Berikanlah Bubur Bayi Sesuai dengan Usia Si Kecil!

Berikanlah Bubur Bayi Sesuai dengan Usia Si Kecil!

Memperkenalkan makanan bayi sebaiknya disesuaikan dengan usianya. Mulailah dari tekstur makanan yang lunak hingga kemudian meningkat menjadi lebih padat. Biasanya tekstur bubur bayi yang akan diberikan untuk pertama kali lebih lembut dan kental.

Para ahli merekomendasikan untuk mulai memberi makanan saat bayi berusia 6 bulan. Hal yang tidak kalah penting adalah memerhatikan kesiapan bayi serta kebutuhan nutrisinya. Jika perlu, konsultasi dengan dokter sebelum memberi makanan pada bayi.

Jika Anda masih bingung mengenai menu yang tepat, berikut ini petunjuk pemberian makanan bayi sesuai tingkatan usia.

1. Usia 4-6 Bulan

Pada masa ini, ASI atau susu formula merupakan asupan nutrisi utama bayi. Sementara, makanan padat merupakan asupan tambahan.  Biasanya makanan bayi yang paling awal diperkenalkan adalah bubur sereal bayi yang dicampur ASI atau susu formula. Jangan terburu-buru memberikan bubur bayi atau makanan padat sejenisnya, tapi perkenalkanlah secara perlahan. Caranya,  berikan satu sendok sereal lumat yang didekatkan pada mulut bayi. Jika bayi menolak, tunda sejenak atau tunggu beberapa hari sebelum mencoba lagi. 

Anda dapat mulai memberikan bubur yang terbuat dari pisang, apel, pepaya dan ubi yang dihaluskan dengan blender. Perkenalkan bubur buah ini sekitar 1 sendok teh, kemudian tingkatkan menjadi satu sendok makan dua kali sehari. Selain itu, Anda bisa membeli makanan khusus bayi yang akan menjadi lunak seperti bubur setelah dicampur dengan air.

2. Usia 6-8 bulan

Pada usia ini, Anda dapat memberikan buah dan sayur yang dihaluskan. Misalnya, alpukat untuk makanan bayi atau ubi dan wortel yang sudah dimasak terlebih dahulu. Pilihan lainnya adalah bubur dari kacang-kacangan, seperti edamame, kacang panjang, kacang merah, serta bubur dari tahu. Saat ini bayi juga bisa diberikan yogurt tanpa pemanis dalam porsi kecil. Sebagai asupan protein, bayi mulai bisa diberikan daging, seperti ikan tanpa tulang atau ayam. Potong halus daging sebelum dikonsumsi bayi.

Porsi untuk bayi 6-8 bulan yaitu 1 sendok teh bubur buah, yang kemudian dapat ditingkatkan menjadi ¼ hingga ½ cangkir secara bertahap dalam 2-3 kali makan. Porsi yang sama berlaku untuk bubur dari sayur. Sementara, sereal lunak atau bubur nasi dapat diberikan sekitar 3-9 sendok makan dalam 2-3 kali makan.

3. Usia 8-10 bulan

Pada usia 8-10 bulan, sebagian besar bayi sudah mampu mengonsumsi bubur atau sereal yang diberikan bersama dengan ASI atau susu formula. Umumnya, saat ini bayi sudah bisa menikmati mengunyah makanan dengan tekstur yang lebih kasar. Bayi usia 9 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan dan koordinasi ibu jari dan telunjuk untuk memegang dan memasukkan makanan ke mulut.

Anda cukup menghaluskan makanan bayi, tidak perlu lagi membuatnya menjadi bubur. Beberapa makanan seperti wortel atau ubi perlu dimasak terlebih dahulu, tetapi tak perlu dihaluskan, cukup dipotong kecil-kecil agar tidak membuat bayi tersedak. Porsi makan bayi usia 8-10 bulan yaitu sekitar ¼ hingga ½ cangkir sereal, ¾ atau 1 cangkir buah dan sayur. Ditambah dengan  hingga ½ cangkir makanan sumber protein.

4. Usia 10-12 bulan

Porsi makan anak usia 10-12 bulan tidak terlalu berbeda dengan usia 8-10 bulan. Menjelang ulang tahun pertamanya, bayi sudah mampu mengonsumsi makanan yang sama dengan orang dewasa. Hanya saja, perlu diberikan dalam potongan kecil agar aman saat dikunyah dan ditelan.

Produk kacang-kacangan, telur utuh dan ikan sebaiknya dikonsumsi setelah bayi berusia satu tahun, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi. Selain itu, susu sapi dan madu juga disarankan untuk diberikan setelah bayi berusia satu tahun.

Itulah tahapan yang akan Anda lewati saat memberikan bubur bayi sebagai MPASI si Kecil. Namun perlu diingat tidak semua bayi memiliki tahapan yang sama. Jika bayi Anda mengalami susah makan, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Anda bisa melakukan konsultasi melalui aplikasi SehatQ.

Hernia Umbilikalis pada Bayi di Operasi Usia 4 Tahun

Hernia Umbilikalis pada Bayi di Operasi Usia 4 Tahun

Sebagian besar kasus hernia umbilikalis pada bayi akan sembuh dengan sendirinya, maka tindakan operasi tidak disarankan pada bayi. Dokter akan menyarankan Anda untuk memantau tonjolan tersebut hingga bayi berusia sekitar 4 tahun.

Terkadang, seorang anak lahir dengan lubang di dinding perut. Masalah ini terjadi saat bayi berkembang selama kehamilan  otot dinding perut tidak sepenuhnya menutup di sekitar organ.

Hernia terjadi ketika usus mulai mendorong melalui lubang. Anda mungkin melihat tonjolan di pusar sepanjang waktu. Atau Anda mungkin hanya menyadarinya ketika anak Anda meregangkan otot-otot itu dengan cara tertentu baik dengan menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar.

Apakah hernia umbilikalis membutuhkan pengobatan?

Hernia umbilikalis mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun. Jika ya, operasi dapat memperbaikinya.

Sebagian besar waktu – di lebih dari 90% kasus  hernia pusar sembuh dengan sendirinya saat anak berusia tiga atau empat tahun. Penyedia layanan kesehatan Anda kemungkinan akan merekomendasikan menunggu sampai usia tersebut untuk melakukan operasi.

Anak Anda lebih mungkin membutuhkan pembedahan jika hernia:

  • Dipenjara.
  • Lebih besar dari dua sentimeter, sekitar ¾ inci.

Hernia yang lebih besar dan terkurung cenderung tidak sembuh sendiri dan mungkin memerlukan operasi perbaikan hernia.

Apa itu perbaikan hernia umbilikalis?

Hernia umbilikalis pada bayi maupun pada anak-anak adalah titik lemah alami di dinding perut. Hernia dapat terjadi pada titik lemah ini ketika jaringan keras yang menghubungkan otot-otot di sekitar pusar gagal menutup sepenuhnya setelah lahir. Biasanya, proses penutupan ini selesai selama beberapa hari atau minggu pertama setelah lahir. Kelemahan atau bukaan ini memungkinkan jaringan di sekitar pusar untuk keluar, terutama saat anak menangis atau buang air besar. Terkadang ia kembali ke perut saat anak rileks. Hernia terkandung dalam lapisan atau “kantong”.

Perbaikan hernia pusar dilakukan dengan bius total. Anestesi umum membuat seluruh tubuh anak Anda tertidur dan dibutuhkan untuk pembedahan agar refleksnya benar-benar rileks. Anestesi umum membuat operasi lebih mudah dan aman untuk dilakukan karena anak Anda tidak akan merasakan sakit atau mengingatnya.

Operasi

Setelah anak Anda terdaftar, dia akan dibawa ke “tempat penampungan” di mana Anda akan bertemu dengan ahli anestesi dan ahli bedah Anda. Ahli anestesi pediatrik  dokter spesialis anestesi untuk anak-anak  akan memberikan obat yang akan membuat anak Anda tertidur selama operasi. Saat ini, Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang prosedur tersebut.

Setelah pertanyaan dijawab dan ruang operasi disiapkan, anak Anda akan dibawa ke ruang operasi dan diberi anestesi untuk membuatnya tertidur. Saat anak Anda tertidur, operasi akan dimulai.

Berapa lama pemulihan dari hernia umbilikalis?

Hernia umbilikalis pada bayi akan dilakukan operasi pada usia 4 tahun, Kemudian setelah dilakukan operasi ada proses untuk pemulihan. Meskipun anak pulang pada hari yang sama, dia akan sakit selama tiga atau empat hari. Sebagian besar anak membutuhkan Tylenol atau Motrin untuk meredakan nyeri, dan hanya sedikit yang memerlukan resep obat pereda nyeri. Untuk beberapa hari pertama, pasien perlu bersikap santai dan kemungkinan tidak bisa pergi ke penitipan anak atau sekolah. Dalam seminggu, kebanyakan anak merasa baik-baik saja; namun, kami tetap menganjurkan agar mereka menahan diri dari aktivitas fisik yang berat selama beberapa minggu.

Saat Pandemi, Wajib Tahu TTV Normal pada Tubuh

Di masa pandemi Covid-19 dengan kasus makin meningkat, kita wajib mengetahui TTV normal pada tubuh kita sendiri. TTV (Tanda-Tanda Vital) merupakan salah satu pengukuran untuk mengetahui kinerja organ-organ vital kita, mulai dari suhu badan, detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. 

TTV normal pada anak berbeda-beda tergantung usia

Dengan mengetahui kondisi TTV normal pada tubuh, kita bisa memantau adanya gangguan kesehatan. Misal saja ketika frekuensi nafas menurun, mungkin saja menjadi tanda bahwa kita terkena virus corona, sehingga bisa langsung mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Untuk mengukurnya, kamu bisa menggunakan alat medis sederhana di rumah sendiri. 

TTV normal untuk suhu tubuh

TTV normal untuk suhu tubuh pada seseorang umumnya bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Jenis kelamin
  • Aktivitas fisik yang dilakukan
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • Siklus menstruasi pada wanita

Umumnya, suhu normal untuk orang dewasa yang sehat yakni berkisar antara 36,5 hingga 37,2 derajat celcius. Untuk itu, pemerintah Indonesia melarang seseorang untuk mengikuti kegiatan jika suhu tubuhnya mencapai 37,7 derajat celcius. 

Jadi, ketika suhu sudah di atas 37 derajat celcius, sebaiknya jangan paksakan diri untuk pergi dan lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu.  Agar hasil pengukuran akurat, menurut ahli ukur suhu saat sore hari. Sebab, ketika pagi hari suhu badan bisa mengalami naik-turun dan akan meningkat pada sore hari.

TTV normal untuk denyut nadi

Pengukuran denyut nadi dilakukan untuk mengetahui berapa kali jantung berdetak setiap menitnya. Selain itu, pengukuran denyut nadi juga bermanfaat untuk mengetahui:

  • Ritme jantung
  • Kekuatan denyut nadi

TTV normal pada denyut nadi orang dewasa sehat yakni berkisar antara 60-100 denyut per menit. Denyut nadi biasanya akan mengalami fluktuasi tergantung pada beberapa hal ini seperti olahraga, penyakit, cedera, dan emosi. 

Untuk pengukuran denyut nadi bisa dilakukan di area yang dilewati arteri yakni sisi leher, di dalam siku, dan pergelangan tangan. Sebagian orang lebih suka mengukur denyut nadi di pergelangan tangan. Jika ingin memeriksa di bagian leher, pastikan kamu tidak menekan terlalu keras. 

Jika sudah merasakan denyut nadi, segera ukur berapa kali denyut nadi dalam satu menit, atau bisa dengan cara menghitung denyut nadi selama 15 detik dan kalikan 4. 

TTV Normal untuk tekanan darah

Pengukuran tekanan darah berfungsi untuk mengetahui kekuatan darah yang mendorong dinding arteri selama kontraksi dan relaksasi jantung. Terdapat dua angka dalam pengukuran tekanan darah, yakni:

  • Tekanan sistolik (angka yang lebih tinggi), yakni tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh
  • Tekanan diastolik (angka yang lebih rendah), yakni mengacu pada tekanan di dalam arteri saat jantung sedang beristirahat

Tekanan darah normal pada orang dewasa yang sehat yakni terletak pada angka 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi bisa ditunjukkan jika sistolik mencapai 130-139 dan diastolik mencapai 80-89. Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung hingga stroke. 

Tekanan darah rendah terjadi jika angka diastolik mencapai 90 dan angka diastolik hanya 60 atau kurang. Pada beberapa orang, tekanan darah rendah memang tidak menyebabkan masalah, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan pusing, mual, keringat dingin, hingga pingsan. Segera pergi ke dokter jika mengalami gejala tersebut. 

Jika tekanan darah milikmu secara konsisten tinggi atau rendah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu perawatan apa yang harus dilakukan. 

Nilai TTV normal untuk pernapasan

Nilai TTV normal orang dewasa untuk pernapasan yakni sekitar 12-16 napas per menitnya. Pengukuran laju pernapasan ini biasanya dilakukan ketika seseorang sedang istirahat dan menghitung jumlah napas ketika dada naik saja. 

Nilai TTV yang tidak normal pada pernapasan bisa mengindikasikan beberapa hal, seperti terkena demam, penyakit, dan kondisi medis lainnya termasuk terkena virus corona. Saat melakukan pemeriksaan, penting juga mengetahui apakah seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak. 

Nah, itu dia pengukuran TTV normal yang wajib kamu ketahui saat masa pandemi Covid-19 ini. Sebaiknya periksakan kondisi organ vitalmu setiap hari untuk meminimalisir penyebaran virus corona. 

Alternatif Pengganti Ambroxol HCL untuk Bayi

Alternatif Pengganti Ambroxol HCL untuk Bayi

Batuk bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sama seperti ketika terjadi pada orang dewasa, batuk yang dialami anak bayi bisa berjenis kering maupun berdahak. Jika orang dewasa mengalami batuk, mereka mudah saja menemukan obat—bahkan obat warung pun tak masalah. Akan tetapi bagi bayi tentu tak bisa sembarangan. Salah satu obat batuk berdahak yang paling sering digunakan adalah ambroxol hcl. Memangnya seberapa aman dan efektifkah ambroxol hcl untuk bayi?

National Institutes of Health atau Kementerian Kesehatan-nya Amerika Serikat pernah meneliti mengenai penggunaan ambroxol hcl untuk bayi dan hasilnya positif. Setelah melewati uji klinis, dipastikan ambroxol hcl terbukti efektif dan dinyatakan aman dikonsumsi oleh bayi. Obat ini juga bisa memberikan efek yang ampuh untuk mengencerkan dahak para bayi.

Ambroxol hcl sendiri merupakan obat yang masuk ke dalam golongan mukolitik. Sebagai mukolitik, ambroxol hcl bekerja dengan cara mengencerkan massa dahak, melalui proses pemecahan ikatan protein pada dahak, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Ambroxol juga dapat untuk mengatasi gangguan pernapasan lain akibat produksi dahak yang berlebihan, seperti pada penyakit bronkiektasis. Selain membantu mengeluarkan dahak, ambroxol hcl juga dapat memberikan efek melegakan dan membuka saluran pernapasan. 

Di pasaran, khususnya di Indonesia, ambroxol hcl tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Sediaan sirup ini yang paling umum dari ambroxol hcl untuk bayi. Menurut Badan POM, dosis aman ambroxol hcl untuk bayi tidak lebih dari 2,5 mililiter per tiap konsumsi. Maksimal mereka hanya boleh diberikan sebanyak dua kali dalam sehari. 

Kendati aman dan efektif meredakan masalah pernapasan yang dialami bayi, tidak serta-merta penggunaannya menjadi bebas. Namanya obat, ia tetap memiliki potensi atau kemungkinan efek tertentu. Oleh karenanya, ambroxol hcl tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama tanpa tanpa pengawasan dokter. Sebab efek samping dari penggunaan obat batuk ini dapat berupa reaksi alergi kulit, pembengkakan wajah, sesak, dan demam.

Sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa khawatir mengenai efek dari pengobatan ini, sehingga butuh pertimbangan lebih sebelum memberikannya kepada bayi Anda. Untungnya, batuk adalah salah satu jenis penyakit yang banyak memiliki obat alternatif dari bahan-bahan alami.

Umumnya bahan-bahan alami cenderung lebih aman dan minim efek samping jika dibandingkan dengan produk farmasi. Mungkin Anda terpikir untuk mencoba obat alternatif untuk meredakan batuk berdahak yang dialami bayi? Jika, ya, berikut beberapa bahan alami yang bisa menjadi alternatif pengganti ambroxol hcl untuk bayi: 

  • Minyak kayu putih

Cara alternatif ini dilakukan di luar tubuh. Artinya minyak kayu putih tak perlu diminum, Anda hanya perlu mengoleskan minyak kayu putih di dada bayi selama mengalami kondisi batuk berdahak. Minyak kayu putih merupakan salah satu bahan alami yang dapat mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

  • Uap hangat

Salah satu cara alami untuk mengeluarkan dahak sekaligus melegakan pernapasan adalah dengan menghirup uap hangat. Membuat uap hangat begitu sederhana dan tidak butuh usaha berlebih.

  • Bawang

Bawang merupakan salah satu pengencer dahak alami karena dapat bekerja seperti apa yang dilakukan ambroxol hcl untuk bayi. Pasalnya, bumbu dapur ini mengandung senyawa iritasi yang dapat merangsang batuk dan mengeluarkan dahak. Anda dapat menumbuk atau mengirisnya, mencampur dengan minyak esensial, kemudian dioleskan di dada bayi.

  • Madu

Madu memiliki sifat antiperadangan dan antibakteri. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa menghirup uap dari air hangat yang dicampur dengan madu dapat mengeluarkan dahak dan mengurangi penyempitan bronkus.

***

Bahan-bahan di atas kiranya efektif sebagai opsi alternatif dari ambroxol hcl untuk bayi. Artinya, mungkin saja beberapa orang tidak cocok dengan bahan-bahan tersebut. Alangkah lebih bijak jika Anda tetap melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk memastikan keamanan bahan-bahan alami di atas jika digunakan untuk mengobati masalah pernapasan yang dialami bayi Anda.

Dokter Anak, Perlukah Anda Memilih Sebelum Melahirkan?

Memilih dokter anak mungkin sama halnya seperti memilih pasangan, yang harus mementingkan kecocokan dalam memilihnya. Pasalnya, dokter anak nantinya adalah tempat Anda berkonsultasi tentang perkembangan dan apapun terkait kesehatan anak. 

Dengang begitu, Anda perlu kenyamanan saat berkonsultasi dengan dokter tersebut. Dokter spesialis anak akan merawat bayi Anda dari kunjungan pertama hingga sama remaja. Lalu, bagaimana cara memilih dokter spesialis anak dan kapan waktu yang tepat untuk mencari sokter spesialis anak?

Kapan Anda harus mencari dokter anak? 

Sebaiknya mulai mencari dokter sekitar 3 bulan sebelum kelahiran bayi Anda. Minta rekomendasi dari kerabat, teman, tetangga, rekan kerja atau siapapun yang benar-benar menggunakan dokter tersebut. Setelah itu, Anda bisa mencari dokter di daerah tempat tinggal Anda atau mencari rekomendasi dari website kesehatan yang ada. 

Lihat ulasan dan penilaian online dari banyak orang, opini dan harapan dari pengulas mungkin berbeda pada tiap orangnya. Tentu saja, dokter bukan satu-satunya yang merawat anak. Anda pun haru mencari rumah sakit yang ramah bagi anak-anak, pun dengan tenaga medis lainnya. 

Apa saja yang dilakukan dokter anak?

Dokter anak akan membantu menjaga kesehatan anak dengan rutin memeriksa tumbuh kembang mereka. Dokter spesialis anak akan membantu mencegah penyakit dengan memberikan vaksin tumbuh kembang dan nasihat kesehatan pada umumnya. 

Dan, ketika anak Anda terluka atau sakit, mereka akan mengobati berbagai macam penyakit dan cedera yang umum. Dokter anak Anda juga orang pertama yang akan melakukan pemeriksaan tahunan, tugas dokter anak lainnya meliputi: 

  • Memberikan anak Anda imunisasi yang direkomendasikan
  • Pastikan anak Anda memenuhi semua perkembangan dalam pertumbuhannya, perilaku, dan keterampilan
  • Diagnosis dan obati penyakit, infeksi, cedera, dan masalah kesehatan lainnya pada anak Anda
  • Memberikan informasi tentang kesehatan, keselamatan, gizi, dan segala kebutuhan perkembangan anak
  • Menjawab pertanyaan Anda tentang tumbuh kembang anak 
  • Merawat anak yang menderita penyakit atau luka ringan, masalah kesehatan akut dan kronis
  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan fisiologis dan psikologis

Selain beberapa tugas di atas, dokter anak biasanya memberikan nasihat dan membimbing anak-anak dan orang tua atau wali mereka tentang pola makan, kebersihan, dan pencegahan penyakit. Beberapa pediatric adalah spesialisasi kolaboratif, yaitu dokter anak perawatan primer dapat merujuk pasien ke spesialis medis jika mereka menunjukkan gejala kondisi medis yang serius untuk mengatasi masalah tersebut secara efisien. 

Namun, untuk remaja berusia 11 hingga 21 tahun dapat dirawat oleh spesialis kesehatan remaja. Dokter anak ini akan secara khusus dilatih untuk membantu remaja dan dewasa muda dengan kebutuhan perawatan emosional, perilaku, dan fisik termasuk penyakit yang mengancam jiwa. 

Mengapa Anda membutuhkan dokter anak?

Meskipun dokter keluarga dapat memberikan perawatan rutin untuk Anda, namun ada beberapa keluarga yang juga akan membutuhkan dokter anak secara terpisah. Berikut beberapa alasan untuk mempertimbangkan memilih dokter anak:

  • Dokter anak memiliki pelatihan khusus dalam kebutuhan fisik, emosional, dan perilaku anak
  • Dokter anak hanya melihat anak-anak, jadi mereka sering kali memiliki pengalaman yang lebih luas dalam mengenali dan mengobati penyakit masa kanak-kanak
  • Jika anak Anda lahir lebih awal atau memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan ketat, dokter anak mungkin akan menawarkan perawatan yang lebih khusus. 

Dokter anak adalah dokter yang merawat bayi, anak-anak, dan remaja. Beberapa dokter anak adalah dokter perawatan primer. Yang lain mengkhususkan diri pada kondisi anak-anak tertentu. Jadi, ada baiknya anak Anda mengunjungi dokter anak saat membutuhkan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan pertumbuhan serta imunisasi yang diperlukan.

Cara Mengatasi Stunting yang Rawan Terjadi pada Anak

Cara Mengatasi Stunting yang Rawan Terjadi pada Anak

Stunting adalah status gizi anak yang memiliki tinggi badan rendah seusianya. Umumnya, stunting disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, dan atau lingkungan sosial yang buruk. Jika stunting tidak dicegah dan diatasi dengan baik, maka akan berdampak nyata pada berbagai aspek kehidupan. 

Anak stunting cenderung memiliki sistem kekebalan, fungsi otak, dan perkembangan organ tubuh yang lebih buruk. Selain itu, kinerjanya yang di bawah rata-rata juga dapat membatasi produktivitasnya dan mengancam kesehatan anak-anaknya di masa depan. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui apa saja cara mengatasi stunting pada anak untuk mencegah dampak buruk yang berkelanjutan ini.

Apa indikator stunting?

Anak-anak dikatakan stunting apabila tinggi badannya lebih rendah dari rata-rata untuk usianya, yaitu kurang dari -2 standar deviasi referensi Pertumbuhan Anak WHO. Perlu Anda ketahui bahwa stunting berbeda dengan wasting. Jika stunting adalah tinggi badan yang rendah untuk berat badan anak (TB/BB), maka wasting adalah berat badan yang rendah untuk tinggi badan anak (BB/TB). Sederhananya, stunting adalah status gizi anak yang pendek, sedangkan wasting adalah status gizi anak yang kurus.

Faktor penyebab stunting

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada masa kanak-kanak, dan sering kali, faktor-faktor ini saling berkaitan. Beberapa faktor umum penyebab stunting, meliputi:

  • Status gizi buruk dan akses yang kurang untuk memperoleh makanan.
  • Sanitasi lingkungan yang buruk dan tidak ada akses air bersih.
  • Fasilitas dan pelayanan kesehatan layak yang kurang untuk anak-anak dan ibunya.
  • Stimulasi psikososial yang tidak memadai dan atau ikatan orangtua-bayinya.

Faktor-faktor di atas sering kali saling berkaitan. Kesetaraan gender, keterlibatan pria dalam mengasuh anak, dan konflik lainnya dapat memengaruhi stimulasi psikososial anak. Selain itu, faktor pendapatan, harga pangan, dan kejadian iklim juga turut memengaruhi ketersediaan pangan. Pada akhirnya, semua hal tersebut berkontribusi pada kekurangan gizi atau malnutrisi, yang menyebabkan anak stunting.

Dalam jangka panjang, anak-anak yang stunting lebih mungkin memiliki anak yang stunting juga. Di sisi lain, anak yang stunting juga lebih rentan mengalami kelebihan berat badan ketika dewasa, sehingga menimbulkan lebih banyak risiko kesehatan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi stunting?

Stunting adalah masalah yang bersifat multifaktor dan multisektor. Ini mencakup pengaruh dari pola asuh, pelayanan kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan. Berbagai pihak haruslah terlibat dalam upaya pencegahan stunting, mulai dari tingkat pemerintah hingga inti masyarakat, yaitu keluarga. 

Cara mengatasi stunting bisa Anda mulai dari awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan). 1000 HPK ini adalah periode utama untuk memastikan perkembangan anak yang sehat. Beberapa cara mencegah stunting pada anak yang bisa Anda lakukan adalah:

  1. Cek dan konsultasi rutin kehamilan Anda, seperti USG di setiap trimester kehamilan.
  2. Penuhi kebutuhan gizi ibu dan anak selama kehamilan, seperti konsumsi vitamin asam folat dan makan makanan yang sehat.
  3. Deteksi dini penyakit menular maupun tidak.
  4. Pastikan fasilitas kesehatan memadai untuk proses persalinan Anda nanti.
  5. Pastikan anak Anda memperoleh Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Selain memberikan kolostrum, proses ini penting untuk membentuk bonding Anda dengan anak selama menyusui nanti.
  6. Upayakan memberikan ASI eksklusif sampai usia anak 6 bulan.
  7. Setelah itu, lanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sampai anak berusia 2 tahun.
  8. Jadwalkan imunisasi anak secara teratur. 
  9. Pantau terus tumbuh kembang anak Anda.
  10. Maksimalkan layanan Posyandu yang dapat membantu Anda memastikan anak dalam kondisi sehat.
Baby Oil Juga Memiliki Manfaat untuk Kulit Wajah

Baby Oil Juga Memiliki Manfaat untuk Kulit Wajah

Baby oil terbuat dari minyak mineral alami yang tidak memiliki bau, tidak berwarna, dan tidak mudah teroksidasi sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Selain itu, baby oil juga memiliki kandungan minyak zaitun dan lidah buaya yang juga baik untuk kulit bayi.

Masalahnya, tidak banyak orang yang menyangka jika baby oil berkhasiat pula untuk wajah.  Simak ulasan berikut untuk mengetahui apa saja manfaat baby oil untuk kulit wajah:

  • Dapat Dijadikan Sebagai Makeup Remover

Menghapus makeup adalah hal wajib yang perlu dilakukan jika seseorang tidak ingin memiliki masalah pada wajahnya. Menghapus makeup menggunakan baby oil dapat mencegah jerawat dan kerutan, serta membuat wajah menjadi lebih sehat.

Pasalnya, baby oil dengan segala kandungan alaminya amat disarankan digunakan karena dapat mengangkat makeup yang mempel pada wajah secara tuntas. Cara memakai baby oil sebagai makeup remover cukup mudah dan sama seperti penghapus riasan lainnya. Anda hanya perlu menuangkan baby oil ke kapas wajah lalu gunakan untuk membersihkan riasan pada wajah. Setelahnya bilas menggunakan air hangat.

  • Mencegah Penuaan Dini

Manfaat baby oil untuk wajah selanjutnya adalah sebagai pencegah penuaan dini. Di mana, penuaan dini tidak hanya disebabkan oleh faktor usia saja, melainkan juga disebabkan oleh paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet, polusi udara, bahkan efek dari penggunaan makeup.

Salah satu fungsi utama baby oil adalah melembapkan kulit, sehingga jika Anda menggunakannya secara rutin, wajah Anda akan lebih kencang, terhindar dari flek-flek hitam, mencegah timbulnya keriput, hingga penuaan dini.

Cara menggunakannya cukup dengan mengoleskannya secara merata dan konsisten ke seluruh permukaan wajah. Alangkah lebih baik, jika Anda mengoleskannya sembari memijat halus beberapa bagian wajah agar menjadi lebih rileks.

  • Mengurangi Dark Circle

Manfaat baby oil yang ketiga yaitu untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah mata atau dark circle. Baby oil bisa menjadi alternatif pengganti concealer yang lebih populer menghilangkan lingkaran hitam di bawah mata. Penggunaan baby oil memberikan khasiat ini karena memiliki fungsi yang serupa dengan eye cream.

Caranya, Anda bisa langsung mengoleskannya di bagian bawah mata yang berwarna hitam dan memijatnya perlahan. Setelah selesai, bersihkan baby oil menggunakan tisu, kapas, ataupun handuk. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakannya secara rutin.

  • Melembapkan Kulit

Manfaat baby oil untuk wajah yang sudah menjadi rahasia umum adalah melembapkan kulit wajah dan membuatnya terlihat lebih glowing. Baby oil bisa melembabkan kulit karena bahan ini memiliki kandungan yang dapat mengunci kelembapan kulit sehingga membuat wajah terlihat bercahaya, lebih cerah, dan terpelihara dengan baik. Kemampuan untuk melembapkan kulit wajah yang ditawarkan oleh baby oil tidak akan bisa Anda dapatkan di dalam produk-produk makeup lain.

Anda bisa mengoleskannya secara tipis ke seluruh permukaan wajah saat siang dan malam hari. Hanya saja ketika siang hari, penggunaan baby oil harus dibarengi dengan sunscreen untuk melindungi kulit wajah dari paparan sinar UVA, UVB, dan radikal bebas.

  • Menghilangkan Komedo

Menghilangkan komedo menjadi salah satu manfaat baby oil untuk wajah. Hal tersebut karena baby oil memiliki kemampuan untuk mengeluarkan minyak yang tertimbun di dalam pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati.

Khasiat itu bisa terjadi lantaran baby oil sejatinya memiliki kandungan vitamin E yang kaya akan nutrisi dan pH normal yang mampu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi iritasi kulit. Tidak hanya itu, vitamin E pada baby oil juga dapat menghilangkan sisik pada kulit serta merangsang pembentukan jaringan kulit baru.

***

Sebenarnya, Anda tak perlu membeli produk kecantikan yang mahal untuk menjaga kesahatan kulit. Menggunakan produk sederhana macam baby oil sudah cukup untuk memberikan manfaat yang luar biasa bagi kulit wajah Anda. Gunakanlah secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Cek Kebenaran Di Sini: Salbutamol Cegah Persalinan Prematur

Pernahkah Anda mendengar berita tentang manfaat salbutamol yang dikatakan memiliki kemampuan untuk mencegah persalinan prematur? Mungkin Anda juga penasaran dan bertanya-tanya mengenai rumor ini. Lebih lengkap mengenai jawaban tersebut, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pada dasarnya salbutamol seringkali digunakan dalam mengatasi sesak napas akibat adanya gangguan pada sistem pernapasan, seperti pada pasien asma maupun PPOK. Obat yang dikategorikan termasuk dalam bronkodilator ini bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar area saluran udara dan juga dapat meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Obat ini dapat digunakan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Tentang persalinan prematur dan hubungannya dengan salbutamol

Seorang ibu dikatakan menjalani persalinan prematur jika diharuskan melahirkan lebih dari 3 minggu sebelum waktu yang seharusnya. Dampak yang mungkin dapat terjadi pasca persalinan prematur ini antara lain komplikasi pada ibu maupun bayi. Bayi berisiko lahir dengan berat badan di bawah normal, terkena gangguan pernapasan, perkembangan organ yang belum sempurna, hingga mengalami gangguan penglihatan.

Terjadinya proses persalinan prematur dapat ditandai dengan:

  • Sakit punggung belakang bawah yang berlangsung lama atau hilang dan timbul dan tidak kunjung membaik.
  • Mengalami kontraksi selama 10 menit atau lebih dalam intensitas sering.
  • Kram pada bagian perut bawah seperti kram ketika menstruasi.
  • Mengalami flek darah ringan.
  • Terdapat cairan yang keluar dari jalan lahir.

Sementara itu, peran salbutamol yang termasuk dalam golongan obat stimulan beta adrenergik dikatakan dapat menolong calon ibu dalam mengurangi kontraksi rahim karena memiliki efek relaksasi. Bahkan, di beberapa negara, prosedur penyuntikan obat suntik salbutamol diperbolehkan dengan tujuan menunda kelahiran prematur pada ibu hamil yang memiliki gejala persalinan prematur seperti yang disebutkan di atas.

Tidak hanya salbutamol suntik, namun juga salbutamol tablet dapat terbukti dapat menunda kehamilan prematur. Prosedur ini dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan pengawasan yang ketat. Namun, penggunaan salbutamol untuk ibu hamil tetap memerlukan konsultasi dan pengawasan dokter.

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Amankah Obat Ibuprofen untuk Ibu Menyusui?

Saat menyusui adalah masa terindah bagi seorang ibu. Tidak heran jika wanita yang menyusui akan selalu menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhnya untuk menghasilkan ASI terbaik untuk buah hatinya. Tidak terkecuali saat mengonsumsi obat-obatan selama menyusui. Salah satu obat yang paling sering dikonsumsi di seluruh dunia termasuk oleh ibu menyusui adalah ibuprofen. Namun, apakah obat ibuprofen aman untuk ibu menyusui?

Apa itu obat ibuprofen?

Ibuprofen adalah obat golongan anti peradangan non-steroid yang berefek untuk mengurangi nyeri, menurunkan demam, dan pada dosis yang lebih besar bisa mengurangi peradangan.  Badan kesehatan dunia WHO memasukkan ibuprofen sebagai salah satu obat yang wajib dimiliki fasilitas kesehatan dasar saking seringnya digunakan.

Obat ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi hormon prostaglandin, sebuah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respon terhadap sakit atau cedera. Ketika dilepaskan ke tubuh, prostaglandin menyebabkan tanda peradangan seperti nyeri, demam, dan pembengkakan.

Oleh karena efek obat yang dapat menghambat prostaglandin inilah, maka ibuprofen digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan yang disebabkan kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kraim haid, nyeri sendi, dan lain-lain. Tidak terkecuali untuk wanita yang sedang menyusui. Banyak wanita menyusui yang baru pulih dari proses persalinan mengalami rasa nyeri dan kram pada perut serta pegal-pegal. Ibuprofen dapat meredakan gejala-gejala ini.

Apakah ibu menyusui mengonsumsi obat ibuprofen?

Ibuprofen aman pada dosis kecil sampai sedang pada ibu menyusui karena hanya sedikit saja partikel obat yang tersebar ke ASI. Pada tahun 2014, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi obat ibuprofen yang terdeteksi di ASI ketika seorang ibu mengkonsumsi obat ini adalah kurang dari 0,38%.

Bahkan bila seorang ibu mendapat dosis tinggi Ibuprofen lewat bentuk obat supositoria, sang buah hati hanya akan terpapar kurang dari 1% dosis obat yang diminum sang ibu. Dapat disimpulkan bahwa Ibuprofen merupakan salah satu pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui. Namun bila sang ibu tidak cocok atau alergi terhadap Ibuprofen, sang ibu dapat menggunakan obat lain seperti asetaminofen atau parasetamol.

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Rekomendasi Makanan untuk Ibu Hamil yang Sehat

Hemoglobin, protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, merupakan zat yang ekstra penting bagi ibu hamil. Zat ini berperan besar dalam untuk menekan risiko pendarahan pada ibu hamil, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Oleh sebab itu, makanan untuk ibu hamil pun harus selalu diperhatikan, untuk menghindari risiko tersebut.

Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswatoro, Semarang dan kawan-kawan melakukan penelitian akan pentingnya hemoglobin. Riset mereka dilakukan lewat studi literatur terhadap sebelas hasil penelitian efek berbagai makanan terhadap peningkatan kadar zat besi pada ibu hamil. Berikut rekomendasi makanan untuk ibu hamil yang dapat meningkatkan hemoglobin dan zat besi.

  1. Ekstrak Bayam Hijau

Sebanyak 34 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan esktrak bayam hijau, sementara kelompok kedua diberikan tablet Fe. Setelah sepekan, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan hemoglobin. Namun, peningkatan lebih besar dialami kelompok pertama, yaitu 0,541 gram per desiliter, sementara kelompok kedua hanya 0,22 gram per desiliter.

  • Telur Ayam Negeri Rebus

Penelitian dilakukan terhadap 30 ibu hamil trisemester II. Mereka dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah sama. Kelompok pertama diberi telur ayam rebus sebutir sehari plus tablet Fe. Kelompok kedua hanya diberi tablet Fe. Setelah sebulan, didapati ibu hamil pada kelompok pertama memiliki peningkatan hemoglobin lebih tinggi, yaitu dari 12 gram per desiliter menjadi 13,7 gram per desiliter.

  • Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)

Penelitian dilakukan terhadap 44 ibu hamil trisemester II. Kelompok pertama, 22 orang, diberikan ubi jalar dan tablet Fe, kelompok kedua hanya diberikan tablet Fe. Hasilnya, kelompok pertama mengalami peningkatan hemoglobin lebih besar, dari 10,85 jadi 11,43.

  • Sari Kacang Hijau

Sebanyak 32 ibu hamil trisemester III mengalami peningkatan hemoglobin setelah rutin minum sari kacang hijau dan tablet Fe (zat besi). Peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi didapati pada ibu hamil yang minum sari kacang hijau dan tablet Fe, ketimbang mereka yang hanya minum tablet Fe. Mengkonsumsi dua cangkir kacang hijau mencukupi separuh kebutuhan zat besi harian, yaitu 18 miligram, dan meningkatkan hemoglobin selama dua pekan.

  • Jus Jambu Biji

Dari 14 ibu hamil yang diteliti, tujuh orang memiliki kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 11 gram persen. Setelah rutin mengkonsumsi jus jambu biji selama sepekan, seluruh responden memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trisemester III.