Selain Paracetamol, Kenali Pilihan-pilihan Obat Sakit Gigi Berlubang

Selain Paracetamol, Kenali Pilihan-pilihan Obat Sakit Gigi Berlubang

Rasa sakit yang ditimbulkan gigi berlubang akan sangat terasa nyeri hingga menyebabkan seseorang yang mengalami kondisi ini sulit dan bahkan tidak bisa makan. Tak hanya itu penderita juga akan kesulitan saat akan tidur dan melakukan aktivitas sehari-hari, beberapa obat bisa dipilih dan digunakan untuk mengatasi kondisi ini salah satunya paracetamol untuk sakit gigi.

Sakit gigi berlubang bisa dialami siapa saja dan tak mengenal umur, bisa itu anak-anak hingga orang dewasa. Keadaan ini biasanya disebabkan karena adanya penumpukan bakteri salah satunya karena gigi jarang dibersihkan. Bakteri yang ada kemudian merusak gigi dan membuat gigi berlubang hingga membuat iritasi pada saraf yang ada di akar gigi.

Obat Gigi Berlubang

Munculnya rasa nyeri bisa tidak tertahankan hingga membuat penderita kesulitan dalam mengunyah makanan dan untuk berbicara. Dampak dari sakit gigi ini juga bisa membuat gusi dan gigi bengkak hingga menimbulkan demam, terdapat beberapa pilihan obat sakit gigi berlubang yang umumnya direkomendasikan dokter untuk dikonsumsi.

  1. Paracetamol untuk Sakit Gigi

Selain dapat menurunkan demam, paracetamol juga bermanfaat untuk meredakan nyeri yang diakibatkan kondisi tertentu, salah satunya gigi berlubang. Tak jarang penderita sakit gigi mengonsumi obat ini untuk meredakan nyeri. Obat ini aman dikonsumsi bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Namun, konsumsi obat ini harus sesuai dengan dosis yang benar, yaitu untuk orang dewasa sebanyak 500 mg setiap 4-6 jam dengan jumlah maksimal 1 gram atau 1000 mg per dosis dan 4 gram atau 4000 mg selama sehari. Sedangkan, untuk anak usia 12 tahun atau lebih sebanyak 335-650 mg setiap 4-6 jam atau 1000 mg setiap 6-8 jam.

Sementara itu untuk anak yang masih berusia di bawah 12 tahun, seperti 6 bulan hingga 12 bulan dosis yang dikonsumsi sebanyak 10-15 mg per kg per dosis setiap 4-6 jam ketika diperlukan dan tidak boleh melebihi 5 dosis selama 24 jam. Sebelum mengonsumsi obat ini pastikan pasien tidak memiliki alergi terhadap acetaminophen.

Segera hentikan konsumsi dan langsung menghubungi dokter jika pasien mengalami beberapa efek samping serius setelah meminum obat ini seperti reaksi alergi, sakit perut tak biasa, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat hingga merasa tidak enak badan, dan mata menguning.

  1. Ibuprofen

Merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang efektif dalam mengurangi peradangan dan nyeri akibat sakit gigi. Obat ini bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti kapsul, tablet dan obat tetes topikal.

Dosis untuk dewasa dan remaja sebanyak 200-400 mg setiap 4-6 jam tergantung dari kebutuhan dan sakit yang dirasakan, dosis tertinggi sebanyak 3200 mg per hari jika mendapat resep. Untuk anak di atas 6 bulan disesuaikan dengan berat badan, dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter tetapi biasanya hanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekai atau 40 mg/kg per hari.

Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti mual, muntah, sakit perut, kembung, sakit kepala, telinga berdenging dan gangguan pencernaan. Meski begitu efek yang ada dapat pulih dengan sendirinya.

  1. Asam Mefenamat

Selain paracetamol untuk sakit gigi, juga obat golongan antiinflamasi nonsteroid selain ibuprofen adalah asam mefenamat, dokter kerap kali merekomendasikan obat ini kepada pasien agar rasa sakit gigi berlubang bisa berkurang. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, sehingga peradangan dan rasa nyeri berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *