Hindari Kandungan ini di Moisturizer Untuk Kulit Berminyak Anda!

Moisturizer untuk kulit berminyak itu penting untuk menjaga kesehatan kulit Anda agar tetap lembap. Namun, dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak, Anda perlu memperhatikan kandungan yang berada di dalamnya dengan teliti. Memilih moisturizer untuk kulit berminyak yang tidak tepat justru akan meningkatkan produksi minyak kulit wajah Anda. Akibatnya, wajah Anda akan terasa tidak nyaman, lengket, dan kusam. 

Moisturizer untuk kulit berminyak bantu kontrol minyak berlebih

Moisturizer untuk kulit berminyak sebaiknya tidak mengandung minyak dan tidak bersifat komedogenik, yang artinya tidak menimbulkan komedo. Selain itu, ada beberapa kandungan yang sebaiknya dihindari dalam pemilihan moisturizer untuk kulit berminyak Anda, seperti: 

  1. Alkohol 

Alkohol memang memiliki kelebihan karena mudah diserap oleh kulit sehingga tidak terasa lengket. Namun, alkohol bukanlah kandungan yang sebaiknya ada dalam moisturizer untuk kulit berminyak kamu. Sebab jika kamu menggunakannya untuk jangka panjang, kandungan alkohol di dalamnya akan membuat kulit menjadi kering dan malah memicu produksi minyak yang lebih banyak dari sebelumnya. Akibatnya, kulit menjadi berminyak berlebihan.

Ada pun jenis alkohol yang patut Anda hindari adalah etanol, SD alkohol 40, alkohol terdenaturasi, etanol, dan isopropil alkohol. 

  1. Emolien oklusif

Emolien oklusif memang mampu menghidrasi kulit dengan baik. Sayangnya, ini hanya berlaku untuk Anda yang memiliki kulit kering. Untuk Anda dengan kulit berminyak, sebaiknya tidak menggunakan moisturizer dengan kandungan ini. 

Kandungan emolien oklusif yang bersifat minyak tidak hanya akan membuat kulit wajah Anda terasa berat dan lengket tapi juga membuat kulit Anda memproduksi minyak berlebih. 

Pelembap dengan kandungan emolien oklusif biasanya memiliki tekstur tebal. Salah satu bahan yang mengandung emolien oklusif adalah cocoa butter. Oleh karena itu, dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak Anda hindari kandungan tersebut. 

Sebaliknya, Anda disarankan untuk memilih moisturizer dengan bahan dasar air yang ringan dan nyaman untuk kulit Anda. Selain itu, moisturizer dengan bahan air lebih mudah diserap kulit namun tidak membuat kulit kering maupun memicu produksi minyak berlebih. 

  1. Oleic Acid atau Asam Oleat 

Dalam memilih moisturizer untuk kulit berminyak memang disarankan untuk menghindari produk yang terbuat dari minyak. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar sebab tidak semua jenis minyak menyumbat pori-pori. 

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah soal kadar asam oleat di dalamnya. Hindari moisturizer dengan kandungan asam oleat yang tinggi, seperti minyak kelapa, minyak kemiri, dan minyak camellia. Minyak-minyak ini akan menempel di permukaan kulit dan tidak terserap dengan baik. 

Oleh karena itu, saat memilih moisturizer untuk kulit berminyak Anda pastikan kandungan asam folatnya lebih rendah. Anda bisa memilih moisturizer yang terbuat dari minyak rosehip, misalnya. 

  1. Natrium klorida atau sodium chloride 

Natrium klorida atau yang lebih dikenal dengan garam bukan lah kandungan yang berbahaya untuk kulit Anda. Hanya saja ia akan memberikan pengaruh tertentu pada kulit wajah Anda, terutama untuk kulit berminyak. 

Garam dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Selain itu, garam juga bisa membuat sebum menjadi lebih keras sehingga ia tidak cocok terkandung dalam moisturizer untuk kulit berminyak Anda. 

  1. Mineral Oil 

Satu lagi jenis minyak yang perlu Anda hindari kandungannya pada moisturizer untuk kulit berminyak Anda. Mineral oil memiliki banyak nama lain, yaitu paraffin oil, paraffinum liquidum, petroleum jelly, petrolatum, atau white oil. Jika moisturizer yang ingin Anda pilih mengandung salah satu dari kandungan ini, sebaiknya Anda urung untuk membelinya. 

Kandungan mineral oil tersebut akan menahan minyak, bakteri, dan jamur di dalam kulit. Lama-kelamaan kotoran di kulit Anda akan menumpuk dan sulit dibersihkan dengan sempurna sehingga menyebabkan timbulnya jerawat atau peradangan. 

  1. Benzoyl Peroxide 

Dilansir dari laman Mayo Clinic, benzoyl peroxide adalah kandungan yang mampu menghilangkan minyak berlebih, mengangkat sel-sel kulit mati, maupun bakteri penyebab jerawat yang dapat menyumbat pori-pori. 

Sayangnya, moisturizer yang mengandung benzoyl peroxide memiliki efek samping yang justru membuat produksi minyak Anda menjadi lebih banyak. Sebab benzoyl peroxide bisa membuat kulit Anda menjadi kering dan kemerahan, bahkan terasa menyengat. Oleh karena itu, hindari kandungan ini dalam moisturizer untuk kulit berminyak Anda. 

  1. Pewarna buatan

Kandungan terakhir yang perlu Anda hindari dalam moisturizer untuk kulit berminyak adalah pewarna buatan, terutama yang terbuat dari petroleum dan coal tar. Jenis pewarna ini memang berhasil untuk banyak orang, hanya saja tidak demikian untuk kulit berminyak. Pewarna buatan bisa membuat produksi minyak Anda lebih parah dan meningkatkan risiko munculnya jerawat. 

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya Anda memilih moisturizer untuk kulit berminyak yang terbuat dari pewarna alami dan organik yang tidak berisiko untuk kulit Anda, bahkan menenangkannya. 

Jika Anda merasa belum jelas dengan penjelasan di atas, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ yang bisa Anda download di Google Play dan App Store. Anda pun bisa melakukan konsultasi untuk perawatan kulit berminyak lainnya sesuai dengan kebutuhan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *