Hati-hati Bahaya Racun Kalajengking

Pernahkah Anda disengat oleh kalajengking? Meskipun menyakitkan, dalam kebanyakan kasus, sengatan racun kalajengking tidak akan menyebabkan komplikasi kesehatan yang berbahaya. Apa yang perlu dilakukan jika Anda tersengat kalajengking akan bergantung pada jenis kalajengking itu sendiri dan gejala apa yang muncul. Di Amerika Serikat, kalajengking “bark” adalah satu-satunya spesies yang memiliki racun kalajengking yang dapat menyebabkan gejala berbahaya. Di seluruh dunia, hanya sekitar 30 dari diperkirakan 1500 spesies kalajengking yang memproduksi racun kalajengking yang dapat menyebabkan kematian. Namun, dengan lebih dari satu juta sengatan kalajengking terjadi setiap tahunnya, kematian akibat hewan ini merupakan gangguan kesehatan publik penting terutama di daerah-daerah di mana perawatan medis masih sangat terbatas. Orang dewasa biasanya tidak membutuhkan perawatan sengatan kalajengking. Namun, sengatan kalajengking dapat menyebabkan efek serius pada anak-anak yang masih kecil. 

Gejala

Racun kalajengking dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit (yang dapat bersifat intens), kesemutan atau mati rasa, pembengkakan kecil, dan rasa hangat/panas di daerah sengatan. Sementara itu, gejala yang timbul sebagai efek dari racun kalajengking yang telah menyebar dan biasanya terjadi pada anak-anak di antaranya adalah kesulitan bernapas, otot yang berkedut, gerakan mata/leher/ dan kepala yang tidak biasa, mengeluarkan air liur, berkeringat, mual dan muntah, tekanan darah tinggi, detak jantung yang semakin cepat (tachycardia), dan gelisah atau rewel. Sama seperti sengatan serangga lainnya, misalnya tawon ataupun lebah, sangat mungkin bagi seseorang yang pernah tersengat kalajengking sebelumnya untuk menderita reaksi alergi apabila tersengat kalajengking kembali. Reaksi terhadap sengatan tersebut terkadang cukup parah dan dapat menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa yang disebut anaphylaxis, dengan gejala seperti kesulitan bernapas, ruam atau gatal-gatal, mual dan muntah. 

Penyebab dan faktor risiko

Sengatan kalajengking disebabkan oleh alat penyengat pada ekor kalajengking. Pada saat kalajengking menyengat, alat penyengat akan melepaskan racun ke dalam tubuh. Racun kalajengking tersebut mengandung campuran racun yang kompleks yang dapat memengaruhi sistem saraf (neurotoxin). Kalajengking adalah arthropod, yang masih dalam keluarga serangga, laba-laba, dan krustasean. Kalajengking memiliki delapan kaki, sepasang capit yang mirip capit lobster, dan sebuah ekor yang melengkung ke atas. Kalajengking adalah hewat nocturnal yang menolak menyengat kecuali diprovokasi ataupun diserang. Beberapa aktivitas dapat meningkatkan risiko Anda mendapatkan sengatan racun kalajengking, seperti:

  • Tinggal di daerah di mana banyak ditemukan kalajengking. Kalajengking banyak ditemukan di negara-negara seperti Amerika Serikat (khususnya di bagian negara Arizona, New Mexico, dan California), Meksiko, Afrika Utara, Amerika Selatan, Timur Tengah, dan India. 
  • Bekerja, berkemah, atau naik gunung di mana banyak kalajengking hidup. Kalajengking banyak hidup di bawah bebatuan, kayu, dan kulit pohon. Anda berkemungkinan tersengat kalajengking apabila sedang bekerja di luar ruangan, berkemah, atau naik gunung. 
  • Bertamasya di tempat di mana kalajengking banyak ditemukan. Anda bisa tersengat kalajengking saat bepergian di bagian-bagian tertentu di seluruh penjuru dunia. 

Orang tua dan anak-anak yang masih sangat muda memiliki kemungkinan menderita komplikasi akibat racun kalajengking apabila tidak mendapatkan perawatan segera setelah tersengat kalajengking. Penyebab utamanya biasanya adalah kegagalan pernapasan atau kegagalan jantung yang terjadi dalam beberapa jam setelah sengatan terjadi. Kemungkinan komplikasi lain akibat racun kalajengking, meskipun jarang dijumpai, adalah reaksi alergi parah yang disebut anaphylaxis. Hubungi dokter apabila Anda tersengat kalajengking guna mendapatkan diagnosa dan perawatan guna menghindari terjadinya komplikasi yang lebih parah.