Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit hipertermia

Hipertermia merupakan kondisi kebalikan dari hipotermia. Hipotermia seringkali dialami oleh seseorang ketika sedang naik gunung, atau berada di daerah bersalju. Suhu tubuh akan menjadi sangat dingin. Sedangkan penyakit hipertermia merupakan kelompok kondisi medis yang ditandai dengan tingginya suhu badan secara abnormal. Risiko seseorang mengalami hipertermia akan meningkat terutama jika sedang beraktivitas di lingkungan yang lembab atau hangat. Hipertemia terjadi karena berbagai faktor dari luar tubuh. 

Gejala penyakit hipertermia

Gejala penyakit hipertermia dapat berbeda tergantung dari jenis yang dialami. Beberapa jenis hipertermia yaitu heat stress, heat fatigue, heat syncope, heat cramps, heat edema, heat rash, heat exhaustion, dan heat heat stroke. Masing-masing jenis hipertermia akan memunculkan gejala yang khas sehingga dapat ditandai. Selain itu, gejala yang muncul juga bergantung pada seberapa parah kondisi hipertermia yang dialami. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala umum hipertermia yang sering muncul apapun jenisnya seperti: 

  • Pusing
  • Lemas
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Rasa haus terus menerus
  • Lelah
  • Gerah 
  • Suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat Celsius

Penyebab penyakit hipertermia

Suhu tubuh normal pada manusia yaitu antara 35,5 hingga 37,5 derajat Celsius. Sedangkan pada penderita hipertermia, suhu tubuh akan mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Penyebab terjadinya hipertermia yaitu udara panas dan lembap serta tubuh yang tidak bisa melepaskan panas. 

  • Kondisi lingkungan yang lebih hangat dan lembab dibandingkan suhu tubuh menyebabkan terjadinya hipertermia. Beberapa kondisi yang menyebabkan mudah mengalami hipertermia yaitu berada di gurun pasir atau berolahraga di tengah hari yang sedang terik.
  • Tubuh perlu membuang kelebihan panas melalui keringat, napas, serta aliran darah yang cepat ke permukaan kulit. Saat mengalami hipertermia, tubuh mengalami kesulitan melepaskan panas sebab proses penguapan tidak terjadi secara baik. 

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit hipertermia, yaitu:

  • Merokok
  • Obesitas
  • Berolahraga di lingkungan hangat atau lembap
  • Cuaca panas
  • Diet rendah sodium
  • Konsumsi alkohol berlebihan 
  • Gelombang pnas
  • Masalah imunitas
  • Masalah kelenjar keringat

Cara mengatasi penyakit hipertermia

Penyakit hipertermia perlu ditangani dengan benar sehingga tidak membahayakan penderitanya. Pada kondisi kritis dan tidak tertangani dengan bai, hipertermia bisa menyebabkan kematian. Untuk mengatasi hipertermia, beberapa langkah sebagai pertolongan pertama berikut ini dapat Anda terapkan. 

  • Dinginkan suhu tubuh dengan cara berpindah dari tempat panas menuju tempat yang lebih sejuk. Selain itu, beberapa cara untuk mendinginkan tubuh yang dapat dicoba yaitu menyalakan kipas angin atau pendingin ruangan, mengompres tubuh dengan es, atau mandi menggunakan air dingin. 
  • Rehidrasi dengan cara mengonsumsi minuman elektrolit atau air putih guna mengganti cairan tubuh yang hilang.
  • Melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum dan sesudah mencoba berbagai tindakan pendinginan badan agar mengetahui tingkat keefektivan dari metode yang digunakan. 
  • Apabila berbagai cara tersebut telah dicoba dan kondisi tidak kunjung membaik maka sebaiknya Anda segera menemui dokter. Pasien perlu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapat penanganan medis segera. 

Saat seseorang mengalami penyakit hipertermia, maka hindari memberikan makanan atau minuman kecuali kondisi sedang sadar sepenuhnya. Saat kondisi sudah cukup parah, maka dibutuhkan waktu beberapa jam agar kondisi pasien dapat kembali normal. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai penyakit hipertermia, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *