Berikanlah Bubur Bayi Sesuai dengan Usia Si Kecil!

Berikanlah Bubur Bayi Sesuai dengan Usia Si Kecil!

Memperkenalkan makanan bayi sebaiknya disesuaikan dengan usianya. Mulailah dari tekstur makanan yang lunak hingga kemudian meningkat menjadi lebih padat. Biasanya tekstur bubur bayi yang akan diberikan untuk pertama kali lebih lembut dan kental.

Para ahli merekomendasikan untuk mulai memberi makanan saat bayi berusia 6 bulan. Hal yang tidak kalah penting adalah memerhatikan kesiapan bayi serta kebutuhan nutrisinya. Jika perlu, konsultasi dengan dokter sebelum memberi makanan pada bayi.

Jika Anda masih bingung mengenai menu yang tepat, berikut ini petunjuk pemberian makanan bayi sesuai tingkatan usia.

1. Usia 4-6 Bulan

Pada masa ini, ASI atau susu formula merupakan asupan nutrisi utama bayi. Sementara, makanan padat merupakan asupan tambahan.  Biasanya makanan bayi yang paling awal diperkenalkan adalah bubur sereal bayi yang dicampur ASI atau susu formula. Jangan terburu-buru memberikan bubur bayi atau makanan padat sejenisnya, tapi perkenalkanlah secara perlahan. Caranya,  berikan satu sendok sereal lumat yang didekatkan pada mulut bayi. Jika bayi menolak, tunda sejenak atau tunggu beberapa hari sebelum mencoba lagi. 

Anda dapat mulai memberikan bubur yang terbuat dari pisang, apel, pepaya dan ubi yang dihaluskan dengan blender. Perkenalkan bubur buah ini sekitar 1 sendok teh, kemudian tingkatkan menjadi satu sendok makan dua kali sehari. Selain itu, Anda bisa membeli makanan khusus bayi yang akan menjadi lunak seperti bubur setelah dicampur dengan air.

2. Usia 6-8 bulan

Pada usia ini, Anda dapat memberikan buah dan sayur yang dihaluskan. Misalnya, alpukat untuk makanan bayi atau ubi dan wortel yang sudah dimasak terlebih dahulu. Pilihan lainnya adalah bubur dari kacang-kacangan, seperti edamame, kacang panjang, kacang merah, serta bubur dari tahu. Saat ini bayi juga bisa diberikan yogurt tanpa pemanis dalam porsi kecil. Sebagai asupan protein, bayi mulai bisa diberikan daging, seperti ikan tanpa tulang atau ayam. Potong halus daging sebelum dikonsumsi bayi.

Porsi untuk bayi 6-8 bulan yaitu 1 sendok teh bubur buah, yang kemudian dapat ditingkatkan menjadi ¼ hingga ½ cangkir secara bertahap dalam 2-3 kali makan. Porsi yang sama berlaku untuk bubur dari sayur. Sementara, sereal lunak atau bubur nasi dapat diberikan sekitar 3-9 sendok makan dalam 2-3 kali makan.

3. Usia 8-10 bulan

Pada usia 8-10 bulan, sebagian besar bayi sudah mampu mengonsumsi bubur atau sereal yang diberikan bersama dengan ASI atau susu formula. Umumnya, saat ini bayi sudah bisa menikmati mengunyah makanan dengan tekstur yang lebih kasar. Bayi usia 9 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan dan koordinasi ibu jari dan telunjuk untuk memegang dan memasukkan makanan ke mulut.

Anda cukup menghaluskan makanan bayi, tidak perlu lagi membuatnya menjadi bubur. Beberapa makanan seperti wortel atau ubi perlu dimasak terlebih dahulu, tetapi tak perlu dihaluskan, cukup dipotong kecil-kecil agar tidak membuat bayi tersedak. Porsi makan bayi usia 8-10 bulan yaitu sekitar ¼ hingga ½ cangkir sereal, ¾ atau 1 cangkir buah dan sayur. Ditambah dengan  hingga ½ cangkir makanan sumber protein.

4. Usia 10-12 bulan

Porsi makan anak usia 10-12 bulan tidak terlalu berbeda dengan usia 8-10 bulan. Menjelang ulang tahun pertamanya, bayi sudah mampu mengonsumsi makanan yang sama dengan orang dewasa. Hanya saja, perlu diberikan dalam potongan kecil agar aman saat dikunyah dan ditelan.

Produk kacang-kacangan, telur utuh dan ikan sebaiknya dikonsumsi setelah bayi berusia satu tahun, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi. Selain itu, susu sapi dan madu juga disarankan untuk diberikan setelah bayi berusia satu tahun.

Itulah tahapan yang akan Anda lewati saat memberikan bubur bayi sebagai MPASI si Kecil. Namun perlu diingat tidak semua bayi memiliki tahapan yang sama. Jika bayi Anda mengalami susah makan, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Anda bisa melakukan konsultasi melalui aplikasi SehatQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *