Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Efek Samping Kombinasi Azithromycin dan Alkohol

Azithromycin adalah sebuah antibiotik. Kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat menjadi pilihan baik saat tubuh melawan infeksi. Namun, kombinasi ini juga dapat menyebabkan efek samping berubah menjadi lebih parah. Azithromycin membunuh bakteri di dalam tubuh untuk melawan infeksi bakteri. Obat ini tidak bekerja untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti penyakit demam dan flu. Beberapa infeksi bakteri yang dapat diobati dengan azithromycin di antaranya adalah radang tenggorokan, bronchitis, infeksi sinus, infeksi telinga, beberapa infeksi kulit, infeksi tonsil, penyakit ulkus kelamin, infeksi Helicobacter pylori, diare wisatawan, penyakit Legionnaire, dan batuk rejan. Azithromycin aman dan efektif untuk kebanyakan orang ketika dokter meresepkan obat ini untuk infeksi bakteri. Dan tidak ada interaksi langsung dengan alkohol, yang berarti banyak orang dapat mengonsumsi alkohol dalam batas yang wajar saat menggunakan obat ini tanpa adanya gangguan yang serius. 

Mual, muntah, dan diare

Antibiotik, termasuk azithromycin, dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Efek ini dapat terjadi karena azithromycin menyerang semua bakteri di tubuh, termasuk bakteri baik yang ada di saluran pencernaan. Ketika antibiotik membunuh bakteri baik, sistem pencernaan akan kehilangan keseimbangan. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dengan sifat ringan hingga parah. Di sisi lain, minum alkohol dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. 

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan usus kejang, sehingga dapat mendorong kotoran dengan terlalu cepat. Hal ini dapat mengakibatkan diare. Efek tersebut, ditambah dengan kombinasi azithromycin, dapat meningkatkan risiko sakit perut, diare, dan rasa tidak nyaman di tubuh. Tubuh akan kehilangan air penting dan elektrolit ketika diare terjadi. Selain itu, karena alkohol akan bertindak sebagai diuretic, alkohol juga malah akan membuat efek dehidrasi menjadi lebih parah, menyebabkan efek samping tambahan. Sebagai tambahan, jika seseorang muntah setelah mengonsumsi obat, tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menyerapnya. Jika hal ini terjadi, ia perlu menghubungi dokter dan berkonsultasi seputar apa yang perlu dilakukan, apakah mengonsumsi dosis tambahan diperbolehkan atau tidak. 

Sakit kepala

Salah satu potensi efek samping dari azithromycin adalah sakit kepala. Meskipun sakit kepala tidak memengaruhi semua orang yang mengonsumsi antibiotik ini, kombinasi azithromycin dengan alkohol dapat meningkatkan risiko sakit kepala atau malah membuat sakit kepala yang sekarang sedang dirasakan menjadi lebih parah. Menurut Lembaga Sakit Kepala Nasional, minum alkohol dapat memicu sakit kepala dalam beberapa cara. Alkohol memperbesar pembuluh darah, yang dapat menyebabkan nyeri dan jantung berdebar, serta menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Apabila seseorang mencoba untuk mengatasi sakit kepala dengan obat pereda rasa nyeri, mereka dapat menderita efek samping yang lebih parah. Minum obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen, dapat mengiritasi lambung, menyebabkan gangguan pencernaan dan mual. Anda tidak boleh mengonsumsi acetaminophen dengan alkohol karena kombinasi keduanya dapat menyebabkan gangguan hati serius. 

Pusing

Kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan pusing, sensasi atau perasaan berputar ketika Anda sedang tidak bergerak. Pusing juga merupakan salah satu efek samping dari azithromycin. Kepala yang pusing bisa sangat mengganggu dan berbahaya apabila Anda perlu bekerja, mengemudi, atau mengoperasikan peralatan atau mesin berat. Konsumsi alkohol juga dapat membuat seseorang merasa pusing, sehingga memperbesar efek samping apabila sebelumnya Anda telah meminum azithromycin. 

7 Tips Menghindari Penyebab Tipes

Tipes termasuk penyakit yang membahayakan jika terlambat ditangani. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi ini dapat membuat kondisi Anda mengalami demam tinggi hingga masalah pencernaan yang akut. Penggunaan antibiotik menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan pasien yang terkena penyakit menular ini. 

Setidaknya ada sekitar 21,5 juta oran yang terkena tipes tiap tahunnya. Penyebab tipes umumnya karena mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab penyakit ini. Berdekatan dengan penderita tipes juga membuat risiko tertular semakin bear, yang bisa berasal dari percikan air liur. 

Bagaimanapun mencegah terkena penyebab tipes akan lebih baik daripada Anda mesti bergulat untuk bisa sembuh dari penyakit ini. Asal tahu saja, sekitar 25 persen penderita tipes memiliki gejala sangat buruk dan cenderung fatal. Tidak ingin demikan, bukan? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar tidak terkena penyebab tipes dan menderita sakit. 

  1. Jangan Bertukar Makanan dan Minuman 

Makan bersama-sama dengan kerabat maupun sahabat memang mampu membuat suasaa lebih hangat. Namun, bertukar dan berbagi makanan serta minuman pada wadah yang sama akan meningkatkan risiko Anda terkena penyebab tipes. Pastikan ketika Anda makan bersama, Anda tidak bertukar makanan ataupun minuman. 

  1. Minum Air Kemasan 

Air kemasan dapat menjauhkan Anda dari bakteri Salmonela thypi yang menjadi penyebab tipes. Ini karena air dalam kemasan sudah mengalami proses strerilisasi. Lebih disarankan lagi, Anda mengonsumsi air kemasan yang berkarbonasi untuk menjaga kebersihan air minum sekaligus memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sehingga tubuh memiliki imunitas untuk melawan berbagai penyebab penyakit, tidak terkecuali penyebab tipes. 

  1. Gosok Gigi dengan Air Matang 

Anda juga bisa tertular bakteri penyebab tipes bahkan saat sedang menggosok gigi! Kecenderungan banyak orang menggosok gigi menggunakan air mentah dari keran yang tanpa disadari sudah mengandung bakteri Salmonela thypi penyebab tipes. Mulai sekarang, ubah kebiasaan tersebut untuk mencegah terkena penyakit ini. Mulailah membiasakan diri menggosok gigi dan kumur-kumur menggunakan air matang yang sudah dimasak sampai mendidih. 

  1. Hindari Jajan di Pinggir Jalan 

Bukan maksudnya mendiskreditkan, namun makanan dan minuman yang dijual di pinggir jalan lebih rentan mengandung bakteri penyebab tipes. Bakteri tersebut bisa masuk ke makanan dan minuman lewat orang-orang yang berlalu lalang ataupun tempat jualan yang tidak higienis. 

  1. Pastikan Konsumsi Makanan Matang 

Makanan-makanan mentah lebih rentan membuat Anda terkena tipes. Jadi jika selama ini Anda suka lalapan ataupun makan dengan daging setengah matang, jangan sering-sering melakukan hal tersebut jika tidak ingin terpapar penyebab tipes. Pastikan sayuran dan lauk yang Anda konsumsi matang dengan sempurna guna memastikan tidak ada lagi bakteri yang masih hidup dan menyebabkan penyakit di makanan tersebut. 

  1. Kupas Kulit Buah 

Mengonsumsi buah memang sehat. Tapi, tahukah Anda bahwa bakteri Salmonela thypi kerap ada di kulit buah? Fakta ini jangan membuat Anda terlalu takut berlebihan untuk mengonsumsi buah. Bagaimanapun, tubuh memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi pada buah. Anda cukup selalu mengupas kulit buah sebelum menyantapnya agar tidak sampai terkena bakteri penyebab tipes tersebut. 

  1. Rajin Cuci Tangan 

Paparan bakteri penyebab tipes bisa Anda dapatkan tidak hanya dengan mengonsumsi makanan. Memasukkan tangan yang sudah terpapar bakteri Salmonela thypi ke mulut, hidung, ataupun mata pun bisa membuat Anda mengalami gejala tipes. Paparan bakteri tersebut di tangan Anda umumnya karena Anda memegang dan menyentuh benda-benda yang sudah terinfeksi. Untuk menghilangkan bakteri tersebut dari tangan, sebenarnya Anda cukup mencuci tangan dengan sabun. Karena itu, semakin sering Anda mencuci tangan, semakin rendah tingkat risiko Anda terpapar penyebab tipes. 

*** 

Jika memang Anda akhirnya terkena tipes dan mengalami gejala yang menuju ke demam tipes, baiknya Anda segera ke dokter. Pemberian antibiotik yang tepat dan istirahat yang cukup bisa membuat Anda pulih lebih cepat.