Kaki dan Tangan Kesemutan, Apa Penyebabnya?

tangan kesemutan

Setiap orang mungkin pernah merasakan yang namanya kesemutan. Kesemutan bisa terjadi di bagian tubuh manapun, khususnya di tangan dan kaki. Ketika kaki dan tangan kesemutan, Anda mungkin akan merasakan sensasi mati rasa sekaligus rasa tertusuk.

Umumnya, kesemutan terjadi ketika aliran darah di sekitar lokasi tersebut terhambat. Hal ini sering terjadi saat Anda berada di satu posisi yang sama terlalu lama.

Akan tetapi, kesemutan juga bisa saja terjadi tanpa sebab yang jelas. Jika kesemutan berkepanjangan dan tidak diketahui penyebabnya, mungkin ada kondisi medis khusus yang mendasarinya. 

Apa yang menyebabkan kaki dan tangan kesemutan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kaki dan tangan kesemutan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Diabetes

Diabetes merupakan penyebab kesemutan yang paling umum. Menurut penelitian, sekitar 30 persen dari kasus kesemutan kronis disebabkan oleh diabetes. 

Kesemutan yang disebabkan oleh diabetes seringkali muncul pertama kali pada kedua kaki, kemudian perlahan naik ke tungkai, dan terus sampai ke tangan dan jari-jari tangan. Kesemutan yang seperti ini bisa menjadi gejala pertama yang menandakan bahwa Anda menderita diabetes. 

  • Kekurangan vitamin

Tahukah Anda bahwa kesemutan juga bisa terjadi karena Anda kekurangan vitamin? Secara khusus, kondisi ini dirasakan saat tubuh kekurangan vitamin E, B1, B6, B12, dan niasin. 

Seluruh vitamin tersebut diperlukan untuk memelihara kesehatan saraf. Kekurangan vitamin akan mengganggu fungsi saraf, sehingga memicu pada kesemutan jangka panjang. 

Akan tetapi, perlu diperhatikan, asupan vitamin B6 yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan kesemutan. Karena itu, sebaiknya konsumsi vitamin Anda dalam kadar yang wajar, tidak kekurangan namun juga tidak berlebihan.

  • Racun dalam tubuh

Ada beberapa racun yang ketika terpapar ke tubuh bisa menimbulkan dampak berbahaya, termasuk membuat tangan kesemutan. Contohnya seperti logam berupa timbal, arsen, merkuri, talium, dan bahan kimia industri serta lingkungan.

Racun juga bisa meliputi obat-obatan jenis tertentu, khususnya obat kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker. Karena itu, penderita kanker yang menjalani kemoterapi lebih rentang mengalami kesemutan parah.

Beberapa jenis antibiotik dan obat antivirus juga bisa menimbulkan efek samping berupa kerusakan saraf yang mengacu pada kesemutan. 

  • Penyakit sistemik

Penyakit yang termasuk sebagai golongan penyakit sistemik adalah gangguan pada ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah dan penyakit darah, gangguan jaringan ikat, ketidakseimbangan hormon, dan lain-lain.

Selain itu, pertumbuhan sel kanker dan tumor jinak juga bisa mempengaruhi saraf dan membuat Anda mengalami tangan kesemutan. 

  • Kecanduan alkohol

Bagi Anda yang gemar mengonsumsi alkohol, hati-hatilah pada kemungkinan untuk mengalami kesemutan jangka panjang. Orang-orang yang kecanduan alkohol cenderung mengalami kekurangan tiamin dan vitamin lainnya, mengakibatkan kerusakan saraf.

Hal ini juga telah dibuktikan melalui sejumlah penelitian. Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga membuat Anda memiliki kebiasaan makan yang buruk. Hal ini juga akan menyebabkan gangguan pada saraf karena kurangnya vitamin serta nutrisi penting lainnya.

  • Infeksi

Sejumlah penyakit infeksi serius juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf. Kesemutan menjadi salah satu efek samping atau komplikasi yang dirasakan. 

Contohnya adalah infeksi berupa penyakit lyme, herpes zoster, cytomegalovirus, herpes simpleks, HIV, dan AIDS. 

Itulah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kaki dan tangan kesemutan. Pengobatannya dilakukan dengan mengendalikan penyakit yang mendasarinya, barulah kesemutan yang Anda alami bisa membaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *