https://www.sehatq.com/artikel/benarkah-pradiabetes-bisa-berkembang-menjadi-diabetes-pahami-gejalanya

Gejala Prediabetes yang Harus Diketahui

Merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah mencapai atau melebihi batas normal tetapi tidak setinggi pada penderita diabetes tipe 2 dinamakan dengan prediabetes. Jika seseorang tidak segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat maka kondisi ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala, hal inilah yang membuat banyak orang berisiko tinggi mengalaminya perlu secara rutin memeriksakan kadar gula darahnya ke dokter. Fungsinya agar kondisi tersebut bisa terdeteksi dan selanjutnya pasien akan mendapat penanganan dari tim medis sedini mungkin sebagai bentuk pencegahan munculnya penyakit berbahaya.

Gejala Prediabetes

Jika dalam keadaan normal, kadar gula dalam tubuh berada di angka 70/90 mg/dL sebelum makan dan di bawah 140 mg/dL setelah mengonsumsi makan. Sementara pada penderita kondisi kelebihan gula darah, kadarnya akan naik hingga mencapai 140/199 mg/dL setelah mengonsumsi makan.

Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, meski demikian untuk lebih waspada seseorang yang kadar gula darahnya melebihi batas normal harus mengetahui beberapa gejala diabetes tipe 2, berikut beberapa diantaranya.

  • Mudah lelah.
  • Penglihatan menjadi kabur.
  • Sering merasa haus dan lapar.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Luka yang tak kunjung sembuh.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin ke dokter termasuk bagi mereka yang berisiko tinggi mengalaminya. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penanganan bisa segera diberikan, dampaknya diabetes tipe 2 dapat dicegah.

Penyebab Kadar Gula Darah Berlebih

Glukosa merupakan karbohidrat sederhana yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, sebagian besar glukosa di dalam tubuh didapat dari makanan yang dikonsumsi. Glukosa bisa diolah menjadi energi, sementara tubuh membutuhkan bantuan hormon insulin yang dihasilkan dari pankreas.

Bagi penderita kondisi di atas, proses tersebut terganggu dan gangguan yang muncul disebabkan oleh pankreas tidak banyak menghasilkan insulin atau munculnya resistensi insulin. Akibat yang muncul, glukosa yang seharusnya masuk ke tubuh untuk diolah menjadi energi justru semakin menumpuk di aliran darah.

Apabila hal itu terus berlanjut, maka kadar gula dalam darah akan meningkat, sehingga seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darahnya akan semakin meningkat dan penderita dapat terserang diabetes tipe 2. 

Meski demikian, penyebab di atas belum diketahui secara pasti walau terdapat dugaan jika peningkatan kadar gula darah merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua. Selain itu jarang melakukan aktivitas fisik dan memiliki berat badan berlebih diduga juga memiliki keterkaitan dengan munculnya prediabetes.

Pemeriksaan oleh Dokter

  • Tes Gula Darah Puasa

Tujuan dilakukan tes ini adalah untuk memeriksa kadar gula darah pada saat keadaan perut kosong, pasien terlebih dahulu akan diminta puasa selama delapan am sebelum tes dilakukan. Kadar gula darah pasien bisa dikatakan normal jika masih di bawah 100 mg/dL dan dianggap sudah berlebih jika mencapai 126 mg/dL, ini juga berarti pasien menderita diabetes tipe 2.

  • Tes Toleransi Glukosa Oral (2 Jam PP)

Pasien diminta mengonsumsi minuman gula khusus dan kembali melakukan pemeriksaan gula darah setelah dua jam meminum larutan gula tersebut. Kadar gula dikatakan normal jika kurang dari 140 mg/dL, sementara positif diabetes tipe 2 jika menunjukkan kadar gula 200 mg/dL.

  • Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)

Tujuan tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir, tes ini dilakukan dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin yakni protein pembawa oksigen yang terdapat di dalam sel darah merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *