan. Namun kandungan protein, vitamin dan mineral di dalamnya lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. Segelas susu oat mengandung 130 kalori, 2 gram lemak, dan 4 gram protein.

Manakah yang Lebih Baik?

Jika Anda ingin mengonsumsi susu nabati sebagai pengganti susu sapi maka Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mendapatkan alternatif yang sesuai. Karena pada dasarnya susu nabati bukan pengganti yang tepat untuk susu sapi.

Beberapa susu nabati olahan memiliki kandungan gula dan garam yang cenderung lebih tinggi daripada susu sapi. Karena itu jika mengatakan mana yang lebih baik, maka jawabannya bergantung dengan kebutuhan masing-masing individu. Setiap orang mungkin memiliki kondisi, anggaran dan kekhawatiran yang berbeda-beda.

Kegunaan dan Aturan Pakai Arcalion Tablet 200 mg

Arcalion tablet 200 mg merupakan jenis obat yang berfungsi untuk mengatasi kelelahan serta meningkatkan kinerja otak dalam mengingat maupun mempelajari sesuatu. Obat ini mengandung sulbutiamine, yaitu zat buatan manusia yang serupa dengan Vitamin B1 atau thiamin.

Jadi, zat aktif dalam obat ini bisa meningkatkan kadar thiamin di dalam otak yang mampu memberi efek stimulan ringan. Zat aktif dalam Arcalion tablet juga dapat menunjang perbaikan gejala pada kondisi depresi berat, asthenia atau lemahnya tubuh akibat masalah kimiawi pada otak, hingga penyakit Alzheimer.

Tentang Penyakit Alzheimer

Secara umum, penyakit Alzheimer merupakan jenis penyakit yang menyerang fungsi otak sehingga penderitanya akan mengalami penurunan daya ingat dan fungsi kognitif lainnya. Penyakit ini berkembang secara progresif dan dapat bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu.

Penderita Alzheimer akan kehilangan kemampuan intelektual dan sosialnya secara perlahan. Hal ini disebabkan karena kondisi sel-sel otaknya terus memburuk hingga akhirnya mati. Biasanya pada tahap awal, penderita akan merasa kebingungan dan sulit mengingat percakapan atau kejadian yang baru saja terjadi.

Bahkan penderita juga bisa melupakan orang-orang penting yang ada di dalam hidupnya, terjadi perubahan kepribadian, dan juga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Kemudian pada tahap lanjut, penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi yang disebabkan karena fungsi otak yang semakin menurun. Beberapa komplikasi tersebut antara lain dehidrasi, infeksi, malnutrisi, hingga kematian.

Adapun gejala penyakit Alzheimer secara umum adalah sebagai berikut.

Gangguan Ingatan

  • Melupakan tempat yang sering didatangi.
  • Sulit mengekspresikan pemikirannya.
  • Sering kali melupakan nama anggota keluarganya.
  • Kesulitan mencari kata ketika mendeskripsikan sesuatu.
  • Menanyakan hal yang sama berulang kali secara tidak sadar.
  • Melupakan perjanjian dan percakapan tanpa mengingatnya lagi.

Gangguan Berpikir dan Penalaran

  • Kesulitan mengatur keuangan dan juga membayar tagihan.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi, terutama untuk konsep-konsep yang abstrak.
  • Kesulitan dalam mengerjakan berbagai hal secara bersamaan dalam satu waktu.

Gangguan pada Kemampuan Perencanaan dan Melakukan Rutinitas

Penderita Alzheimer akan kesulitan saat melakukan rutinitas yang membutuhkan perencanaan tertentu. Beberapa contohnya adalah memasak, bermain game, berbelanja, dan lainnya. Jika sudah parah, maka penderita juga bisa melupakan cara untuk melakukan aktivitas dasar, seperti memakai baju, mandi, dan lain sebagainya.

Perubahan pada Kepribadian dan Perilaku

  • Perubahan suasana hati
  • Menarik diri dari kehidupan bermasyarakat
  • Cepat marah dan sangat agresif
  • Depresi
  • Cenderung apatis
  • Tidak mempercayai orang lain
  • Terjadi perubahan dalam kebiasaan tidur
  • Berkeliaran
  • Mengalami kepercayaan tentang sesuatu hal yang tidak sesuai dengan realita yang ada atau delusi
  • Tidak bisa mengendalikan diri

Sayangnya hingga sekarang ini masih belum diketahui penyebab pasti seseorang menderita penyakit Alzheimer. Akan tetapi, banyak ilmuwan yang berpendapat bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kemungkinan seseorang untuk mengalami penyakit ini.

Dosis dan Aturan Pakai Arcalion Tablet 200 Mg

Untuk Anda yang mengkonsumsi obat Arcalion tablet 200 mg, wajib memperhatikan dosis dan aturan pakai yang dianjurkan oleh dokter. Adapun dosis untuk orang dewasa adalah 2-3 tablet/hari dengan aturan pakai tablet harus ditelan secara utuh dengan segelas air. Dosis tersebut juga harus dibagi antara pagi dan siang sesudah makan.

Beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi Arcalion tablet 200 mg antara lain sakit kepala, gangguan tidur, pusing, rasa gelisah, kelelahan, reaksi alergi pada kulit, hingga gangguan pencernaan. Kemudian obat ini juga memiliki efek stimulan ringan sehingga membutuhkan resep dokter.

Jam Tidur Anak yang Baik untuk Mendukung Perkembangannya

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi jam tidur anak.

Mencukupi kebutuhan jam tidur anak merupakan hal yang sangat penting. Hal ini karena tidur merupakan aktivitas penting yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jam tidur anak yang cukup dapat mengistirahatkan tubuh anak, dan mengembalikan energinya. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jam tidur anak yang ideal untuk mendukung pertumbuhan anak.

Jumlah tidur anak tentu berbeda-beda atau bervariasi tergantung pada individu dan faktor tertentu, seperti usia anak saat ini. Berikut adalah beberapa pedoman umum mengenai seberapa banyak jumlah tidur anak yang dibutuhkan.

Usia 1-4 Minggu

Bayi yang baru saja lahir pada umumnya membutuhkan tidur sekitar 15 sampai 18 jam sehari, akan tetapi hanya dalam durasi yang singkat yaitu dua sampai empat jam. Bayi yang prematur kemungkinan akan tidur lebih lama, sementara bayi yang mengalami kolik akan tidur lebih sedikit.

Hal tersebut dapat disebabkan bayi yang baru lahir belum memiliki ritme sirkadian tertentu, sehingga pola tidur mereka tidak terpengaruh dengan siklus siang dan malam. Bahkan, bayi tidak memiliki pola tidur sama sekali.

Usia 1-4 Bulan

Bayi yang berusia 6 minggu mungkin akan mulai tenang dan memiliki pola tidur yang lebih teratur. Periode tidur terpanjang mereka mungkin akan menjadi lebih sering terjadi di malam hari. Bayi yang berusia 1 sampai 4 bulan pada umumnya tidur selama 14 sampai 15 jam per hari.

Usia 4-12 Bulan

Bayi yang berusia 4 sampai 12 bulan pada umumnya tidur selama 14 sampai 15 jam per hari. Meskipun idealnya bayi tidur 15 jam, namun kebanyakan bayi hingga usia 11 bulan hanya tidur selama 12 jam. Pada periode ini, orang tua mulai bisa membangun kebiasaan tidur yang sehat. Hal ini karena bayi Anda sudah bisa mengikuti pola tidurnya seperti orang dewasa.

Pada umumnya, bayi tidur siang tiga kali dan turun menjadi dua kali saat usianya memasuki 6 bulan. Bayi juga secara fisik mampu tidur sepanjang malam.

Membangun pola tidur siang yang teratur umumnya terjadi pada bagian akhir dari kerangka waktu ini, saat ritme biologis bayi sudah matang. Pada usia ini, bayi bisa tidur siang mulai pukul 9 pagi dan hanya berlangsung sampai sekitar satu jam saja. Kemudian tidur siang sore dimulai antara tengah hari dan jam 2 siang dan berlangsung sampai satu atau dua jam. Sedangkan tidur siangnya bisa dimulai dari jam 3 sore sampai jam 5 sore dan biasanya durasi tidurnya bervariasi.

Usia 1-3 Tahun

Anak-anak yang sudah berusia 1 sampai 3 tahun pada umumnya tidur 12 sampai 14 jam sehari. Hal ini bisa terjadi karena anak-anak mulai kehilangan waktu tidur siang atau hanya tidur siang sekali dalam sehari. Sedangkan anak-anak yang masih balita biasanya membutuhkan tidur hingga 14 jam sehari, anak usia 1 sampai 3 tahun ini justru biasanya hanya akan tidur selama 10 jam saja.

Usia 3-6 Tahun

Anak-anak usia ini pada umumnya tidur 10 sampai 12 jam per hari. Pada umumnya mereka tidur antara jam 7 atau jam 9 malam dan akan bangun pada jam 6 atau 8 pagi. Pada saat anak berusia 3 tahun, sebagian  besar masih sering tidur siang, tapi jika sudah memasuki usia 5 tahun sebagian besar anak tidak lagi tidur siang. Durasi tidur siang pada anak-anak usia 3 sampai 6 tahun akan menjadi lebih pendek secara bertahap. Masalah tidur baru biasanya juga tidak akan muncul setelah usia 3 tahun.

Usia 7-12 Tahun

Pada usia ini, anak-anak sudah memiliki aktivitas sosial, sekolah, interaksi dengan keluarga dan sebagainya. Hal ini bisa membuat waktu tidur anak berkurang yaitu menjadi 10 sampai 11 jam per hari. 

Usia 12-18 Tahun

Pada saat anak memasuki usia ini, tidur tetap memiliki peran yang penting untuk menjaga kesehatan. Selain itu, para remaja usia ini ternyata juga membutuhkan waktu tidur yang cukup daripada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi anak-anak usia ini kerap mengalami tekanan sosial yang dapat mengganggu jam tidur anak sehari-hari.

Lakukan Pemeriksaan Hematologi di Lab Diagnos

Hematologi merupakan pemeriksaan untuk melihat apakah ada kelainan darah yang mengindikasikan penyakit tertentu pada seseorang. Salah satu laboratorium yang melayani pemeriksaan Hematologi ini adalah Lab Diagnos.

Hematologi merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari seputar darah dan kelainan pada darah. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memahami komponen darah, pengaruhnya terhadap kesehatan, apa penyebab kelainan ini terjadi, hingga bagaimana cara menangani penyakit yang dialami.

Kelainan darah yang terjadi bisa memengaruhi jaringan dan juga organ tubuh bahkan mengacaukan beberapa sistem tubuh. Jika darah mengalami berbagai gangguan, maka akan muncul beragam penyakit lain atau menandakan bahwa ada penyakit tertentu di tubuh.

Adanya kelainan darah pada tubuh juga dapat membuat seseorang kelelahan dengan aktivitas sehari-hari. Atau mungkin juga dengan kemungkinan beberapa penyakit keturunan, yang juga melibatkan masalah pada darah.

Jenis-jenis Tes Hematologi

Pemeriksaan hematologi ini pun memiliki beberapa jenis tes. Hal ini dilakukan agar dokter bisa menegakkan diagnosis penyakit tertentu.

  1. Pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap ini juga dikenal dengan sebutan hematologi lengkap. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan atau mendiagnosis penyakit yang dialami pasien.

Pemeriksaan hematologi lengkap ini juga bisa untuk mendiagnosis penyakit kanker darah, anemia, penyakit karena peradangan maupun infeksi, hingga mengecek kehilangan darah.

Adapun darah yang diambil untuk pemeriksaan ini adalah sel darah putih, sel darah merah, hematokrit, trombosit, dan hemoglobin.

  1. Tes enzim darah

Tes enzim darah ini terdiri dari berbagai jenis, gunanya untuk menghitung jumlah kadar enzim tertentu dalam darah. Nantinya, pemeriksaan ini bisa untuk mendiagnosis berbagai kondisi kardiovaskuler, termasuk serangan jantung.

  1. Transfusi darah

Prosedur yang satu ini memang bukan termasuk tes, tapi transfusi darah juga merupakan bagian dari hematologi.

Prosedur transfusi darah ini juga melibatkan darah yang berasal dari tubuh orang sehat yang menjadi pendonor dan sesuai dengan karakteristik penerima darah.

Tujuan dari dilakukannya transfusi darah ini adalah untuk menggantikan darah yang hilang karena kecelakaan, operasi, maupun penyakit lain. Prosedur transfusi darah ini dilakukan melalui pembuluh darah vena atau intervena.

  1. Biopsi sumsum tulang

Biopsi sumsum tulang memang bukan termasuk tes umum, tapi tes ini dilakukan oleh seorang hematolog. 

Sesuai namanya, Biopsi sumsum tulang ini tentu saja melibatkan pengambilan sel yang berasal dari sumsum tulang untuk memantau berbagai penyakit yang ada pada tubuh pasien.

  1. Waktu protrombin

Waktu protrombin atau disebut waktu protrombin parsial biasanya dilakukan dengan tujuan mencari gangguan perdarahan atau masalah pada pembekuan darah. Selan itu, pemeriksaan waktu protrombin ini juga memantau progress terapi antikoagulasi.

Pasien yang Membutuhkan Pemeriksaan Hematologi

Biasanya, dokter akan menyarankan orang yang dicurigai mengidap penyakit seputar kelainan darah untuk melakukan pemeriksaan hematologi ini.

Ada pula pasien kemoterapi tertentu yang perlu untuk melakukan pemeriksaan waktu protrombin ini, tujuannya yaitu untuk menguji respons tubuh pasien tersebut.

Dokter perlu melakukan tes hematologi pada pasiennya untuk memastikan beberapa penyakit seperti:

  • Infeksi
  • Anemia
  • Peradangan
  • Anemia sel sabit
  • Leukemia
  • Hemofilia dan gangguan pembekuan darah yang lain
  • Thalasemia
  • Limfoma
  • Myeloma
  • Keganasan hematologi lain

Lakukan Pemeriksaan Hematologi di Laboratorium Klinik Diagnos

Lab Diagnos ini berada di Jalan Teuku Cik Ditiro, No. 28, Menteng, Jakarta Pusat. Di laboratorium ini ada beberapa prosedur unggulan yang sering dilakukan. Selain pemeriksaan Hematologi ini, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan seperti:

  • Biomolecular
  • Hemostasis
  • Genomics
  • Microbiologi
  • Chemistry
  • Immunology
  • Parasitology
  • Anatomic pathology

Lab Diagnos merupakan klinik yang menjadi bagian dari Bunda Medic Healthcare System (BMHS). Lab ini tidak hanya menyediakan layanan tes laboratorium saja, tapi ada juga layanan laboratorium khusus dan home service.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Perut Kembung Saat Hamil?

Cara mengatasi perut kembung saat hamil yang aman salah satunya banyak minum air putih

Perut kembung saat hamil merupakan hal yang normal terjadi. Namun, kondisi ini tentu akan membuat Anda tidak nyaman dan segera ingin mengeluarkan gas maupun hal-hal lain yang membuat perut terasa penuh dan kencang.

Dikutip dari Baby Center, rasa kembung pada ibu hamil bisa muncul karena hormon progesteron yang diproduksi sejak awal kehamilan dan hal ini bisa menimbulkan masalah pencernaan. Selama hamil, metabolisme di dalam saluran pencernaan akan berlangsung lebih lambat. Akibatnya, perut lebih mudah terasa kembung, terutama jika Anda baru saja makan banyak.

Meski perut kembung saat hamil adalah hal yang tidak bisa dihindari, bukan berarti Anda tidak bisa meredakannya. Berikut ini cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil yang bisa dicoba untuk meredakan gejalanya.

  1. Banyak minum air putih

Saat hamil, kebutuhan cairan akan meningkat sehingga Anda disarankan untuk mengonsumsi minimal 8-10 gelas air per hari. Tidak hanya dari air, cairan juga bisa didapatkan dari sayur dan buah. Memenuhi kebutuhan tubuh terhadap cairan akan membantu kelancaran proses pencernaan, sehingga Anda terhindar dari sembelit dan rasa kembung.

  1. Aktif bergerak

Berolahraga saat hamil memang penting dilakukan. Selain menyehatkan fisik dan mental, berolahraga juga akan mempercepat proses pencernaan, sehingga Anda tidak merasa kembung. Melakukan aktivitas olahraga juga akan mengurangi risiko konstipasi. Tidak perlu olahraga yang berat, ibu hamil cukup memulai dengan berjalan kaki selama 30 menit per hari. Waktu 30 menit itupun bisa dibagi menjadi beberapa kali sehari. Anda juga bisa lebih aktif bergerak, misalnya dengan melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu.

  1. Menambah asupan makan berserat

Konsumsilah banyak sayur dan buah yang sekiranya tidak memicu gas di perut Anda. Sebab, serat yang terkandung di dalamnya akan membantu memberikan cairan yang cukup di saluran pencernaan, sehingga inja menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Anda pun akan terhindar dari sembelit.

  1. Mengonsumsi suplemen serat

Jika karena kondisi tertentu, tidak memungkinkan bagi Anda untuk mendapatkan serat secara alami langsung dari makanan, maka suplemen serat bisa menjadi solusi. Namun ingat, suplemen yang dikonsumsi haruslah yang sudah disetujui oleh dokter kandungan Anda. Sebab, mengonsumsi sembarang suplemen bisa membahayakan Anda dan janin dalam kandungan, bahkan juga menyebabkan masalah pada sistem pencernaan.

  1. Minum obat pelancar buang air besar

Apabila konstipasi yang dialami cukup parah, maka mengonsumsi obat pelancar buang air besar untuk mencerna lebih cepat makanan bisa menjadi solusinya. Namun, obat yang dimaksud bukanlah obat bersifat laksatif yang biasa diminum orang lain untuk melancarkan BAB. Ibu hamil memerlukan obat khusus yang aman dan tidak membahayakan bayi. Anda baru boleh mengonsumsi obat ini seteleh berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping berbahaya.

  1. Rileks

Stres dan kecemasan bisa membuat Anda tanpa sadar menelan lebih banyak udara. Hal ini membuat gas di saluran pencernaan semakin menumpuk. Jadi, sebisa mungkin hindari stres dan berusahalah untuk rileks. Anda bisa mencoba untuk beristirahat sejenak atau melakukan kegiatan lain yang membuat lebih santai.

  1. Minum air jahe hangat

Jahe memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah mengatasi perut kembung. Selain itu, minuman jahe juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh agar ibu hamil tidak mudah sakit. Jahe tidak berbahaya untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dengan batas konsumsi maksimal 1500 mg per hari.

Itulah ketujuh cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perut kembung saat hamil. Jika kondisi sudah tidak wajar, segera hubungi dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

7 Bahaya Kekurangan Vitamin K yang Mesti Diwaspadai

7 Bahaya Kekurangan Vitamin K yang Mesti Diwaspadai

Salah satu vitamin yang paling mudah didapat sebenarnya adalah vitamin K. Anda bisa menemukan kandungan vitamin ini di berbagai jenis makanan dengan jumlah berlimpah. Sayuran hijau serta protein hewani merupakan sumber-sumber vitamin K yang bisa langsung mememuhi kebutuhan harian yang dianjurkan tiap kali Anda menyantap per porsinya. 

Kasus kekurangan vitamin K pun menjadi sangat jarang terjadi terkait kemudahan mendapatkan jenis vitamin ini lewat berbagai makanan. Namun tidak bisa ditampik, kasus-kasus terkait kekurangan vitamin K tetap ada dan mengintai siapapun, khususnya pada bayi maupun orang tua lanjut usia. Pada saat itu, pemberian suplemen vitamin K yang tepat sesuai petunjuk dokter mungkin diperlukan untuk menghindari kondisi-kondisi yang tidak diharapkan. 

Bagaimanapun, vitamin K merupakan vitamin esensial yang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh Anda. Kurangnya kadar vitamin K di dalam tubuh Anda pada akhirnya bisa menyeret Anda ked alma berbagai kondisi tidak menyenangkan, seperti di bawah ini. 

Mudah Memar 

Kekurangan vitamin K di dalam tubuh akan membuat proses pembekuan darah menjadi bermasalah. Salah satu akibatnya, Anda akan sangat mudah mengalami memar, walaupun hanya bersentuhan dengan benda tumpul. Kondisi memar ini jangan dipandang remeh karena bisa menjadi indikasi akan risiko berbagai penyakit yang lebih serius. Kondisi mudah memar, khususnya pada orang-orang yang kekurangan vitamin K, menunjukkan telah terjadi mineralisasi yang sangat mudah di tubuh sehingga peredaran darah menjadi tidak lancar. 

Risiko Osteoporosis Lebih Awal 

Sudah banyak orang yang paham bahwa fungsi dari vitamin K yang paling esensial adalah menjaga dan memelihara kekuatan tulang. Ketika Anda kekurangan vitamin K, risiko masalah tulang pun akan lebih terbuka lebar. Salah satu masalah tulang yang paling ditakuti adalah osteoporosis, di mana kondisi tulang Anda akan mengeropos hingga menjadi sulit bergerak ataupun lebih mudah mengalami patah tulang. Biasanya, osteoporosis dialami oleh orang-orang lanjut usia, namun bisa terjadi lebih cepat jika Anda terus mengalami kekurangan vitamin K. 

Mudah Pikun 

Vitamin K juga sangat berhubungan dengan daya ingat seseorang. Aliran darah yang lancar akibat prose pembekuan darah tidak terjadi secara berlebihan membuat fungsi otak terjaga. Orang-orang dengan kadar vitamin K tinggi nyatanya memiliki daya ingat lebih kuat hingga usianya di atas 70 tahun. Sebaliknya, orang-orang yang kekurangan vitamin K bisa saja menjadi lebih mudah pikun, walaupun umurnya masih tergolong usia produktif. 

Ancaman Penyakit Jantung 

Anda mungkin tidak pernah menduga bahwa berawal dari kekurangan vitamin K dari tubuh, ancaman terkena penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia menjadi lebih besar. Ya, orang-orang dengan kadar vitamin K yang rendah di tubuhnya akan lebih mudah bermasalah dengan jantungnya. Ini karena kekurangan vitamin K membuat mineralisasi di pembuluh darah lebih mudah terjadi sehingga menimbulkan plak di arteri. Peredaran dari dari dan ke jantung pun menjadi terhambat sampai membuat kerja jantung menjadi berlebihan sehingga lebih rentan bermasalah atau rusak. 

Peluang Stroke Lebih Besar 

Sama seperti risiko penyakit jantung yang lebih besar karena kekurangan vitamin K, peluang terkena serangan stroke pun menjadi lebih tinggi. Alasannya hampir serupa karena menyangkut aliran darah yang tidak lancar akibat mineralisasi yang lebih mudah terjadi di pembuluh darah. Di mana karena rendahnya kadar vitamin K dalam tubuh, pembekuan darah lebih mudah terjadi dan menjadi sumbatan ke berbagai organ penting tubuh, tidak terkecuali ke bagian saluran dan organ otak yang berisiko menjadi serangan stroke. 

Jadi, jangan remehkan kadar vitamin K dalam tubuh Anda jika tidak ingin mengalami berbagai kondisi di atas, ya. Perbanyak mengonsumsi sayuran hijau maupun protein hewani guna menghindari kerentanan kekurangan vitamin K. 

Apa Itu PCV? Apa Penting Melakukan PCV?

Phneumococcal Conjugate Vaccine (PVC) merupakan vaksin yang memiliki kandungan pada bagian dinding sel bakteri pneumokokus. Bakteri ini mampu menimbulkan penyakit infeksi yang kronis seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi darah.

Vaksin PCV adalah vaksin yang mampu melindungi agar terhindar dari infeksi pneumokokus yang serius serta memiliki potensi yang fatal.

Siapa yang harus mendapatkan PCV?

Infeksi pneumokokus dapat menyerang siapapun. Namun, beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit serius, jadi untuk mengantisipasi penyakit tersebut, alangkah baiknya untuk mendapatkan PCV. Dan yang bisa mendapatkan PCV diantaranya yaitu :

  • Bayi
  • Orang dewasa yang memiliki umur 65 tahun ke atas

Untuk bayi, ditawarkan 2 dosis PCV pada usia 12 minggu hingga usia 1 tahun. Untuk orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas hanya membutuhkan satu kali PCV. Vaksin ini tidak diberikan setiap tahun seperti jab flu.

Jika memiliki kondisi kesehatan dengan jangka panjang, mungkin hanya memerlukan satu kali PCV atau vaksinasi setiap 5 tahun sekali, tergantung dengan masalah kesehatan tubuh.

Berapa jenis pneumococcal conjugate?

Janis PCV yang diberikan ini tergantung dengan usia dan juga kondisi kesehatan. Ada dua jenis PCV, yaitu :

  • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), jenis ini digunakan untuk melakukan vaksinasi terhadap anak yang memiliki umur di bawah 2 tahun. Jenis ini dikenal dengan nama merk Prenevar 13.
  • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPV), jenis ini diberikan kepada orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang memiliki risiko tinggi karena memiliki kondisi kesehatan yang berjangka panjang.

Anak – anak yang berisiko terena infeksi pneumokokus dapat memperoleh vaksin PPV sejak berusia 2 tahun ke atas. Vaksin PPV ini tidak berpengaruh atau tidak efektif pada anak yang memiliki umur di bawah 2 tahun.

Cara kerja vaksi pneumokokus

Kedua jenis vaksin pneumokokus dapat merangsang tubuh untuk membuat antibodi terhadap bakteri pneumokokus. Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh tubuh guna menetralisir atau menghancurkan organisme serta racun yang membawa penyakit.

Vaksin tersebut mampu melindungi agar tidak terserang sakit ketika terinfeksi bakteri. Lebih dari 90 jenis pneumokokus yang berbeda telah diidentifikasi, walaupun sebagian besar dari jenis tersebut tidak menyebabkan infeksi yang serius pada tubuh.

Vaksin PCV pada anak mampu melindungi dari 13 jenis bakteri pneumokokus, sedangkan vaksin (PPV) pada orang dewasa mampu melindungi dari 23 jenis bakteri pneumokokus.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan PCV?

Orang yang perlu menunda pemberian PCV atau bahkan menghindarinya, yaitu :

  • Alergi vaksin, jika Anda pernah mengalami alergi terhadap vaksin di masa lalu Anda harus memberitahu dokter terlebih dahulu. Jika ada reaksi alergi yang parah yang dikonfirmasi terhadap PCV atau bahan apapun yang terkandung dalam vaksin, Anda mungkin tidak memilikinya.

    Namun, jika hanya ada reaksi yang ringan seperti ruam, masih termasuk aman untuk mendapatkan vaksin.
  • Demam ketika hendak melakukan vaksin, jika tubuh terasa sedikit tidak sehat secara umum masih bisa mendapatkan vaksin. Namun, jika sakit pada tubuh lebih parah seperti panas dengan menggigil, alangkah baiknya untuk menunda melakukan vaksinasi sampai tubuh bnar – benar pulih.
  • Sedang hamil dan menyusui, sebaiknya mencegah untuk tidak vaksin terlebih dahulu meskipun PCV dianggap aman selama kehamilan dan juga menyusui. Lebih baik Anda menunggu hingga sang bayi lahir jika Anda hamil, kecuali jika manfaat dari vaksin tersebut lebih besar daripasa risiko bagi sang Anak.

Efek samping dari PCV

Seperti vaksin pada umumnya, PCV versi masa ana-anak dan orang dewasa mmiliki kemungkinan dapat menyebabkan efek samping yang ringan, termasuk suhu tubuh yang sedikit meningkat, kemerahan di tempat yang disuntik, pembengkakan di mana injeksi diberikan.

Tidak ada efek samping yang serius yang terdaftar untuk PCV pada anak-anak atau orang dewasa, selain dari risiko yang juga sangat jarang dari reaksi alergi yng parah. Jika terdapat reaksi-reaksi yang aneh segera periksakan ke dokter, untuk memeriksanaya lebih lanjut.