Jangan Remehkan Bahaya Radikal Bebas, Atasi dengan Liproqy

Jangan Remehkan Bahaya Radikal Bebas, Atasi dengan Liproqy

Setiap orang memiliki risiko yang sama terhadap paparan radikal bebas. Untuk menangkal radikal bebas yang berlebih, Anda akan memerlukan kandungan antioksidan. Antioksidan bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan alami serta suplemen khusus antioksidan seperti Liproqy.

Suplemen antioksidan bisa membantu memaksimalkan proses penyeimbangan radikal bebas di dalam tubuh. Efeknya akan memberikan dampak positif bagi kesehatan, selama dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terlalu berlebihan.

Liproqy sebagai suplemen antioksidan

Antioksidan merupakan zat yang mampu menghambat pertumbuhan radikal bebas di dalam tubuh Anda. Ini akan berdampak pada melambatnya kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas berlebih.

Zat antioksidan bisa berasal dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Dari dalam tubuh, antioksidan ini terbentuk dengan sendirinya. 

Sementara, zat antioksidan yang didapatkan dari luar tubuh bisa terbagi dalam dua jenis, yaitu: 

  • Antioksidan alami

Antioksidan alami bisa didapatkan dari bahan-bahan makanan alami. Ada banyak sekali makanan alami yang kaya akan antioksidan, contohnya seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C. 

  • Antioksidan buatan

Zat antioksidan buatan meliputi kandungan-kandungan antioksidan yang dibuat melalui proses kimiawi. Dalam hal ini, suplemen antioksidan seperti Liproqy termasuk sebagai antioksidan buatan.

Meskipun merupakan kandungan antioksidan buatan, bukan berarti suplemen ini tidak mampu berperan sebagai sumber antioksidan yang maksimal. 

Pentingnya antioksidan untuk menangkal radikal bebas

Radikal bebas adalah atom yang tidak stabil. Adanya radikal bebas dalam tubuh tidak berbahaya apabila hanya dalam jumlah kecil.

Pada dasarnya, radikal bebas bisa terbentuk dengan sendirinya melalui proses metabolisme dari dalam tubuh. Tapi, tubuh Anda bukan hanya mendapat radikal bebas dari dalam, tetapi juga dari luar.

Radikal bebas yang datang dari luar tubuh bisa berasal dari asap rokok, debu, polusi, sinar matahari, dan lain sebagainya. Ketika radikal bebas ini masuk ke dalam tubuh, maka jumlah radikal bebas yang ada di dalam tubuh Anda bisa menjadi berlebihan.

Zat radikal bebas yang terlalu berlebih bisa memicu kerusakan sel-sel dalam tubuh, membuat Anda lebih rentan terhadpa berbagai macam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

Itulah mengapa sangat penting untuk mendapatkan asupan antioksidan yang cukup, salah satu caranya dengan mengonsumsi suplemen Liproqy. Karena, antioksidan mampu melawan radikal bebas tersebut, sehingga sel-sel tubuh Anda tetap terlindungi. 

Batasi asupan antioksidan agar tidak berlebihan

Perlu diketahui, meskipun antioksidan baik untuk menangkal radikal bebas, Anda tetap perlu membatasi asupannya. Karena, asupan antioksidan yang berlebihan juga bisa memicu risiko negatif seperti: 

  • Meningkatkan risiko kanker

Antioksidan seharusnya bisa mencegah Anda dari kanker yang disebabkan oleh radikal bebas berlebih. Tapi, penelitian telah membuktikan bahwa terlalu banyak antioksidan justru bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. 

  • Menurunkan performa olahraga

Radikal bebas bisa terbentuk melalui proses metabolisme ketika melakukan aktivitas olahraga. Terlalu banyak antioksidan akan menghambat pembentukan radikal bebas ini, dan memengaruhi performa olahraga menjadi tidak maksimal.

  • Menyebabkan cacat lahir

Vitamin A dari antioksidan bisa memicu cacat lahir pada bayi di dalam kandungan. Oleh sebab itu, suplemen antioksidan tidak direkomendasikan untuk dipakai oleh wanita yang sedang hamil.

Konsumsi suplemen antioksidan seperti Liproqy bisa dilakukan secara bebas, tanpa menggunakan resep dari dokter. Tapi, supaya pemakaiannya lebih aman, Anda tetap bisa berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Masalah Nyeri Sendi? Yuk Coba 6 Suplemen Ini

Obat sendi sangat penting bagi pasien dengan gangguan nyeri sendi. Ketika serangan nyeri datang, rasanya akan sangat menyakitkan hingga mengganggu pergerakan.

Nyeri sendi bisa disebabkan oleh berbagai masalah, paling umum karena radang sendi atau artritis. Radang sendi adalah peradangan yang terjadi di persendian, bisa di salah satu sendi atau beberapa sekaligus.

Ketika mengalami radang sendi, biasanya persendian tersebut akan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Rasa nyeri juga bisa menyerang dan membuat pasien tidak bisa beraktivitas.

Radang sendi bermacam-macam, secara umum ada beberapa jenis radang sendi, yaitu:

  • Osteoartritis, disebabkan oleh penipisan atau kerusakan pada tulang rawan
  • Rheumatoid arthritis, disebabkan oleh penyakit autoimun.
  • Septic arthritis, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
  • Gout artritis, disebabkan oleh kristal asam urat.
  • Reactive arthritis, disebabkan oleh infeksi bakteri di area tubuh lainnya.

Masalah radang sendi ini dapat menyerang segala usia, meski lebih umum terjadi pada orang dewasa usia lanjut. Ada beberapa faktor penyebab radang sendi yang, khususnya karena usia.

Nah radang sendi harus dirawat dengan obat sendi yang bisa mengurangi gejala nyeri sendi. Ada beberapa obat sendi yang umumnya diresepkan dokter, yaitu:

  • Acetaminophen (Tylenol, dsb)
  • Ibuprofen (Advil, dsb)
  • Naproxen

Obat-obatan tersebut umumnya dapat mengurangi rasa nyeri ketika serangan terjadi. Artinya, Anda membutuhkan pengobatan lain untuk mengurangi frekuensi serangan dan tingkat rasa nyeri.

Di sinilah peran suplemen untuk membantu obat sendi Anda. Ada beberapa jenis suplemen sendi yang bisa Anda coba, apa saja sih?

Suplemen alami untuk nyeri sendi

Kasus nyeri sendi cukup umum terjadi pada banyak orang. Biasanya, rasa nyeri terjadi di persendian lutut, tangan, siku, bahu, dan di titik-titik lain.

Sebagian besar penyebab nyeri sendi adalah penyakit radang sendi yang paling umum, osteoartritis. Umumnya, rasa nyeri bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat-obatan seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Nah selain obat sendi yang diresepkan dokter, ada pula beberapa pengobatan alternatif yang bisa Anda coba. Obat alternatif ini lebih tepat disebut suplemen untuk nyeri sendi. Apa saja sih?

1. Kunyit

Kunyit sudah lama dikenal sebagai salah satu suplemen untuk mengatasi rasa sakit, termasuk rasa sakit akibat nyeri sendi.

Ada senyawa kimia dalam kunyit yang disebut kurkumin, senyawa inilah yang memiliki efek penghilang rasa sakit. Kurkumin juga diklaim memiliki efek anti-inflamasi.

Penelitian terkait dampak kunyit terhadap nyeri sendi memang terbatas. Namun, satu analisis mendapati bahwa kunyit dapat mengurangi gejala nyeri sendi, bahkan mungkin sebanding dengan ibuprofen.

Anda bisa mengonsumsi kunyit seduh secara langsung atau memilih ekstrak kunyit dalam bentuk suplemen.

2. Minyak ikan

Minyak ikan mengandung omega-3, asam cosahexaenoic, dan asam eicosapentaenoic. Tiga senyawa ini memiliki efek anti-inflamasi.

Suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi suplemen minyak ikan terhadap penurunan gejala nyeri sendi untuk kasus rheumatoid artritis, tetapi tidak terhadap kasus osteoartitis.

Anda bisa mengonsumsi minyak ikan sebanyak 300 mg hingga 1.000 mg per hari, tergantung ketahanan dan kondisi Anda.

3. Glukosamin

Glukosamin adalah komponen alami tulang rawan, zat yang mencegah tulang bergesekan satu sama lain dan menyebabkan nyeri atau peradangan. Zat inni juga dapat membantu mencegah kerusakan tulang rawan akibat radang sendi.

Sebagian besar suplemen untuk mengobati nyeri sendi mengandung glukosamin, khususnya untuk mengobati osteoartritis. Ada dua jenis glukosamin yang paling umum tersedia: glukosamin hidroklorida dan glukosamin sulfat.

Suatu analisis menemukan bahwa glukosamin sulfat lebih baik mengobati nyeri sendi akibat osteoartritis daripada glukosamin hidroklorida. Jadi, Anda mungkin bisa mencoba mencari suplemen yang mengandung glukosamin sulfat.

Ketika dikonsumsi rutin dalam jangka waktu panjang, glukosamin sulfat juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit osteoartritis.

4. Kondroitin

Kondroitin adalah salah satu bahan penyusun tulang rawan, sama seperti glukosamin. Artinya, senyawa ini juga dapat membantu mencegah kerusakan tulang rawan akibat osteoartritis.

Studi klinis membuktikan bahwa kondroitin dapat mengurangi nyeri sendi dan badan kaku terhadap pasien osteoartritis. Suplemen kondroitin diklaim dapat mengurangi nyeri lutut hingga 20%.

Anda biga mencari suplemen kondroitin sulfat untuk memperlambat perkembangan osteoartritis. Biasanya, suplemen nyeri sendi yang dijual bebas mengandung kondroitin dan glukosamin.

5. SAMe

SAMe alias S-adenosyl-L-methionine adalah suplemen yang biasa digunakan untuk membantu mengurangi gejala depresi dan osteoartritis. SAMe dihasilkan secara alami oleh hati, tepatnya dari asam amino yang disebut metionin.

SAMe memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, termasuk membantu produksi dan perbaikan tulang rawan. Dalam bentuk suplemen, SAMe dapat membantu mengurangi gejala nyeri sendi akibat osteoartritis.

6. Boswellia

Boswellia, dikenal sebagai kemenyan India, mulai digunakan untuk beberapa pengobatan. Anda dapat mengonsumsi ekstrak boswellia untuk mengurangi nyeri sendi akibat radang sendi.

Ekstrak boswellia mengandung asam boswellia yang memiliki efek anti-inflamasi. Studi membuktikan bahwa ekstrak boswellia dapat mengurangi gejala nyeri pasien osteoartritis.

Nah itu dia 6 suplemen yang bisa Anda konsumsi bersamaan dengan obat sendi. Dengan konsumsi rutin, seharusnya Anda bisa mengurangi frekuensi dan tingkat serangan nyeri sendi.

Efek Samping Penggunaan Antimo Tablet

antimo tablet

Obat Antimo dapat digunakan untuk mengatasi berbagai gejala yang berkaitan dengan mabuk perjalanan seperti mual, muntah, serta pusing yang diderita. Umumnya terjadi ketika menaiki sepeda motor, mobil,  kapal laut, kereta api, atau pesawat udara. Antimo Tablet mengandung zat aktif dimenhidrinat yang efektif untuk mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh banyak kondisi. 

Dimenhidrinat dibantu dengan Vitamin B6 akan bekerja secara efektif pada sistem saraf pusat dengan menghambat zat histamin dan mencegah adanya stimulasi di saraf otak dan telinga dalam yang bisa menyebabkan mual, muntah, dan pusing. 

Perlu selalu diingat bahwa dalam setiap penggunaan Antimo Tablet akan ada efek samping yang diderita penggunanya. Seseorang dihimbau untuk menghindari efek samping Antimo Tablet yang berlebihan dengan cara mengonsumsinya sesuai dosis. Memangnya apa saja, sih, efek samping dari Antimo Tablet? 

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping termasuk penggunaan obat Antimo Tablet ini. Ketika seseorang mengonsumsi obat ini dan mengalami masalah kesehatan yang mengganggu segera beri tahu dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat atau segera cari bantuan medis jika kamu memiliki reaksi alergi seperti:

  • Gatal;
  • Ruam kulit;
  • Susah bernafas;
  • Mengalami pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Seseorang perlu segera menghentikan penggunaan Antimo Tablet jika mengalami beberapa hal berikut:

  • Susah buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil sama sekali;
  • Merasa bingung dan perubahan suasana hati secara drastis;
  • Tremor, serta tidak bisa beristirahat karena semangat yang berlebih;
  • Gangguan psikomotor;
  • Kejang;
  • Detak jantung tak menentu;
  • Gangguan koordinasi, khususnya pada anak.

Bila seseorang mengonsumsi Antimo Tablet dalam jumlah yang berlebihan, ada risiko overdosis obat. Dosis yang dianjutkan dalam penggunaan Antimo Tablet adalah diminum 4 sampai 6 kali per hari, dengan dosis maksimal perhari adalah 300 mg sampai 400 mg. Kelebihan dosis obat ini dapat bersifat fatal. 

Untuk membantu mencegah efek samping yang berisiko pada pasien, maka pencegahan penyalahgunaan obat diluar dosis harus dilakukan. Gejala yang mungkin timbul jika seseorang mengalami overdosis dari penggunaan obat ini adalah rasa kantuk yang amat parah, iritasi, pupil mengecil, halusinasi, atau bahkan kejang.

Gejala pada anak jika overdosis menggunakan obat ini mungkin anak akan merasakan rasa semangat yang berlebihan atau tidak bisa berhenti beraktivitas, disertai dengan rasa kantuk yang tak henti-henti.

Tidak semua orang mengalami efek samping setelah mengonsumsi Antimo Tablet seperti yang telah disebutkan di atas. Bila kamu memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker.

Berikut informasi mengenai dosis penggunaan Antimo Tablet yang juga bisa didapat di balik kemasan obat:

  • Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun: 1 x 1 tablet sehari, tidak lebih dari 8 tablet (400 mg);
  • Anak usia 8 sampai 12 tahun: 1 x ½ tablet sehari, tidak lebih dari 4 tablet (200 mg);
  • Anak usia 5 sampai 8 tahun: ¼ tablet atau 1 sachet sehari, tidak lebih dari 2 tablet (100 mg) atau 8 sachet;
  • Anak usia 2 sampai 5 tahun: ¼ tablet atau 1 sachet sehari, tidak lebih dari 1 tablet (100 mg) atau 4 sachet.

Mengonsumsi Antimo Tablet akan memberikan beberapa efek samping seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Mengonsumsi Antimo Tablet secara berlebihan dapat menyebabkan overdosis dan juga meningkatkan efek samping dari obat tersebut. Perlu diketahui bahwa mengonsumsi obat tidak sesuai dengan anjuran dan tidak sesuai dengan aturan yang diberikan dokter dapat berakibat fatal. 

Obat Grafachlor untuk Apa?

Grafachlor

Grafachlor adalah obat yang digunakan untuk merawat demam, penyakit kulit, alergi, penyakit pernapasan, gangguan rematik, penyakit ginjal, kondisi alergi, penyakit gastrointestinal, gangguan endokrin, dan kondisi lain. 

Grafachlor mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate sebagai bahan aktif yang ada di dalamnya. Grafachlor bekerja dengan cara merawat atau mencegah kondisi medis tertentu dan menghambat histamine dari dalam tubuh. 

Penggunaan dan efek samping

Grafachlor digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan pemulihan beberapa penyakit, kondisi, dan gejala seperti demam, penyakit kulit, alergi, gangguan endocrine, penyakit gastrointestinal, penyakit ginjal, kondisi yang berhubungan dengan alergi, penyakit pernapasan, dan lain-lain. 

Sama seperti obat lain pada umumnya, grafachlor dapat menyebabkan efek samping negatif pada tubuh. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi di antaranya adalah jerawat, anaphylaxis, bradycardia, allergic dermatitis, hyperglycemia, retensi cairan, kelemahan otot, kejang, depresi, glaucoma, mengantuk, pusing, sakit kepala, konstipasi, sakit perut, pandangan yang kabur, berkurangnya kemampuan dalam berkoordinasi, mulut kering, kesulitan buang air kecil, dan hidung tersumbat. 

Tidak semua orang akan menderita efek samping tersebut. Beberapa di antaranya dapat jarang dijumpai namun bersifat serius. 

Konsultasi dengan dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda efek samping tersebut, terutama apabila gejala bertambah parah atau tidak kunjung reda setelah beberapa minggu. 

Peringatan yang perlu diperhatikan

Sebelum menggunakan grafachlor, beritahu dokter seputar obat-obatan, produk OTC seperti vitamin dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi. Dokter juga perlu tahu seputar alergi, penyakit yang Anda derita, dan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda sedang hamil atau memiliki rencana mendapatkan operasi. 

Hal ini karena beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat membuat Anda menjadi lebih rentan dalam menderita gejala akibat efek samping dari obat grafachlor. Konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter. Dosis yang dokter berikan akan bergantung pada kondisi yang Anda miliki. 

Hubungi dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh ataupun berubah menjadi lebih parah. Risiko efek samping akan lebih besar pada orang-orang yang menderita asma, obstruksi kandung kemih, dan sumbatan usus. 

Hubungi dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, dan jangan menghentikan penggunaan dexamethasone secara tiba-tiba. Anda juga tidak boleh menggunakan grafachlor apabila memiliki infeksi jamur, maag, gangguan ginjal atau hati. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi pada saat menyusui. 

Interaksi obat

Apabila Anda menggunakan obat lain atau produk OTC pada saat yang bersamaan, efek dari grafachlor dapat berubah. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping dan/atau menyebabkan obat menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Beritahu dokter seputar obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi, sehingga dokter dapat membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat. Produk atau obat yang dapat berinteraksi dengan grafachlor di antaranya adalah minuman beralkohol, antihistamine, atropine, aspirin, depresan sistem saraf pusat, cyclosporine, obat-obatan untuk penyakit diabetes, diuretic, ketoconazole, dan monoamine oxidase inhibitor. 

Hipersensitivitas terhadap grafachlor adalah sebuah kontraindikasi. Sebagai tambahan, grafachlor tidak boleh digunakan pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti alergi obat tetes mata, penderita glaukoma atau diabetes, hipersensitivitas terhadap dexchlorpheniramine, bayi, dan ibu yang menyusui. 

Grafachlor mengandung bahan aktif dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Konsultasi dengan dokter perihal bahan aktif tersebut apabila Anda sedang hamil atau berusaha untuk hamil. 

Penggunaan grafachlor biasanya sekitar 2 minggu hingga 3 bulan, masing-masing berbeda tergantung kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang diobati. Untuk informasi pasti, konsultasi dengan dokter.