Ciri Ciri Krim Bermerkuri yang Sudah Terkontaminasi di Wajah

Pernahkah kamu mengecek dan memeriksa lebih detail kandungan dalam produk-produk kecantikan kulit yang kamu miliki? Jika pernah, sudah pasti kamu akan melihat kandungan merkuri. Banyak ciri ciri krim bermerkuri yang masih dalam batas wajar namun ada pula yang melewati batas wajar sehingga menimbulkan banyak gangguan untuk kulitmu.

Salah satu manfaat hyaluronic acid adalah melembapkan kulit

Merkuri, yang disebut juga raksa (Hg), merupakan logam berat yang secara alami berada di alam. Hanya saja, zat ini dapat beracun bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikontrol penggunaannya.

Dalam kosmetik, merkuri terbagi atas dua bentuk, yaitu anorganik dan organik. Merkuri anorganik digunakan dalam sabun dan krim pemutih kulit. Sementara itu, merkuri organik banyak dipakai untuk produk pembersih riasan dan maskara.

Di Indonesia, sebagian orang sudah mengidentikkan merkuri dengan produk pencerah wajah, sehingga tak sedikit yang sudah sadar akan bahayanya. Apalagi dengan adanya peringatan dari BPOM RI.

Sepanjang tahun 2014 silam, merujuk Tempo, lembaga tersebut menyita 68 jenis kosmetik berbahaya berupa bedak, krim pemutih, lipstik, dan perona wajah. Kosmetik tersebut dinyatakan mengandung bahan beracun, salah satunya merkuri.

Di berbagai negara lain, penggunaan merkuri pada kosmetik juga dilarang. Sayangnya, produk yang mengandung merkuri sering tidak teridentifikasi karena terkemas dalam wadah tidak berlabel.

Karena itu, hindari membeli produk kecantikan yang tidak memiliki daftar kandungan, tidak ada petunjuk penggunaan dalam bahasa Inggris, dan tidak memiliki reputasi legalitas BPOM RI. Karena dapat dipastikan itu termasuk dalam ciri-ciri krim bermerkuri yang berbahaya untuk kesehatanmu.

Waspada juga karena ada istilah lain yang digunakan untuk menyebut merkuri, seperti mercurous chloride, mercuric, mercurio, atau calomel.

Lantas, seperti apa efek samping merkuri dalam kosmetik? 

Sebagai bahan aktif, merkuri dapat mencerahkan warna kulit dan mengurangi bintik-bintik hitam. Namun, ada sejumlah efek samping, dan ini bisa berdampak serius untuk kesehatan.

Dilansir Medical Daily, penelitian yang dilakukan pada tikus betina menunjukkan bahwa merkuri dapat memengaruhi ginjal, hati, dan otak tikus tersebut.

Laporan lain menyebutkan bahwa logam ini juga dapat menyebabkan gangguan kognitif, kerusakan ginjal, sakit kepala, kelelahan, tremor, depresi, dan keluhan lainnya pada pengguna.

Lebih buruk lagi, menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, jika produk ini digunakan dari waktu ke waktu, merkuri dapat secara perlahan menguap ke udara.

Akibatnya, senyawa ini bisa mencemari seluruh rumah dan memengaruhi anggota keluarga lain, bahkan jika mereka tidak pernah menggunakan produk yang terkontaminasi tersebut.

Hal tersebut harus menjadi perhatian, apalagi beberapa orang seperti ibu hamil, bayi menyusui dan anak-anak, sangat rentan terhadap toksisitas merkuri.

Ciri ciri kulit wajah terkena krim bermerkuri

Bagaimana dengan bahaya merkuri terhadap kulit wajah? Seberapa jauhkah dampaknya? Seperti apa ciri-ciri kulit wajah terkena merkuri?

Dikutip dari WHO, meski efek samping utama dari merkuri anorganik yang terkandung dalam sabun dan krim pencerah kulit adalah kerusakan ginjal, masalah pada kulit juga dapat terjadi.

Secara umum, berikut ini adalah ciri-ciri kulit wajah terkena merkuri:

  • Muncul ruam kemerahan
  • Mengalami perubahan warna kulit yang sangat cepat dan berbeda dari warna kulit dasar
  • Terbentuk jaringan parut
  • Wajah terasa gatal dan perih
  • Kulit mudah terkelupas
  • Sangat rentan terkena infeksi bakteri maupun jamur

Tentu saja, berbagai efek samping tersebut sangat tidak menyenangkan, bahkan mengerikan. 

Jika wajahmu iritasi atau mengalami keluhan lain yang merupakan ciri-ciri kulit wajah terkena krim  bermerkuri setelah penggunaan suatu produk kulit, segera berobat ke dokter kulit agar dapat ditangani dengan baik. Bila kamu memang menginginkan kulit wajah yang lebih cerah, juga lebih baik berkonsultasi dengan dokter kulit. Mungkin biayanya lebih mahal, tapi setidaknya jauh lebih aman daripada terkena dampak kosmetik mengandung merkuri, bukan?