Alternatif Pengganti Ambroxol HCL untuk Bayi

Alternatif Pengganti Ambroxol HCL untuk Bayi

Batuk bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sama seperti ketika terjadi pada orang dewasa, batuk yang dialami anak bayi bisa berjenis kering maupun berdahak. Jika orang dewasa mengalami batuk, mereka mudah saja menemukan obat—bahkan obat warung pun tak masalah. Akan tetapi bagi bayi tentu tak bisa sembarangan. Salah satu obat batuk berdahak yang paling sering digunakan adalah ambroxol hcl. Memangnya seberapa aman dan efektifkah ambroxol hcl untuk bayi?

National Institutes of Health atau Kementerian Kesehatan-nya Amerika Serikat pernah meneliti mengenai penggunaan ambroxol hcl untuk bayi dan hasilnya positif. Setelah melewati uji klinis, dipastikan ambroxol hcl terbukti efektif dan dinyatakan aman dikonsumsi oleh bayi. Obat ini juga bisa memberikan efek yang ampuh untuk mengencerkan dahak para bayi.

Ambroxol hcl sendiri merupakan obat yang masuk ke dalam golongan mukolitik. Sebagai mukolitik, ambroxol hcl bekerja dengan cara mengencerkan massa dahak, melalui proses pemecahan ikatan protein pada dahak, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Ambroxol juga dapat untuk mengatasi gangguan pernapasan lain akibat produksi dahak yang berlebihan, seperti pada penyakit bronkiektasis. Selain membantu mengeluarkan dahak, ambroxol hcl juga dapat memberikan efek melegakan dan membuka saluran pernapasan. 

Di pasaran, khususnya di Indonesia, ambroxol hcl tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Sediaan sirup ini yang paling umum dari ambroxol hcl untuk bayi. Menurut Badan POM, dosis aman ambroxol hcl untuk bayi tidak lebih dari 2,5 mililiter per tiap konsumsi. Maksimal mereka hanya boleh diberikan sebanyak dua kali dalam sehari. 

Kendati aman dan efektif meredakan masalah pernapasan yang dialami bayi, tidak serta-merta penggunaannya menjadi bebas. Namanya obat, ia tetap memiliki potensi atau kemungkinan efek tertentu. Oleh karenanya, ambroxol hcl tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama tanpa tanpa pengawasan dokter. Sebab efek samping dari penggunaan obat batuk ini dapat berupa reaksi alergi kulit, pembengkakan wajah, sesak, dan demam.

Sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa khawatir mengenai efek dari pengobatan ini, sehingga butuh pertimbangan lebih sebelum memberikannya kepada bayi Anda. Untungnya, batuk adalah salah satu jenis penyakit yang banyak memiliki obat alternatif dari bahan-bahan alami.

Umumnya bahan-bahan alami cenderung lebih aman dan minim efek samping jika dibandingkan dengan produk farmasi. Mungkin Anda terpikir untuk mencoba obat alternatif untuk meredakan batuk berdahak yang dialami bayi? Jika, ya, berikut beberapa bahan alami yang bisa menjadi alternatif pengganti ambroxol hcl untuk bayi: 

  • Minyak kayu putih

Cara alternatif ini dilakukan di luar tubuh. Artinya minyak kayu putih tak perlu diminum, Anda hanya perlu mengoleskan minyak kayu putih di dada bayi selama mengalami kondisi batuk berdahak. Minyak kayu putih merupakan salah satu bahan alami yang dapat mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

  • Uap hangat

Salah satu cara alami untuk mengeluarkan dahak sekaligus melegakan pernapasan adalah dengan menghirup uap hangat. Membuat uap hangat begitu sederhana dan tidak butuh usaha berlebih.

  • Bawang

Bawang merupakan salah satu pengencer dahak alami karena dapat bekerja seperti apa yang dilakukan ambroxol hcl untuk bayi. Pasalnya, bumbu dapur ini mengandung senyawa iritasi yang dapat merangsang batuk dan mengeluarkan dahak. Anda dapat menumbuk atau mengirisnya, mencampur dengan minyak esensial, kemudian dioleskan di dada bayi.

  • Madu

Madu memiliki sifat antiperadangan dan antibakteri. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa menghirup uap dari air hangat yang dicampur dengan madu dapat mengeluarkan dahak dan mengurangi penyempitan bronkus.

***

Bahan-bahan di atas kiranya efektif sebagai opsi alternatif dari ambroxol hcl untuk bayi. Artinya, mungkin saja beberapa orang tidak cocok dengan bahan-bahan tersebut. Alangkah lebih bijak jika Anda tetap melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk memastikan keamanan bahan-bahan alami di atas jika digunakan untuk mengobati masalah pernapasan yang dialami bayi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *