Pentingnya Menggunakan Obat Tetes Mata Rohto Secara Tepat

Pentingnya Menggunakan Obat Tetes Mata Rohto Secara Tepat

Mata merupakan salah satu organ sekaligus indera milik manusia yang punya peran besar. Atas dasar fungsinya tersebut, penting bagi seseorang senantiasa menjaga kondisi dan kesehatan mata. Masalahnya, mata kerap mengalami gangguan. Kalau sudah begini, menggunakan obat tetes mata Rohto atau merek lainnya bisa jadi pilihan.

Meski terbilang cukup efektif dan optimal dalam mengatasi masalah yang terjadi pada mata, penggunaan obat tetes mata bisa jadi bumerang, bila dalam praktiknya seseorang tidak cermat. Alih-alih menyembuhkan, obat tetes mata justru membuat masalah semakin parah.

Oleh karenanya, seseorang perlu sekali mengetahui cara, teknis, atau metode menggunakan obat tetes mata Rohto atau merek lainnya, secara tepat. Tujuannya tentulah agar terhindar dari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. 

Berikut kiranya beberapa tip menggunakan obat tetes mata Rohto dengan tepat:

  • Mencuci tangan

Organ mata terbentuk dari lapisan selaput lendir yang rentan terinfeksi sesuatu. Hal ini menjadikan kita harus waspada sebelum menyentuh bagian mata. Satu upaya penting yang bisa dilakukan seseorang adalah mencuci tangannya terlebih dahulu.

Mencuci tangan, dengan sabun dan air mengali, sebelum meneteskan obat tetes ke mata, tentu saja punya tujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri atau kuman lainnya ke mata.

  • Lepas lensa kontak terlebih dahulu

Tahapan ini perlu dilakukan jika kamu tengah menggunakan lensa kontak atau softlens. Melepaskan kontak lensa sebelum menggunakan obat tetes mata Rohto, atau merek lainnya, penting untuk mengoptimalkan kerja dari obat itu sendiri.

Tahap ini bisa dilewati apabila kamu meneteskan air mata buatan yang digunakan secara khusus sebagai pelembap lensa kontak, seperti dalam penggunaan Rohto C Cube, atau sesuai instruksi dari dokter spesialis mata.

  • Memeriksa kualitas obat tetes mata dari kemasan produk

Kemasan bisa dijadikan sebagai salah satu faktor acuan apakah suatu produk masih dalam kualitas yang baik atau tidak. Kualitas yang baik, terlebih obat, bisa menjamin keamanan dan manfaat ketika digunakan.

Dalam hal obat tetes mata Rohto, atau merek lainnya, seseorang bisa mengambil dan membuka tutup obat untuk memperhatikan apakah ada cacat pada kemasan obat atau tidak. Perlu digarisbawahi bahwa mulut tempat keluar obat adalah daerah steril sehingga jangan sampai bagian tersebut tersentuh oleh benda apa pun, termasuk tangan, meskipun sebelumnya sudah dicuci.

  • Posisikan tubuh dengan baik

Agar proses penetesan obat mata dapat berjalan dengan lancar, seseorang harus memposisikan tubuh dengan baik. Posisi paling baik untuk menggunakan obat tetes mata adalah berbaring atau mendongak. Kamu bisa memilih posisi mana yang paling nyaman, sambil memastikan kamu membuka mata lebar-lebar dan arahkan pandangan mata ke atas.

  • Jangan lupa tarik kelopak mata bagian bawah

Dengan menggunakan satu atau dua jari, tarik kelopak mata bawah sehingga membentuk sebuah kantong. Kantong tersebut akan menjadi tempat di mana obat nantinya diteteskan.

Posisikan ujung pipet obat tetes mata dengan jarak sekitar 2,5 sentimeter dari mata. Pencet perlahan kemasan obat mata agar dosis obat yang keluar tidak berlebihan. Hati-hati agar ujung pipet obat tidak menyentuh apapun karena dapat terkontaminasi kuman.

  • Tutup mata setelah obat tertetes

Lepaskan tangan dari kelopak mata dan turunkan kepala. Lalu tutup mata selama 2-3 menit untuk memberikan waktu bagi mata menyerap obat. Ingat, jangan berkedip karena akan mendorong cairan obat keluar dari mata sebelum sempat diserap.

  • Bersihkan sisa obat dari wajah

Setelah 2-3 menit, hapus sisa-sisa obat yang menetes di wajah. Penting pula untuk segera menutup kemasan obat agar tidak terkontaminasi oleh kuman. Terakhir, jangan lupa cuci tangan kembali.

Selain cara-cara penggunaan obat tetes mata di atas, satu hal yang tak boleh terlupa adalah gunakanlah obat tetes mata hanya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmu. Obat tetes mata ada banyak macamnya, tergantung fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Contohnya obat tetes mata Rohto. Jika kamu butuh untuk mengatasi mata merah akibat iritasi, gunakanlah varian Rohto Sterile Eye Drop dengan kandungan zat aktif Tetrahidrozolin HCl. Apabila kamu menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi mata kering, pakailah Rohto Dry Fresh yang mengandung Hypromellose 0,3%. Pasalnya, penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai punya efek tertentu bagi kesehatan mata seseorang.

Mengenal Blefaritis, Penyakit Peradangan Pada Kelopak Mata

Kelopak mata merupakan lipatan kulit yang menutupi mata dan melindunginya dari cidera dan debu. Kelopak mata juga memiliki folikel rambut melengkung dan pendek yang disebut bulu mata pada tepiannya. Folikel rambut tersebut mengandung kelenjar minyak, yang terkadang dapat tersumbat atau iritasi, sehingga menyebababkan gangguan kesehatan kelopak mata. Salah satu gangguan tersebut dikenal dengan nama blefaritis, atau peradangan kelopak mata.

Penyebab dan jenis

Penyebab pasti blefaritis kadang sulit untuk ditentukan. Namun, beberapa faktor yang berbeda dapat meningkatkan risiko Anda terkena blefaritis. Misalnya, Anda memiliki risiko lebih tinggi menderita blefaritis apabila Anda memiliki ketombe di kulit kepala atau alis. Ada pula kemungkinan Anda memiliki reaksi alergi terhadap makeup atau produk kosmetik lain yang Anda oleskan di sekitar daerah mata, memicu terjadinya peradangan kelopak mata. Penyebab atau faktor risiko peradagan kelopak mata lain di antaranya adalah memiliki kutu bulu mata, infeksi bakteri, efek samping obat-obatan, dan kelenjar minyak yang rusak. Ada dua jenis peradangan kelopak mata, yaitu:

  • Peradangan kelopak mata anterior. Yang terjadi di bagian luar mata di mana bulu mata terletak. Ketombe di alis da reaksi alergi pada mata dapat menyebabkan peradangan kelopak mata anterior ini.
  • Peradangan kelopak mata posterior. Yang terjadi di bagian dalam tepi kelopak mata yang dekat dengan mata. Kelanjar minyak yang rusak di belakang folikel bulu mata biasanya menyebabkan peradangan kelopak mata jenis ini.

Gejala dan diagnosa

Peradangan kelopak mata biasanya muda diketahui karena kondisi ini dapat mengiritasi mata dan memengaruhi penglihatan Anda. Gejala blefaritis lain di antaranya adalah kelopak mata yang terasa gatal, kelopak mata yang bengkak, sensasi terbakar di mata, kelopak mata berminyak, sensasi ada sesuatu di dalam mata Anda, mata merah, mata berair, dan sensitivitas terhadap cahaya. Gejala-gejal tersebut juga dapat mengindikasikan adanya infeksi mata yang serius. Anda perlu merawat gejala tersebut sebagai sebuah kegawatdaruratan medis dan mengunjungi dokter segera.

Dokter mata akan mendiagnosa peradagan kelopak mata. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan fisik pada bagian mata sudah cukup untuk mendiagnosa blefaritis. Dokter juga dapat memeriksa kondisi kelopak mata dengan alat pembesar khusus. Pemeriksaan mata ini bertujuan untuk memeriksa peradangan serta tanda-tanda bakteri, jamur, serta virus yang dapat mengindikasikan adanya infeksi. Apabila ada gejala atau tanda-tanda infeksi, dokter akan mengambil sampel cairan apapun yang keluar dari mata, untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Perawatan

Mencuci mata Anda dan meletakkan kompres hangat pada kelopak mata dapat mengurangi peradangan. Tergnantung tingkat keparahan peradangan, serta apakah peradangan disebabkan oleh infeksi atau tidak, dokter dapat merekomendasikan perawatan jenis lain, seperti:

  • Perawatan steroid. Apabila Anda tidak memiliki infeksi, dokter dapat meresepkan steroid, obat tetes mata, dan salep untuk mengurangi peradangan. Dokter juga dapat meresepkan obat tetes mata untuk menghentikan iritasi yang disebabkan oleh mata kering.
  • Antibiotik. Beberapa antibiotik juga dapat dengan efektif mengatasi infeksi kelopak mata. Dokter dapat meresepkan antibiotik dalam bentuk pill, salep, dan obat tetes mata. Dokter sering meresepkan obat tetes mata ketika infeksi menyebar melebihi kelopak mata.

Blefaritis dapat menjadi sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Namun sayangnya, ini bukanlah sebuah kondisi yang dapat dicegah. Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mengurangi risiko peradangan, seperti dengan mencuci wajah dengan rutin, menghindari menyentuh mata dengan tangan kotor dan jangan menggosok kelopak mata saat gatal.