Tips Menggunakan Maybelline makeup remover Untuk Pembersih Make Up

Makeup identik kaitannya dengan rasa kepercayaan diri seorang wanita. Penggunaan makeup sehari-hari dapat membuat wanita merasa lebih pede dalam menjalani aktifitas. Meskipun saat ini mayoritas kegiatan banyak dilakukan dirumah secara daring, tak menutup kemungkinan jika wanita harus tetap bisa tampil cantik dan menggunakan makeup saat harus berhadapan langsung dengan atasan ketika meeting dadakan melalui siaran zoom. Akibat hal ini sering dilakukan secara terus menerus, tak jarang kulit wanita akhirnya mulai menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kulit salah satunya jerawat. 

Maybelline Remover Make Up Eye & Lip 40 ml harga terbaik 34529

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat menyebabkan seorang wanita terkena jerawat. Mulai dari penggunaan kosmetik yang tidak sesuai jenis kulit, alat makeup yang jarang dibersihkan, kebiasaan sharing alat makeup,  hingga wajah yang tidak dibersihkan dengan baik.

  1. Menggunakan makeup di atas wajah yang tidak bersih

Memastikan wajah dalam keadaan bersih sebelum menggunakan makeup adalah salah satu cara yang ampuh untuk meminimalisir terjadinya masalah kulit ketika penggunaan makeup setiap hari. Setidaknya, bersihkan wajah dengan mencucinya menggunakan sabun cuci muka sebelum menggunakan makeup agar tampilan wajah bersih dan tidak berminyak saat hendak di makeup.

  1. Tidak membersihkan dengan benar

Yang satu ini perannya cukup krusial. Penggunaan makeup harus dibarengi dengan terus menjaga kebersihkan kulit wajah. Tidak membersihkan kulit wajah dengan benar hanya akan menyumbat pori-pori wajah. akibat hal ini, wajah akan semakin berpotensi untuk memproduksi minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kulit mulai dari kusam pada kulit, hingga masalah jerawat.

  1. Jarang mencuci brush

Saat menggunakan makeup dengan rutin, pastikan juga bahwa alat makeup yang digunakan seperti kuas, beauty sponge, serta wadah brush Anda bebas dari debu dan kotoran. Banyak bakteri yang dapat dengan mudah menempel pada brush ketika jarang dibersihkan. Saat brush dalam keadaan kotor seperti, keluhan masalah kulit seperti gatal, iritasi, bahkan jerawat pun dapat muncul dengan mudah.

  1. Menggunakan alat makeup yang tidak sesuai dengan kulit wajah 

Menggunakan produk makeup yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah juga akan membuat wajah rentan terkena berbagai keluhan. Penggunaan jenis kosmetik yang tidak sesuai ini akan mudah menyebabkan kulit seseorang menjadi rentan terkena masalah kulit seperti minyak berlebih pada wajah, kusam, hingga jerawat akibat penggunaan produk yang kurang tepat.

  1. Berbagi alat makeup

Berbagi alat makeup sebenarnya hal yang harus dihindari. Dengan berbagi alat makeup, bakteri dan minyak pada kulit orang lain akan mudah masuk pada pengguna makeup lainnya dan dapat dengan mudah menyebabkan pindahnya bakteri pada kulit wajah masing-masing. Masalah kulit yang bisa terjadi adalah kemerahan, iritasi, munculnya jerawat, hingga infeksi.

  1. Produk yang kadaluarsa

Memperhatikan umur produk adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan agar dapat terhindar dari masalah-masalah kulit yang mungkin terjadi. Saat Anda tanpa sadar menggunakan produk-produk dengan masa berlaku yang sudah lewat, itu sama saja dengan menumpuk bakteri pada kulit wajah. 

Untuk mengatasinya masalah pada kulit wajah pengguna makeup, ada berbagai hal yang harus dilakukan. Meski terkesan banyak dan rumit, cara berikut dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah kulit terutama masalah jerawat akibat penggunaan makeup.

  1. Bersihkan wajah tiap kali ingin ber-makeup

Anda dapat membersihkan wajah menggunakan sabun yang sesuai dengan kulit wajah dan lanjutkan dengan toner agar wajah lebih bersih, segar, dan siap untuk diletakkan makeup diatasnya. Jangan sampai Anda tetap mengoleskan foundation diatas wajah berminyak yang belum dibersihkan.

  1. Rutin cuci brush

Rajin cuci peralatan makeup seperti brush, sponge, serta wadah penyimpanan Anda seminggu sekali atau maksimal 2 minggu sekali untuk meminimalisir bakteri serta kuman yang terdapat pada brush apalagi saat dipakai setiap hari.

  1. Gunakan alat makeup sesuai kebutuhan kulit

Hindari penggunaan makeup dengan manfaat yang bertentangan atau tidak cocok pada kulit wajah Anda. Menggunakan makeup yang sesuai dengan kulit wajah sebenarnya dapat mendatangkan berbagai manfaat pada kulit serta meminimalisir masalah kulit yang dapat terjadi. Selain itu, Anda juga bisa memilih kandungan makeup dengan tulisan non comedogenic agar lebih aman dari masalah kulit yang bisa saja muncul.

  1. Gunakan pembersih makeup khusus

Untuk membersihkan wajah dari penggunaan makeup, Anda dapat menggunakan produk khusus pembersih wajah yang ampuh untuk mengangkat keseluruhan makeup. Ini bisa Anda dapatkan pada maybelline makeup remover. Maybelline makeup remover memiliki fungsi khusus untuk membersihkan sisa makeup hingga menyeluruh. Dibekali dengan b-phase (campuran air dan minyak) produk ini juga dapat membersihkan makeup waterproof hingga benar-benar bersih dengan tetap menjaga kelembaban kulit. Produk ini juga sangat aman jika digunakan pada kulit sensitif karena bebas pewangi dan formulanya cukup lembut sehingga tidak akan menyebabkan perih dan iritasi pada mata. Anda dapat mengusapkan maybelline makeup remover pada bagian wajah yang ingin dibersihkan menggunakan kapas secara perlahan hingga wajah dirasa sudah cukup bersih.

  1. Jangan berbagi alat makeup dengan siapapun

Gunakan alat makeup pribadi Anda hanya untuk keperluan diri sendiri dan usahakan jangan meminjamkannya ke siapapun. Atau saat alat makeup seperti kuas sudah terlanjur dipinjam, segera cuci dan keringkan agar dapat Anda gunakan kembali.

  1. Perhatikan tanggal kadaluarsa

Setiap produk mempunyai umur produk tersendiri di masing-masing produk. Tapi umumnya, maskara dapat Anda ganti setelah pemakaian mencapai umur 3 bulan masa pakai, eyeliner dan eyeshadow dapat diganti setelah 6-12 bulan masa pakai, lipstik 1 setengah tahun dari masa pakai, dan bedak dapat diganti saat memasuki umur 12 bulan masa pakai. jangan pernah memaksakan untuk tetap menggunakan produk makeup saat produk telah kadaluarsa karena hanya akan berdampak buruk pada kesehatan kulit wajah.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah kulit berupa jerawat pada pengguna makeup. Memastikan wajah bersih sebelum makeup, menjaga kebersihan alat makeup, menggunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit, hingga menggunakan pembersih makeup khusus seperti maybelline makeup remover adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Saat masalah kulit seperti jerawat tak kunjung sembuh atau bahkan menunjukkan gejala yang lebih parah, segera konsultasikan masalah kulit pada dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut.

Hindari Kandungan ini di Moisturizer Untuk Kulit Berminyak Anda!

Moisturizer untuk kulit berminyak itu penting untuk menjaga kesehatan kulit Anda agar tetap lembap. Namun, dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak, Anda perlu memperhatikan kandungan yang berada di dalamnya dengan teliti. Memilih moisturizer untuk kulit berminyak yang tidak tepat justru akan meningkatkan produksi minyak kulit wajah Anda. Akibatnya, wajah Anda akan terasa tidak nyaman, lengket, dan kusam. 

Moisturizer untuk kulit berminyak bantu kontrol minyak berlebih

Moisturizer untuk kulit berminyak sebaiknya tidak mengandung minyak dan tidak bersifat komedogenik, yang artinya tidak menimbulkan komedo. Selain itu, ada beberapa kandungan yang sebaiknya dihindari dalam pemilihan moisturizer untuk kulit berminyak Anda, seperti: 

  1. Alkohol 

Alkohol memang memiliki kelebihan karena mudah diserap oleh kulit sehingga tidak terasa lengket. Namun, alkohol bukanlah kandungan yang sebaiknya ada dalam moisturizer untuk kulit berminyak kamu. Sebab jika kamu menggunakannya untuk jangka panjang, kandungan alkohol di dalamnya akan membuat kulit menjadi kering dan malah memicu produksi minyak yang lebih banyak dari sebelumnya. Akibatnya, kulit menjadi berminyak berlebihan.

Ada pun jenis alkohol yang patut Anda hindari adalah etanol, SD alkohol 40, alkohol terdenaturasi, etanol, dan isopropil alkohol. 

  1. Emolien oklusif

Emolien oklusif memang mampu menghidrasi kulit dengan baik. Sayangnya, ini hanya berlaku untuk Anda yang memiliki kulit kering. Untuk Anda dengan kulit berminyak, sebaiknya tidak menggunakan moisturizer dengan kandungan ini. 

Kandungan emolien oklusif yang bersifat minyak tidak hanya akan membuat kulit wajah Anda terasa berat dan lengket tapi juga membuat kulit Anda memproduksi minyak berlebih. 

Pelembap dengan kandungan emolien oklusif biasanya memiliki tekstur tebal. Salah satu bahan yang mengandung emolien oklusif adalah cocoa butter. Oleh karena itu, dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak Anda hindari kandungan tersebut. 

Sebaliknya, Anda disarankan untuk memilih moisturizer dengan bahan dasar air yang ringan dan nyaman untuk kulit Anda. Selain itu, moisturizer dengan bahan air lebih mudah diserap kulit namun tidak membuat kulit kering maupun memicu produksi minyak berlebih. 

  1. Oleic Acid atau Asam Oleat 

Dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak memang disarankan untuk menghindari produk yang terbuat dari minyak. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar sebab tidak semua jenis minyak menyumbat pori-pori. 

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah soal kadar asam oleat di dalamnya. Hindari moisturizer dengan kandungan asam oleat yang tinggi, seperti minyak kelapa, minyak kemiri, dan minyak camellia. Minyak-minyak ini akan menempel di permukaan kulit dan tidak terserap dengan baik. 

Oleh karena itu, saat memilih moisturizer untuk kulit berminyak Anda pastikan kandungan asam folatnya lebih rendah. Anda bisa memilih moisturizer yang terbuat dari minyak rosehip, misalnya. 

  1. Natrium klorida atau sodium chloride 

Natrium klorida atau yang lebih dikenal dengan garam bukan lah kandungan yang berbahaya untuk kulit Anda. Hanya saja ia akan memberikan pengaruh tertentu pada kulit wajah Anda, terutama untuk kulit berminyak. 

Garam dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Selain itu, garam juga bisa membuat sebum menjadi lebih keras sehingga ia tidak cocok terkandung dalam moisturizer untuk kulit berminyak Anda. 

  1. Mineral Oil 

Satu lagi jenis minyak yang perlu Anda hindari kandungannya pada moisturizer untuk kulit berminyak Anda. Mineral oil memiliki banyak nama lain, yaitu paraffin oil, paraffinum liquidum, petroleum jelly, petrolatum, atau white oil. Jika moisturizer yang ingin Anda pilih mengandung salah satu dari kandungan ini, sebaiknya Anda urung untuk membelinya. 

Kandungan mineral oil tersebut akan menahan minyak, bakteri, dan jamur di dalam kulit. Lama-kelamaan kotoran di kulit Anda akan menumpuk dan sulit dibersihkan dengan sempurna sehingga menyebabkan timbulnya jerawat atau peradangan. 

  1. Benzoyl Peroxide 

Dilansir dari laman Mayo Clinic, benzoyl peroxide adalah kandungan yang mampu menghilangkan minyak berlebih, mengangkat sel-sel kulit mati, maupun bakteri penyebab jerawat yang dapat menyumbat pori-pori. 

Sayangnya, moisturizer yang mengandung benzoyl peroxide memiliki efek samping yang justru membuat produksi minyak Anda menjadi lebih banyak. Sebab benzoyl peroxide bisa membuat kulit Anda menjadi kering dan kemerahan, bahkan terasa menyengat. Oleh karena itu, hindari kandungan ini dalam moisturizer untuk kulit berminyak Anda. 

  1. Pewarna buatan

Kandungan terakhir yang perlu Anda hindari dalam moisturizer untuk kulit berminyak adalah pewarna buatan, terutama yang terbuat dari petroleum dan coal tar. Jenis pewarna ini memang berhasil untuk banyak orang, hanya saja tidak demikian untuk kulit berminyak. Pewarna buatan bisa membuat produksi minyak Anda lebih parah dan meningkatkan risiko munculnya jerawat. 

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya Anda memilih moisturizer untuk kulit berminyak yang terbuat dari pewarna alami dan organik yang tidak berisiko untuk kulit Anda, bahkan menenangkannya. 

Jika Anda merasa belum jelas dengan penjelasan di atas, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ yang bisa Anda download di Google Play dan App Store. Anda pun bisa melakukan konsultasi untuk perawatan kulit berminyak lainnya sesuai dengan kebutuhan. 

Elsheskin dan Tips Mencegah Kulit Berjerawat

Apakah Anda termasuk orang yang mudah mengalami jerawat? Jerawat yang satu sudah hilang, tumbuh lagi jerawat yang lain. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan Elsheskin saat membersihkan wajah. Pembersih wajah dengan bahan aktif sulfur ini mampu mengangkat kotoran di wajah sampai meminimalkan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Jadi, wajah Anda pun menjadi lebih bersih. 

Elsheskin tidak hanya cocok bagi Anda yang saat ini sedang bergulat memenangkan pertarungan dengan jerawat membandel. Anda yang ingin mencegah munculnya jerawat juga bisa menggunakan produk pembersih wajah ini secara rutin agar bakteri jerawat ogah bertandang ke wajah Anda. 

Masih banyak hal lain yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap jerawat. Berikut ini adalah segudang tips yang cukup jitu untuk menghindari jerawat mampir ke kulit Anda. 

Jangan Sering Memegang Wajah 

Semakin sering Anda memegang wajah dengan tangan, semakin besar pula potensi Anda mengalami jerawat. Pasalnya, menyentuh wajah dengan tangan bisa menyebarkan bakteri yang dapat mengiritasi kulit sehingga jerawat menjadi bermunculan. Kalaupun ingin menyentuh wajah dengan tangan, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu agar bersih. 

Meminimalkan Paparan Sinar Matahari 

Sinar matahari sangat mudah memunculkan jerawat. Pasalnya, semakin lama Anda terpapar sinar ultraviolet dari matahari, kulit akan semakin mudah meradang dan menyebabkan jerawat. Untuk melakukan pencegahan, sebaiknya hindari paparan sinar matahari yang sedang terik-teriknya pukul 10 sampai 2 siang. Jikapun mesti berkegiatan ke luar ruangan, disarankan Anda memakai tabir surya. 

Rajin Cuci Muka 

Cucilah wajah Anda dengan produk pembersih wajah yang efektif mengangkat kotoran dan debu dari wajah seperti Elsheskin. Setidaknya, lakukan pencucian wajah 2 kali sehari ketika Anda sedang mandi. Anda juga sebaiknya segera mencuci muka tiap kali habis berkegiatan di luar ruangan atau ketika berkeringat. 

Selalu Gunakan Pelembap 

Kulit kering menjadi akar mula dari jerawat yang parah. Menjaga kulit tetap lembap pun menjadi cara efektif untuk mencegah munculnya jerawat. Anda dapat menggunakan produk pelembap tiap hari sehabis mandi guna menghindarkan risiko jerawat akibat peradangan yang muncul dari kulit kering. 

Makeup? Tipis-tipis Saja 

Riasan atau makeup ternyata menjadi salah satu sumber jerawat. Pasalnya ketika Anda berhias, produk makeup bisa saja memasuki pori-pori kulit dan menyumbatnya sehingga bakteri penyebab jerawat terperangkap dan memunculkan jerawat yang bertebaran. Bukan berarti Anda tidak boleh berias. Jika ingin menghindar dari jerawat, Anda cukup bermakeup tipis-tipis. Pastikan Anda segera membersihkan riasan usia berkegiatan. 

Hindari Wewangian untuk Rambut 

Perhatikan apa yang Anda kenakan pada rambut Anda. Hindari menggunakan wewangian, minyak, pomade, atau gel pada rambut Anda karena bisa mengenai wajah Anda dan menimbulkan jerawat. Pasalnya, produk rambut yang mengandung pewangi cenderung keras untuk kulit wajah dan bisa menyebabkan peradangan. Produk-produk tersebut juga rentan menyumbat pori-pori kulit sehingga jerawat lebih mudah muncul. 

Jauhi Makanan Penyebab 

Beberapa makanan sangat jitu memicu munculnya jerawat.  Makanan-makanan dengan kadar glikemik tinggi disebut sebagai sumber utama dari kemunculan jerawat yang tidak berkesudahan. Jika tidak ingin berhadapan dengan jerawat, sebaiknya Anda mengurangi pengkonsumsian makanan-makanan tersebut. 

Mengurangi Stres 

Stres juga bisa memicu munculnya jerawat d wajah Anda. Pasalnya saat Anda tidak bisa mengendalikan tingkat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon perangsang minyak. Jadi jika ingin mencegah jerawat, cobalah mengurangi stres Anda dengan bermeditasi, melakukan hobi, ataupun berlibur. 

Elsheskin hanyalah salah satu cara untuk mencegah jerawat menjadi masalah besar bagi keseharian Anda. Tentunya untuk hasil optimal, Anda juga perlu melakukan tindakan antisipasi yang lain.

Bagaimana Menggunakan dan Memilih Lipstik Nude yang Tepat? Ini Tipsnya!

Lipstik merupakan salah satu alat makeup yang membuat para wanita menjadi lebih fresh dan cantik saat menggunakannya. Tidak hanya itu, bagi beberapa wanita menggunakan warna lisptik tertentu yang menjadi favoritnya akan membuatnya semakin percaya diri. 

Lipstik nude dapat mempercantikan penampilan bibir

Pun demikian dengan warna lipstik nude. Lipstik dengan warna nude adalah warna natural yang sering kali memiliki warna yang sama dengan warna kulit seseorang. Lalu, bagaimana cara memilih dan menggunakan lipstik nude. Berikut penjelasannya!

Apa itu lipstik nude?

Warna lipstik nude itu berarti warna krem yang ringan, lembut, dan pucat. Riasan ini memungkinkan seseorang wanita tampil mewah namun dengan riasan yang minimal. Lipstik nude seringkali disebut dengan warna beige karena corak alaminya yang menyerupai warna kulit kebanyakan orang. Warna lipstik nude hadir dalam beberapa warna yang bisa menjadi pilihan, ada nude yang agak terang hingga gelap. Karena warnanya yang terkesan natural, Anda dapat menggunakan lipstik nude sehari-hari. 

Tips memilih dan menggunakan lisptik nude

  1. Temukan warna yang cocok

Saat memilih lipstik nude, mulailah dengan mengujinya di tangan Anda untuk melihat tampilannya di kulit Anda. Warnanya harus berbaur dengan baik dengan warna kulit Anda, meskipun seringkali Anda ingin sedikit lebih gelap dari kulit Anda yang berfungsi untuk membantu menegaskan bibir Anda. 

Uji lipstik di tangan Anda. Menguji nude  sebelum menggunakannya di bibir Anda adalah hal yang penting. Tempat untuk mencobanya adalah punggung tangan Anda, di mana Anda dapat melihat tampilan warna dari lipstik tersebut. 

  1. Cocokkan warnanya dengan tepi luar bibir Anda

Seringkali, tepi luar bibir Anda memiliki warna kulit yang lebih gelap. Saat melihat warnanya, pastikan Anda cocok dengan tepi luar bibir Anda. Jika tidak, hal tersebut dapat membuat bibir Anda terlihat luntur. 

Saat memilih warna, pikirkan tentang warna alami bibir Anda. Cobalah memilih sesuatu yang mirip. Artinya, jika Anda memiliki bibir kemerahan alami, cobalah memilih warna nude dengan sedikit warna mawar. Namun, jika bibir Anda memiliki warna coklat, temukan warna yang serupa dengan warna bibir. Atau, Anda dapat menggunakan warna yang sedikit lebih gelap dari warna bibir Anda. 

Dalam menggunakan lipstik nude ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

  • Eksfoliasi sebelum menggunakan lipstik. Lipstik nude cenderung menunjukkan setiap sudut dan celah bibir Anda, yang menjadi masalah jika Anda memiliki bibir yang kering. Karena itu penting sebelum mengaplikasikannya untuk merawat bibir kering dengan menggunakan lulur bibir atau menghaluskan bibir terlebih dahulu. 
  • Tambahkan pelembap. Pelembap bibir juga dapat membantu menghaluskan bibir Anda sebelum mengaplikasikan lipstik nude. Setelah menggunakan scrub bibir, oleskan lip balm. 
  • Pertimbangkan concealer. Anda mungkin dapat menambahkan sedikit concealer ke bibir Anda sebelum mengaplikasikan lipstik. Concealer dapat membantu menghalangi warna alami bibir Anda, serta membuat lipstik nude Anda semakin terlihat. 
  • Ciptakan glossy. Lipstik nude bisa terlihat sangat datar, jadi Anda dapat menambahkan sedikit sentuhan yang lebih glossy untuk membuatnya sedikit bersinar. Jangan berikan terlalu banyak, oleskan sedikit ke tengah bibir Anda untuk membuatnya berkilau. 
  • Untuk membuat tampilan wajah yang lebih segar dan sehat, Anda dapat mengaplikasikan blush on atau bedak bronzing pada tulang pipi Anda.  
  • Selain itu, fokus pada mata atau alis untuk menyeimbangkan bagian bawah wajah. 

Bagaimana, tertarik untuk mencoba warna-warna lipstik nude? Hal terpenting sebelum Anda mencoba untuk menggunakan warna lipstik nude adalah pastikan untuk memilih warna nude yang sesuai dengan karakter Anda. Karena hal tersebut akan membuat Anda nyaman dan percaya diri saat menggunakannya.

Hindari Risiko dengan Cara Membersihkan Kuas Make Up

Hindari Risiko dengan Cara Membersihkan Kuas Make Up

Sangat penting mengetahui cara membersihkan kuas make up yang tepat. Pasalnya, jika memakai kuas make up yang kotor, Anda mesti bersiap menghadapi berbagai risiko yang menanti di wajah Anda. 

Sebenarnya, tidak sulit untuk membersihkan kuas make up secara benar. Anda hanya cukup mencucinya dengan air mengalir maupun air hangat yang dicampur dengan larutan sampo. Jangan lupa untuk mencampurkan larutan sampo agar bakteri dan kotoran yang tersisa di kuas make up benar-benar hilang dan aman untuk digunakan di wajah. 

Dengan menerapkan cara membersihkan kuas make up yang benar, berbagai risiko di bawah ini bisa dihindari. Berikut ini adalah risiko yang bisa mengintai Anda jika tidak rutin melakukan cara membersihkan kuas make up yang benar.

  1. Riasan Terlihat Buruk 

Kuas yang tidak bersih akan langsung berpengaruh pada hasil make up Anda. Bulu kuas yang kotor akan mudah membuat riasan Anda terlihat tidak merata dan warna make up menjadi tidak terlalu keluar. Akhirnya, wajah Anda yang dirias bisa terlihat tidak mulus dan jauh dari harapan. 

  1. Pori-pori Kulit Tersumbat 

Sangat penting mengetahui cara membersihkan kuas make up dengan benar agar tidak ada sisa kotoran dan debu yang terperangkap di bulu kuas. Tujuannya agar ketika dipakai, tidak ada bakteri dan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit Anda. Patut Anda ketahui, pori-pori kulit yang tersumbat adalah awal dari berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat sampai komedo. 

  1. Kulit Alami Iritasi 

Bakteri dan kotoran yang menumpuk di kuas juga bisa menimbulkan masalah kulit yang lebih parah. Soalnya bakteri dan kotoran yang menumpuk dapat memperburuk kondisi kulit dan rentan menimbulkan iritasi. Tentu Anda tidak ingin mengalami hal seperti ini, bukan? 

  1. Menumbuhkan Banyak Kerutan 

Tidak tahu cara membersihkan kuas make up secara benar dapat menjadi malapetaka bagi kondisi kulit Anda yang menawan. Pasalnya, memakai kuas make up yang kotor rentan menimbulkan stress oksidatif bagi kulit yang berasal dari radikal bebas. Pada akhirnya, ini menyebabkan kerusakan kolagen yang memicu berbagai masalah penuaan bagi Anda, mulai dari garis-garis halus sampai kerutan.  

  1. Terkena Gigitan Serangga 

Rajin-rajinlah memeriksa kondisi kuas make up Anda. Jangan sampai Anda memakai kuas kotor yang di dalamnya terdapat serangga! Ini bukan mitos. Tidak jarang ditemukan kasus di mana wajah Anda menjadi terluka karena gigitan serangga akibat Anda tidak mengetahui cara membersihkan kuas make up secara benar. 

  1. Mata Menjadi Merah 

Mata merah, dapat menyebar dengan berbagi kosmetik, termasuk kuas riasan. Meskipun ini adalah infeksi yang umum dan tidak mematikan, mata merah adalah sesuatu yang mungkin ingin Anda hindari jika memungkinkan. Karena itu, biasakanlah melakukan cara membersihkan kuas make up secara tepat. 

  1. Bulu Mata Tercabut 

Jarang melakukan cara membersihkan kuas make up yang benar bisa membuat bulu-bulu kuas saling menempel. Kondisi ini akan sangat mudah melukai bagian wajah Anda, khususnya di area bulu mata. Tidak jarang kuas yang kotor dan menempel pada akhirnya mencabut bagian bulu mata Anda. 

  1. Terkena Infeksi Staph 

Kuas riasan yang jarang dibersihkan dapat menjadi sumber sel kulit mati, kotoran, minyak, polusi, dan bakteri. Banyaknya kotoran ini dapat mengandung bakteri staphylococcus, streptococcus, dan e coli. Jamur dan virus pun kemungkinan bisa terdapat di bulu kuas. Berhati-hatilah, kondisi ini dapat menularkan infeksi Staph yang menyembuhkan kelumpuhan di bagian lengan dan kaki. 

*** 

Sekarang sudah mengerti bukan pentingnya mengetahui cara membersihkan kuas make up yang benar? Biasakanlah selalu mencuci dan membersihkan kuas make up setiap hari habis dipakai, ya.

Ciri Ciri Krim Bermerkuri yang Sudah Terkontaminasi di Wajah

Pernahkah kamu mengecek dan memeriksa lebih detail kandungan dalam produk-produk kecantikan kulit yang kamu miliki? Jika pernah, sudah pasti kamu akan melihat kandungan merkuri. Banyak ciri ciri krim bermerkuri yang masih dalam batas wajar namun ada pula yang melewati batas wajar sehingga menimbulkan banyak gangguan untuk kulitmu.

Salah satu manfaat hyaluronic acid adalah melembapkan kulit

Merkuri, yang disebut juga raksa (Hg), merupakan logam berat yang secara alami berada di alam. Hanya saja, zat ini dapat beracun bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikontrol penggunaannya.

Dalam kosmetik, merkuri terbagi atas dua bentuk, yaitu anorganik dan organik. Merkuri anorganik digunakan dalam sabun dan krim pemutih kulit. Sementara itu, merkuri organik banyak dipakai untuk produk pembersih riasan dan maskara.

Di Indonesia, sebagian orang sudah mengidentikkan merkuri dengan produk pencerah wajah, sehingga tak sedikit yang sudah sadar akan bahayanya. Apalagi dengan adanya peringatan dari BPOM RI.

Sepanjang tahun 2014 silam, merujuk Tempo, lembaga tersebut menyita 68 jenis kosmetik berbahaya berupa bedak, krim pemutih, lipstik, dan perona wajah. Kosmetik tersebut dinyatakan mengandung bahan beracun, salah satunya merkuri.

Di berbagai negara lain, penggunaan merkuri pada kosmetik juga dilarang. Sayangnya, produk yang mengandung merkuri sering tidak teridentifikasi karena terkemas dalam wadah tidak berlabel.

Karena itu, hindari membeli produk kecantikan yang tidak memiliki daftar kandungan, tidak ada petunjuk penggunaan dalam bahasa Inggris, dan tidak memiliki reputasi legalitas BPOM RI. Karena dapat dipastikan itu termasuk dalam ciri-ciri krim bermerkuri yang berbahaya untuk kesehatanmu.

Waspada juga karena ada istilah lain yang digunakan untuk menyebut merkuri, seperti mercurous chloride, mercuric, mercurio, atau calomel.

Lantas, seperti apa efek samping merkuri dalam kosmetik? 

Sebagai bahan aktif, merkuri dapat mencerahkan warna kulit dan mengurangi bintik-bintik hitam. Namun, ada sejumlah efek samping, dan ini bisa berdampak serius untuk kesehatan.

Dilansir Medical Daily, penelitian yang dilakukan pada tikus betina menunjukkan bahwa merkuri dapat memengaruhi ginjal, hati, dan otak tikus tersebut.

Laporan lain menyebutkan bahwa logam ini juga dapat menyebabkan gangguan kognitif, kerusakan ginjal, sakit kepala, kelelahan, tremor, depresi, dan keluhan lainnya pada pengguna.

Lebih buruk lagi, menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, jika produk ini digunakan dari waktu ke waktu, merkuri dapat secara perlahan menguap ke udara.

Akibatnya, senyawa ini bisa mencemari seluruh rumah dan memengaruhi anggota keluarga lain, bahkan jika mereka tidak pernah menggunakan produk yang terkontaminasi tersebut.

Hal tersebut harus menjadi perhatian, apalagi beberapa orang seperti ibu hamil, bayi menyusui dan anak-anak, sangat rentan terhadap toksisitas merkuri.

Ciri ciri kulit wajah terkena krim bermerkuri

Bagaimana dengan bahaya merkuri terhadap kulit wajah? Seberapa jauhkah dampaknya? Seperti apa ciri-ciri kulit wajah terkena merkuri?

Dikutip dari WHO, meski efek samping utama dari merkuri anorganik yang terkandung dalam sabun dan krim pencerah kulit adalah kerusakan ginjal, masalah pada kulit juga dapat terjadi.

Secara umum, berikut ini adalah ciri-ciri kulit wajah terkena merkuri:

  • Muncul ruam kemerahan
  • Mengalami perubahan warna kulit yang sangat cepat dan berbeda dari warna kulit dasar
  • Terbentuk jaringan parut
  • Wajah terasa gatal dan perih
  • Kulit mudah terkelupas
  • Sangat rentan terkena infeksi bakteri maupun jamur

Tentu saja, berbagai efek samping tersebut sangat tidak menyenangkan, bahkan mengerikan. 

Jika wajahmu iritasi atau mengalami keluhan lain yang merupakan ciri-ciri kulit wajah terkena krim  bermerkuri setelah penggunaan suatu produk kulit, segera berobat ke dokter kulit agar dapat ditangani dengan baik. Bila kamu memang menginginkan kulit wajah yang lebih cerah, juga lebih baik berkonsultasi dengan dokter kulit. Mungkin biayanya lebih mahal, tapi setidaknya jauh lebih aman daripada terkena dampak kosmetik mengandung merkuri, bukan?

5 Cara Rumahan untuk Mengatasi Muka Gatal dan Kering

Salah satu penyebab muka gatal adalah kulit wajah yang sangat kering. Kulit wajah kering disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perubahan suhu atau kelembaban, penggunaan sabun berbahan keras, dan kondisi kulit seperti eksim. 

Kulit kering sangat mengganggu karena selain terasa gatal, wajah serasa seperti ketarik, kulit kasar, mengelupas, bahkan berdarah.

Wajah gatal bisa disebabkan oleh kulit kering karena bahan kimia produk tertentu

Penyebab kulit kering

Kulit memproduksi minyak alami yang disebut sebum. Sebum berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi dari infeksi. 

Kulit yang menghasilkan terlalu banyak minyak memicu timbulnya jerawat. Sementara itu kulit yang tidak memproduksi cukup sebum bisa menjadi kering. 

Beberapa penyebab kulit wajah kering antara lain:

  • Cuaca dingin
  • Udara kering
  • Paparan bahan kimia keras yang terkandung dalam sabun atau produk lain
  • Mencuci wajah secara berlebihan
  • pH kulit tidak seimbang
  • Penyakit kulit, seperti dermatitis atopik, seboroik, dan psoriasis
  • Diabetes
  • Hipotiroidisme
  • Kebiasaan merokok
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari

Mengatasi muka gatal dan kering

Meredakan muka gatal akibat kulit kering harus dimulai dengan mengatasi kulit wajah kering terlebih dahulu. Anda bisa mendapatkan kembali kelembaban kulit dengan cara rumahan berikut ini.

  1. Hindari air panas

Air panas dapat menghilangkan minyak alami. Sebaiknya, gunakan air hangat suam-suam kuku untuk mandi atau mencuci muka. 

Namun terlalu lama berendam di air juga dapat menghilangkan sebum. Menurut American Academy of Dermatology, mandi selama 5 – 10 menit cukup untuk membersihkan seluruh badan sekaligus mencegah kulit kering. 

  1. Cuci muka dengan lembut

Beberapa bahan kimia dalam sabun cuci muka, termasuk pewangi, pewarna, dan pengawet bersifat iritan dan bisa mengiritasi serta membuat kulit lebih kering. 

Sabun cuci muka yang baik adalah yang tidak mengandung bahan seperti:

  • Natrium lauril sulfat (SLS)
  • Minyak mineral, termasuk minyak bumi dan parafin
  • Paraben
  • Diethanolamine (DEA)
  • Monoethanolamine (MEA)
  • Trietanolamin (TEA)

Alih-alih, pilihlah sabun yang mengandung bahan yang mempertahankan kelembaban, seperti lanolin, surfaktan silikon, sulfur trioksida, asam sulfat, dan etilen oksida yang lembut untuk kulit sensitif. 

Anda juga harus membersihkan muka dengan lembut. Jangan gunakan alat tambahan karena dapat  mengiritasi kulit. 

  1. Gunakan pelembab secara rutin

Setelah mencuci muka, kunci kelembaban dengan mengoleskan pelembab. Pelembab wajah harus bebas alkohol dan pewangi karena kedua bahan tersebut dapat mengiritasi kulit. 

Pilihlah pelembab berbahan dasar minyak karena lebih efektif dan tahan lama dalam menghidrasi kulit. Produk berbahan dasar petrolatum adalah salah satu yang terbaik untuk kulit kering atau pecah-pecah. 

Anda juga bisa mencoba pelembab yang mengandung tabir surya agar lebih terlindungi dari paparan sinar matahari. 

  1. Eksfoliasi

Eksfoliasi berguna untuk mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan. Penumpukan sel kulit mati membuat kulit terasa kasar, muka gatal, dan menyumbat pori-pori yang memicu jerawat.

Terdapat dua jenis eksfoliator, yaitu bahan mekanis dan kimiawi. Eksfoliator mekanis menggunakan alat bantu (secara fisik) seperti sikat pembersih atau scrub wajah untuk menghilangkan sel kulit mati dari permukaan kulit.

Sementara eksfoliasi kimiawi menggunakan bahan atau zat yang bersifat sebagai eksfoliator. Contoh yang paling umum adalah asam alfa-hidroksi (AHA) dan asam beta-hidroksi (BHA).

Eksfoliasi wajah bisa dilakukan seminggu sekali, dan dilanjutkan dengan mengoleskan pelembab untuk mengunci kelembaban. 

  1. Gunakan humidifier

Terus-terusan berada di ruangan ber-AC dan pemanas ruangan dapat membuat kulit kering dan gatal. Sebagai gantinya, beralih ke humidifier untuk meningkatkan kelembaban udara di dalam ruangan. 

Pastikan untuk rutin membersihkan humidifier agar tidak menjadi sarang bakteri. 

Catatan

Jika cara-cara di atas tidak berhasil, ada baiknya untuk mengunjungi dokter spesialis kulit. Dokter biasanya akan meresepkan salep atau krim topikal untuk meredakan muka gatal dan kering.

Konsultasikan masalah Anda dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tips Memilih dan Rekomendasi Face Wash untuk Kulit Berminyak

Memastikan wajah tetap bersih adalah kunci utama untuk menghindari adanya masalah seperti jerawat atau komedo. Terlebih bagi pemilik kulit berminyak harus lebih extra dalam membersihkan kulit wajah. 

Pemilihan jenis face wash juga juga harus dilakukan hati-hati, karena face wash harus mampu mengangkat penumpukan minyak alami, kotoran, debu, bakteri, serta mencegah pori-pori tersumbat.

Rekomendasi 10 Facial Wash Lokal Terbaik

Tips Cara Memilih Face Wash untuk Kulit Berminyak

Jenis kulit tiap orang berbeda-beda, sehingga kebutuhan sabun wajahnya juga berbeda. Untuk memudahkan kamu memilih jenis sabun muka yang cocok untuk kondisi kulitmu, berikut tipsnya:

  • Lihat kandungan dari face wash

Mencermati kandungan dari sabun muka adalah hal yang harus dilakukan sebelum membelinya. Kandungan sabun wajah yang tepat dapat membantu kondisi kulit lebih baik, sedangkan kandungan yang tidak tepat malah membuatnya semakin buruk. Jenis kandungan yang dianjurkan ada pada sabun muka untuk kulit berminyak adalah seperti benzoil peroksida, asam glikolat, asam salisilat, dan niacinamide. Kandungan-kandungan tersebut dapat mengendalikan produksi minyak alami di wajah sehingga mencegah timbulnya jerawat.

  • Pilih face wash dengan label non comedogenic dan oil free

Untuk pemilik kulit berminyak, kamu dapat menggunakan sabun muka yang memiliki label ‘oil free’ dan ‘non comedogenic’ pada kemasannya sehingga tidak menyumbat pori-pori. 

Produk yang sudah melalui tes non comedogenic maka telah teruji tidak terdapat kandungan minyak di dalam produk tersebut.

Rekomendasi Face Wash untuk Kulit Berminyak

  1. Cetaphil Oily Skin Cleanser

Untuk mengurangi produksi minyak alami di wajah, kamu bisa menggunakan Cetaphil Oily Skin Cleanser. Walaupun mampu membersihkan minyak berlebih secara menyeluruh, kamu tidak perlu takut wajah menjadi terasa kering saat menggunakan produk ini.

Face wash ini menghasilkan busa lebih sedikit dibandingkan dengan dengan sabun muka lainnya dan mampu membersihkan wajah secara menyeluruh dengan efektif.

  1. Azalea Face Wash Oil Control 

Brand Azalea juga mengeluarkan sabun cuci muka khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat. Azalea Face Wash Oil Control mampu membersihkan wajah dari sisa kotoran, make up, dan minyak berlebih secara menyeluruh. Dengan produk ini, wajah akan tampak lebih cerah, lembab, serta terasa lebih lembut saat disentuh.

  1. Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Formula pada Cetaphil Gentle Skin Cleanser tidak menyebabkan iritasi dan lembut di kulit. Produk ini cocok digunakan dari berbagai rentang usia, kecuali bayi dan anak-anak. Tidak perlu khawatir, Cetaphil Gentle Skin Cleanser juga telah melalui proses non comedogenic yang aman bagi kulit berminyak. Face wash ini juga telah banyak disarankan oleh dokter dan ahli kesehatan kulit.

  1. Elsheskin Oily Cleanser Wash

Face wash yang ditujukan bagi kulit berminyak selanjutnya adalah Elsheskin Oily Cleanser Wash. Terdapat beberapa kandungan bahan aktif yang berguna untuk membersihkan sisa kotoran dan make up di wajah secara menyeluruh, yaitu glucose oxidase, lactoferrin, potassium thiocyanate, citric acid, lactoperoxidase, dan glucose pentaacetate.

Selain produksi minyak wajah yang berkurang, kamu juga bisa mendapatkan wajah yang lembut dengan menggunakan produk ini.

  1. Tea Tree Skin Clearing Facial Wash by The Body Shop

Face wash selanjutnya yang dapat dipertimbangkan adalah The Body Shop Tea Tree Skin Clearing. Terdapat kandungan tea tree oil yang terkenal ampuh untuk mencegah noda bekas jerawat, peradangan pada jerawat, dan mengontrol minyak alami yang berlebih pada wajah. Produk ini berwarna bening dan memiliki aroma mint yang segar saat digunakan. 

  1. Himalaya Herbal Oil Control Lemon Face Wash

Cari face wash untuk kulit berminyak dan sekaligus mencerahkan wajah? Kamu bisa memilih Himalaya Herbal Oil Control Lemon Face Wash. Produk ini memiliki kandungan ekstrak lemon sebagai antibakteri. Asam sitrat pada lemon mampu mencerahkan wajah dan mengurangi peradangan jerawat secara bersamaan.

Tidak hanya itu, terdapat kandungan ekstrak madu dan minyak jojoba yang mampu menjaga kelembapan kulit mu. Produk ini juga tidak mengandung paraben sehingga kamu bisa menggunakannya dengan aman setiap hari.

  1. Safi White Expert Oil Control and Anti Acne Facial Cleanser

Salah satu brand lokal yang dapat kamu pertimbangan dalam memilih face wash khusus kulit berminyak adalah Safi. Sabun muka untuk kulit berminyak yang dikeluarkannya adalah Safi White Expert Oil Control & Anti Acne Facial Cleanser. Diperkaya dengan oxy white, produk ini mampu membersihkan kotoran dan minyak berlebih pada wajah.

Tidak hanya itu, terdapat kandungan mineral zinc pada sabun muka ini yang dapat merawat kulit berminyak yang rentan berjerawat.

Itu tadi 7 rekomendasi face wash bagi kulit berminyak. Selalu pastikan wajah dalam keadaan bersih, terutama setelah beraktivitas diluar dan setelah menggunakan make up untuk menghindari masalah pada kulit wajah.

Selain Dehidrasi, Berikut 9 Pemicu Bibir Berdarah

Selain Dehidrasi, Berikut 9 Pemicu Bibir Berdarah

Bibir berdarah memang mudah sekali terjadi. Sebab, bibir merupakan bagian tubuh yang paling lembut dan tipis. Untuk mengatasi permasalahan bibir berdarah ini, tentu disesuaikan dengan penyebabnya agar tidak asal-asalan saja. 

Apa Saja Penyebab Bibir Berdarah?

Bibir berdarah biasanya sering disebabkan karena bibir kering dan pecah-pecah. Hal ini terjadi karena bibir tidak memiliki perlindungan selayaknya bagian kulit tubuh yang lain. Lagi pula, bibir juga tidak bisa melembapkan permukaannya sendiri. 

Lebih jelasnya, berikut penyebab bibir berdarah yang sering terjadi.

  1. Bibir Kering dan Pecah-pecah

Bibir kering memang bisa terjadi kapan saja dan bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti suhu udara yang terlalu dingin, lingkungan, berangin, hingga udara kering. Selain itu, bibir pecah-pecah juga bisa terjadi akibat iritasi kulit dan peradangan.

Pada kasus yang lebih parah, biasanya pada sudut bibir mengalami peradangan yang disebut juga dengan angular cheilitis. Kondisi ini menyebabkan munculnya luka di sudut bibir.

  1. Dehidrasi

Bibir kering pecah-pecah hingga menyebabkan bibir berdarah biasanya karena dehidrasi. Kondisi ini terjadi saat tubuh mengalami kekurangan cairan karena minum yang terlalu sedikit. Terlebih bagi kita yang tinggal di Indonesia yang merupakan negara tropis. 

Bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti bagian kulit tubuh lain sehingga tidak bisa memproduksi zat pelembap untuk membuat bibir terus terhidrasi dengan baik sehingga tidak kering. 

  1. Terkena Paparan Sinar Matahari

Ternyata bibir juga perlu dilindungi dari paparan sinar matahari yang berbahaya. Biasanya, bibir yang tidak terlindungi tabir surya akan rentan mengalami peradangan. 

Tentu dalam jangka panjang akan membuat bibir menjadi kering dan kaku. Efeknya, akan membuat bibir menjadi pecah-pecah.

  1. Kebiasaan Menjilat Bibir

Ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan menjilat bibir ketika dia merasa bibirnya sudah mulai kering. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa membuat kondisi bibir menjadi tambah parah, lho. Sebab, air ludah bisa mempertahankan kelembapan bibir. Akan tetapi, saat air ludah tersebut menguap, maka akan membuat bibir jadi lebih kering bahkan dibanding sebelumnya.

  1. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Tubuh yang kekurangan vitamin B bisa membuat kulit mengalami masalah kesehatan kulit. Sebab, diantara sekian banyak fungsi vitamin B, salah satunya adalah untuk membuat kulit menjadi lebih sehat.

Jika tubuh kekurangan vitamin B, maka bisa menimbulkan berbagai penyakit kulit seperti ruam, kulit berjerawat, hingga bibir pecah-pecah. Selain itu, kekurangan mineral seperti zinc dan juga zat besi bisa menyebabkan kondisi yang sama seperti kekurangan vitamin B. Terlebih di bagian sudut bibir.

  1. Penggunaan Pasta Gigi

Pasta gigi yang biasa digunakan mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Ternyata zat SLS ini bisa menghilangkan kelembapan bibir, lho. Jika Anda mengalami kondisi bibir yang pecah atau kering, maka periksalah pasta gigi yang ANda gunakan, bisa jadi mengandung SLS.

  1. Bernafas dengan Mulut

Mungkin bagi penderita pilek, asma, atau masalah pernapasan lainnya biasanya akan sering kali menghadapi masalah bibir kering dan pecah. Hal ini karena biasanya mereka cenderung menggunakan mulut untuk bernafas sehingga aliran udara akan sangat kencang dan sering.

  1. Cedera

Bibir berdarah juga bisa disebabkan oleh adanya cedera yang terjadi. Misalnya bibir terkena hantaman, pukulan, terjatuh, terkena goresan pinggiran kertas, atau karena tergigit. Selain berdarah, biasanya bibir juga bisa menjadi bengkak.

  1. Reaksi Alergi

Selain itu, bibir mengalami kering dan pecah hingga berdarah bisa juga disebabkan karena alergi penggunaan produk bibir seperti lipstik, pelembap bibir, dan sebagainya. Biasanya juga disertai dengan gejala lain seperti bibir gatal, iritasi, bibir kering, hingga ruam yang terjadi di sekitar mulut.

Pencuci Muka

Setiap orang perlu menjaga kebersihan supaya mencegah kotoran. Seluruh bagian tubuh perlu dijaga, termasuk muka. Ada berbagai jenis pencuci muka yang dapat dicoba konsumen, namun bergantung pada kondisi kulit wajah yang dimiliki.

Kulit Kering dan Berminyak

Bagi Anda yang memiliki kulit kering dan berminyak, Anda disarankan untuk mencari pencuci muka untuk kulit kombinasi. Sebagian orang merasa bahwa memilih produk tersebut cukup menantang, karena mereka perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti efek pada kulit wajah. Meskipun demikian, ada berbagai pilihan yang dapat Anda coba untuk merawat kulit wajah Anda.

Orang-orang yang memiliki kulit wajah berminyak dan kering akan terasa berminyak pada area dahi, hidung, dan dagu setelah mencuci muka. Di sisi lain, area pipi dan kulit di bawah mata akan kering.

Orang-orang yang memiliki kulit seperti ini tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, namun juga bisa disebabkan oleh penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan, kandungan dalam produk kulit untuk jenis kulit tersebut tidak cocok di kulit, dan perubahan hormon ketika seseorang mengalami pubertas atau menopause.

Kulit berminyak dan kering dapat menimbulkan masalah seperti kerutan, penyumbatan pori-pori, dan perubahan kadar pH kulit.

Kandungan Pencuci Muka Untuk Kulit Kering dan Berminyak

Jika Anda memiliki kulit berminyak dan kering, dan ingin menjaga kulit Anda, berikut adalah kandungan pada pencuci muka yang dapat Anda coba:

  1. Asam hialuronat

Asam hialuronat merupakan salah satu kandungan yang dapat Anda coba, karena kandungan tersebut dapat melembabkan dan menghidrasi kulit wajah dengan baik.

  1. Asam glikolat

Asam glikolat merupakan kandungan lain yang dapat Anda coba, karena dapat menghilangkan sel kulit mati akibat sumbatan pori-pori. Asam tersebut juga dapat mengendalikan produksi minyak pada bagian kulit berminyak dan mencegah jerawat.

  1. Asam salisilat

Asam salisilat dapat Anda gunakan untuk membersihkan kulit wajah berminyak dan kering. Asam tersebut merupakan bahan yang ideal bagi Anda yang rentan terhadap jerawat. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam membersihkan pori-pori dan menghilangkan sel kulit mati. Sel kulit mati dapat menimbulkan jerawat pada kulit.

  1. Vitamin E

Vitamin E juga bisa menjadi pilihan untuk membersihkan kulit wajah berminyak dan kering. Vitamin E berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menjaga kondisi kulit wajah dengan baik, karena dapat melembabkan dan melembutkan kulit wajah yang tampak kering.

Anda juga sebaiknya jangan menggunakan sabun cuci muka yang mengandung alkohol, karena kulit berminyak dan kering memiliki keseimbangan kadar pH kulit yang berbeda. Jika Anda menghindari kandungan tersebut, maka kulit wajah Anda tidak terlalu kering atau berminyak.

Jika Kondisi Kulit Memburuk

Jika kondisi kulit Anda memburuk, atau Anda mengalami kondisi tertentu seperti psoriasis, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan terhadap kondisi tersebut. Selain pengobatan, dokter juga menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa hal yang dapat mencegah masalah kulit.

Kesimpulan

Pencuci muka yang disebutkan di atas dapat Anda gunakan untuk menjaga kulit wajah Anda. Anda juga sebaiknya jangan memilih pencuci muka dengan sembarangan, karena ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan seperti efek pada kulit wajah Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang pencuci muka atau kulit, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.