Jus Penurun Darah Tinggi: Efektif untuk Ibu Hamil

Jus Penurun Darah Tinggi: Efektif untuk Ibu Hamil

Kehamilan merupakan momen yang dinantikan ibu hamil, karena mereka akan memiliki anak. Meskipun akan memiliki keturunan, ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi ibu hamil, salah satunya termasuk menjaga kondisi kesehatan diri dan janinnya. Untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, ada berbagai makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi, salah satunya termasuk jus. Jus juga diklaim dapat menurunkan kadar darah. Contoh jus penurun darah tinggi yang bisa dikonsumsi adalah jus delima.

Tekanan Darah Tinggi Perlu Diwaspadai

Tekanan darah tinggi juga disebut sebagai preeklampsia. Preeklampsia merupakan kondisi yang bisa berujung fatal pada ibu hamil. Preeklampsia dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sakit kepala, maag, dan mual. Untuk mengatasi preeklampsia, ibu hamil perlu melakukan persalinan, namun cara tersebut sulit untuk dilakukan jika kondisi janin belum matang untuk dilahirkan.

Jus Penurun Darah Tinggi

Jika Anda sedang hamil dan ingin mengatasi gejala preeklampsia, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi jus. Berikut adalah jus penurun darah tinggi yang dapat Anda coba:

  1. Jus ceri

Jus ceri merupakan salah satu jus yang dapat Anda konsumsi, karena jus tersebut mengandung melatonin alami. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 mengungkapkan adanya kaitan antara kadar melatonin rendah di dalam tubuh dengan tekanan darah tinggi ketika seseorang hamil. Buah tersebut dapat mengatasi gejala preeklampsia.

  1. Jus bit

Jus bit merupakan jus lain yang dapat Anda konsumsi. Sebuah studi menyatakan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi jus bit dapat mengatasi gejala preeklampsia dengan cepat.

Bit mengandung kalsium dan bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar natrium dan kalium darah ibu hamil. Bit juga mengandung vitamin A dan zat besi untuk mendukung kesehatan ibu hamil.

  1. Jus delima

Jus delima juga dapat Anda konsumsi, karena jus tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Buah delima mengandung antioksidan yang tinggi berupa senyawa polifenol untuk menurunkan kadar darah.

Selain mengatasi preeklampsia, jus delima juga dapat menurunkan kadar cedera karena stres oksidatif pada plasenta ibu hamil dengan preeklampsia dan mencegah sembelit selama masa kehamilan.

  1. Jus lemon

Jus lemon juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengatasi preeklampsia karena jus tersebut kaya antioksidan. Selain dapat mengatasi preeklampsia, jus tersebut juga dapat mengatasi gangguan pencernaan dan konstipasi selama masa kehamilan.

  1. Jus jambu merah

Jus jambu merah juga dapat Anda konsumsi untuk mengatasi preeklampsia. Jus jambu merah kaya akan vitamin C. Jus jambu merah tidak hanya dapat mengatasi preeklampsia, namun juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kadar gula darah, dan mencegah anemia.

Cara-Cara Lain untuk Menjaga Kehamilan

Selain mengkonsumsi jus di atas, berikut adalah beberapa cara yang sebaiknya Anda terapkan untuk menjaga kesehatan diri dan janin Anda:

  • Makanan

Anda juga sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kondisi janin.

  • Olahraga

Anda juga dihimbau untuk berolahraga dan sebaiknya berolahraga yang ringan seperti yoga.

  • Kebiasaan buruk

Anda juga perlu hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol untuk menjaga kondisi janin.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter untuk membahas tentang kehamilan, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami jika Anda mengalami preeklampsia.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat preeklampsia terjadi?
  • Berapa lama gejala preeklampsia terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?

Kesimpulan

Jus penurun darah tinggi efektif dalam mengatasi preeklampsia. Cara tersebut bukan satu-satunya cara untuk menjaga kondisi kehamilan, karena masih ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan seperti yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan atau preeklampsia, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *