Ragam Penyebab Otot Betis Tertarik

Ragam Penyebab Otot Betis Tertarik

Pernahkah kamu mengalami rasa sakit seperti otot ketarik di bagian betis saat tidur di malam hari? Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan dan harus segera ditangani menggunakan obat betis tertarik.

Nyeri otot pada betis tak hanya terjadi saat tidur saja, akan tetapi juga kerap mengenai mereka yang rajin berolahraga. Betis berlokasi di bagian belakang kaki, tepat di bawah lutut. 

Penyebab Otot Betis Tertarik

Betis terdiri dari dua otot, yakni otot gastrocnemius dan soleus. Otot ini membentang hingga ke bawah tumit dan bertemu dengan otot tendon Achilles.

Gerakan pada kaki maupun tungkai menggunakan otot-otot tersebut, sehingga apabila terjadi nyeri bisa jadi disebabkan adanya gangguan atau cedera pada otot.

Segera atasi apabila Anda merasakan nyeri otot atau betis bengkak dan keras sebelum menjadi lebih serius. Gejala nyeri betis apabila semakin parah antara lain:

  • bengkak
  • pucat atau sensasi dingin di betis
  • kebas atau kesemutan di area betis dan kaki
  • kaki terasa lemas
  • retensi cairan
  • kemerahan, hangat, atau betis terasa lembek 

Penyebab nyeri betis bisa disebabkan oleh banyak hal, beberapa diakibatkan oleh masalah otot dan ada juga yang disebabkan oleh penyakit. Berikut adalah beberapa masalah otot yang bisa menyebabkan nyeri betis:

1. Keram otot

Keram otot merupakan kontraksi otot mendadak yang menyakitkan. Keram otot bisa berlangsung sekilas atau cukup lama selama beberapa menit. 

Kondisi ini cukup umum terjadi, biasanya disebabkan olahraga yang berlebihan atau mencoba olahraga baru. Bisa juga dipicu oleh dehidrasi, cedera otot, dan kekurangan mineral.

Penyebab keram otot yang lebih serius seperti gagal ginjal, hipotiroidisme, konsumsi alkohol yang berlebihan, diabetes, penyakit vaskular periferal, dan penyumbatan darah. 

2. Otot tegang

Otot yang menegang biasanya terjadi karena otot yang lelah, digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai. Misalnya, mencoba olahraga baru atau olahraga yang bertumpu pada kaki secara berlebihan, contohnya berlari, berenang, bersepeda, dan angkat beban.

Gejala yang dirasakan langsung saat kondisi tersebut terjadi, biasanya dalam bentuk serangkaian nyeri dan otot berdenyut. 

3. Lebam pada otot

Lebam atau memar bisa muncul di betis akibat trauma langsung atau berulang ke betis atau kaki bagian bawah. Bengkak, nyeri luar biasa, hematoma (aliran darah mengendap di jaringan sekitar) juga bisa muncul. 

4. Otot plantaris robek

Otot plantaris adalah otot tipis yang berada di dekat otot gastrocnemius. Saat otot robek akibat membungkuk terlalu rendah, nyeri mendadak di bagian belakang kaki akan terasa, diikuti dengan bengkak dan memar serta rasa keram.

Otot betis tertarik juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan lain yang tidak terkait dengan otot, antara lain:

1. Sciatica 

Merupakan kondisi medis di mana terdapat masalah pada saraf sciatica yang mengendalikan otot di kaki bagian bawah dan di belakang lutut. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kebas, dan kesemutan di punggung bagian bawah dan bisa menyebar hingga kaki dan betis hingga otot bagian lain.

2. Diabetic peripheral neuropathy (DPN)

Diabetic peripheral neuropathy adalah bentuk kerusakan saraf yang memengaruhi kaki, tungkai, lengan, dan tangan. Kondisi ini merupakan komplikasi umum dari diabetes.

DPN terjadi akibat gula darah tinggi, faktor genetik, atau peradangan saraf. Gejala yang bisa timbul antara lain nyeri, keram otot, otot lemas, kehilangan keseimbangan dan koordinasi, kebas, dan kehilangan kemampuan merasakan nyeri atau perubahan suhu. 

3. Penyumbatan darah

Penyumbatan darah bisa terjadi akibat kondisi yang disebut deep vein thrombosis (DVT), di beberapa area seperti lengan atau kaki, termasuk betis.

Ada beberapa faktor dan kondisi yang bisa menyebabkan DVT, termasuk duduk terlalu lama, komplikasi obat, dan merokok. Gejala yang bisa muncul antara lain pembuluh darah yang terlihat jelas di area yang terkena, bengkak, perubahan warna di kulit, dan betis terasa hangat. 

4. Achilles tendonitis

Achilles tendonitis atau otot tendon Achilles robek  disebabkan tekanan, tegangan, atau penggunaan yang berlebihan pada otot tendon Achilles. Gejala yang timbul biasanya radang pada tendon, nyeri di bagian belakang kaki, bengkak, dan sulit menggerakkan kaki. 

5. Sindrom kompartemen

Sindrom ini merupakan kondisi serius yang terjadi saat sejumlah besar tekanan menumpuk di dalam otot kompartemen. Umumnya terjadi setelah ada trauma hebat di area tersebut, misalnya patah tulang. 

6. Kista Baker

Meskipun bernama kista, akan tetapi Kista Baker tidak berbentuk seperti kista pada umumnya. Kondisi ini mengacu pada mengendapnya cairan sendi lutut di bagian belakang lutut, biasanya diakibatkan oleh arthritis.

Jika kista ini pecah, cairan ini bisa bocor ke area betis dan menyebabkan nyeri serta bengkak. 

7. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui paparan air atau tanah yang terkontaminasi oleh urin atau darah hewan yang terinfeksi bakteri leptospira.

Penyakit ini bisa menyebabkan nyeri betis dan serangkaian gejala lainnya seperti demam, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, diare, dan kulit serta mata yang menguning.

Cara Mengobati Otot Betis Tertarik

Penanganan pada nyeri betis beragam, tergantung dari penyebabnya. Tapi kebanyakan penanganan ini bisa Anda lakukan di rumah, antara lain:

1. Metode R.I.C.E (rest, ice, compression, dan elevation)

Penanganan terbaik pada nyeri betis yang disebabkan oleh masalah dan cedera otot. Istirahatkan kaki yang mengalami nyeri, kompres dengan es untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak kurang lebih 20 menit, lalu angkat kaki agak sedikit di atas jantung.  

2. Kompres es atau air hangat

Mengompres betis yang mengalami nyeri menggunakan kompres es atau air hangat merupakan penanganan yang sering digunakan. Penggunaan kompres es atau air hangat bergantung pada situasi dan kondisi betis yang mengalami nyeri.

3. Peregangan

Meregangkan otot dan tendon betis bisa membantu meredakan beberapa penyebab nyeri betis. Rutin melakukan peregangan merupakan kebiasaan yang sangat baik, terutama setelah bangun tidur.

4. Fisioterapi

Terapi fisik atau fisioterapi menggunakan teknik yang berbeda untuk meningkatkan kekuatan, mengembalikan kemampuan gerak, dan membantu pasien kembali ke kondisi sebelum mengalami cedera pada tubuh.

5. Obat-obatan

Mengatasi nyeri betis juga bisa menggunakan obat-obatan yang dijual di apotek atau yang diresepkan oleh dokter sesuai dengan penyebabnya. Obat anti-inflamasi atau pereda nyeri seperti ibuprofen bisa dikonsumsi dengan dosis yang sesuai.

Injeksi steroid yang disebut kortison juga bisa digunakan untuk mengatasi beberapa penyebab nyeri betis atau kaki. 

Jika Anda terdiagnosis adanya penyumbatan darah, biasanya diresepkan obat pengencer darah atau antikoagulan. Operasi biasanya diperlukan jika kondisi sudah sangat serius atau parah. 

Segera periksakan ke dokter atau dapatkan penanganan secara medis segera apabila mengalami gejala berikut ini:

  • demam tinggi di atas 40 derajat celsius
  • betis membengkak yang berwarna pucat atau terasa dingin ketika disentuh
  • bengkak mendadak di kaki
  • nyeri saat berjalan
  • varises yang sangat menyakitkan
  • gejala yang tidak membaik setelah pengobatan di rumah

Menangani menggunakan obat betis tertarik yang tepat sangat penting untuk bisa mencegah terjadinya komplikasi atau kemungkinan gejala yang memburuk. Oleh karena itu, jangan abaikan nyeri yang terjadi di betis karena bisa saja disebabkan oleh kondisi serius.