Hindari Alergi dengan Alami, Atasi dengan Diprosone Cream

Hindari Alergi dengan Alami, Atasi dengan Diprosone Cream

Rasanya mengalami alergi sangat tidak nyaman. Anda bisa merasakan hidung tersumbat dengan sangat mendadak sampai sesak napas. Atau bisa juga, tubuh Anda terasa gatal-gatal dan panas tanpa sebab. Untuk masalah kulit gatal-gatal karena alergi, setidaknya Anda dapat menggunakan obat topikal yang mengurangi peradangan seperti Diprosone Cream. Namun, bagaimana jika gejala alerginya lebih berat, mulai dari diare sampai nyeri dada? 

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Termasuk dalam kasus alergi, sebaiknya Anda menghindari munculnya serangan alergi dengan memperkuat imunitas tubuh, menjaga kebersihan, juga menjauhi penyebab yang memicu timbulnya reaksi alergi. 

Berikut ini adalah berbagai cara yang lebih detail, yang bisa Anda lakukan untuk menghindari reaksi alergi. Tentu saja bukan berarti Anda tidak bisa terserang alergi dengan menjalankan berbagai langkah di bawah ini. Namun setidaknya, risiko serangan alergi yang parah bisa diminimalkan. 

Perkuat Imunitas dengan Vitamin C 

Serangan alergi sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh. Memperkuat imunitas tubuh tidak lain menjadi langkah preventif terbaik agar tidak perlu berhadapan dengan beragam reaksi alergi yang membuat tidak nyaman. Anda bisa memperkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi vitamin C sekitar 2.000 mg per hari. Pasalnya, vitamin C tidak lain merupakan antihistamin alami yang mampu mengurangi efek alergi. 

Cukupi Minum Tiap Hari 

Reaksi alergi seperti gatal-gatal di kulit sampai pada nyeri di dada muncul karena penyebab alergi menimbulkan peradangan di kulit atau tubuh Anda. Menggunakan obat topikal seperti Diprosone Cream bisa menjadi solusi untuk meredakan peradangan di kulit. Namun, bagaimana untuk yang bagian dalam tubuh? Sebenarnya, mencegah dan mengatasi peradangan akibat alergi sesimpel Anda mengonsumsi air putih minimal 2,5 liter tiap hari. Dengan terpenuhinya kebutuhan cairan tubuh harian, risiko peradangan dapat diminimalkan. Cairan tubuh yang mencukupi juga membuat hormon Anda seimbang sehingga sistem kekebalan tubuh lebih stabil untuk menghalau serangan penyebab alergi.

Pilih Makanan Bebas Ragi 

Pola makan bisa berpengaruh pada kondisi alergi Anda. Untuk menghindari alergi, lebih baik Anda memilih makanan bebas ragi. Hindari makanan-makanan yang mengandung tepung atapun yang bersifat cepat saji karena cenderung memiliki kadar ragi cukup banyak yang membuat Anda lebih rentan tertimpa reaksi alergi. 

Rutin Cuci Hidung 

Meredakan gejala alergi di kulit bisa menggunakan Diprosone Cream. Sementara itu, meredakan gejala alergi di hidung dapat memakai teknik pencucian hidung atau nasal wash. Pencucian hidung yang menggunakan neti pot atau semprotan pencuci hidung. 

Bersihkan Udara dengan Filter 

Penyebab alergi ada banyak di dalam rumah, mulai dari debu, tungau, sampai debu hewan peliharaan. Semua penyebab tersebut pun sangat mudah memapar Anda lewat udara. Karena itu, Anda patut mencoba menggunakan filter udara di rumah secara teratur. Carilah filter udara HEPA untuk penyaringan partikel secara lebih optimal sehingga penyebab alergi tidak menyerang Anda. 

Kurangi Bepergian Pagi 

Tahu tidak, ternyata pada pagi hari penyebab alergi lebih banyak bertebaran di udara, mulai dari debu sampai serbuk sari tanaman. Karena itu jika memang Anda memiliki riwayat alergi, kurangilah bepergian saat pagi hari. Bepergian setelah jam 10 pagi lebih dianjurkan. 

Pakai Masker 

Masker akan mencegah penyebab alergi atau alergen masuk ke saluran udara Anda. Untuk penggelindingan terbaik, gunakan masker respirator N95 yang tersedia di banyak toko obat dan toko peralatan medis. Soalnya, masker ini dapat memblokir partikel kecil, seperti serbuk sari dan alergen lainnya sampai 95 persen.

Ganti Pakaian Sehabis Pergi 

Penyebab alergi seperti debu dan serbuk sari bisa jadi belum menempel di kulit Anda, namun sudah Anda di pakaian Anda. Karena alasan ini, biasakanlah untuk membersihkan diri setiap habis pergi. Ganti pakaian dan sepatu Anda dengan segera untuk memastikan allergen yang berada di benda-benda tersebut tidak berpindah ke kulit atau saluran pernapasan Anda. 

Keramas Sebelum Tidur 

Biasakanlah mandi dan keramas sebelum tidur. Pasalnya, penyebab alergi sering terperangkap di rambut akibat Anda memakai gel atau mousse. Alergen tersebut bisa menempel di badan dan menempel di wajah dan masuk saluran pernapasan Anda saat tidur. Karena itu, pastikan penyebab alergi tersebut tersingkirkan dengan melakukan keramas sebelum tidur. 

Rebus Perlengkapan Tidur 

Banyak penyebab alergi berupa tungau yang ada di perlengkapan tidur Anda, seperti seprai, selimut, maupun sarung bantal. Biasakanlah mencuci mereka dengan air panas setiap minggu untuk menyapu bersih tungau yang kemungkinan bersarang di benda-benda tersebut. 

Yang tidak kalah penting, Anda mesti mengetahui penyebab pasti dari alergi Anda dan melakukan penghindaran yang lebih spesifik. Jika memang sudah telanjur terpapar alergi, lakukan penanganan sesuai gejalanya. Khusus untuk gejala kulit gatal-gatal dan kemerahan, Anda bisa mempertimbangkan mengoleskan Diprosone Cream.

Fungsi Hansaplast Plester dengan Spray

Fungsi Hansaplast Plester dengan Spray

Hansaplast plester dan spray merupakan dua produk yang biasa digunakan untuk mengatasi luka ringan. Keduanya memiliki perbedaan, terutama di bagian fungsi dan juga bentuk produk.

Agar lebih memahami tentang perbedaan dari keduanya, simak penjelasan lebih lengkapnya di artikel berikut ini.

Beda fungsi Hansaplast plester dan spray

Hansaplast plester dan spray antiseptik merupakan produk yang sama-sama dikeluarkan oleh perusahaan asal Jerman, Beiersdorf. Dari namanya sendiri, sebenarnya sudah terlihat bahwa keduanya berbeda.

Perbedaan paling utama terdapat di fungsi dan bentuk produknya. Lantas, apa perbedaan lainnya?

Hansaplast Plester 

Hansaplast plester merupakan salah satu produk keluaran Hansaplast yang paling banyak dikenal dan digunakan untuk penanganan luka. Ada banyak jenis plester dari Hansaplast yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, ukuran luka, hingga jenis kulit, namun jenis Kain Elastis berwarna kulit merupakan yang paling sering digunakan.

Plester dari Hansaplast bisa melindungi semua jenis luka ringan dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi timbul pada luka. Luka ringan umumnya akan lebih cepat pulih jika dalam keadaan tertutup dan tidak memberikan ruang bagi benda asing untuk masuk ke dalam luka.

Plester adalah jenis perban dengan perekat, umumnya menggunakan kain yang lentur, memiliki bantalan luka, dan berpori sehingga mampu memberikan sirkulasi bagi luka serta mengikuti pergerakan Anda agar lebih nyaman.

Hansaplast Spray Antiseptik

Berbeda dengan plester, Hansaplast spray antiseptik memiliki fungsi untuk membersihkan luka. Membersihkan luka merupakan langkah penting untuk proses penyembuhan luka secara optimal, sehingga terhindar kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Membersihkan luka bisa menggunakan air saja, atau dengan sabun, atau dengan spray antiseptik. Spray ini mengandung pembersih antiseptik yang penggunaannya tinggal disemprotkan saja pada berbagai jenis luka baik yang belum maupun sudah terinfeksi, bahkan luka bakar tingkat satu sekalipun.

Spray antiseptik dapat membersihkan luka secara efektif dan tidak menimbulkan rasa sakit, juga tidak mengandung alkohol sehingga tidak akan menimbulkan efek samping. Kandungan PHMB (Polyhexamethylene Biguanide, yang biasa disebut Polyhexanide) di dalamnya lebih unggul dari antiseptik lain, menurut beberapa studi.

Amankah membersihkan luka dengan spray antiseptik?

Membersihkan luka atau desinfeksi luka merupakan langkah penting dalam pemulihan luka, sehingga dalam melakukannya harus dengan tepat dan benar. Banyak yang membersihkan luka menggunakan alkohol atau hidrogen peroksida yang bersifat antiseptik, namun sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Antiseptik memang dapat membunuh bakteri jahat, namun dalam penggunaannya bahan antiseptik juga bisa merusak jaringan sehat di sekitar luka. Praktik terbaik untuk membersihkan luka adalah dengan air hangat dan sabun lembut dengan segera dan secara perlahan. 

Lantas, bagaimana jika menggunakan Hansaplast spray antiseptic? Berbeda dengan alkohol dan hidrogen peroksida, kandungan antiseptik di dalam Hansaplast membersihkan luka dengan cara irigasi mekanis, yang berarti menyingkirkan bakteri dan kotoran secara fisik dari luka.

Kandungan PHMB (Polyhexamethylene Biguanide, yang biasa disebut Polyhexanide) yang ada di dalamnya diformulasikan dengan bahan yang aman bagi kulit dan melindungi sel-sel kulit aktif dan esensial bagi regenerasi kulit.

Anda bisa memilih menggunakan spray antiseptik dari Hansaplast ini untuk pembersihan luka secara cepat, minim rasa nyeri, dan juga tanpa bahan tambahan lain seperti pewangi dan pewarna. Setelah itu, Anda bisa menggunakan Hansaplast plester yang sesuai dengan kebutuhan luka Anda.

Tips membersihkan luka

Karena membersihkan luka adalah langkah penting dalam penyembuhan dan pencegahan timbulnya infeksi pada luka, maka sangat tepat untuk melakukannya dengan dengan benar.

Infeksi pada luka yang diabaikan dapat menyebar ke bagian jaringan yang lebih dalam dan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Bersihkan luka selalu sebelum menggunakan plester atau kasa penutup luka. 

Anda bisa mengikuti tips berikut ini:

  • Sebelum membersihkan luka, cuci bersih dan keringkan tangan Anda secara menyeluruh
  • Jika memungkinkan, gunakan sarung tangan sekali pakai
  • Apabila ada benda asing seperti kaca yang berada di dalam luka, sebaiknya jangan dicabut dan tangani secara medis
  • Jika luka tergolong ringan, bersihkan luka menggunakan air hangat dan sabun lembut, lalu bilas dengan bersih, atau menggunakan salep atau spray antiseptik yang aman dari Hansaplast
  • Setelah itu, tepuk-tepuk area luka hingga kering menggunakan handuk bersih atau tumpukan tisu, jangan gunakan bahan seperti kapas yang dapat meninggalkan sisa bahan
  • Tempelkan kasa steril atau plester tergantung ukuran dan keparahan luka, sebaiknya gunakan plester anti air
  • Jika darah masih menembus lapisan kasa pertama, jangan diambil lalu tumpukkan dengan kasa steril yang baru
  • Saat membebat luka, baik dengan plester maupun perban, sebaiknya jangan terlalu ketat agar memberikan ruang sirkulasi udara bagi luka sehingga cepat pulih

Selalu gunakan bahan pembersih yang tepat dan aplikasikan secara perlahan sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah memastikan luka bersih dan kering, baru Anda bisa memasang Hansaplast plester ataupun jenis plester lainnya, pastikan semua bagian plester atau bantalan menutup seluruh bagian luka dan menempel dengan baik.

Pentingnya Menggunakan Obat Tetes Mata Rohto Secara Tepat

Pentingnya Menggunakan Obat Tetes Mata Rohto Secara Tepat

Mata merupakan salah satu organ sekaligus indera milik manusia yang punya peran besar. Atas dasar fungsinya tersebut, penting bagi seseorang senantiasa menjaga kondisi dan kesehatan mata. Masalahnya, mata kerap mengalami gangguan. Kalau sudah begini, menggunakan obat tetes mata Rohto atau merek lainnya bisa jadi pilihan.

Meski terbilang cukup efektif dan optimal dalam mengatasi masalah yang terjadi pada mata, penggunaan obat tetes mata bisa jadi bumerang, bila dalam praktiknya seseorang tidak cermat. Alih-alih menyembuhkan, obat tetes mata justru membuat masalah semakin parah.

Oleh karenanya, seseorang perlu sekali mengetahui cara, teknis, atau metode menggunakan obat tetes mata Rohto atau merek lainnya, secara tepat. Tujuannya tentulah agar terhindar dari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. 

Berikut kiranya beberapa tip menggunakan obat tetes mata Rohto dengan tepat:

  • Mencuci tangan

Organ mata terbentuk dari lapisan selaput lendir yang rentan terinfeksi sesuatu. Hal ini menjadikan kita harus waspada sebelum menyentuh bagian mata. Satu upaya penting yang bisa dilakukan seseorang adalah mencuci tangannya terlebih dahulu.

Mencuci tangan, dengan sabun dan air mengali, sebelum meneteskan obat tetes ke mata, tentu saja punya tujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri atau kuman lainnya ke mata.

  • Lepas lensa kontak terlebih dahulu

Tahapan ini perlu dilakukan jika kamu tengah menggunakan lensa kontak atau softlens. Melepaskan kontak lensa sebelum menggunakan obat tetes mata Rohto, atau merek lainnya, penting untuk mengoptimalkan kerja dari obat itu sendiri.

Tahap ini bisa dilewati apabila kamu meneteskan air mata buatan yang digunakan secara khusus sebagai pelembap lensa kontak, seperti dalam penggunaan Rohto C Cube, atau sesuai instruksi dari dokter spesialis mata.

  • Memeriksa kualitas obat tetes mata dari kemasan produk

Kemasan bisa dijadikan sebagai salah satu faktor acuan apakah suatu produk masih dalam kualitas yang baik atau tidak. Kualitas yang baik, terlebih obat, bisa menjamin keamanan dan manfaat ketika digunakan.

Dalam hal obat tetes mata Rohto, atau merek lainnya, seseorang bisa mengambil dan membuka tutup obat untuk memperhatikan apakah ada cacat pada kemasan obat atau tidak. Perlu digarisbawahi bahwa mulut tempat keluar obat adalah daerah steril sehingga jangan sampai bagian tersebut tersentuh oleh benda apa pun, termasuk tangan, meskipun sebelumnya sudah dicuci.

  • Posisikan tubuh dengan baik

Agar proses penetesan obat mata dapat berjalan dengan lancar, seseorang harus memposisikan tubuh dengan baik. Posisi paling baik untuk menggunakan obat tetes mata adalah berbaring atau mendongak. Kamu bisa memilih posisi mana yang paling nyaman, sambil memastikan kamu membuka mata lebar-lebar dan arahkan pandangan mata ke atas.

  • Jangan lupa tarik kelopak mata bagian bawah

Dengan menggunakan satu atau dua jari, tarik kelopak mata bawah sehingga membentuk sebuah kantong. Kantong tersebut akan menjadi tempat di mana obat nantinya diteteskan.

Posisikan ujung pipet obat tetes mata dengan jarak sekitar 2,5 sentimeter dari mata. Pencet perlahan kemasan obat mata agar dosis obat yang keluar tidak berlebihan. Hati-hati agar ujung pipet obat tidak menyentuh apapun karena dapat terkontaminasi kuman.

  • Tutup mata setelah obat tertetes

Lepaskan tangan dari kelopak mata dan turunkan kepala. Lalu tutup mata selama 2-3 menit untuk memberikan waktu bagi mata menyerap obat. Ingat, jangan berkedip karena akan mendorong cairan obat keluar dari mata sebelum sempat diserap.

  • Bersihkan sisa obat dari wajah

Setelah 2-3 menit, hapus sisa-sisa obat yang menetes di wajah. Penting pula untuk segera menutup kemasan obat agar tidak terkontaminasi oleh kuman. Terakhir, jangan lupa cuci tangan kembali.

Selain cara-cara penggunaan obat tetes mata di atas, satu hal yang tak boleh terlupa adalah gunakanlah obat tetes mata hanya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmu. Obat tetes mata ada banyak macamnya, tergantung fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Contohnya obat tetes mata Rohto. Jika kamu butuh untuk mengatasi mata merah akibat iritasi, gunakanlah varian Rohto Sterile Eye Drop dengan kandungan zat aktif Tetrahidrozolin HCl. Apabila kamu menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi mata kering, pakailah Rohto Dry Fresh yang mengandung Hypromellose 0,3%. Pasalnya, penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai punya efek tertentu bagi kesehatan mata seseorang.