alpentin

Mengenal Alpentin, Obat untuk Atasi Kejang Akibat Epilepsi

Bagi Anda yang menderita epilepsi, Anda tentu tahu bahwa kejang adalah kondisi yang tidak bisa terhindarkan. Kejang bisa terjadi kapan saja, dan bisa saja membuat Anda kehilangan kesadaran. Ketika ini terjadi, salah satu cara mengatasinya adalah konsumsi obat Alpentin.

Obat ini merupakan sejenis obat antikonvulsan, yaitu obat yang ditujukan bagi penderita epilepsi. Obat ini bekerja dengan mengatasi gejala epilepsi serta mencegah kejang yang lebih parah terjadi. 

Apa itu obat Alpentin?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Alpentin merupakan obat antikonvulsan atau obat antiepilepsi. Obat ini hadir dalam bentuk kapsul dengan komposisi Gabapentin 100 mg. 

Sebagai obat antikonvulsan, obat ini bekerja dengan memperbaiki kejang akibat gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat. Bukan sekedar mengatasi kejang, obat ini juga efektif untuk mencegah terjadinya kejang yang semakin tidak terkendali. 

Di dalam obat ini, terdapat komposisi utama berupa zat Gabapentin. Kandungan ini sudah sejak lama terbukti sebagai kandungan dalam obat antikejang yang efektif, dan sudah sangat sering digunakan sebagai bahan dasar pengobatan untuk penderita epilepsi.

Obat Alpentin tergolong sebagai obat yang cukup keras. Karena itu, pemakaiannya sebaiknya dilakukan dengan bijak dan berhati-hati.

Jangan gunakan obat ini tanpa anjuran dari dokter. Ketika akan membeli, setidaknya berkonsultasilah lebih dulu dengan apoteker.

Cara pemakaian yang tepat

Anda mungkin tidak bisa mendapatkan obat antikonvulsan secara bebas, karena obat ini dinilai cukup keras. Hal ini juga berlaku bagi obat Alpentin. Untuk mendapatkannya, Anda memerlukan resep dari dokter terlebih dahulu.

Ada beberapa hal khusus yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan obat ini. Berikut ini hal-hal tersebut: 

  • Pemakaian pada ibu hamil

Jika Anda menderita epilepsi dan sedang hamil, maka jangan sembarangan minum obat antikonvulsan. Konsultasikan lebih dulu mengenai hal ini dengan dokter Anda. 

Anda mungkin tetap bisa menggunakan Alpentin, namun hanya jika sudah mendapatkan izin dari dokter. Perlu diingat, efek samping dari penggunaan obat pada ibu hamil tidak hanya akan berdampak pada sang ibu, tetapi juga pada janin. 

  • Dosis obat

Jangan konsumsi obat melebihi dosis dari yang dianjurkan, tapi juga jangan sampai dosisnya terlalu rendah. Ini penting agar Anda mendapatkan manfaat dari obat antiepilepsi dengan tepat.

Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun, dosis obatnya adalah 900 hingga 1800 mg per hari. Obat ini tidak ditujukan untuk anak-anak. Sebelum meminum obat ini, pastikan Anda sudah makan terlebih dahulu.

  • Penderita penyakit lain

Apabila Anda menderita kondisi medis lain, sampaikan pada dokter mengenai hal ini. Obat antikonvulsan tidak selalu baik digunakan oleh orang yang menderita penyakit lain selain epilepsi.

Apalagi jika Anda menggunakan obat-obatan lain untuk kondisi medis tersebut. Bisa saja ada reaksi negatif yang timbul ketika obat lain tersebut digunakan bersamaan dengan obat antikonvulsan.

Secara khusus, Anda perlu memperhatikan penggunaan obat ini apabila Anda menderita gangguan saluran pencernaan bagian atas, penyakit jantung, hipertensi, penyakit asma, dan gangguan fungsi ginjal. 

Perhatikanlah hal-hal di atas ketika akan mengonsumsi obat antikonvulsan atau antiepilepsi. Selain itu, perhatikan juga kemungkinan efek samping yang akan ditimbulkan. Biasanya, produk obat menuliskan risiko efek samping pada label kemasannya.

Obat Alpentin pun juga bisa menimbulkan efek samping bila pemakaiannya tidak sesuai. Hindari hal tersebut dengan mengonsumsi obat sesuai dosisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *