Terbiasa Pakai Sensodyne? Pahami Juga Fakta Gigi Sensitif

Terbiasa Pakai Sensodyne? Pahami Juga Fakta Gigi Sensitif

Memiliki gigi sensitif membuat Anda tidak bisa sembarangan memiliki pasta gigi. Sensodyne adalah salah satu pilihan pasta gigi terbaik untuk masalah gigi sensitif Anda. Pasalnya ketika menggunakan pasta gigi yang satu ini, gejala nyeri dan ngilu akibat gigi sensitif dapat diredakan. 

Gigi sensitif sebenarnya banyak dialami orang, namun dengan kadar ngilu yang berbeda-beda. Karena itu, penting untuk mengetahui fakta apa saja yang menyebabkan, memicu, ataupun  terkait kondisi masalah gigi yang satu ini. 

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai gigi sensitif. Anda bisa menyadari bahwa gigi sensitif yang Anda alami memang bisa diredakan dengan Sensodyne, namun juga perlu penanganan dan pencegahan gejala yang lebih menyeluruh. 

Satu atau Beberapa Gigi 

Anda mungkin berpikiran bahwa gigi sensitif yang Anda alami terjadi di seluruh bagian gigi Anda. Hal tersebut mungkin saja terjadi. Namun sebenarnya, gejala gigi sensitif acapkali dimulai dari satu atau dua gigi. Namun, rasa ngilu yang diakibatkan gigi yang sensitif tersebut menyebar ke seluruh mulut sehingga Anda merasa sakit di keseluruhan bagian gigi Anda. 

Email Gigi Tipis 

Gigi sensitif terjadi ketika lapisan gigi terluar Anda terlalu tipis sehingga tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu yang mendada. Lapisan terluar gigi atau email gigi yang tipis inilah yang membuat dentin di dalam gigi dapat terbuka sehingga meningkatkan sensitivitas gigi Anda terhadap benda-benda asing yang masuk ke dalam mulut. Selain karena email gigi yang menipis, mahkota atau tambalan gigi yang longgar juga membuka dentin gigi sehingga menimbulkan gejala gigi sensitif. 

Pemutihan Penyebab Utama 

Prosedur pemutihan gigi yang profesional dan dijual bebas adalah penyebab utama gigi sensitif. Pasalnya, perawatan ini mengikis email gigi sehingga dentin menjadi terbuka. Namun biasanya, gigi sensitif yang diakibatkan oleh prosedur pemutihan hanya bersifat sementara. Perlahan gejala gigi sensitif akan membaik seiring waktu. 

Terpicu Rasa Asam 

Rata-rata penyebab gigi sensitif adalah masalah topikal. Selain karena produk pemutihan gigi, beberapa jenis makanan atau minuman juga bisa memicu masalah gigi ini menimpa Anda. Makanan yang terlalu asam lah yang memicu gigi sensitif karena rasa asam mudah untuk melunturkan lapisan terluar gigi menjadi lebih tipis. 

Terlalu Panas atau Dingin 

Bagaimana Anda bisa mengatakan sedang mengalami gigi sensitif? Tidak sulit sebenarnya mendeteksi apakah Anda mengalami gigi sensitif dan memerlukan pasta gigi Sensodyne atau tidak. Anda bisa mengeceknya dengan mengonsumsi air yang agak panas ataupun minuman yang dingin. Jika tiba-tiba gigi Anda merasa ngilu, artinya Anda mengalami masalah gigi sensitif. Ini karena gigi sensitif sangat peka terhadap sesuatu yang terlalu panas atau dingin. Udara yang terlalu dingin pun dapat membuat masalah gigi sensitif Anda kambuh. 

Cara Sikat Gigi Berpengaruh 

Gigi sensitif sebenarnya dapat dicegah ataupun ditangani dengan berbagai cara. Dalam kasus berat, mungkin Anda membutuhkan penanganan dokter. Namun untuk kasus yang ringan atau hanya untuk pencegahan, Anda bisa mulai menyikat gigi menggunakan sikat dengan bulu yang lebih lembut. Ini bisa mencegah email gigi terkikis saat menyikat gigi. Penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, seperti Sensodyne, juga bisa membantu. 

Perlu Manajemen Stres 

Tahu tidak bahwa gigi sensitif juga bisa terpicu atau ditangani dengan manajamen stres? Tingkat stres yang berlebih dapat membuat gejala gigi sensitif lebih mudah terjadi karena Anda bisa serin menggertakkan gigi dan menghancurkan email gigi. Mencoba memanajemen stres dengan mengatur pernapasan maupun meditasi bisa membuat Anda menghindari kebiasaan menggertakkan gigi dan meredakan masalah gigi sensitif yang Anda persoalkan. 

*** 

Apakah jika Anda masih tidak merasakan gejala gigi sensitif perlu menyikat gigi dengan lembut dan memakai Sensodyne? Tentu saja perlu. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? 

Reference 

https://toko.sehatq.com/produk/buy-sensodyne-herbal-pasta-gigi-sensitif-ekstrak-herbal-alami-free-sehatq-mask
https://timesofindia.indiatimes.com/spotlight/myths-and-facts-about-tooth-sensitivity/articleshow/48325052.cms
https://www.towncaredental.com/blog/sensitive-teeth-the-cold-facts/#:~:text=Tooth%20sensitivity%20is%20usually%20a,acidic%20foods%20and%20extreme%20temperatures.
https://www.jeffersondentalclinics.com/blog/8-facts-about-sensitive-teeth-causes-prevention-and-treatment
https://www.drloev.com/blog/top-ten-things-that-cause-sensitive-teeth
Selain Paracetamol, Kenali Pilihan-pilihan Obat Sakit Gigi Berlubang

Selain Paracetamol, Kenali Pilihan-pilihan Obat Sakit Gigi Berlubang

Rasa sakit yang ditimbulkan gigi berlubang akan sangat terasa nyeri hingga menyebabkan seseorang yang mengalami kondisi ini sulit dan bahkan tidak bisa makan. Tak hanya itu penderita juga akan kesulitan saat akan tidur dan melakukan aktivitas sehari-hari, beberapa obat bisa dipilih dan digunakan untuk mengatasi kondisi ini salah satunya paracetamol untuk sakit gigi.

Sakit gigi berlubang bisa dialami siapa saja dan tak mengenal umur, bisa itu anak-anak hingga orang dewasa. Keadaan ini biasanya disebabkan karena adanya penumpukan bakteri salah satunya karena gigi jarang dibersihkan. Bakteri yang ada kemudian merusak gigi dan membuat gigi berlubang hingga membuat iritasi pada saraf yang ada di akar gigi.

Obat Gigi Berlubang

Munculnya rasa nyeri bisa tidak tertahankan hingga membuat penderita kesulitan dalam mengunyah makanan dan untuk berbicara. Dampak dari sakit gigi ini juga bisa membuat gusi dan gigi bengkak hingga menimbulkan demam, terdapat beberapa pilihan obat sakit gigi berlubang yang umumnya direkomendasikan dokter untuk dikonsumsi.

  1. Paracetamol untuk Sakit Gigi

Selain dapat menurunkan demam, paracetamol juga bermanfaat untuk meredakan nyeri yang diakibatkan kondisi tertentu, salah satunya gigi berlubang. Tak jarang penderita sakit gigi mengonsumi obat ini untuk meredakan nyeri. Obat ini aman dikonsumsi bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Namun, konsumsi obat ini harus sesuai dengan dosis yang benar, yaitu untuk orang dewasa sebanyak 500 mg setiap 4-6 jam dengan jumlah maksimal 1 gram atau 1000 mg per dosis dan 4 gram atau 4000 mg selama sehari. Sedangkan, untuk anak usia 12 tahun atau lebih sebanyak 335-650 mg setiap 4-6 jam atau 1000 mg setiap 6-8 jam.

Sementara itu untuk anak yang masih berusia di bawah 12 tahun, seperti 6 bulan hingga 12 bulan dosis yang dikonsumsi sebanyak 10-15 mg per kg per dosis setiap 4-6 jam ketika diperlukan dan tidak boleh melebihi 5 dosis selama 24 jam. Sebelum mengonsumsi obat ini pastikan pasien tidak memiliki alergi terhadap acetaminophen.

Segera hentikan konsumsi dan langsung menghubungi dokter jika pasien mengalami beberapa efek samping serius setelah meminum obat ini seperti reaksi alergi, sakit perut tak biasa, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat hingga merasa tidak enak badan, dan mata menguning.

  1. Ibuprofen

Merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang efektif dalam mengurangi peradangan dan nyeri akibat sakit gigi. Obat ini bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti kapsul, tablet dan obat tetes topikal.

Dosis untuk dewasa dan remaja sebanyak 200-400 mg setiap 4-6 jam tergantung dari kebutuhan dan sakit yang dirasakan, dosis tertinggi sebanyak 3200 mg per hari jika mendapat resep. Untuk anak di atas 6 bulan disesuaikan dengan berat badan, dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter tetapi biasanya hanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekai atau 40 mg/kg per hari.

Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti mual, muntah, sakit perut, kembung, sakit kepala, telinga berdenging dan gangguan pencernaan. Meski begitu efek yang ada dapat pulih dengan sendirinya.

  1. Asam Mefenamat

Selain paracetamol untuk sakit gigi, juga obat golongan antiinflamasi nonsteroid selain ibuprofen adalah asam mefenamat, dokter kerap kali merekomendasikan obat ini kepada pasien agar rasa sakit gigi berlubang bisa berkurang. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, sehingga peradangan dan rasa nyeri berkurang.